BUKAN PELAKOR

BUKAN PELAKOR
Gagal Lagi Gagal Lagi


__ADS_3

Aku dan mas Bastian turut menunggu Nessa yang masih pingsan. Akhirnya setelah setengah jam, Nessa pun kembali sadar. Untung saja Dimas adalah seorang dokter. Jadi, kami tidak perlu terlalu khawatir, karena ada dia yang siap siaga menjaganya.


"Dimas," sebut Nessa lirih sambil mendudukkan tubuhnya.


"Berbaringlah dulu. Atur napasmu." Dimas menahan Nessa yang akan duduk.


"Bagaimana keadaanmu?" tanyaku yang masih berdiri di samping ranjang.


Nessa tak menjawab. Dia sepertinya tidak senang melihat keberadaanku di sini.


"Kalau begitu, kami permisi." Aku pun keluar bersama mas Bastian.


***


Malam semakin larut. Mas Bastian pamit keluar dari kamar villa. Dia bilang ingin jalan-jalan sebentar bersama Dimas. Tadinya aku mau ikut, tapi mas Bastian melarangku. Jadi, aku memilih di kamar saja, sambil menonton TV.


"Kenapa mas Bastian lama sekali," gumamku.


Aku menjadi kepikiran dengan Nessa. Sejak kapan dia tahu tentang masa laluku bersama Dimas? Akankah dia membenciku? Akan tetapi, apa salahku? Oh ... aku bisa membicarakan perihal itu dengannya besok.


Bel pintu berbunyi. Mungkin itu mas Bastian.


Aku beranjak dari tempat tidur untuk membuka pintu.


"Dari mana saja?" tanyaku.


"Aku habis jalan-jalan di luar bersama Dimas. Mencari kesejukan."


Hawa di ruangan ini saja, sudah cukup dingin.


"Kenapa? Kangen?" Mas Bastian tiba-tiba memelukku.


"Apaan sih, Mas." Sambil mengalungkan kedua lenganku di lehernya.

__ADS_1


"Mau main sekarang?" godanya seraya mengedipkan mata. Membuatku tersipu.


"Ayo kita lanjutkan, tadi sempat tertunda gara-gara Dimas," ajaknya.


Tanpa menunggu persetujuanku, mas Bastian kembali mencium bibirku. Kali ini, mas Bastian bak seekor singa jantan yang siap melahap mangsanya. Dia tidak biasanya. Ganas sekali. Mungkin karena kami pun sudah jarang melakukannya. Mas Bastian selalu pulang larut malam. Dia lelah. Sedangkan kadang-kadang, Arka bangun di waktu yang kurang tepat. Jadi, kami jarang melakukannya.


Kami masih berdiri. Mas Bastian mulai melepas pakaiannya. Kemudian meraih kancing piyama yang kukenakan. Melepaskannya dari tautan satu per satu. Setelah itu, ia menggendong dan membaringkanku ke ranjang. Ia mulai menempelkan bibir itu lembut. Kemudian turun, tangannya membelai tubuh ini dengan penuh kelembutan.


"Aku kangen sekali ...," bisiknya lalu menyentuh telingaku dengan Indra pengecap rasa.


"Mas ...."


"Sudah lama sekali, kita tidak melakukannya," katanya lagi di telingaku.


"Mas ...."


Ting! Tung!


"Mas ... ada orang."


Ting! Tung!


Aku dan mas Bastian pun kembali mengabaikan bunyi bel pintu. Tetap melanjutkan aktivitas halal.


Ting! Tung! Ting! Tung! Ting! Tung!


Bel pintu berbunyi berkali-kali. Membuat kami pun berhenti.


"Ya, Tuhan!" ucap Mas Bastian semakin geram.


"Siapa tahu penting, Mas."


"Siapa, sih, larut malam begini! Mengganggu saja!" gerutunya kesal, sambil memakai pakaian kembali. Begitupun aku. Merapikan kembali piyama tidur di tubuhku.

__ADS_1


Mas Bastian membuka pintu tersebut dengan raut wajah kesal. Aku yang memperhatikannya merasa lucu. Sudah dua kali harus di-disk gara-gara bunyi bel pintu.


"Malam, Bas, he-he ...," sapa seseorang yang berdiri seraya menyelubungi tubuhnya dengan selimut di depan pintu.


"Kau!"


"Apa kedatanganku mengganggu?"


Mas Bastian menarik napas kasar. "Ada perlu apa? Katakan saja!"


"Kenapa buru-buru?"


"Kau lihat! Ini sudah larut malam. Kami harus melakukan sesuatu ibadah, Di."


"Apa itu ... berninu-ninu? Ha-ha ...."


Jika bukan Dimas, mungkin mas Bastian sudah menghajarnya. Meski aku belum pernah melihat mas Bastian mengasari seseorang. Akan tetapi, raut mukanya cukup menggambarkan, bahwa ia sedang sangat emosi.


"Ada perlu apa kau mencariku?" tanya mas Bastian lagi.


"Aku butuh bantuanmu sekarang. Pijat aku, please ...," katanya memohon.


Mas Bastian terbelalak mendengar permintaannya. Dan aku hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Dimas. Aku tahu bahwa ini akal-akalannya saja.


-- BERSAMBUNG --


_____________________________________________


Hai Readers Tersayang ....


Penasarankah seperti apa pemeran piguran IMANIA SARASWATI, DIMAS A.W, BASTIAN, dan NESSA? Author Keceh akan memberikan cast piguran loh, sebentar lagi. So, stay on, ya?


Jangan lupa FOLLOW, LIKE, COMENT, VOTE, ya?

__ADS_1


Bantu dukung novel ini, Say .... Author perlu semangat dari kalian semua.


Salam sayang dari Author Keceh .... 😘💖


__ADS_2