
Adi yang kembali ke kontrakan setelah pelelangan hancur oleh organisasi kegelapan. Tapi sampai di kontrakan Adi yang masuk ke dalam melihat seorang yang dia kenal.”Kenapa kamu ada di sini Satya?,”ucap Adi.
Satya hanya tersenyum saja dan menatap ke arah Adi.”Kenapa tidak angkat teleponku. Aku datang hanya memastikan saja kalau kamu baik-baik saja,”kata Satya yang sudah ada di dalam rumah kontrakan Adi.
“Bagaimana kamu bisa masuk ke dalam rumahku Satya,”kata Adi yang masuk ke dalam rumah.
“Itu tidak penting bagaimana aku bisa masuk. Tapi bagaimana kabar kamu sekarang,”kata Satya yang duduk sambil makan buah yang dia kupas sendiri.
“Enaknya kamu datang makan buah di rumah orang lain tanpa permisi,”kata Adi yang berjalan kedapur.
“Jawab saja bagaimana kabar kamu sekarang. Kenapa kamu tidak memberitahukan kedua kakak kamu kalau kamu masih hidup. Kamu tahu tidak mereka sangat khawatir dengan kamu,”kat Satya.
“Aku tahu tapi mereka bukan baik-baik saja. Aku juga punya alasan untuk tidak memberitahukan kepada mereka. Tapi kenapa kamu bisa ada di sini, apa kamu mencoba bolos sekolah Satya,”kata Adi.
“Kata siapa aku datang hanya untuk hari ini, nanti aku akan kembali. Tapi aku hanya ingin melihat kamu saja,”kata Satya.
“Bukan kamu sudah melihatnya kalau aku baik saja. Tapi katanya kamu saat lulus akan pindah ke wilayah C apa itu benar?,”kata Adi.
“Iya. Aku akan mengikuti kamu. Karena kedua kakak kamu akan baik-baik saja bersama Jordan ayah kandung kamu,”kata Satya.
“Sampai mana hubungan mereka hingga ayahku melindungi Jesi,”kata Adi yang sedikit sedih. Tapi dia tahu kalau dia tidak akan bisa bersama mereka lagi, melihat mereka bersama dan menjalankan kehidupan yang bahagia. Itu sudah membuat Adi senang. Satya yang melihat wajah Adi yang awalnya sedih berubah santai seperti pada umumnya. Membuat Satya berpikir,”Apa Adi iri kepada kedua kakaknya dan mama Jesi karena ayahnya yang sudah pulih bisa memilih wanita yang dia cintai.”
“Ohhh satu lagi Satya. Aku di sini bernama Putra bukan Adi. Ingat itu,”kata Adi. Sstya yang berdiri tersenyum kepada Adi dan berjalan keluar.”Aku mengerti, aku akan pergi sekarang,”kata Sstya yang berjalan keluar kontrakan Adi. Dimana Satya kembali ke wilayah B tanpa ketahuan oleh musuh Adi kalau Satya keluar dari wilayah B menuju wilayah C.
__ADS_1
Adi yang mencari makan membuka laptop karena dia merasa bosan untuk melakukan apa saja. Dia mencoba menggambar komik dengan latar suasana yang berbeda. Waktu terus berjalan dimana Adi melihat jam di dinding sudah malam mengakiri pekerjaan dia. Kembali Adi tertidur dimalam yang sunyi.
Tapi untuk kedua kalinya Adi bermimpi di padang rumput. “Nyaman, tapi tidak asing,”kata Adi yang tersenyum melihat ke belakang. Dimana Adi melihat sosok yang di rindukan Adi. Adi berjalan ke arah sosok itu.”Ibu, nenek kakek,”ucap Adi yang tersenyum lepas dengan penuh kebahagiaan.
“Anakku sayang kamu sehatkan,”kata Mia. Adi yang ada didalam pelukan Mia merasa nyaman dan damai.”Iya ma Adi baik-baik saja. Tapi ma kurasa ayah sudah mendapatkan pengganti mama. Apa mama tidak apa-apa,”ucap Adi sambil menatap mata Mia.
“Itu bagus jika ada yang menggantikan mama di hati Jordan,”kata Mia tersenyum lembuat.
“Cucuku yang manis. Kamu sudah besar ya,”kata Nenek.
“Iya nek. Tapi kakek juga ada disini. Kapan kita bisa berkumpul kembali bersama. Aku ingin bersama dengan mama, nenek dan Kakek,”ucap Adi. Tapi saat Adi berkata seperti itu hanya berhembus dengan suara yang tidak terdengar oleh Adi saat Kakek berkata.
Adi yang tidak tahu apa dikatakan oleh Kakek membuat Adi bertanya. Tapi pagi datang membuat Adi terbangun.”Pagi. Tapi apa yang diucapkan oleh kakek dalam mimpi ya,”kata Adi dalam hati sambil melihat ke langit dinding.
Adi terbangun merasakan tubuhnya dingin yang menusuk. Adi yang memeriksa denyut nadinya kalau racun dalam tubuhnya kumat lagi. Adi merahih loker lemari didepan kasurnya dan mengambil sebottol obat yang ada di loker.
Karena ada dua botol yang dimiliki Adi satu di rumah satu yang selalu dia bawah kemana saja. Untuk berjaga-jaga. Adi yang mandi dan menyiapkan bekal setelah semua siap Adi segera berangkat. Tapi Dev sudah ada didepan pintu kontrakan Adi.
“Kenapa kamu ada disini Dev?,”ucap Adi.
“Menjemput kamulah. Ayo berangkat bersama,”kata Dev.
“Jadi kamu menjemputku untuk berangkat bersama. Tapi bagaimana belajar kamu,”kata Adi.
__ADS_1
“Untuk sekarang lancar. Tapi bukan sebentar lagi kita akan ada ujian kenaikkan kelas ya,”kata Dev.
“Iya. Apa ada masalah?,”kata Adi. Tidak hanya saja apa dengan kemampuan kita bisa memjawab soal,”kata Dev yang sedikit sedih. Adi tidak berkata apa-apa sampai mereka berjalan dan bertemu dengan siswa yang lain. Dimana mereka sedikit terkejut dengan suasana yang ada di lingkungan sekolah sudah berubah. Adi yang tidak perduli dengan santai masuk ke dalam halaman sekolahan dan menuju ke ruang kelas.
“Hai Adi apa yang terjadi disini sebenarnya,”kata Dev.Adi hanya melihat ke arah Dev saja yang masih syok kalau sekolahannya sangat berbeda pada umumnya.
“Apa maksud kamu,”kata Adi yang tidah paham dengan perkataan Dev.
“Maksud aku kenapa sekolahan kita berubah dalam satu minggu. Lihat itu ada penjaga yang melihat dan mengamati seragam yang kita pakai. Di tambah lagi itu siapa lagi mereka disana?,”kata Dev sambil melihat kedepan.
“Bukan mereka adalah guru yang akan mengajar di sekolahan kita ya. Bisa di bilang merek adalah anak magang yang menjadi guru tetep,”kata Adi.
“Lalu bagaimana dengan kepala sekolahan yang saat ini. Apa berganti juga yang baru?,”kata Dev menatap ke arah Adi. Tapi dari belakang siswa informan datang menyapa mereka.”Hai Putra Dev. Apa yang sedang kalian bicarakan?,”kata siswa informan.
“Kita sedang membicarakan sekolahan yang baru,”kata Adi.
“Soal sekolahan ya tapi kepala sekolahan kita juga sangat ketat dan bijaksana bertanggung jawab untuk sekolah kita loh,”kata siswa informan.
“Kamu tahu siapa kepala sekolahan kita sekarang,”kata Dev meliaht ke arah siswa informan.
Siswa informan hanya tersenyum saj.”Jika kamu mau tahu bayar dulu,”ucap siswa informan.
“Masih dagang informasi ya,”kata Adi yang masih berjalan. Sampai mereka masuk ke dalam kelas.”Pelit amat kamu Cuma ingin tahu siapa kepala sekolah kita saja,”kata Dev yang duduk.
__ADS_1
“Ini ma bisnis kawan. Aku pergi dulu,”kata siswa informan yang pergi ke kelas lain. Mereka yang sudah di dalam ruang kelas dimana semua siswa yang lain juga merasa senang dengan suasana kelas yang berbeda. Hingga akhirnya bel berbunyi dimana mereka semua untuk pergi ke ruang perkumpulan di dalam ruangan.”Ada apa ini kita suruh berkumpul,”kata siswa yang lain.
“Mungkin saja perkenalan sekolahan yang baru kali,”kata siswa pria yang acuh dan tidak perduli dengan pertemuan ini.Tapi mereka semua harus berkumpul karena ada guru pengawas yang mendatangani setiap kelas.