
Aku pun membalikkan badan.
"Bu, nanti akan kujelaskan. Ima mau istirahat dulu, ya?"
Aku pun berbalik kembali menuju kamar. Aku ingin beristirahat. Kucuci wajahku, kemudian mengganti pakaian. Setelah itu, aku berbaring di kasur.
Ting! Sebuah notifikasi pesan masuk. Kuambil handphone. Dan aku segera membukanya.
[Sedang apa, Sayang?]
Dari nomor tanpa nama. Tetapi segera ku-cek foto profil kontak tersebut. Aku senyum-senyum sendiri melihat foto itu. Sebuah foto seseorang yang sedang memasang ekspresi jelek sekali. Lidahnya menjulur ke depan, matanya melotot, dan kedua belah pipinya ditariknya menggunakan kedua tangannya.
Ting! Satu pesan lagi darinya.
[Aku tebak, kau sedang senyum-senyum sendiri.]
Aku pun membalasnya sambil terus tersenyum.
[Kau sangat jelek!]
[Tapi kau suka, kan?(emot mengedipkan mata)]
[Kau sedang apa?] tanyaku.
[Sedang memikirkanmu.]
Aku seperti orang gila dibuatnya. Aku tersenyum sendiri setiap membaca balasan darinya.
[Hm ....] balasku.
[Jangan hm. Nanti kukira yang balas Nissa Sabyan.]
[Apa kau tidak sibuk?]
[Aku sibuk. Bahkan, sekarang semakin sibuk.]
[Kalau begitu, jangan main handphone terus.]
[Kenapa?]
[Kau bilang sedang sibuk, kan? (emot cemberut)]
[Aku sibuk memikirkanmu. (emot love)]
[Aku mau tidur.]
__ADS_1
[Biar aku temani, ya?]
[Jangan!]
[Baiklah, tunggu kita resmi menikah. Aku akan menemani tidurmu. Kau harus siap menjadi gulingku. Aku lelah memeluk guling yang tidak ada nyawanya. (emot nangis)]
Aku tertawa membaca balasan tersebut.
[Aamiin ...,] balasku.
Kami pun mengakhiri chat tersebut dengan 'emot cium'. Segera ku-save nomornya. Kuberi nama kontak tersebut 'Dokter Elang'. Aku sangat senang hari ini. Untuk pertama kali setelah sekian lama, hatiku seperti tersiram bibit-bibit asmara lagi. Bunga-bunga seperti sedang bermekaran di hatiku.
Aku kembali membuka foto profil dokter elang tersebut. Foto yang mungkin sengaja ia ganti. Dengan pakaian yang sama seperti yang ia kenakan tadi. Dia benar-benar sudah membuatku gila, sehingga sesekali aku tertawa sendiri. Aku meletakkan handphone tersebut di nakas. Kemudian melanjutkan istirahat. Tetapi tiba-tiba pikiranku kembali pada saat di mobil tadi. Sewaktu Dimas mengantarku pulang.
(Flash Back)
"Nia, boleh kupinjam handphone-mu?"
"Untuk apa?"
"Berikan padaku," perintahnya seraya mengulurkan tangan padaku.
Aku pun memberikan handphone tersebut padanya. Lalu ia memanggil sebuah nomor. Kemudian handphone miliknya berdering. Dan ia pun memberikan kembali handphone-ku.
"Sudah, ini!" katanya seraya mengembalikan handphone milikku.
"Nia!"
"Ya?" Aku menoleh kembali padanya.
"Tutup pintunya sebentar!"
"Kenapa?"
"Tutup dulu, baru kuberitahu."
Aku pun menutup kembali pintu mobilnya. Lalu Dimas menekan remote kecil di tangannya. Perlahan kaca mobil itu naik, dan tertutup rapat. Aku menatapnya gugup. Ia pun segera mendekat. Jantungku kembali berdetak kencang. Aku meremas rokku sendiri.
"Di!"
Dia semakin mendekat ... mendekat. Hingga wajah kami berada lima sentimeter. Mata elang itu menatapku lekat-lekat. Dan secara sadar kupejamkan mata ini. Dalam terpejam aku merasakan ada sesuatu yang hangat di telinga. Deru napasnya menyentuh telingaku.
"Aku hanya ingin bilang. Jangan lupa makan, ya?" bisiknya.
Sontak kubuka mata ini. Kurasa wajahku memerah bak kepiting rebus. Aku malu sekali. Saking malunya, aku pun mendorong tubuhnya.
__ADS_1
"Kenapa? Apa yang kau pikirkan tadi?" tanyanya pura-pura tidak tahu.
Aku sangat malu. Buru-buru kuambil tasku, dan memintanya membuka pintu mobil tersebut.
"Cepat, buka pintunya, Di!"
"Kenapa buru-buru?"
"Aku lelah. Aku mau istirahat!" jawabku tanpa memandang wajahnya.
"Kau sangat lucu!"
"Di! Cepat buka!"
"Apa kau tidak ingin meneruskan yang tadi kau pikirkan?"
"Apa maksudmu! Aku tidak memikirkan apa-apa!"
Namun, Dimas meraih wajahku. Dengan cepat ia kecup bibirku lembut. Detak jantungku serasa terhenti. Kemudian ia menarik bibirnya kembali. Dan setelah itu detak jantungku kembali berdetak kencang.
"Vitamin C, agar kau tidak mudah sakit," katanya.
Aku semakin tersipu dibuatnya. Lalu Dimas menekan kembali remote mobilnya. Aku pun segera keluar dari mobil dengan perasaan tak keruan.
Aku menutup wajahku dengan bantal. Kejadian tadi, benar-benar membuatku malu. Aku pun melanjutkan istirahatku. Bersama Arka yang terlelap di sampingku.
-- BERSAMBUNG --
____________________________________________
Readers Tersayang?
Author Keceh balik lagi, nih!
Nanti, pukul 24.00 WIB. Author akan ambil hasil VOTING TERBANYAK.
Jadi tungguin pengumuman pemenang, ya?
Oh, ya? Tetap semangat kasih LIKE, COMENT, VOTE, dan BINTANG LIMA, ya?
Pokoknya tungguin GIVE AWAY selanjutnya.
Karena ini baru GIVE AWAY kecil-kecilan.
Semoga yang selanjutnya lebih banyak, ya?
__ADS_1
Thank You! 😘