Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 84


__ADS_3

Roy yang bersama dengan Guntur pergi ke taman kanak-kanak dimana adik mereka dititipkan. Saat ibu dan mereka yang ada di rumah sedang dalam menjalankan aktifitas di pagi hingga sore hari. Roy yang melihat sekeliling berbincang dengan Guntur apa yang terjadi disekolah tadi. Dimana mereka diberikan tugas rumah untuk membuat kerangka cerita untuk mereka bacakan di depan kelas.


“Hai Roy, kamu udah nanti mau menulis apa buat tugas bahasa,”kata Guntur.


“Aku belum memutuskan untuk menulis apa nanti. Kamu sendiri sudah ada ide untuk menulis,”kata Roy yang berbalik bertanya. Guntur hanya menggelengkan kepalanya karena dia juga sama bingung ingin membuat cerita apa.


“Nanti setelah ini kamu ada kegiatan tidak. Jika tidak ada kita main yuk,”kata Guntur.


“Tidak bisa aku harus menjaga adik aku, bukan kamu tahu. Bagaimana jika hari sabtu saja kita mainnya, tapi aku bawa adik aku bagaimana?,”kata Roy.


“Tidak masalah,”ucap Guntur. Sampai di depan gerbang pintu taman kanak-kanak mereka berdua masuk ke halaman perkarangan. “Roy Guntur kalian pasti mau jemput adik kalian ya,”kata bu guru di taman kanak-kanak.


“Iya bu, Rey dan Adi apa buat masalah tadi di kelas,”kata Roy.


“Roy tidak usah khawatir kedua adik kamu berperilaku baik tadi,”kata bu guru di taman kanak-kanak sambil mengelus kepala Roy.


“Bu kalau Mela bagaimana?,”kata Guntur sambil menganjungkan tangan.


“Mela juga berperilaku baik. Tadi saja mereka main bersama dengan yang lain,”kata  bu guru di taman kanak-kanak.


“Ibu panggilan ADI, Rey dan Mela ya,”ucap bu guru lagi.


Roy yang menuggu bersama dengan Guntur di depan pintu sampai Adi, Rey dan Mela dibawa oleh bu guru.”Kakak,”ucap mereka bertiga yang langsung berlari ke arah mereka berdua. Dimana kakak mereka yang sudah menuggu didepan pintu. Roy yang memeluk Rey dan Adi saat mereka datang bersama-sama.


“Kalian tidak melakukan yang tidak baikkan tadi,”ucap Roy melihat kedua adik mereka.”Kami tidak melakukan apa-apa kami hanya bermain bersama dengan teman-teman,”kata Rey. Adi hanya menganggukan kepalanya sampai mereka berlima berterima kasih kepada bu guru di taman kanak-kanak.

__ADS_1


Roy yang bersama dengan kedua adiknya berjalan meninggalkan taman kanak-kanak yang di susul oleh Guntur dengan adiknya. Di persimpangan dimana rumah Guntur dan Roy yang berbeda tempat. Saat di persimpangan jalan dimana mereka akan berpisah. Adi yang melihat ke belakang ada seorang yang seperti mengikutinya.


Roy dan Guntur yang mengucapkan salam perpisahan karena jalan yang mereka lewati berbeda. Roy yang sudah melambai kepada Guntur yang sudah berjalan menjauh. Melihat ke arah kedua adiknya dan melihat Adi melihat ke arah belakang.


“Apa yang kamu lihat Adi?,”kata Roy. Adi yang mendengar kata Roy melihat ke arahnya,”Tidak ada kak.”


“Kita pergi sekarang,”kata Roy yang mengandeng kedua adiknya.


“Kakak kenapa kakak yang jemput mama kemana,”kata Rey.


“Mama tidak bisa jemput katanya ada barang yang mau dibeli,”kata Roy.


“Apa itu bahan untuk besok yang akan digunakan untuk membuat kue,”kata Adi.


Awalnya Rey hanya berpikir positif saja kalau orang yang dia lihat ada orang yang melewati jalan yang sama. Jadi Rey tidak memberitahukan kepada kakaknya Roy dengan apa yang dia lihat. Sampai di rumah Roy yang melihat toko tidak terbuka hanya berlanjut masuk ke dalam rumah bersama dengan kedua adiknya.


Roy yang sudah sampai di dalam rumah melepaskan kedua tanganan yang memegang adiknya.”Kalian berdua cepat cuci tangan kalian. Jika sudah kita makan bersama. Biar kakak lihat ada makanan tidak di dapur,”kata Roy.


Rey dan Adi yang masuk ke dalam kamar bersama. Karena mereka ada di satu kamar yang sama dengan satu ruangan dengan kasur ada tiga. Tempat Adi, Rey dan Roy.”Adi,”ucap Rey yang meletakkan tasnya di kursi belajar.


“Ada apa kak Rey?,”kata Adi.


“Kamu baik-baik sajakan. Aku lihat kamu gelisah dari kemarin,”ucap Rey.


“Siapa yang gelisah dari kemarin Rey?,”kata Roy yang mendengar pembicaraan mereka berdua.

__ADS_1


“Kakak kamu kapan ada di sana?,”ata Rey. “Baru saja,”kata Roy.


“Adi kakak yang terlihat gelisah,”kata Rey.”Awalnya aku tidak mau bilang ke kakak. Tapi kakak sudah mendengarkan aku beritahu. Tadi saat kita pulang ada seorang berbaju hitam yang ada di belakang kita,”kata Rey menjelaskan apa yang terjadi.


“Seorang berbaju hitam. Mungkin saja dia orang pekerja yang baru saja pulang Rey,”kata Roy.


“Awalnya iya. Tapi Adi selalu melihat ke belakang terus tadi,”kata Rey.


“Adi apa yang terjadi jelaskan kepada kakak,”kata Roy. Adi yang tidak tahu harus berbicara apa melihat ke arah jendela dan melihat orang yang tadi mengikutinya.”Adi,”ucap Roy denga sedikit tegas.


“Kak, aku tidak tahu hanya saja orang itu sudah dua hari ini mengikuti kita. Aku tidak mau membuat kalian gelisah atau khawatir,”kata Adi yang tidak bisa berbohong kepada keluarganya. Roy dan Adi yang berjalan ke arah Adi yang ada didepan jendela dan melihat apa yang ada diluar.


Roy dan Rey melihat orang yang dimaksudkan oleh Adi.”Apa maksud kamu orang itu Adi?,”kata Roy.


“Kakak, dia orang yang ada di belakang tadi saat aku lihat,”kata Rey sambil menarik baju Roy.


Roy yang tidak sadar kalau mereka di ikuti membuat gelisah.”Kalian jangan takut, mungkin saja dia orang yang nyasar,”kata Roy untuk mengubah suasana. Adi yang melihat ke arah Roy dengan wajah gelisah hanya bisa terdiam.


“Mama pulang jam berapa?,”kata Adi.


“Mungkin sore Adi,”kata Roy. Rey yang melihat ke arah orang tadi seperti ingin masuk ke dalam manarik baju Roy.”Ada apa Rey?,”kata Roy karena merasakan tarikan baju yang dilakukan oleh Rey. Rey hanya menunjukan jari ke arah jendela. Roy melihat kalau orang itu hendak masuk ke dalam rumah. Roy yang sebagai putra pertama hanya bisa mencoba tenang dan hendak berjalan turun. Sebelum dia turun dia meminta kepada kedua adiknya untuk membantu Roy untuk mengunci semua jendela dan pintu. Adi dan Rey hanya menganggukan kepala mereka dengan segera mereka turun dari menuju lantai dasar. Untuk mengunci semua pintu dan jendela untuk penjegahan pertama.


“Bagaimana apa sudah kalian kunci semuanya?,”kata Roy. Rey dan Adi menganggukan kepalanya dan mengaja mereka berdua untuk masuk ke dalam kamar mereka. Untuk meliaht orang yang tadi hendak ingin masuk. Karena di depan pintu ada cctv berukuran kecil yang dipasang oleh Adi dengan diam-diam mereka bisa melihat apa yang dilakukan oleh orang berbaju hitam.


Tapi Roy yang tidak tahu akan itu sedikit terkejut Adi yang membuka laptopnya dan memperlihatkan layar yang ada didepan pintu.”Adi?,”kata Roy sambil melihat ke arah Adi.

__ADS_1


__ADS_2