
Di pulau Adi yang bisa santai karena tidak ada dokumen di depan meja dia. Sampai Robin datang membawa data tentang perusahaan Cen. Adi yang membaca datanya merasa sedikit terkejut kalau Cahya menyembunyikan bisnis tersebut dari Cita.”Apa mereka tidak akur, sampai Cahya anak itu membuat usaha sendiri di balik Cita?,”kata Adi.
“Informasi yang kami dapatkan, kalau Cahya dan Cita akur saja. Tapi dari pergerakakn Cahya kalau dia sembunyi-sembunyi menjalankan usaha bisnis. Kami juga tidak tahu, tapi ada informasi kalau Cahya tahu ibu kandung aslinya,”kata Robin.
“Apa maksud kamu Cahya tahu kalau dia bukan anak dari Cita. Kenapa?,”kata Adi.
“Itu dia yang sedang kami selidiki. Jadi bagaimana soal bisnisnya bos kecil,”kata Robin.
“Pertemuan Rahasia dengan Cahya segera, biar aku yang melihat apa yang dia lakukan di balik Cita,”kata Adi.
“Tapi bos kecil, jika dia tahu anda adalah Adi. Bisa saja dia memberitahukan kepada Cita,”kata Robin yang sedikit khawatir.
“Untuk apa kamu gelisah seperti itu. Dia tidak akan tahu kalau ini aku,”kata Adi.
“Itu benar sih. Tapi masih saja membuat orang gelisah, bukan,”lata Robin yang sedikit menghela nafas dan tidak bisa berkata yang lain.
Adi yang hendak ingin bertemu dengan Cahya dalam pertemuan rahasia yang selalu diadakan oleh perusahaan yang diterima atau sedang dalam menjalankan pencarian informasi yang lanjut. Ditempat Cahya yang sedang menjalankan kelas musik mendapatkan panggilan masuk dari anak buahnya. Kalau perusahaan Cen yang ingin bekerja sama dengan perusahaan di wilayah C . Di mana perusahan cabang Rita dibangun.
“Apa mereka ingin mengadakan pertemuan rahasia denganku?,”kata Cahya.
__ADS_1
“Itu benar bos. Bagaimana sekarang?,”kata anak buahnya.
“Kita akan menghadirinya. Tapi kalian harus tahu, dimana ada yang harus membuat dia teralihkan dari pandanganku. Aku tidak mau usahaku sia-sia karena ada mata-mata dari Cita,”kata Cahya.
“Baik bos itu akan kami lakukan. Tapi bagaimana dengan organisasi black yang mengawasi kita?,”kata Cahya.
“Soal itu kita harus berhati-hati karena dia tidak bisa disinggung,”kata Cahya yang menutup teleponnya. Karena guru musik datang dimana akan memberikan pengajaran kepada Cahya. Cahya yang sedang belajar musik karena Cita untuk Cahya bisa segalanya. Tapi Cahya yang tidak suka memaksa dirinya melakukan apa yang di inginkan oleh Cita.
“Kapan semua ini akan berakhir, aku ingin melihat ayah dan ibu,”kata Cahya dalam hati. Sambil Cahya memainkan jarinya untuk bermain piano. Selesai dengan kelas musik ada kelas bahasa yang dimana Cahya harus bisa menguasai semua bahasa yang ada.
“Sudah lelah dengan kelas yang ada sekarang ada kelas lain. Tapi ini cukup membantuku juga,”kata hati Cahya yang tidak keberatan dengan kelas bahasa. Dari semua bahasa yang dipelajari Cahya hanya bisa melakukan yang dia bisa. Karena dia tidak terlalu pandai dna tidak terlalu bodoh juga. Saat kelas bahasa ada yang salah sedikit saja Cahya akan mendapatkan masalah. Karena itu Cahya harus bisa menguasainya, karena dengan dia bisa menguasainya dia bisa keliling dunia. Memperluas usaha yang dia capai. Tapi dengan adanya Cita semua pergerakan dia hanya dia batasi agar tidak menoncol oleh Cita. Setelah dia tahu kalau Cita bukan mama aslinya.
Tapi Cahya yang tidak tahu kenapa dia dibawa ke sini. Membuat dia bertanya-tanya,”Kenapa aku dibesarkan oleh Cita bukan orang tua aslinya. Apa yang sebenarnya terjadi saat aku bati dulu.”
Satu jam telah berlalu dimana Cahya sudah membacanya dan menutup laptopnya. Cahya berbaring den menutup wajahnya di selimut yang ada dikasur. Di dalam selimut Cahya berkata dengan suara kecil.
“Bagaimana bisa aku dibawa karena anak yang ingin oleh Cita. Tapi siapa itu Putra Adipurwakarta?,”kata Cahya yang masih tidak percaya dengan apa yang dia dapatkan. Di dalam informasi yang Cahya baca kalau Cita membunuh seorang wanita yang baru saja melahirkan anak laki-laki. Cita ingin anak itu tapi malah dia mendapatkan diriku.”Siapa yang sudah mengganti posisi bayi saat itu?,”kata Cahya lagi sambil membuka selimut.
Cahya yang mendapatkan informasi yang tidak dapat dia pikirkan dengan semua aktifitas yang dia dapatkan. Membuat Cahya sakit kepala sampai ada telepon masuk.”Ada apa kamu menghubungiku?,”ucap Cahya yang sudah lemas dulu.
__ADS_1
“Untuk pertemuan hari sabtu besok, tepatnya jam 8 malam. Lokasi akan diberitahukan jika kita sudah ada didalam perusahaan cabang,”kata anak buahnya yang memberitahukan pertemuan rahasia.
“Biaklah, aku tutup dulu ya,”kata Cahya yang langsung menutup teleponnya. Dimana Cahya menutup mata dan langsung tertidur karena kelas selesai pada malam hari. Pelayan rumah mengetuk pintu yang melihat tuan muda Cahya sudah tertidur. Karena tidak ingin mengganggu pelayan rumah datang menghampiri nyonya besar.
“Dimana Cahya kenapa kamu sendirian?,”kata Cita.
“Maaf nyonya tuan muda sudah tertidur dikamar. Mungkin saja dia kecapean karena kelas yang dilakukan oleh tuan muda,”kata pelayan rumah.
“Baiklan, kamu boleh pergi sekarang,”kata Cita yang melanjukan makan malamnya.
Sementara di tempat Roy dan Rey yang masih bersama dengan mama Jesi di rumah sakit. Menjalankan aktifitas biasanya, tapi dengan diam-diam kedua kakak Adi ini mencari tentang Adi. Tapi masih tidak menemukan dimana Adi. Hanya bisa menuggu sampai waktu yang disebutkan oleh Adi mereka bisa menuggu. Jika tidak ada kabar mereka akan mencari keseluruh dunia. Sementara menuggu mereka berdua juga mencari informasi tentang Cita dan orang dibalik dia.
Jordan yang sudah mengangkat Cahya sebagai anaknya untuk mewarisi perusahaannya saat dia tidak bisa menemukan putra kandungnya. Tapi dalam hati Jordan selalu ingin melihat Adi dipelukkannya untuk menembus kesalahan dia kepada Mia. Tapi hasilnya Adi yang tidak pernah ditemukan selama Satu tahun ini dan lebih Jordan tidak bisa menemukan Adi.
“Kapan aku bisa bertemu dengan putraku,”ucap Jordan didepan makam Mia.
“Maaf membuat kamu terluka karena diriku yang tidak memperhatikan kamu. Aku tidak tahu kalau selama ini kamu benar menyukaiku. Karena cintaku yang buta karena Irma kamu menderita karenaku dan anak kita yang juga tidak tahu bagaimana kabarnya sekarang,”kata Jordan dengan air mata yang menetes.
Hari sabtu dimana Adi mengadakan pertemuan rahasia dengan Cahya. Sudah tiba dengan malam yang berbintang Adi bersama dengan Prita yang masuk ke dalam gedung.”Apa benar kamu tidak masalah bertemu dengan dia?,”kata Prita.
__ADS_1
“Tidak masalah, kenapa kalian khawatir dengan diriku. Aku akan baik-baik saja,”kata Adi. Dimana Cahya yang sudah diberitahukan dimana pertemuan rahasianya. Pergi ke lokasi yang ada diperusahan tersebut.
“Tetap harus waspada, jangan sampai orang lain masuk ke dalam,”kata Adi yang masuk ke dalam ruangan yang sudah dipersiapkan oleh anggota khusus.