
Aku semakin terkejut mendengar penuturan Fania. "Fania! Mengapa kau melakukannya?"
Fania pun bercerita tentang yang terjadi di restoran Rudi.
(Flash Back/POV 3)
"Fania! Antar pesanan ini untuk meja yang itu, ya?" kata Rudi kepada Fania yang baru saja selesai mengantar pesanan ke meja pengunjung.
"Rudi! Aku bukan waitress di sini! Dan kau tidak berhak memperlakukan aku seperti ini!" kata Fania kesal.
"Oh, terserah. Aku juga tidak akan membuatkan pesananmu," kata Rudi.
"Hei! Pembeli adalah ratu! Apa kau tidak mengerti perumpamaan itu? Kau sangat gagal menjalankan tugasmu sebagai bos di sini! Menyebalkan!"
"Pembeli memang raja atau ratu. Tetapi jika pembelinya adalah kau, itu berbeda. Kau ingat kejadian saat kau muntah di tubuhku waktu itu? Aku sama sekali belum meminta ganti rugi padamu. Kau mengotori kemeja, celana, dan sepatuku yang mahal! Juga mengotori tubuhku!" cecar Rudi.
"Ah, kau lebay! Kan bisa dicuci!"
"Untuk apa dicuci? Bertemu denganmu adalah kesialan bagiku. Tentu saja, aku membuang semua pakaian yang kukenakan saat itu!"
"Terus??"
"Ganti rugi! Sekarang!"
"Aku tidak punya uang!"
"Ya, sudah. Kau bisa menggantinya dengan cara lain. Cepat, antarkan ini ke meja pengunjung yang itu!"
"Tidak mau!"
"Ya, sudah. Aku tidak akan menerima pesananmu!"
Setelah berpikir, akhirnya Fania pun kembali mengantar pesanan ke meja pengunjung. Fania melangkah menuju sebuah meja yang terisi seorang wanita yang duduk berhadapan dengan seorang laki-laki di sana.
Fania pun meletakkannya tanpa mempersilakan atau dengan kata-kata apapun. Dia benar-benar tidak tahu cara bersikap sebagai waitress. Dia hanya meletakkannya di meja pengunjung restoran. Dan betapa terkejutnya Fania, saat mengetahui siapa pengunjung restoran yang sedang dilayaninya.
__ADS_1
"Ternyata kau sekarang sudah semakin miskin, ya? Sampai harus bekerja sendiri!" ucap wanita tersebut seraya mengangkat satu sudut bibirnya.
"Hei! Nona Pelakor! Jangan sembarang bicara kau!" balas Fania dengan emosi.
"Memangnya pacarmu itu di mana? Sudah bosankah tidur denganmu? Jadi, kau tidak bisa memperoleh uang lagi darinya?" kata Bella dengan nada sinis.
Fania sudah sangat emosi. Ia pun mengambil segelas juice dari atas meja. Lalu menyiramkannya ke wajah Bella.
Bella pun marah. Dia memanggil pemilik restoran tersebut. Dan meminta agar Fania dipecat. Rudi pun meminta maaf kepada Bella dan Bastian.
"Kami akan memberikan hukuman pada pelayan kami ini. Dan ... kalian bebas untuk makan di sini selama seminggu. Mohon maaf atas kesalahan pelayanan kami," ucap Rudi pada Bastian dan Bella.
Akhirnya, Rudi pun menyeret lengan Fania, dan membawanya ke dapur. Rudi menghukum Fania untuk mencuci piring-piring yang kotor.
***
"Begitulah ceritanya," tutur Fania.
Dimas tertawa kembali mendengar penuturan Fania. Sedangkan aku masih geleng-geleng kepala memperhatikannya.
"Apa kau tidak bisa menahan emosimu sedikit saja?" tanyaku.
Kami pun kembali menyantap makanan. Sembari mendengarkan cerita Fania yang sedang kesal terhadap Bella dan Rudi. Setelah selesai makan, kami duduk bersama sembari menonton televisi.
"Di, aku mau pulang," kataku.
"Ini baru jam delapan, Nia?"
"Aku mau menjemput Arka terlebih dahulu."
"Ya, sudah. Ayo kita pulang." Dimas pun berdiri.
Dan aku menatapnya bingung. "Aku akan pulang bersama Fania."
"Iya, aku tahu," jawab Dimas. "Aku juga tidak akan menginap di sini sendirian, bukan?"
__ADS_1
Kami pun ke luar dari rumah tersebut. Dimas segera mengunci pintunya. Dan aku masuk ke mobil Fania. Sebelum Fania menjalankan mobilnya, tiba-tiba Dimas menghampiriku. Dia berdiri di samping pintu mobil.
"Hati-hati, ya, Sayang ...," katanya seraya tersenyum.
"Kau juga, hati-hati," balasku.
"Berlatihlah untuk memanggilku—"
"Ya, Sayang ...." Aku langsung menyela perkataannya.
"Begitu lebih baik. Biasakan, ya, Sayang ...."
"Iya Sayang ...."
"Eghem ...! Eghem ...! Tidak bisakah kalian berdua menghormati yang jomlo?" kata Fania tiba-tiba.
Aku dan Dimas pun tertawa melihat ekspresi Fania.
"Maka dari itu. Kau harus segera jadian dengan Rudi!" kata Dimas seraya tertawa.
"Oh my God! No! Jangan takdirkan aku dengan lelaki arogan seperti Rudi!" pinta Fania seraya menengadahkan tangannya ke atas.
Kami pun segera menjalankan mobil, dan melaju menuju rumah mertuaku untuk menjemput Arka pulang. Sedangkan Dimas pulang ke rumahnya.
-- BERSAMBUNG --
_____________________________________________
Readers Keceh?
Tokoh piguran Imania dan Bastian ada di episode 1 dan 3, ya? Silakan buka kembali episode awal.
Author akan memberi gambar satu per satu. Karena setiap gambar yang di post akan mengalami review terlebih dahulu. Jadi, mohon tunggu dengan sabar, ya?
Untuk tokoh Dimas, Nessa, Rudi, Bella dan Fania masih review.
__ADS_1
Tungguin, ya?
Thank You ...!