
Saat bibir itu hampir saja menyentuh bibirku, tiba-tiba handphone milik Dimas berbunyi.
"Ah, sial!" umpatnya, kemudian menarik tubuhnya kembali.
Dimas meraih handphone-nya.
"Halo!"
Aku tidak bisa mendengar jelas suara seseorang yang sedang berbicara dengan Dimas. Karena volume-nya sangat kecil.
"Ya, baiklah!"
Kemudian Dimas meletakkan handphone-nya kembali.
"Siapa?"
Dimas mengembus napas kasar sebelum menjawabku. "Nessa."
"Ada apa dengannya?"
"Dia bilang, ingin bertemu denganku."
"Apa kau belum mengatakan apa-apa padanya?"
Dimas mengulas senyum samar di wajahnya. "Aku akan mengatakannya, nanti."
Aku turut menghela napas kasar. "Aku takut kau tidak bisa mengatakannya."
Dimas meraih tanganku. "Aku akan mengatakannya hari ini juga."
Kemudian Dimas mengantarkanku pulang. Aku pun segera beristirahat.
__ADS_1
***
Malam hari.
Aku sedang menidurkan Arka. Seperti biasa, Arka cukup kupijat atau kuusap-usap punggungnya, maka dia akan tertidur. Aku menatap wajah Arka yang begitu mirip wajah ayahnya. Ada sebersit rasa sedih ketika memandanginya.
Aku sudah resmi berpisah dengan mas Bastian. Aku masih sedikit tak menyangka saja. Kami akhirnya benar-benar bercerai. Ada banyak sekali cerita yang sulit untuk kuhapus. Dan aku tak perlu menghapusnya. Bukankah, masa lalu itu cukup untuk disimpan?
Sebentar lagi, Arka akan genap berusia tiga tahun. Dan itu adalah bulan depan. Untuk pertama kalinya, Arka harus merayakan ulang tahun dengan orang tua yang tak utuh lagi. Dia masih kecil, tidak perlu untuk memberitahunya dulu tentang hubungan kami. Saat ini aku harus fokus merawatnya dan membahagiakannya. Aku tidak ingin Arka sampai sedih, serta kekurangan kasih sayang.
Sebenarnya, bila dipikir lagi. Mas Bastian adalah laki-laki yang baik. Hanya saja ... ia tidak bisa menangkal masa lalunya. Aku tidak bisa menyalahkannya. Seandainya saja, mas Bastian bisa mengontrol dirinya untuk tidak menyentuh wanita itu. Mungkin, aku masih bisa menerimanya.
Yang sudah terjadi, terjadilah. Semua jalan sudah diatur Tuhan. Mulai bulan depan. Aku akan mencari pekerjaan. Jika dipikir, aku bosan terus menerus berada di rumah.
"Ok, fix! Aku akan mencari pekerjaan!" gumamku.
Ting! Sebuah pesan masuk.
Aku membalasnya. [Ini otewe.]
[Otewe ke mana?]
[Otewe tidur.] balasku.
[Mimpiin aku, ya?]
Begitulah. Hampir setiap malam, dia tidak pernah lupa untuk chatting denganku terlebih dahulu. Pesan untuk mengakhiri obrolan kami, selalu diberi emot love. Kuletakkan kembali handphone-ku di nakas. Aku pun segera tidur.
Ting! Kukira Dimas sudah mengakhiri chat-nya denganku. Ada apa lagi? Aku kembali mengambil handphone itu dari nakas. Dan betapa terkejutnya saat aku membuka pesan tersebut.
[Selamat tidur. Untuk pertama kalinya, kau resmi bukan milikku lagi.]
__ADS_1
Pesan tersebut dari nomor mas Bastian. Aku hampir tidak percaya itu.
[Selamat tidur juga,] balasku.
***
Keesokan harinya, aku berniat untuk pergi ke supermarket. Dengar-dengar sedang ada banyak promo di sana. Aku ingin membeli beberapa kebutuhan. Aku meminta Fania untuk mengantarkan pergi ke sana menemaniku.
Fania pun datang menjemputku dan Arka. Kami berangkat ke supermarket. Sebenarnya, aku bisa berbelanja di minimarket yang dekat saja. Tapi aku ingin pergi ke sana, sekaligus jalan-jalan. Setelah mengendari mobil selama setengah jam, kami pun sampai.
Kami masuk ke dalam supermarket tersebut. Aku berbelanja beberapa kebutuhan pokok dan kebutuhan sekunder. Arka sangat senang diajak pergi jalan-jalan. Untung ada Fania yang begitu dekat dengan Arka. Sehingga di saat aku berbelanja, Fania yang menjaganya.
Saat aku sedang asyik memilih produk-produk yang berdiskon besar, tiba-tiba seseorang menghampiriku. Ia juga sedang berbelanja menggunakan kereta dorong atau trolli sepertiku.
"Imania!"
"Nessa!"
"Kebetulan sekali aku bertemu kau di sini."
"Apa kabarmu, Ness?" tanyaku berusaha tetap ramah.
"Tidak baik. Aku baru saja dikhianati oleh seorang yang sudah kuanggap sahabat terbaik!" katanya dengan muka masam.
-- BERSAMBUNG --
__________________________________________
Wah-wah ...? Apa yang akan terjadi selanjutnya, ya?
Tunggu setengah jam lagi, ya?
__ADS_1
Thank You ...!