Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 103


__ADS_3

Perjalanan pulang menuju rumah mereka sempatkan mampir untuk membeli cemilan untuk mereka makan di tengah jalan. Melepaskan lelah karena saat mereka mengulang kembali pelajaran untuk ujian naik kelas. Kondisi disekitar Adi damai dan tidak ada yang datang menysup. Tapi Adi yang diam-diam memantau perkembangan Cita dan Cayha. Setalah mendapatkan informasi dari Ulta yang menyamar di perusahana ayah Adi dan masuk kedalam rumah Cita dan mata-mata yang selalu didekat Cahya.


Adi bisa tahu apa yang dilakukan oleh Cita jika hari damai ini akan diganggu oleh mereka. Adi yang selalu diam-diam melakukan sesuatu yang rahasia bersama dengan kedua kakaknya. Tapi kadang mereka juga melakukan kegiatan seusia mereka. karena mereka masih dalam masa pertumbuhan. Di depan rumah dimana Jesi sudah menuggu mereka berdua.


“Jika sudah sampai kalian masuk ke kamar mandi lalu kita makan bersama. Jangan lupa mengulangai materi yang diberikan oleh ibu dan bapak guru dikelas,”kata Jesi.


Mereka bertiga menganggu dan masuk ke ruangan dimana mereka seperti bergantian untuk mandi. Adi yang selalu mendapatkan bagian yang terakhir menyempatkan belajar lebih dulu sambil menuggu. Tapi kadang juga Adi melihat informasi yang masuk. “Adi sana mandi,”kata Rey yang sudah selesai.


“Ok,”kata Adi yang berdiri dari tempat duduk setelah dia mematikan laptop. Adi yang berjalan keluar kamar menuju kamar mandi. Dimana Adi menyalakan ait terlebih dulu. Adi yang memiliki ketenangan di dalam kamar mandi. Dimana dia bisa mencernihkan pikiran dia saat semua informasi sudah terkumpulkan. Tapi saat Adi bersantai, Rey mengetuk pintu sambil memanggil namany.’”Ada apa kak Rey?,”kat Adi di balik pintu.


“Surat yang harus ditanda tangani kamu taruh dimana,”kata Rey. Adi terdiam dan mengingat surat yang dimaksud oleh Rey. Setelah Adi mengingat dia memberitahukan kepada Rey yang ada diluar.”Surat ada di tas aku selipkan di catatan buku sejarah,”kata Adi.


“Aku ambil dan berikan kepada mama ya Adi,”kata Rey.


“Ya kak,”ucap Adi yang kembali bersantai. Karena air yang membuat tubuhnya bisa rileks. Tapi pikiran Adi kembali mulai tidak tenang dengan suasana yang baru saja dia rasakan.”Kenapa aku tidak enak ya,”ucap Adi yang berdiri dan menghambil handuk. Adi yang berbalut handuk keluar dari kamar mandi dan menuju kamar.


Membuka laptop dan melihat cctv yang dia pasang di seluruh kota. Sambil menuggu Adi memakai pakaian sampai Roy datang.”Kamu kenapa Adi?,”kata Roy.


“Tidak aku hanya merasa tidak enak saja makanya melihat cctv yang aku pasang,”kata Adi. Roy yang sudah berpakaian dan hanya mengeringkan rambutnya melihat laptop Adi. Sementara Adi yang selesai berpakaian mengeringkan rambutnya yang basah.


“Kurasa kita kedatangan tamu lagi Adi,”kata Roy yang sudah mengamati.


“Apa tamu dari mana?,”kata Adi yang berjalan melihat dibalik tubuh Roy.


“Bukan itu paman penggeemar,”kata Adi.

__ADS_1


“Paman penggemar, tapi kenapa aku tidak pernah melihat dia,”kata Roy.”Jelas kamu tidak melihat dia karena dia bos mafia di korea kalau tidak salah. Paman mafia tidak datang saat memberikan buku diary dan saat mengantarkan aku karena ada urusan di luar yang harus diselesaikan,”kata Adi.


“Tapi disamping paman mafia dia siapa,”kata Roy. “Yang mana,”kata Adi. Roy yang menunjuk dan memberikan petunjuk kepada Adi.


“Tunggu kayak tidak asing,”ucap Adi. Adi yang mengingat wajah yang diberikan kepada paman progemer kepada Adi.”Itu ayah angkat,”kata Adi.”Ayah angkat maksud kamu Tomas,”kata Roy yang melihat ke arah Adi. Adi hanya menganggukan kepalanya kepada  Roy yang melihat.


“Tapi untuk apa mereka datang ke sini. Apa untuk bertemu dengan kamu Adi,”kata Roy.


“Tidak tahu aku. Aku baru saja bertemu dengan ayah angkat Tomas sekarang,”kata Adi.


“Kalian sedang apa ayo makan mama sudah menuggu,”kata Rey yang datang.


“Iya,”ucap mereka berdua dengan laptop di tutup kembali oleh Roy. Mereka bertiga turun menuju ruang makan dimana mereka makan malam bersama.”Bagaimana kelas kalian apa bisa kalian terbiasa,”kata Jesi.


“Sudah terbiasa hanya saja terlalu banyak,”kata Rey.


“Kalau aku sih memang banyak ma. Tapi bisa disesuaikan inikan hanya sampai menjelang ujian sajakan,”kata Adi. “Aap itu benar ma,”kata Rey.


“Iya,”ucap Jesi. Selesai dengan pembicaraan mereka menikmati makan malam bersama, setelah selesai mereka membantu Jesi untuk mencuci piring. Jesi yang kembali ke toko untuk membuat bahan yang akan dipakai untuk esok harinya. Ketiga putranya yang menuju kamar untuk belajar. samapai malam tiba dimana semua kegiatan dan mengulang materi telah selesai. Adi yang melihat ke layar laptop yang dimana paman mafia dan ayah angkat Tomas datang. Setelah ditelusuri dia tidak melihat mereka lagi dari cctv yang sudah dipasang.


“Ada apa Adi?,”kata Rey.


“Aku tidak menemukannya lagi,”ucap Adi.”Tidak menemukan apa,”kata Rey.”Paman Mafia dan ayah angkat Tomas,”kata Roy.


“Siapa mereka,”kata Rey yang tidak tahu.”Mereka adalah paman penggemar dan ayah angkat dari ibu kandung Adi namanya Tomas,”kata Roy.

__ADS_1


“Apa kamu sudah mencari diseluruh tempat Adi,”kata Roy.”Sudah tapi hanya jejek ini saja yang didapatkan,”kata Adi.


“Jika seperti itu suruh mereka mencari tahu keberadaan mereka berdua saja. Kalau tidak kamu tanya saja kepada paman progemer dimana mereka berdua,”kata Roy.”Aku sudah bertanya tapi belum ada balasannya,”kata Adi.


“Tunggu saja sampai besok, sekarang waktunya tidur. Jangan sampai mama khawatir,”kata Roy. Mereka berdua menganggukan kepala dan membereskan semuanya. Dan mematikan lampu dimana mereka kembali menutup mata mereka untuk beristirahat.


Hari yang melelahkan dan menyenangan dengan suasana yang damai. Adi bersama dengan keluarganya yang bisa santai menjalankan aktifitasnya seperti biasanya. Tapi di tempat lain Cita dan Cahya yang mendapatkan kabar dari kelompok penyerang gagal. Membuat Cita marah sampai dia melemparkan semua barang yang ada didekatnya.


“Sial kenapa bisa gagal, hanya membunuh anak kecil saja tidak becus,”ucap Cita kepada pimpinan organisasi AS.


“Bukan kami yang tidak becus hanya saja anak itu dilindungi oleh orang lain. kami juga kesulitan mendekatai anak itu,”kata pimpinan organisasi AS.


“Tidak usah mengela kalian memang tidak berguna. Aku tidak ingin rencana ini gagal lagi karena anak itu. Wanita itu sudah mati masih saja membuat masalah,”kata Cita.


“Lalu bagaimana sekarang,”kata pimpinan AS.


“Aku ingin kalian awasi pergerakan anak itu. Jika ada yang tidak beres beritahu aku, untuk sekarang biarkan saja mereka bisa menjalani kehidupan damainya,”kata Cita yang mengubah rencana setelah yang pertama gagal.


Tapi kembali ke tempat Tomas dan paman mafia yang berkunjung untuk menemui Adi. Mendapatkan masalah dengan mereka dihadang oleh organisasi lain yang dibawah kepemimpinan AS. Mereka yang awalnya ingin bertemu menjadi tidak bisa karena tamu yang menghalangi mereka.


“Kalian mau kemana,”ucap satu pimpinan di cabang aus.”Untuk apa cabang pimpinan Aus ada di sini. Apa tidak ada kerjaan yang membuat kalian datang ke negara kecil ini,”kata mafia.


“Itu banar karena anak itu aku harus datang kesini. Di tambah lagi aku harus membunuh kalian berdua,”ucap cabang Aus.


“Membunuh kami berdua,”kata Tomas.

__ADS_1


“Apa kalian tidak salah makan,”kata Tomas lagi.


__ADS_2