
Selesai dengan penjelasan tentang proses pembuatan keju yang sangat rumit. Tapi setelah dijelaskan kembali oleh Adi mereka sangat mudah dibuat. Tapi Rey yang sudah tidak sabar ingin ke peternakan kelinci.”Kita sudah selesaikan, jika sudah selesai kita pergi ke perternakan kelinci yuk,”kata Rey.
“Iya kita segera pergi sabarlah Rey,”kata Roy.
Selesai dengan proses keju dibuat mereka kembali berjalan ke arah kendaraan mereka yang ada diluar.”Tapi kalian sudah menuliskan apa yang dikatakan oleh pertugas tadi,”kata Rey.
“Sudah tapi apa kita bisa mencicipi keju yang sudah jadi dibuat,”kata Guntur.
“Tentu saja kalian boleh mencicipi keju yang kami buat,”ucap petugas. Dan kawan Adi yang juga melihat proses pembuatan keju sangat senang dengan mereka di izinkan untuk mencicipi keju yang dibuat oleh perternakan. Satu persatu kawan mereka dipersilakan mencicipi keju yang sudah dipotong kecil-cil.
“Bagaimana rasanya enak?,”kata petugas.
“Rasanya enak ada rasa asam manis tercampur dengan rasa yang membuat kita melelah saat kita menggigitnya. Rasanya krismi,”kata kawan yang sudah mencoba.
“Tapi bahan apa saja yang ada dalam keju yang kita makan pak,”kata kawan.
“Yang ada dikandungan keju itu ada kalsium, protein, fosfor, dan vitamin serta mineral yang dibutuhkan tubuh. Jadi sangat bagus untuk kita konsumsi,”kata petugas.
Selesai menjelaskan penjelasan dari petugas Adi bersama kawan yang lain pegi ke perternakan kelinci yang jaraknya lumayan jauh. Karena itu mereka bisa menikmati perjalanan mereka sampai ke lokasi. Atpi saat di tengah jalan ada mobil dengan orang berbaju hitam yang mendekat.”Guntur dan ketua yang melihat merasa asing dengan penampilan mereka sehingga membuat Guntur berkata kepada Roy.
“Rou dipercepat lajunya ada yang aneh di belakang,”kata Guntur.
“Emang ada apa dibelakang,”kata Roy.
Roy bersama dengan Adi yang ada didepan menoleh ke belakang dan terlihat ada dua mobil yang sama dengan mereka kendarai. Tapi yang aneh adalah yang mengendarai mereka adalah orang berbaju hitam.”Kenapa kalian berdua hanya diam saja, cepat laju kendaraannya,”kata ketua.
“Tumben ketua biasanya tidak terlalu curiga dengan orang sekarang kamu terlihat gelisah ada apa?,”kata Rey.
“Kamu tidak tahu baju hitam dibelakang adalah buronan. Kalian tidak membaca beritanya hari ini. .
“Ada dua orang yang kabur dari sel internasionl. Tapi bagaimana mereka bisa ada disini,”kata ketua.
“Tapi bagaimana kamu yakin kalau mereka adalah burunan yang kabur dari penjara,”kata Rey yang sedikit curiga.
__ADS_1
“Lihat ini wajah mereka sama dengan ada yang diberitakan,”kata ketua yang menunjukan beritanya.
“Jika seperti itu kenapa kamu tidak menghubungi guru agar menghubungi polisi malah kita harus berlari,”kata Guntur.
“Untuk keselamatan jika kita saat melarikan diri tidak bisa terjangkau lagi,”kata Adi.
“Apa kamu sudah menghubungi guru dengan mengirim buktinya ketua,”kata Roy yang hendak melaju kendaraannya.
“Sudah, kata mereka kita harus menjauh dari mereka sebisa mungkin. Jika tidak kita harus bisa mencari tempat persembunyian,”kata Ketua. Tapi pada saat yang bersama mereka mengeluarkan pistol yang mengarah ke kendaraan yang mereka gunakan. Rey yang melihat itu dengan cepat menundukan kepala Guntur dan ketua karena peluru menuju tempat mereka.
Suara pistol telah berbunyyi Ketua dan Guntur yang merasa terkejut dengan serangan mereka dari belakang.”Kalian tidak apa-apa,”kata Rey.
“Kami masih hidup tapi mereka menggunakan pistol itu,”kata Guntur.
“Dari suaranya iya aku rasa,”kata Ketua.
“Tapi Rey bagaimana kamu bisa tahu kalau ada peluru datang ke arah kami,”kata ketua.
“Kurasa kabar itu benar ya kalian bertiga bersama dengan klub bela diri melawan para preman bersenjata,”kata Ketua.
“Seperti rumor,”kata Adi.
“Kalian tidak sembunyi,”ucap Guntur.
“Untuk apa. Kami akan memulai bertindak kalian berdua tetap sembunyi. Karena mereka menggunakan senjata kita hanya bisa menggunakan bius untuk mereka berikan,”kata Adi yang sudah merakit senjata.
“Kamu dapat dari mana itu Adi,”kata Ketua yang melihat dari belakang.
“Aku akan memberitahu kamu tapi asalakan kamu jangan bilang kepada yang lain. Bagaimana?,”kata Adi yang berpindah posisi melihat kebelakang.
“Aku akan katakan nanti saja. Asalkan kamu jangan sampai membunuh mereka, untuk bagaimana mereka bisa terluka bisa aku atasi nanti,”kata Ketua. Adi yang tersenyum dan siap memulai serangan balasan bersama dengan Rey yang juga mulai untuk bertarung.”Akau akan memosisikan tempat yang bagus jadi kalian siapa menyerang ya,”kata Roy.
Guntur yang yang tidak harus bagaimana hanya bisa melihat saja sambil bersembunyi.”Apa aku juga tidak boleh ikut,”kata Guntur yang galau karena tidak bisa beraksi.
__ADS_1
“Kamu ingin ikutan,”kata Roy.
“Tentu saja,”ucap Guntur.”Jika kamu mau bisa mengendarai ini. Aku akan membantu kedua adiku melawan mereka. Bagaimana? Tapi kamu juga harus berhati-hati dengan peluru yang mereka berikan kepada kamu. Apa kamu bisa,”kata Roy.
“Tentu saja,”ucap Guntur yang mulai melangkah mencari cela untuk duduk didepan. Setalah didepan mereka berpindah posisi saat kendaraan juga melaju. Kesempingan mereka dalam menyetir dan mereka berpindah dan bagaimana mereka bisa menghindar. Sudah mereka perhitungkan.”Sekarang kendaraan aku ambil ahli. Kalian selesaikan dengan cepat agar kita bisa melihat kelinci,”kata Guntur.
“Itu juga yang aku inginkan agar bisa melihat kelici,”kata Rey.
“Kalian bisa saja ya membahas kelinci saat ada musuh datang. Tapi kenapa aku selalu sial saat bersama dengan kalian,”akta Ketua yang mengerutkan dahinya.”Itulah teman dimana ada duka dan suka bersama kita selalu bersama,”kata Adi.
“Sudah cepat selesaikan,”kata Ketua.
“Guntur kurangi kecepatan kamu dan menghindar semua serangan musuh,”kata Ketua.
“Siap,”kata Guntur.
“Dan untuk kalian bertiga jangan sampai membunuh mereka,”kata Ketua.
“Kami tahu jadi jangan khawatir,”kata Roy dan kedua adiknya yang menganggukan kepala tanda mengerti.
Pertahanan kawan Adi dengan musuh yang menyerang siapa dimulai dimana tempat yang mereka lalui adalah menuju perternakan kelinci. Suara tembakan dilontarkan oleh musuh dimana Guntur yang sudah fokus menyetir siap menghindari semua peluru yang datang. Rey dan Roy bersama dengan Adi yang juga akan membalas semua peluru yang diberikan.
“Kalian kira kami takut dengan peluru yang kalian berikan,”kata Rey.
“Sudah cepat selesaikan,”kata Adi yang sudah menghentikan kendaraan mereka. Disaat kendaraan mereka tidak bisa seimbang untuk berjalan ada kesempatan untuk Rey dan Roy untuk menembakkan peluru bius kepada mereka.”Satu tumbang,”ucap Roy.
“Masih ada satu lagi dibelakang,”kata Rey.
“Tidak masih ada didepan kita apa mereka juga musuh,”kata Guntur yang menghindar semua peluru dari depan dan belakang.
“Apa ada satau lagi di depan?,”kata ketua yang sedikit mengintip ke arah depan.”Mereka bukan buronan mereka orang lain,”kata ketua.
“Itu benar mereka bukan burunan tapi musuh yang ingin nyawa kita,”kata Adi.”Kak pindah posisi. Satu mobil di belakang sudah terhenti. Tinggal di depan harus mati,”kata Adi yang berpindah posisi.
__ADS_1