
Pemakaman Raden Panji dilakukan di sebuah komplek makam milik keluarga bangsawan solo ia akan bersanding dengan makam sang istri yang sudah meninggal setahun yang lalu , para petinggi pemerintah daerah solo ikut hadir memberikan penghormatan terakhir begitu pula para keluarga bangsawan lainnya . Dalam acara pemakaman itu kehadiran Archie sangat mencolok hingga mengundang perhatian banyak orang , mereka terpana pada ketampanan Archie bahkan ada beberapa anak gadis yang berusaha meminta tanda tangan dan foto bersama dengan Archie karena mengira Archie adalah turis yang sedang berlibur dan ikut acara pemakaman warga lokal .
Hanya Sasa yang nampak tersenyum kecut sambil menggendong baby Arthur memandang Archie dikerubuti gadis-gadis yang usianya tak jauh berbeda dengan dirinya itu , gadis-gadis itu datang karena ingin menyaksikan pemakaman bangsawan yang sangat dihormati itu .
" berasa dejavu nyonya ? " goda Rico tiba-tiba yang sudah berdiri disamping Sasa .
" akh biasa aja " jawab Sasa santai sambil mencium kening baby Arthur .
" suamimu itu tampan nyonya dia sosok yang sangat sempurna jadi lebih baik anda menjaganya baik-baik " ucap Rico kembali menggoda Sasa .
Sasa hanya menggeleng pelan melihat Rico yang terlihat puas menggoda dirinya , Sasa pun memilih duduk di bangku dekat taman sambil menunggu acara pemakaman selesai karena baby Arthur tampak lapar .
" kalau mau kasih makan Arthur jangan ditempat terbuka sayangku " bisik Archie pelan yang tiba-tiba sudah berdiri didepan Sasa .
" abis dari tadi ayahnya jadi artis sibuk foto si " cibir Sasa sambil terus menenangkan baby Arthur yang menangis karena kelaparan.
Archie tersenyum bahagia karena melihat Sasa cemburu , sangat jarang bagi Sasa marah karena masalah wanita dan hal ini membuat Archie senang .
" ayo istriku sayang kita ke mobil , itu Arthur udah kelaparan sekali " ucap Archie lembut sambil menggandeng Sasa .
" mister ... misterrr ...mister bule ... " teriak beberapa orang gadis terlihat berlari ke arah Archie dan Sasa yang sedang berjalan menuju mobil .
" ya ada apa " tanya Archie ramah
" kita belum mau minta nomor handphone mister , bolehkan " jawab gadis-gadis itu berbarengan .
Gadis-gadis itu terlihat memaksa pada Archie bahkan beberapa diantara mereka terlihat memegang tangan Archie dengan nada bicara yang sengaja di buat imut hingga membuat Sasa gerah dan akhirnya kesabarannya hilang . Dengan cepat Sasa berbalik dan kembali berjalan ketempat Archie berhenti tadi .
" maaf ya mbak-mbak semua ada perlu apa ya dengan suami saya ??" hardik Sasa dengan dingin , tatapan mata Sasa menunjukan kemarahan .
" su suami " tanya mereka bingung .
" ini si mister tampan ini adalah suami saya ayah dari anak saya yang tampan ini " jawab Sasa sambil memegang erat tangan Archie .
Gadis-gadis itu langsung melihat ke arah baby Arthur yang terlihat seperti Archie namun dalam versi kecil , mereka juga menatap ke arah Sasa yang hari itu sangat terlihat elegan dengan menggunakan dress hitam panjang dan kaca mata hitam yang menghiasi kepalanya membuat Sasa nampak sepeti foto model .
" sudah puas menatap kami mbak ? " tanya Sasa lagi hingga membuat para gadis dihadapannya kelabakan .
" maaf nyonya " jawab gadis-gadis itu gugup lalu memilih berlarian menjauh dari Sasa dan Archie karena malu .
Sasa menghela nafas panjang ketika melihat sekelompok gadis itu pergi tapi mata Sasa langsung melirik tajam ke arah Archie seperti ingin menelan hidup-hidup suaminya itu .
__ADS_1
" bukan salahku sayang " ucap Archie sambil mengerjar Sasa yang sudah jalan lebih dulu ke arah mobil .
" bilang aja mas menikmatinya ya kan " hardik Sasa tajam .
" mas kira mereka hanya minta foto saja karena kan disini terlihat banyak orang luar juga yang dimintai foto " ujar Archie mencoba memberikan penjelasan .
" mas tu harus bedain mana orang yang cuma minta foto sama orang yang kegenitan kaya cewek-cewek tadi itu " ucap Sasa dengan gemas sambil mencubit lengan kekar Archie hingga membuat Archie meringis kesakitan .
Archie tersenyum melihat Sasa marah , ia merasa dicintai oleh sang istri . Dengan lembut dan penuh kasih sayang Archie membimbing Sasa masuk ke dalam mobil karena baby Arthur sepertinya sudah kelaparan sekali . Archie memerintahkan Rico dan orang-orang nya berjaga disekitar mobil karena tak mau diganggu oleh orang lain ketika Sasa sedang memberi makan baby Arthur .
Gusti nampak berlarian mencari Sasa dan Archie langkahnya terhenti saat sampai di mobil Archie yang dikelilingi para bodyguard nya , Gusti mengalami kesulitan ketika akan menembus barisan bodyguard Archie karena didepan pria-pria kekar itu nampak berkumpul beberapa gadis muda yang sedang menunggu seseorang .
" mereka fans baru tuan " bisik Rico pada Gusti yang sudah berhasil melewati barisan pengawal Archie .
" maksudnya ? " tanya Gusti bingung tak mengerti arah pembicaraan Rico .
Rico kemudian menarik lengan Gusti dan berbisik pelan padanya , dia menceritakan secara detail dari mana asal gadis-gadis itu . Gusti hanya menggeleng pelan saat Rico selesai bicara . Daya tarik Archie memang sangat mudah untuk memikat para gadis muda yang belum tau tentang dunia luar .
Karena suara keributan gadis-gadis itu tak kunjung berhenti akhirnya membuat Rico masuk kedalam mobil yang berisi Archie dan Sasa , tak lama kemudian Archie pun terlihat turun dari mobil dengan terpaksa karena harus membubarkan keributan itu supaya tak mengggangu jalannya upacara pemakaman Raden Panji yang akan dilakukan sebentar lagi .
Archie terlihat memilih meladeni permintaan gadis-gadis itu untuk berfoto bersama karena Archie menolak untuk memberikan nomor ponselnya , Sasa memandangi suaminya sedang dikerubuti gadis-gadis itu merasa terbakar didalam mobil . Sasa kemudian membuka tasnya dan terlihat mengoleskan sedikit bedak dan menambahkan lipstik warna merah darah yang membuatnya terlihat menjadi seorang bad girl , salah satu warna lipstik yang ia benci adalah warna merah karena akan mengubah wajah teduhnya berubah menjadi sosok wanita lain yang terlihat garang .
Setelah selesai memoles wajahnya Sasa berganti pakaian yang ada di paper bag yang selalu dipersiapkan untuk nya berganti pakaian tiap bepergian , Sasa memakai kemeja warna putih yang ia buka dua kancing atasnya dipadukan dengan celana denim yang makin sempurna dengan memakai high heels warna merah senada dengan warna lipstik nya . Sepatu itu adalah salah satu sepatu favoritnya sehingga selalu ia simpan didalam mobil ketika ia ingin memakainya sewaktu-waktu . Sasa menelfon Rico untuk masuk kedalam mobil supaya ia bisa keluar , saat masuk ke dalam mobil Rico sangat terkejut melihat sosok Sasa yang selesai dandan itu . Sasa benar-benar menjelma menjadi orang lain dengan tampilan make-up nya .
Semua orang yang sedang mengerubungi Archie langsung menoleh ke arah datangnya suara , begitupun Archie yang langsung tersihir melihat perubahan sang istri . Sasa berjalan dengan penuh percaya diri menunju kerumunan itu dan dengan cepat menarik lengan Archie lalu ia genggam erat , tatapan mata Sasa membuat para gadis itu mundur ketakutan .
" kalau kalian mau punya suami seperti suami saya lebih baik kalian cari sendiri , bukan mencoba menggoda suami orang lain !!! pakailah sedikit harga diri kalian , atau kalian memang sudah ada bakat menjadi pelakor sejak lama ya ? " bentak Sasa dengan suara keras pada gadis-gadis itu .
Sasa kemudian berjalan pelan ke arah ibu-ibu yang merupakan orang tua gadis-gadis itu .
" apakah anda semua tak bisa mendidik anak gadis kalian dengan baik nyonya ? " tanya Sasa mengintimidasi .
" karena setau saya seorang ibu yang baik tak akan mungkin menjerumuskan anaknya untuk menjadi rumah tangga orang lain !! " cibir Sasa lagi .
" apa maksudmu nona ? mereka hanya meminta foto pada tuan mister ganteng itu lalu salahnya dimana !! lalu kenapa anda marah-marah ? " hardik seorang ibu paruh baya merespon perkataan Sasa .
Sasa tertawa dengan kencang mendengar perkataan ibu itu , Sasa berjalan maju ke arah ibu itu dengan memancarkan aura dingin hingga membuat beberapa ibu itu mundur dengan perlahan .
" laki-laki yang sedang anak kalian goda itu adalah suami saya dan ayah dari anak saya , kalau saya marah pada mereka yang sudah keterlaluan itu apa masih tak boleh ?!!! " tanya Sasa dengan suara meninggi .
" mereka dengan terang-terangan memaksa suami saya untuk memberikan nomor ponselnya dengan tangan-tangan kotor mereka menyentuh suami saya , apa itu masih wajar menurut anda ?! imbuh Sasa sambil menatap tajam .
__ADS_1
Perkataan Sasa membuat orang-orang itu terdiam tak bisa menyanggah karena yang dilakukan anak gadis ibu-ibu itu memang sudah keterlaluan , para pengunjung makam yang lain nampak ikut menghujat ibu-ibu itu yang terkesan mendukung perbuatan anak gadisnya yang mencoba menggoda pria didepan istri sahnya . Para gadis yang tengah mengerumuni Archie mendadak mundur menjauh dari tempat Archie berdiri , mereka berjalan menunduk menuju tempat ibunya berdiri dengan malu karena diteriaki oleh banyak orang ditempat itu yang mendukung Sasa .
" kangmas , mereka bukan anggota keluarga kan kenapa mereka bisa masuk ke makam keluarga mengikuti pemakaman eyang ?? " tanya Sasa pada Gusti .
" eyang ? " tanya seorang ibu yang berdiri dengan memeluk anak gadisnya yang terlihat ketakutan ketika melihat Sasa marah .
" ya , Raden Panji adalah eyang saya dan pria yang anak kalian goda adalah cucu menantu Raden Panji " jawab Sasa dengan lantang .
Mendengar perkataan Sasa membuat orang-orang itu mundur ketakutan , mencoba mengganggu keluarga bangsawan adalah sebuah kesalahan besar bagi orang awam seperti mereka . Karena silsilah keluarga Raden Panji masih sangat dihormati didaerah sana .
Bruk
Para wanita dan anak-anak gadisnya yang tadi melawan Sasa nampak langsung jatuh berlutut , mereka mendadak ketakutan ketikan tau siapa yang berdiri dihadapannya .
" maafkan kami ndoro ayu kami salah tak mampu mendidik anak-anak kami " ucap beberapa orang ibu sambil berlutut ketakutan.
" maaf ndoro ayu " ucap gadis-gadis itu hampir berbarengan meminta ampun pada Sasa .
Raden Galih yang merupakan penerus Raden Panji langsung mendekati ke arah Sasa begitu swari memberitahu bahwa Sasa marah karena suaminya di goda oleh para gadis yang ikut menyaksikan acara pemakaman Raden Panji .
" lebih baik kalian belajar unggah ungguh yang lebih baik lagi dirumah nduk , renungkan kesalahan kalian " titah Raden Galih penuh wibawa .
" tunjukan bahwa kita adalah bangsa yang mempunyai sopan santun pada siapapun , kalau kalian memang ingin meminta foto dengan cucu menantuku kalian bisa bilang baik-baik sehingga tak membuat istrinya marah seperti ini . Bukankah tak sopan jika kalian memaksa cucu menantuku memberikan nomor ponselnya sambil menarik pakaiannya seperti tadi apalagi kalian melakukan itu didepan istrinya " imbuh Raden Panji mencoba memberikan penjelasan dengan lembut .
Sementara Gusti dan Swari nampak mencoba menenangkan menenangkan Sasa yang masih terlihat emosi , hanya Archie yang tersenyum tipis melihat istrinya meledak-ledak seperti itu .
" acara pemakaman Romo sudah selesai bagi kalian yang datang karena ingin memberikan doa kami persilahkan , saya selaku anak tertua Raden Panji mengucapkan terima kasih " ucap Raden Panji sambil tersenyum ramah .
Para wanita dan anak-anak gadisnya yang tadi menggangu Archie nampak langsung pergi begitu Raden Panji selesai berbicara . Raden Panji tersenyum melihat ke arah Sasa ia pun mengajak Sasa dan keluarga nya untuk pulang bersama . Archie langsung berjalan mendekati Sasa untuk mengajaknya masuk ke dalam mobil untuk kembali kerumah keluarga besarnya .
Sasa hanya terdiam tanpa sepatah katapun didalam mobil dengan menggendong baby Arthur yang masih tidur .
" istrimu menakutkan kalau marah bos " bisik Rico lirih pada Archie yang duduk disebelahnya .
" aku juga kaget melihat ia seperti tadi " jawab Archie dengan suara yang lebih lirih .
Sasa langsung memalingkan wajahnya ke arah Archie dan Rico yang sedang berbisik-bisik itu dengan tatapan mata marah .
" no sayang kita tak bicara apapun " jawab Archie cepat sambil mengangkat kedua tangannya ke udara karena tak ingin membuat Sasa lebih marah lagi .
Sasa pun kembali menatap wajah baby Arthur sambil perlahan ia cium kening anaknya itu .
__ADS_1
" beraninya mereka menggoda suamiku , belum tau mungkin mereka kalau istri lelaki yang mereka ganggu itu segalak serigala " gumam Sasa lirih yang masih mampu didengar Archie dan Rico