BUKAN PELAKOR

BUKAN PELAKOR
Sidang Perceraian


__ADS_3

Sebulan kemudian.


Sebulan telah berlalu. Ini adalah sidang putusan oleh hakim pengadilan. Dan setelah menjalani beberapa sidang. Akhirnya, hari ini adalah sidang terakhir perceraianku dan mas Bastian. Semua berjalan lancar, sebab Dimas telah menyewa pengacara kondang asal Indonesia untuk menangani sidang perceraianku, yaitu Hotman Paris Hutapea. Sedangkan mas Bastian didampingi pengacara yang sama-sama kondang, yaitu Sunan Kalijaga.


"Hakim memutuskan, bahwa permohonan penggugat untuk bercerai dengan suaminya, telah terkabul!"


Tok! Tok! Tok! (suara ketukan palu oleh hakim)


Aku bernapas lega bercampur sedih. Karena aku pun tak menyangka, rumah tanggaku berakhir sampai di sini. Empat tahun kami mengarungi bahtera rumah tangga. Dan kini, semua telah berakhir. Hak asuh anak pun jatuh kepadaku. Namun, sebelumnya memang sudah disepakati, bahwa Arka akan ikut bersamaku. Tetapi aku pun sudah berjanji pada mas Bastian dan mertuaku. Aku akan membiarkan Arka jika ingin tinggal sementara di rumah mertuaku atau mas Bastian.


Kuhela napas panjang berkali-kali, mencoba menetralkan sesak yang mendera jiwa. Mencoba melepaskan beban yang terkurung di dalam benak satu per satu. Semua telah berakhir. Semua telah berlalu. Dan aku akan hidup sebagai seorang single mother. Ya, Tuhan ... semoga ini adalah jalan terbaik, untukku, dan untuk mas Bastian. Serta untuk Arka. Maafkan kami, ya, Nak? Aku pun berdiri, lalu melangkah gontai bersama mas Bastian. Aku dan mas Bastian pun keluar dari ruang sidang.


Aku pun mengucapkan terima kasih banyak kepada pengacaraku, Hotman Paris Hutapea.


"Terima kasih, sudah mendampingi saya selama ini dengan sangat baik," ucapku seraya menjabat tangan pengacara kondang asal Batak tersebut.


"Sama-sama," jawab Hotman seraya tersenyum.


Hotman Paris pun segera masuk ke dalam mobil Lamborghini Huracan yang kabarnya, harganya mencapai 15 milyar. Sesaat sebelum Hotman Paris masuk ke dalam mobilnya, sebuah mobil yang tidak kalah mewah dengan yang dimiliki Hotman Paris pun berhenti. Seseorang turun dari mobil tersebut. Mobil serupa dengan yang dimiliki Hotman, yang hanya berbeda warna. Mungkin, Dimas sengaja mengganti mobil hitamnya dengan yang lebih mewah, demi untuk menemui sahabatnya itu.


Dimas keluar dari mobil tersebut. Ia tidak memakai jas dokter seperti biasanya, kali ini ia memakai setelan jas dengan tampilan cool. Dia terlihat sangat, dan sangat tampan. Dia sangat keren. Ia pun menghampiri Hotman Paris, lalu mereka saling berjabat tangan dan memeluk.


Kabarnya, Dimas memang cukup akrab dengan pengacara kondang asal Batak tersebut. Setelah Dimas mengucapkan terima kasih, Hotman pun berpamit. Mobil Lamborghini berwarna orange itu pun berlalu.


Aku masih berdiri di depan kantor pengadilan. Dimas pun menatapku seraya tersenyum. Aku melangkah untuk menghampirinya. Tetapi tiba-tiba sebuah tangan menyeret lenganku. Membuat tubuhku berada dalam pelukannya.


"Mas Bastian!"


"Imania ... Imania ...." Mas Bastian memelukku erat sekali.


Kami pun berpelukan dengan mata berkaca-kaca.


"Mas ... aku harap, ini adalah keputusan terbaik. Ke depannya, kau harus menjadi suami yang terbaik untuk Bella," ucapku.


"Aku berharap, Bella dapat menjadi istri yang terbaik sepertimu," ucapnya.


Aku sangat terkejut dengan ucapan mas Bastian. Mengapa dia berkata seperti itu?


"Mas, maafkan aku bila selama ini tidak bisa menjadi seperti yang kau inginkan, ya?"


"Kau adalah istri yang sempurna. Akulah yang seharusnya meminta maaf padamu, karena tidak bisa menjadi suami yang baik untukmu."

__ADS_1


"Kau sudah menunaikan tugas dan kewajibanmu dengan cukup baik."


"Terima kasih, untuk selama ini ...." Mas Bastian terisak sambil terus memelukku erat.


Tiba-tiba, Dimas menghampiri kami, dan mengempaskan tubuh mas Bastian dengan kasar.


"Sudah cukup! Ayo pergi, Imania!"


Dimas menggandeng tanganku untuk masuk ke dalam mobilnya. Sebelum masuk, aku membalikkan badan, menghadap mas Bastian. Kulemparkan seuntai senyuman untuknya. Mas Bastian pun menatap kepergianku seraya tersenyum juga.


Di dalam mobil yang bagiku teramat sangat mewah ini, aku mengomeli Dimas yang sedang melajukan mobilnya.


"Di, kau tidak boleh seperti itu pada mas Bastian."


"Dia memelukmu! Aku tidak bisa terima itu!"


"Dia hanya ingin mengatakan kalimat perpisahan, Di!"


"Tapi tidak harus berpelukan, kan?"


"Oh, terserahlah!"


"Tidak usah!"


"Aku mau membawamu terbang."


"Kau mau ngebut?" tanyaku terkejut.


"Iya," jawabnya.


"Aku tidak mau naik mobil ini. Aku takut!"


"Maka dari itu, pakailah sabuk pengamannya."


Aku hanya diam, tak menggubris perkataanya. Aku masih kesal dengan sikapnya tadi. Aku dan mas Bastian telah berpisah dengan damai. Dan dia hanya ingin memelukku untuk terakhir kalinya. Jadi, apa masalahnya?


Dimas tiba-tiba menghentikan mobilnya. Dia mencondongkan tubuhnya ke arahku. Aku menahan napas sesaat. Dan ia meraih sesuatu di sampingku. Ia memasangkan sabuk pengaman tersebut di tubuhku.


Setelah itu, ia masih berada sangat dekat dengan wajahku. Mata itu menatapku lekat-lekat. "Selamat datang kembali, Sayang. Selamat atas perceraianmu. Dan selamat, telah kembali dalam pelukanku."


Aku tak menanggapinya. Dan dia tahu kekesalanku padanya.

__ADS_1


"Aku sayang kamu ...," ucapnya padaku. Perlahan wajah itu pun mendekat ... semakin dekat. Dan saat bibir itu hampir menempel.


Tin ...! Tin ...! Tin ...!


Suara klakson mobil mengagetkan kami. Kami baru menyadari bahwa kami sudah menghalangi jalan lalu lintas. Dimas pun segera menyalakan kembali mobilnya. Lalu kami melesat dengan sangat cepat.


"Di! Hati-hati! Pelankan laju mobilnya, aku takut!"


"Kamu belum pernah naik mobil sport secepat ini, kan? Kau harus merasakannya."


"Di! Pelankan mobilnya ...!"


-- BERSAMBUNG --


______________________________________________


Pengumuman!


Sesuai janji, bahwa hari ini adalah pengumuman pemenang GIVE AWAY. Maka, akan saya umumkan sekarang.


Selamat Kepada, Pemenang!



1. Ahmad Suandi


2. Widya


Silahkan masuk ke grup, ya?


Segera tuliskan nomor telepon kalian di grup! Kutunggu?


Penilaian ini berdasarkan VOTE TERBANYAK. Jadi, tunggu GIVE AWAY yang lebih besar ya? Karena ini hanya GIVE AWAY kecil-kecilan. Sebagai bentuk terima kasih Author Keceh atas apresiasinya terhadap novel BP, ini!


Untuk kalian yang belum beruntung ....


Tenang, akan ada GIVE AWAY selanjutnya.


Kapan? Author belum bisa pastikan kapan waktunya. Yang pasti, kalian harus tetap VOTE, LIKE, COMENT, ya?


Thank You ...!

__ADS_1


__ADS_2