BUKAN PELAKOR

BUKAN PELAKOR
Hari Terakhir Di Villa


__ADS_3

Nuansa asri di puncak ini benar-benar masih perawan. Nyanyian-nyanyian burung terdengar indah bersahut-sahutan. Menggugah kesadaran penikmat mimpi untuk segera menuai pagi. Melepas bayang-bayang semu akan mimpi-mimpi yang masih membayang. Mimpi semalam mengusikku. Bayangan wajah penuh nafsu. Sorot mata tajam itu terus menakutiku. Membawakan hasrat-hasrat terpendam. Mengerikan!


Kuusap wajah ini berkali-kali. Menghapus bayang-bayang semalam. Andai hal itu terjadi. Betapa menjijikkan diri ini. Jatuh ke lembah dosa yang memabukkan. Beruntung Tuhan segera menolongku. Menyadarkan titik terlemah seorang wanita, yang tengah terombak nafsu sang pesona.


Kutatap jam dinding, menunjukkan pukul tujuh. Sejenak kupandangi tubuh suamiku yang masih tertidur pulas di sofa. Segera kuberanjak dari kasur. Menghampiri lelaki yang telah kunikahi tiga tahun lamanya.


"Mas!" Aku berusaha membangunkan mas Bastian. "Mas, bangun!" Seraya menepuk lirih pundaknya, sebab mas Bastian tidur dengan posisi tengkurap.


Heran. Tak biasanya dia selelap ini. Biasanya, dua atau tiga kali menepuk punggungnya, dia akan terbangun. Sontak rasa khawatir menyelinap di bilik benak. Apa ... jangan-jangan ... mas Bastian ....


"Mas, bangunlah!" Kali ini aku menepuk pundak itu agak keras. Kuletakkan jari telunjuk ke depan lubang hidungnya, untuk memastikan masih ada napas di sana. Syukurlah, dokter itu tidak benar-benar membunuhnya. Akan tetapi, mengapa mas Bastian sulit sekali dibangunkan? Tak seperti biasanya.


"Mas Bastian?" Aku memanggilnya tepat di telinga kanannya. Berhasil. Mas Bastian bergerak.


"Hm ... aku masih sangat mengantuk. Biarkan aku tidur sebentar lagi," katanya masih dengan kelopak mata terkatup. Ia hanya mengubah posisi tidurnya menjadi terlentang.


"Mas, bukankah nanti siang kita akan pulang?" Aku mengingatkan.


"Nanti siang, kan? Sekarang masih pagi. Biarkan aku tidur satu jam lagi," katanya masih dengan mata terpejam.


"Ya, sudah. Aku mandi dulu."

__ADS_1


Aku pun segera mandi. Di kamar mandi, aku mengguyur tubuh dengan air shower yang hangat. Sambil terus menyabun tubuh. Tiba-tiba ingatanku teringat kejadian semalam. Ciuman-ciuman itu. Sentuhan itu. Ya, Tuhan ... dia hampir saja menghipnotisku. Sangat memalukan. Aku takkan pernah membiarkannya mengulang hal itu kembali.


Kubilas tubuh ini hingga tak tersisa busa sabun yang menempel. Kuhadapkan tubuh ke cermin. Ada noda merah di leher, sisa semalam. Jika mas Bastian sampai tahu, matilah aku!


***


Aku pergi keluar untuk mencari makan. Sengaja aku pergi tanpa memberitahu mas Bastian. Karena ia masih terjaga. Usai sarapan, aku kembali ke kamar. Kubuka pintu kamar tersebut.


"Mas, kamu sudah bangun?" Mataku menangkap tubuh atletis suamiku yang hanya terlilit handuk, menutupi bagian bawah tubuhnya. "Sudah mandi juga?"


Mas Bastian tak menjawab. Ia malah berjalan mendekat, meraih lenganku. Mengajakku duduk ke tepi ranjang.


"Aku habis sarapan pagi."


Mas Bastian menatapku lembut. "Nanti siang kita akan pulang. Jadi, mari kita lakukan. Sekali saja," ucapnya sambil tersenyum nakal.


Tanpa persetujuan, ia langsung mendekatkan bibirnya ke bibir ini. Tangannya langsung membuka kancing bajuku satu per satu. Dia memulai dengan sangat tergesa-gesa. Tanganku menyentuh lehernya yang basah oleh tetes-tetes air yang turun dari rambutnya yang ikal nan basah. Aku pun mulai membalas ciuman itu dengan lembut.


Aku tahu, ini hari terakhir kami di villa. Mas Bastian hanya izin cuti tiga hari. Dia sangat sibuk. Wajar, jika ia ingin segera menuntaskan tujuannya membawaku ke sini. Merayakan anniversary yang ke-3. Mengeluarkan seluruh gairah yang telah tertahan sekian lama.


-- BERSAMBUNG --

__ADS_1


___________________________________________


Uwow? Semangat amat nih, bacanya? Iya, harus donk?


Bastian sama Imania lagi ngapain itu ya? Uwuw! Jangan-jangan ninu-ninunya berhasil ya? Enggak tahu, sih. Author besok lanjutkan itu, permainan mereka berdua. Silakan berpenasaran ria. Kira-kira gagal enggak ya?


Au ah, geyap! Ada anak kecil tuh! Stt? Author mau bilang sama Readers Tersayang ....


Jangan lupa FOLLOW, LIKE, COMENT, VOTE, ya? Author butuh buanget dukungan kalian loh? So, Author Keceh enggak pernah bosan ngingetin. Itu juga sebagai bentuk apresiasi kalian terhadap Author loh?


Demi menjaga kesetiaan kalian, Author rela nahan kantuk semalaman, demi menyalurkan hasrat penasaran kalian yang ingin terus ngepo-in kisah cinta DOKTER TAMVAN.


Eh, buat GIVE AWAY nantinya, Author kasih bocoran nih, ya?


Ada beberapa orang yang bakalan Author kasih hadiah. Jadi bukan cuma satu atau dua orang ya?


Ada yang Author nilai dari VOTE terbanyak nantinya. Ada yang dari keaktifan COMENT. Ada juga dari ... ah! Pokoknya ada ... deh!


Nanti kalian bakal tahu kok!


Ya udah, Salam Ketjup dari Author yang Gemesin ini ya? Muach .... 😘

__ADS_1


__ADS_2