Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 75


__ADS_3

Mia yang menahan rasa sakitnya menutup mata untuk istirahat.Sementara teman 10 yang ada didekat Mia menyentuh dahi Mia.”Apa kamu tidak enak badan Mia?,”kata teman 10. Mia hanya tersenyum dan terlelah tertidur sampai satu jam perjalanan mereka sudah sampai di negara yang akan di tinggali oleh Mia. “Mia kita sudah sampai,”kata teman 10.


Mia membuka matanya dan melihat ke arah teman 10.”Kita sudah sampai,”ucap Mia yang sedikit kelelahan. Mia berdiri dari tempat dia duduk dan berjalan keluar bersama dengan teman 10. Angin yang berhembus membuat Mia merasa baikan. “Kita akan pergi kemana,”kata teman 10 yang tidak tahu dimana mereka akan tinggal.


“Nanti kamu akan tahu dimana kita akan tinggal,”ucap Mia. Dimana ada mobil yang sudah menjemput Mia.”Apa benar anda adalah Mia?,”kata sopir.


“Itu benar saya Mia,”kata Mia.


“Saya akan mengantarkan anda ke tempat tinggal anda,”kata sopir. Mia dan teman 10 yang masuk ke dalam mobil yang akan menunu tempat tinggal Mia yang baru. Dimana Mia sudah membeli sebelum dia bersama dengan Jordan. Jika suatu saat dia tidak bisa bertahan lagi untuk menjalankan kehidupannya. “Kita sudah sampai,”kata sopir.


“Terima kasih sudah mengantarkan saya,”kata Mia kepada sopir. Mia dan teman 10 keluar dari mobil. Tidak lama mereka berdua keluar mobil itu meninggalkan Mia dan teman 10.”Jadi kita akan tinggal di sini,”kata teman 10.


“Itu benar tempat tinggal yang aku beli dengan uang kerja kerasku selama ini. Jika nanti aku akan pergi jauh,”kata Mia yang berjalan masuk kedalam perkarangan rumah. Dimana halaman rumah yang belum di tanami bunga dan pohon. Mia masuk ke dalma rumah dengan kondisi seadanya Mia emnaru barang yang dia bawa.


Mia yang melihat teman 10 merasa sedikit terkejut berkata,”Apa kamu tidak suka dengan tempat ini. Jika kamu tidak suka aku persilakan kamu pergi dari temapt ini. Aku tidak akan memaksa kamu.”

__ADS_1


“Kata siapa aku akan tinggal hanya saja aku butuh tempat untuk aku berkerja bukan,”kata Teman 10. Mia tersenyum dan memperlihatkan satu kamar yang akan di tinggalkan oleh teman 10. Mia duduk dikasur karena dirinya lelah.”Untung saja tempat ini sudah dibersihkan,”kata Mia dengan suara kecil.


“Mia,”kata teman 10 yang mendekat.


“Apa?,”ucap Mia yang bersandar dikursi yang dia duduki.”Kamu sudah menyiapkan semua ini. Apa ada alasannya?,”kata teman 10 yang sedikit curiga dengan sikap Mia yang aneh.


“Alasan aku tinggal ditempat ini adalah..,”kata Mia yang terdiam. Teman 10 yang menuggu jawaban Mia.”Tidak ada alsannya,”kata Mia melihat ke arah teman 10.”Apa benar tidak ada alasanya,”kata teman 10.”Iya,”ucap Mia.


Teman 10 hanya terdiam saja. Tapi dalam hati teman 10 merasa kalau Mia menyembunyikan sesuatu. Untuk mendapatkan apa yang dia cari teman 10 diam-diam mencari tahu dengan sembunyi agar Mai tidak tahu. Satu hari telah berlalu Mia yang tingggal di tempat yang nyaman bersama dengan teman 10.


Setelah diamati mereka adalah anak buah Cita Jem dan Surya yang berkelahi dengan dimenangkan oleh mereka berdua. Tapi satu dari mereka yang meninggalkan pesan yang membuat Jem dan Surya merasa resah. Pesan itu berisi kalian tidak akan bisa bertemu dengan Mia lagi. Surya dan Jem yang mendengarnya merasa bingung hingga pengawal yang menjaga Mia menghubungi mereka berdua.


Kata yang diberikan ada kata maaf tidak bisa menjalankan tugas dengan baik karena nona Mia menyuruh mereka meninggalkan posko. Tapi setelah kami menoleh ke belakang ada kobaran api yang melahap semua jalan masuk menuju vila. Pengawal pengganti yang ingin masuk tidak bisa karena jalan sudah tertutup. Pengawal meminta untuk hukuman mereka karena sudah melalaikan tugasnya.


Jem dan Surya yang mendapatkan informasi merasa syok dan bergegas ke vila dimana Mia berada. Tapi sampai di tempat semua anggota yang ada dipokso hanya terdiam dan menundukan.”Dimana Mia?,”kata Surya.”Melihat kobaran api yang sedang dipandamkan mereka hanya tertuduk sujud.

__ADS_1


“Mia,”ucap Jem. Setelah api dipadamkan mereka bergerak menuju vila tapi saat mereka semua menuju vila. Mereka tidak bisa berkata apa-apa karena vila itu sudah hangus terbakar. Jem yang hanya terdiam dan mencari dibalik puing-puing kayu yang sudah hangus. Surya yang kesal dan marah serta sedih hanya bisa memukul tanah didepannya sampai kepalan Surya berdarah.


“Aku tidak becus menjaga Mia,”kat Surya yang merasa bersalah.”Siapa yang melakukan ini semua,”kata Tomas yang baru saja sampai. Karena dia baru saja selesai menjalankan tugas, tapi yang diperlihatkan adalah pemandangan yang membuat dia syok.


Surya dan Jem menoleh ke arah suara setelah melihat siapa yang bersuara Jem dan Surya kembali melihat ke depan.”Dimana Mia?,”kata Tomas. Tapi tidak ada respons yang diberikan oleh Jem dan Surya hanya ada kesedihan yang melandan. Satu petugas yang melihat satu mayat yang sudah terbakar.”Ada korban disini cepat melakukan optopsi,”kata petugas.


Tomas, Jem dan Surya melihat ke arah petugas karena dia masih tidak percaya kalau yang dia lihat adalah Mia. Setalah pengganti Mia yang sudah dibawak ke rumah sakit untuk di optopsi. Waktu terus berjalan sampai hasil yang ditunggu oleh mereka bertiga membuat mereka syok.


“Bagaimana hasilnya dok,”kata Tomas.”Hasil membuktikan kalau yang ada didalam adalah seorang wania yang hamil dan memiliki kangker otak di kepalanya,”kata dokter yang mengoptopsinya.


“Pasti anda salah pasti itu bukan Mia,”kata Tomas yang merasa tidak percaya.”Apa saya boleh masuk untuk melihat apa dia korban yang ada di vila tersebut atau tidak,”kata Jem.


“Apa anda memiliki linsensi, jika tidak anda tidak boleh masuk ke dalam,”kata dokter. “Saya memilikinya,”ucap Jem. Dokter mempersilakan Jem masuk di dalam ruangan yang dingin Jem memeriksa mayat untuk memastikan kalau itu bukan Mia. Tapi tidak ada yang menduga kalau mayat yang berbaring dengan penuh luka bakar adalah Mia. Jem tertuduk jatuh dan tidak bisa mempercayai dengan apa yang dia lihat.


“Mia,”ucap Jem yang merasa sedih. Tapi Jem harus kuat dan berdiri berjalan melihat Tomas dan Surya yang menuggu kepastian dari Jem yang sudah masuk ke dalam.”Bagaimana Jem dia bukan Miakan,”kata Surya. Jem hanya melihat ke langit dan mencoba menahan air matanya.”Kita harus bisa melepaskan Mia, dia tidak akan bisa kembali lagi,”kata Jem.

__ADS_1


Surya dan Tomas mencari tempat duduk dan terdiam. Suara nafas mereka membuat mereka tidak bisa berkata. Dengan suasana yang dingin dan sedih semua telah menghilang bersamaan dengan Mia pengganti.


__ADS_2