BUKAN PELAKOR

BUKAN PELAKOR
Suamiku Dan Wanita Seksi


__ADS_3

"Menyukaiku?" Aku memandang mas Bastian dengan heran.


"Iya."


Aku tertawa kecil, lalu berkata, "Mana mungkin? Aku kan sudah menikah. Bukankah dia tahu, bahwa kau adalah suamiku? Jadi, itu mana mungkin!"


"Ya, aku hanya memperhatikan tatapannya padamu. Itu sangat berbeda dengan tatapan seorang teman atau sahabat."


"Dia memang terlalu ramah, sehingga kau sampai salah menyimpulkan keramah-tamahannya."


"Ya, kuharap aku yang salah menyimpulkan."


"Apa kau cemburu?"


Mas Bastian tidak menjawab. Ia hanya diam dan terus menyetir. Hingga tak lama pun kami sampai di water park. Kami turun dari mobil, dan langsung membeli tiket. Kemudian kami masuk.


Suasana di kolam renang lumayan ramai. Padahal ini bukan hari libur. Aku dan Arka segera berganti pakaian yang sesuai untuk bermain air. Lalu kami pun segera masuk ke dalam kolam. Arka tertawa riang. Ini pertama kalinya Arka bermain di water park.


"Pa, kamu tidak ikut?"


"Aku di sini saja," katanya yang sedang duduk di bangku tepi kolam sambil memainkan gadgetnya.


Aku dan Arka kembali bermain air. Arka kuletakkan di atas dadaku, lalu aku berenang dengan gaya punggung. Setelah puas berenang dengan gaya punggung, kemudian aku berganti posisi. Aku meminta Arka agar berbegangan erat pada punggungku, lalu aku berenang kembali dengan gaya kupu-kupu. Aku memang suka berenang sejak remaja. Oleh karena itu, aku menguasai berbagai macam gaya dalam renang.


Saat kami sedang asyik berenang. Tiba-tiba ada seorang wanita cantik nan seksi yang menghampiri mas Bastian. Aku pun berhenti bermain air sejenak. Segera kuambil pelampung untuk Arka. Aku memintanya berenang di atas pelampung. Agar aku bisa mendengarkan percakapan mas Bastian dengan wanita seksi itu.


"Arka bisa kan berenang sendiri dulu?" tanyaku usai memakaikan pelampung ke tubuh Arka.


"Bisa, Ma!" jawabnya antusias.


"Jangan jauh-jauh dari Mama, ya? Di sekitar sini saja berenangnya."


"Oke, Ma!"


Aku pun berenang kembali, menuju tepi, tidak jauh dari tempat mas Bastian duduk.


"Memangnya kamu enggak kerja?" tanya wanita dengan pakaian renang yang sangat terbuka itu. Pakaian renang yang ia kenakan hanya menutupi bagian dada dan bagian bawah perutnya.


"Aku ambil cuti hari ini. Aku ingin menghabiskan waktu bersama keluarga kecilku," jawab mas Bastian seraya menunjuk ke arahku.


Wanita seksi itu pun menoleh ke arahku. Ia tersenyum sambil melambaikan tangan. "Hai!"


Aku pun membalas sapaannya dengan melempar senyum.


Wanita cantik itu memandang mas Bastian lagi. "Itu istrimu?"

__ADS_1


"Iya. Dan itu anakku," ucap mas Bastian kemudian menunjuk ke arah Arka, yang berada tak jauh dariku.


"Wah, ada anak kecil rupanya. Kau tidak mau berenang?"


"Tidak. Aku di sini saja."


"Ayolah? Kita berenang sebentar saja?" ucap wanita seksi berambut pirang itu seraya menyentuh telapak tangan mas Bastian.


"Tidak!" tolaknya lagi.


"Please? Ayolah? Kita berlomba sekali saja!" pintanya memaksa.


Aku yang sedari tadi memperhatikan mereka, mulai merasa risih dengan kelakuan wanita itu. Dia kan sudah tahu bahwa aku adalah istrinya. Lalu mengapa dengan bebasnya mengajak mas Bastian untuk berenang bersamanya?


"Please?" ucapnya lagi.


Kali ini mas Bastian terdiam sesaat, seperti sedang berpikir untuk mengiyakan atau menolak.


"Em ... baiklah. Sekali saja, ya," jawabnya, kemudian beranjak ke ruang ganti pakaian.


Sementara wanita yang memakai bikini warna ungu itu menghampiriku. Lalu duduk di tepi kolam, sembari mencelupkan kakinya yang putih mulus itu ke dalam air kolam.


"Boleh kenalan?" ucapnya seraya mengulurkan tangan.


Aku pun mendekat, duduk di sebelahnya, lalu menjabat tangannya. "Aku, Imania Saraswati."


Aku memperhatikan wanita yang sedang duduk di sebelahku. Tubuhnya langsing, tingginya setara dengan tinggi badanku. Hanya saja, tubuhku lebih berisi sedikit.


"Kenapa?" Dia menoleh padaku, yang sontak membuatku malu sendiri karena sudah mengamati tubuhnya.


"Ah, tidak apa-apa," jawabku.


"Kau berhijab ya?" tanyanya sambil mengamati pakaian renang muslim warna hitam yang kukenakan.


"Iya," jawabku sambil mengulum senyum.


"Kau tentu kaget ya, melihat pakaian renangku?"


"Tidak, kok, biasa saja." Entah mengapa aku menangkap ekspresi wajah tidak sukanya padaku. Atau aku yang terlalu berlebihan mengamatinya?


"Eh, Bastian itu suka sekali dengan wanita berpakaian seksi, loh," katanya tiba-tiba.


Deg! Mengapa dia berkata demikian? Apa dia berusaha memanasiku? Mencoba membuatku cemburu? Akan tetapi, aku jadi teringat perkataan Nessa waktu itu, di dalam mobil. Perkataan yang sama persis seperti yang Fania katakan.


'Suamiku menyukai wanita berpakaian seksi.' (Lihat episode 19)

__ADS_1


"Apa--"


"Ayo, Fania!"


Baru saja aku mau bertanya pada Fania, 'apa kalian teman lama'. Mas Bastian muncul dan berseru memanggil Fania.


"Oke!" Fania pun berdiri dan beranjak bersama mas Bastian, menuju kolam renang khusus untuk orang dewasa.


Mereka tampak begitu akrab, sampai-sampai mas Bastian seperti tak menganggapku ada. Mengapa aku merasa seperti diabaikan? Jika dia kawan lamanya, mengapa tidak meminta izin padaku terlebih dahulu? Padahal tadi pagi kami baru saja berbaikan. Ah, mas Bastian memang penuh dengan teka-teki. Ia orang yang sulit ditebak. Atau jangan-jangan ... dia selingkuhannya mas Bastian! Aku harus mengikutinya. Ya, aku harus mengawasi gerak-gerik mereka!


"Arka!"


Aku pun memanggil Arka. Membawanya untuk pindah ke tempat renang dewasa. Sekedar menyaksikan ayahnya yang akan berenang bersama wanita seksi itu. Letak kolam renang khusus untuk orang dewasa bersebelahan dengan tempat renang khusus anak-anak.


Arka kududukkan di tepi kolam, di sampingku. Sedangkan kulihat, mas Bastian dan Fania sedang melakukan peregangan sebelum masuk ke dalam air.


"Kau pasti kalah lagi!" ledek Fania pada mas Bastian seraya tertawa renyah.


"Kau terlalu meremehkanku," balas mas Bastian.


"Bukankah kau memang tak pernah menang dariku?"


"Kali ini, aku pasti menang!" ucap mas Bastian percaya diri.


Aku melihat kedekatan mereka. Rasanya aku benar-benar terganggu dengan sikap wanita itu. Mas Bastian dan Fania tampak begitu akrab. Bahkan, sesekali Fania mencubit pinggang mas Bastian karena gemas. Padahal mereka tahu ada aku di sini. Aku istrinya. Mengapa mereka bertingkah seolah tidak ada aku di sini? Mas Bastian, seharusnya tidak membuat hatiku nyeri lagi.


-- BERSAMBUNG --


_____________________________________________


Hai, Readers Tersayang ....


Author Keceh datang lagi, nih! Kalian enggak bosen kan, baca kisah Imania? Jangan donk! Selalu ada keseruan di episode selanjutnya. Jadi, pantengin terus, ya?


Eh, itu ada Fania! Kira-kira Fania itu siapa, ya? Kok kelihatannya akrab banget. Imania sudah terbakar cemburu tuh!


Ada yang kangen Dokter Elang? Tungguin ya? Tungguin tuh, Dokter Elang godain Imania lagi, wkwk .... 😍


Oh, ya? Jangan lupa FOLLOW, LIKE, COMENT, VOTE, ya?


Apalagi yang sedang ikutin GIVE AWAY UNTUK VOTING TERBANYAK. Ayo buruan VOTE ya?


Pengumuman, tanggal 25 Maret 2020.


(Ingat! Wajib Follow!)

__ADS_1


Thank You .... 💖


__ADS_2