
Suasana pagi dirumah besar Archie selalu diawali dengan suara tangisan baby Arthur yang membuat siapapun justru makin gemas dengan baby bermata biru itu , pagi ini Archie secara khusus meminta pada pelayan untuk menyiapkan makanan yang agak banyak karena akan ada tamu misterius datang . Sasa pun sudah bersiap dari pagi mengurus dirinya sendiri saat baby Arthur sedang berjemur ditemani para pelayannya .
" siapa yang mau datang si mas ? " tanya Sasa heran karena tiba-tiba Archie sudah memintanya siap-siap dari pagi .
" kalau mas kasih tau sekarang ya gak surprise donk sayang " jawab Archie sambil duduk di ranjang memandang Sasa yang sedang mengikat rambut panjangnya .
" ya sudah lah " ucap Sasa mengalah karena malas berdebat pagi-pagi dengan suaminya .
Tak lama kemudian baby Arthur masuk kekamar dibawa oleh pelayan dan langsung diterima oleh Archie lalu ia membawa baby tampan itu masuk kekamar mandi untuk dimandikan , sejak baby Arthur lahir hanya ada tiga orang yang diperbolehkan Archie untuk memandikan anaknya . Yang pertama adalah dokter yang mengurus baby Arthur dirumah sakit dulu yang kedua Sasa dan yang terakhir adalah dirinya sendiri , karena menurut Archie waktu mandi bagi seorang baby adalah waktu yang intim antara orang tua dan anak maka dari itu Archie tak mau melewatkan moment itu .
Jam sembilan pagi akhirnya baby Arthur sudah siap begitupun dengan Sasa dan Archie yang sudah bersiap menunggu tamu misterius yang Archie sebutkan sedari pagi , bahkan makanan pun sudah tersaji rapi diatas meja makan . Archie meminta pelayannya untuk membuat steik dan daging salmon spesial untuk acara pagi itu , bahkan ia meminta disiapkan red wine juga sebagai pelengkap makan steik .
Tak lama kemudian ada dua buah mobil yang nampak asing masuk ke dalam halaman rumah Archie yang nampak seperti istana itu bersama beberapa mobil anak buah Archie yang mengawal dua mobil tamu itu , beberapa pria berpakaian rapi nampak turun dari mobil itu dengan membawa beberapa berkas yang dibawanya lalu mereka masuk ke dalam rumah dan langsung disambut sang tuan rumah bersama istri dan anaknya yang masih pulas dipelukannya .
" terima kasih atas sambutannya tuan Archie " ucap seorang pria yang nampak sudah cukup berumur membuka percakapan .
" saya yang harusnya berterima kasih karena anda semua sudi menyediakan waktu untuk datang ke rumah kami pagi ini " jawab Archie sambil memainkan tangan baby Arthur .
" kami yang tersanjung karena tuan memilih kampus kami " ujar seorang pria yang lebih muda menanggapi perkataan Archie .
__ADS_1
" mass " bisik Sasa pelan meminta penjelasan karena Sasa sendiri yang tak mengerti apapun di ruangan itu .
" ha ha ha maaf mas lupa sayang , ini adalah dosen dan rektor dikampus barumu nanti " ucap Archie sambil tersenyum .
Alih-alih merespon perkataan Archie baru saja Sasa justru mencubit lengan Archie karena masih tak mengerti perkataan suaminya . Archie hanya meringis merasakan sakit karena cubitan Sasa tanpa berniat menjawab lalu ia memberikan kode pada Rico untuk menjelaskan pada Sasa .
Rico kemudian menjelaskan pada Sasa maksud kedatangan delapan orang asing itu kerumahnya , mereka adalah rektor dan dekan bersama beberapa orang dosen disebuah yayasan kampus swasta yang sudah dibeli Archie tadi malam . Mereka datang memenuhi undangan Archie sebagai pemilik baru kampus itu sekaligus mendaftarkan Sasa menjadi mahasiswi baru dikampus , Sasa didaftarkan sebagai mahasiswi jurusan psikologi ditahun ajaran baru . Walau Sasa sempat kuliah tapi Archie memilih memasukan Sasa dikampus yang sudah ia beli menjadi mahasiswi baru .
Mendengar cerita Rico membuat Sasa berkali-kali menelan salivanya dan mengelus dadanya pelan karena tak percaya sang suami baru membeli sebuah kampus untuk dirinya , ada rasa haru menyeruak di hati Sasa karena tingkah Archie yang diluar logika orang normal itu .
" jadi nanti identitas nyonya akan kami sembunyikan dan kami jaga selama nyonya belajar dikampus " ucap seorang rektor yang bernama Bagiyo dengan meletakkan berkas diatas meja
Sasa mengambil berkas itu pelan dan membawanya dengan teliti , didalam berkas itu sudah tercantum data dirinya sebagai mahasiswi baru yang sudah terdaftar secara resmi bahkan ia sudah mendapatkan KTA mahasiswa dan satu buah jaket almamater berwarna biru . Sasa hanya menghela nafasnya saat melihat semua yang baru terjadi sementara Archie nampak sibuk sendiri menggoda baby Arthur yang sudah bangun .
Akhirnya Archie mengajak tamunya makan bersama para petinggi kampus yang otomatis dia kini menjabat sebagai komisaris di yayasan kampus itu , hanya Sasa yang masih duduk di sofa bersama baby Arthur masih tak percaya melihat tindakan Archie yang baru saja membeli kampus supaya dirinya bisa kuliah dengan nyaman disana .
Archie nampak puas dengan hasil kerja Rico , tadi malam Archie memerintahkan Rico untuk mengurus semuanya secara rapi dan hasil nya pagi ini membuat Archie senang . Akhirnya orang-orang dari kampus itu pamit pergi setelah menandatangani beberapa berkas penting yang membuktikan bahwa Archie adalah pemilik sah yayasan kampus itu yang resmi . Rico kemudian pergi ke sebuah kantor notaris untuk mengesahkan dokumen itu bersama dengan orang-orang kepercayaannya meninggalkan Archie dan Sasa dirumah .
" kau besok sudah mulai bisa masuk sayang " ucap Archie pelan saat berjalan masuk kedalam rumah .
__ADS_1
" mas tu bener-bener ya " jawab Sasa sambil duduk di sofa bersiap memberi makan baby Arthur .
" aku tau kau ingin melanjutkan kuliahmu lagi oleh karena itu aku beli kampus itu supaya kau bisa belajar dengan baik tanpa gangguan mahasiswa lain seperti yang terjadi dikampus lamamu " celoteh Archie sambil menikmati buah blueberry diatas meja .
" iya Sasa emang mau kuliah tapi masa mas harus beli kampusnya segala si mas , itu berlebihan mas ya ampun " ucap Sasa menahan amarahnya .
" I will do my best for you " jawab Archie singkat mengacuhkan protes Sasa .
" berarti kalau Sasa minta tinggal disebuah pulau kecil tak berpenghuni mas akan beli pulau itu ?? " tanya Sasa asal bicara
" ya tentu saja kenapa tidak , selagi itu bisa membuatmu senang uang tak jadi masalah untukku !!! tapi sayang pemerintah Indonesia disini tak menjual pulau untuk umum " jawab Archie santai .
" atau kau ingin sebuah pulau kecil sayang ? " tanya Archie cepat .
Sasa hanya menggeleng pelan menjawab pertanyaan Archie dia benar-benar tak habis pikir bagaimana cara pikir Archie . Tapi dalam hati kecilnya yang terdalam ia sangat bahagia karena bisa duduk lagi dibangku perkuliahan .
" tapi nanti kalau Sasa kuliah gimana dengan Arthur ?? " pekik Sasa bingung karena teringat anaknya .
" tenang saja Rico sudah mengurusnya kau tak perlu memikirkan hal semudah itu sayang " jawab Archie dengan tersenyum simpul lalu mengangkat baby Arthur dari pelukan Sasa lalu dengan gemas ia mencium habis pipi baby Arthur .
__ADS_1
" kau benar-benar mas " ucap Sasa lirih sambil mengelus rambut pirang baby Arthur .