
Mendengar perkataan bik Rani membuat Archie langsung bertindak cepat , tanpa bantuan siapapun ia menggendong tubuh Sasa ala bridal style menuju ke mobilnya yang ada di halaman depan. Beberapa orang bodyguard yang melihat Archie berjalan tergesa-gesa dengan Sasa yang tak berdaya langsung bertindak cepat , mereka juga langsung menuju mobil dan bersiap untuk mengawal Archie menuju rumah sakit . Di dalam mobil archie berusaha berpikir positif dan tetap mencoba membuat Sasa sadar , ia tak mau berfikir aneh-aneh .
" Sayang dengarkan mas sayang … "
" Buka matamu sayang .."
" Sasa sayang mas dan Arthur kan ?? "
Archie mencoba mengajak Sasa untuk berkomunikasi sembari menyeka keringat yang keluar dari kening sang istri , sesekali ia menggigit bibir bawahnya untuk mencoba menguatkan dirinya sendiri ketika merasakan ada cairan hangat yang terasa di tangannya yang berasal dari tubuh sang istri .
Tak lama kemudian mobil Archie berhasil sampai di rumah sakit yang terdekat dari rumahnya , para dokter langsung menyambut kedatangan Archie yang sedang menggendong Sasa tak lama kemudian mereka langsung membawa Sasa menuju ruang gawat darurat .
Archie menunggu saja di depan ruang gawat darurat dengan terus berdoa semoga tidak terjadi sesuatu pada sang istri , sesekali Archie mengintip ke dalam kaca yang gelap di mana sama istri tengah ditangani oleh para dokter di balik kaca itu . Satu jam kemudian pintu ruang gawat darurat terbuka dan keluarlah beberapa orang dokter dengan wajah yang terlihat cukup tegang , para dokter itu tahu siapa pasien yang baru saja mereka tangani.
" Bagaimana kondisi istriku dok ? " tanya archie cepat ketika melihat dua orang dokter keluar dari ruang gawat darurat.
" Sebelumnya maaf tuan Archie , apakah kegiatan nyonya selama beberapa hari ini cukup padat ? " tanya seorang dokter wanita kepada Archie dengan hati-hati .
" Kami baru saja selesai mengadakan pesta pernikahan untuk beberapa tiga orang adikku dok , jadi istriku dibilang cukup banyak kegiatan karena persiapan pernikahan itu " jawab Archie dengan nada bergetar , ia mencoba menghilangkan pikiran jelek yang sedang menari-nari di kepalanya .
" Apa nyonya tak tahu kalau ia sedang hamil dua minggu tuan ? " tanya dokter wanita itu kembali .
" Hamil …..istriku hamil dua minggu ??? tapi bagaimana mungkin dok !!! dia tidak menunjukkan gejala yang sama seperti waktu ia hamil pertama kali dulu dok " jawab Archie terbata-bata .
"Pertanda awal kehamilan dari setiap wanita memang berbeda tuan , bahkan dari wanita yang sama sekalipun ia akan merasakan gejala yang berbeda dari kehamilan pertama dengan kehamilan kedua. Sepertinya yang telah terjadi kepada nyonya saat ini tuan , sampai ia tak menyadari sudah berbadan dua " ucap dokter lainnya menjawab perkataan Archie .
Archie terdiam mencoba mencerna perkataan dokter pria yang baru saja berbicara padanya , ia mencoba mengingat kembali yang terjadi selama dua minggu terakhir . Sasa memang tidak menunjukkan gejala atau tanda apapun yang menunjukkan kalau ia sedang hamil .
" Lalu kenapa dia pendarahan ?? anakku baik-baik saja bukan dokter ?" tanya Archi panik ketika berhasil mengingat apa yang terjadi pada Sasa .
" Saya harap anda bisa sabar tuan , karena di sini yang paling terluka dan terpukul pasti adalah nyonya . Jadi anda harus bisa bersikap lebih bijaksana jika nanti nyonya sudah sadar " jawab dokter wanita yang bernama Dewi mencoba memberikan petunjuk pada Archie secara tersirat .
__ADS_1
" Jadi maksud anda istriku……
" Iya tuan nyonya mengalami keguguran , saya turut berduka cita atas kehilangan anda berdua " ucap dokter Dewi memotong perkataan Archie .
Bug
Dada Archie seperti terkena pukulan bogem mentah ketika mendengar perkataan dokter Dewi , sebuah kalimat yang tak ingin Ia dengar sama sekali dalam hidupnya . Archie yang memang menginginkan adik untuk Arthur sejak lama merasa setengah nyawanya sudah hilang pasca ia mendengar perkataan dokter Dewi , ia tak bisa berbicara apapun lagi selain mengingat kondisi terakhir Sasa yang mengerang kesakitan sambil memegangi perutnya.
Tes
Tes
Tes
Air mata Archie menetes begitu saja membasahi wajah tampannya , ia menatap jauh ke arah kamar perawatan sang istri . Archie merasa bersalah atas apa yang menimpa sang istri , ia mengutuk dirinya sendiri atas ketidaktahuannya akan kondisi Sasa yang sedang hamil muda . Archie bahkan meminta Sasa untuk mempersiapkan untuk membantunya mempersiapkan pesta pernikahan tiga orang terbaiknya yang baru saja selesai .
" Maafkan mas sayang mas bersalah padamu " isak Archie pelan sambil menunduk penuh penyesalan.
" Oke thanks , aku akan menghubunginya segera " jawab Archie dengan suara lirih .
" Baik bos " sahut sang bodyguard cepat , pria itu lalu berjalan cepat meninggalkan Archie yang sedang berduka.
Perlahan Archie meraih ponsel yang ada di saku bajunya ,ia lalu menghubungi nomor telepon rumahnya tak lama kemudian terlibat pembicaraan serius dengan bik Rani dirumah , rupanya bik Rani menghubungi Archie berulang-ulang karena baby Arthur terus menangis . Karena khawatir melihat baby Arthur yang terus menangis akhirnya bik Rani pun memberanikan diri untuk menghubungi menghubungi Archie untuk mencari tahu kondisi Sasa .
" Sepertinya Arthur terikat denganmu sayang , ia tahu kalau keadaanmu sedang tak baik " ucap Archie sambil tersenyum tipis mengingat perkataan pengasuh anaknya sebelumnya.
Setelah berhasil menenangkan dirinya selama hampir satu jam akhirnya Archie mempunyai keberanian untuk masuk ke dalam ruangan di mana Sasa masih belum sadar , Archie duduk disebuah kursi yang ada di samping ranjang. Perlahan ia membelai wajah Salsha yang sedikit pucat .
" Maafkan mas karena sudah gagal menjadi suami yang baik untukmu sayang " ucap Archie pelan .
" Seandainya mas lebih peka lagi mungkin hal ini tak akan terjadi " imbuh Archie dengan mata berkaca-kaca .
__ADS_1
Archie menggenggam tangan Sasa dengan erat berkali-kali ia mencium tangan sang istri dengan penuh penyesalan .
" Mass…. " ucap Sasa lirih .
" Sayang sudah sadar , apa yang dirasa ? apakah perutmu masih sakit mas ? panggil dokter sebentar ya " jawab Archie dengan panik .
" Jangan pergi Sasa sudah tidak apa-apa " ucap Sasa cepat menahan Archie supaya tak pergi .
" Baik mas disini , bagian mana yang masih sakit ?" tanya Archie sambil membelai wajah Sasa .
" Haus mas " jawab Sasa pelan .
Mendengar perkataan saya yang kehausan membuat Archie langsung bertindak cepat , ia meraih sebuah gelas yang ada di atas meja lalu dengan perlahan ia membantu Sasa untuk minum.
" Sudah ? " tanya Archie pelan ketika Sasa sudah selesai minum .
" Iya , terima kasih " jawab Sasa sambil tersenyum .
" Sekarang tidur ya , supaya besok kita sudah bisa pulang " ucap Archie pelan dengan mata berkaca-kaca .
" What happened with me? " tanya Sasa dengan suara yang terbata-bata .
" Tidak apa-apa sayang , kau baik-baik saja sekarang " jawab Archie sambil tersenyum tipis .
" Aku tau kau berbohong padaku mas , cepat jawab aku kenapa ? " tanya Sasa menekan Archie .
" Mas gak bohong sayang , dokter bilang sayang sudah baik-baik saja " jawab Archie dengan suara bergetar .
Sasa menarik nafas panjang lalu menghembuskannya dengan perlahan , ia memejamkan mata untuk beberapa detik dan dengan perlahan Sasha membuka matanya dan menatap tajam kearah Archie.
" Am I miscarried? " tanya Sasa dengan nada terbata-bata pada Archie
__ADS_1
🌼 Bersambung 🌼