
Usai memakai helm, kami pun segera melaju.
"Berpeganglah erat!" Dimas berseru sembari menarik gas motornya, membawaku seakan terbang karena kecepatan motornya yang tinggi.
"Dimas, aku takut!" seruku mulai ketakutan.
"Makanya lebih erat lagi pelukannya."
Kueratkan lagi pelukanku. Sudah lama sekali kami tidak pernah naik motor. Mungkin, sekitar sepuluh tahun yang lalu kami naik motor berdua.
Di atas motor, kami berbincang-bincang.
"Dimas, apa mamamu galak?"
"Tergantung. Kadang dia seperti harimau ganas, kadang juga seperti kucing jinak."
"Dimas, serius!"
"Aku serius."
"Apa dia akan menyukaiku?"
"Semoga saja."
"Bagaimana kalau mamamu tidak menyukaiku?"
"Yang penting aku menyukaimu."
Aku berhenti bertanya. Dimas tidak bisa diajak serius.
"Apa kamu ngambek?" tanyanya.
"Enggak."
"Apa kamu nervous?"
"Iya."
"Kenapa?"
"Aku khawatir, keluargamu tidak menyukaiku."
__ADS_1
"Sudah kubilang, yang penting aku menyukaimu."
Kami pun sampai di rumah orang tuanya Dimas. Dibukanya gerbang oleh seorang satpam penjaga rumah tersebut. Kemudian Dimas membawa motornya masuk dan kami turun dari motor. Kulepaskan helm dari kepala, lalu Dimas meraih pergelangan tanganku, membawaku masuk ke dalam rumah.
Seorang asisten rumah tangga di rumah pak Wibowo pun menyambut kedatangan kami, lalu mempersilakan kami masuk.
"Dimas, lepaskan tanganku," ucapku sembari melepaskan pergelangan tanganku dari genggamannya.
"Kenapa?"
"Malu dilihat orang."
"Kukira kau masih takut. Jadi aku menuntunmu."
Pak Wibowo dan bu Hera segera menyambut kedatangan kami. Kami pun menuju meja makan. Ada kakaknya Dimas, namanya mas Surya. Dan juga istrinya mas Surya, namanya Nonita. Selain itu, ada juga si gembul—adik Dimas—yang sangat lucu. Namanya Helena, dia baru kelas lima SD.
Meskipun bu Hera masih bersikap dingin dan memberikanku senyum kecut, tetapi aku cukup senang karena mereka semua menerimaku.
Sambil makan malam, kami asyik berbincang-bincang.
"Imania, apa kabarnya Fania?" tanya pak Wibowo.
"Dia baik-baik saja, Pak."
"Mulai sekarang, panggil aku dengan sebutan 'ayah', ya," kata pak Wibowo.
"Baik ... Ayah," jawabku dengan sedikit ragu.
"Panggil juga istriku dengan sebutan—"
Belum selesai pak Wibowo bicara, bu Hera segera memotong perkataan ayah. "Panggil saja aku 'tante'. Ingat! Kau belum menjadi menantuku. Jadi, panggil aku 'tante' saja!" kata bu Hera dingin.
"Ba-baik, Tante," jawabku sembari tersenyum.
Dimas meraih jemari tanganku. "Tenang saja. Bulan depan, kami akan menikah," ucap Dimas yakin.
"Wah, kita akan keduluan, nih," kata mas Surya.
"Keduluan apanya, Mas," tanya Dimas.
"Ya, keduluan punya junior, ha-ha," jawab mas Surya.
__ADS_1
"Oh, itu pasti. Kita akan bikin dua sekaligus. Iya, kan, Sayang," tanya Dimas yang membuat wajahku bersemu merah.
"Mas Surya sudah menikah berapa lama, kalau boleh tahu?" tanyaku.
"Sudah tiga tahun. Tapi belum dikaruniai keturunan," jawab mas Surya.
"Mas-mu ini terlalu sibuk. Jadi jarang bikinnya," tutur mbak Nonita sembari mengerucutkan bibirnya.
"Iya, Surya. Kasihan istrimu, jangan terlalu sibuk bekerja, sampai lupa waktu berdua sama istri," kata Dimas dengan senyum meledek.
"Pokoknya, besok kalau Dimas sama Imania honeymoon, kita juga mau ikut honeymoon. Kita bikin sama-sama," kata mas Surya sembari tertawa.
Mbak Nonita ikut tersenyum mendengar pernyataan mas Surya. "Janji, loh!"
"Ciyeee? Mbak Nonita sudah kepingin banget, tuh!" ledek Dimas.
"Iya, lah, kan, enak. Nanti juga kamu ngerasain. Enak dan ketagihan." Mbak Nonita berkata kemudian menyantap makanan di piringnya.
"Wah, apanya yang enak? Helen mau, donk?"
Perkataan Helen sontak membuat Nonita tersedak. Mas Surya segera menyodorkan air minum kepada istrinya.
"Hati-hati bercandanya. Ada anak kecil!" kata pak Wibowo.
"Loh, kenapa memangnya? Apanya yang bikin enak dan ketagihan, sih?" tanya Helen dengan polosnya.
"Oh, itu ice cream, Sayang ...." Dimas menambahi.
-- BERSAMBUNG --
_____________________________________________
Readers Keceh?
Maafkan Author Keceh, ya? Kemarin Author Keceh ketiduran. Author Keceh bener-bener kudu banyak istrirahat. Oh, ya, kalau mau ngobrol di grup silakan, ya?
Author Keceh akan segera pulih dan setiap hari Author Keceh janji untuk selalu UP!
Pokoknya kalau dalam sehari cuma UP satu. Author Keceh akan UP tiga Episode di hari berikutnya.
Tunggu, pukul 1 siang dan pukul 7 malam nanti, akan UP lagi.
__ADS_1
Ayo, bantu VOTE dan menduduki peringkat!
Thank you ...!