Faith

Faith
Bahasa Mata


__ADS_3

Suara derap langkah sepatu milik segerombolan pria berpakaian serba hitam nampak terdengar jelas dari tempat pendaftaran dimana Sasa sedang terduduk dilantai karena menangisi anaknya yang tak akan mendapatkan perawatan jika tak melakukan pembayaran terlebih dahulu .


Terdengar jeritan beberapa wanita yang nampak ketakutan ketika rombongan pria itu lewat , seseorang dari mereka bahkan dengan tanpa berfikir panjang melayangkan kakinya ke arah pintu kaca sehingga pintu kaca itu handur berantakan terkena tendangan dari orang itu .


" kalian semua cari mati ya !!!!! " teriak seorang pria yang suaranya tak asing bagi Sasa .


" ricooo... " ucap Sasa lirih saat melihat si empunya suara .


Beberapa orang langsung menghajar dua satpam yang mencoba memaksa Sasa keluar , staff kasir yang tadi bersikap ketus pada Sasa juga terkena tamparan oleh anak buah Rico begitu pula dengan dua orang suster yang mengancam Sasa untuk mengeluarkan baby Arthur dari ruang ICU . Diruangan itu mendadak terdengar jeritan minta tolong dari beberapa staff wanita rumah sakit yang sedang diberi pelajaran oleh anak buah Rico . Sasa hanya menutup kedua telinganya mendengar suara jeritan itu , sementara Rico terlihat turun tangan memukuli dokter yang menolak baby Arthur .


" kau fikir kau siapa berani kurang ajar padanya hah ..


bug


bug


Rico memukul perut dokter lelaki itu dengan kedua tangannya , jeritan pilu dari dokter itu tak didengar oleh Rico ia hanya ingin terus memukuli dokter yang tak profesional itu .


" Rico stop !!! " teriak dokter Frans yang datang bersama Archie yang masih memakai seragam pasiennya .


Rico seolah tak mendengarkan perkataan dokter Frans ia trus menendang dokter yang sudah terkapar itu


" kau bisa membunuhnya Rico !! stop " ucap dokter Frans yang sudah memegang tangan Rico yang sudah memegang sebuah nampan yang berisi botol-botol .


" manusia brengsek seperti ini harus binasa dari dunia ini Frans, kalau tidak ia akan semena-mena menggunakan kekuasaannya !! " teriak Rico sambil mengangkat satu kakinya bersiap untuk melancarkan aksinya selanjutnya .


" Rico !!! " teriak Archie dengan nada dingin .


Mendengar Archie membuka mulutnya membuat Rico menghentikan kegilaannya begitu juga dengan anak buah Rico lainnya . Rico menjatuhkan nampan besi yang ada ditangannya ia kemudian berjalan mendekati Archie sambil membersihkan darah dokter lelaki yang sudah terkena bogem mentahnya dengan selembar sapu tangan .


" dimana anak itu dirawat ? " tanya dokter Frans pada dokter pria yang sudah terkapar di lantai .

__ADS_1


" ada diruang ICU " jawab dokter itu dengan suara terbata-bata .


Mendengar perkataan dokter pria itu membuat dokter Frans langsung berlari diikuti beberapa orang asistennya , mereka bergerak cepat untuk melihat kondisi baby Arthur yang hanya dipasang infus itu .Dengan cekatan dokter Frans merawat baby Arthur yang suhu badannya sangat tinggi itu .


Archie hanya melirik tajam ke arah orang-orang yang bersimbah darah dilantai karena perbuatan anak buahnya , pandangan Archie berubah menghangat ketika melihat sang istri yang masih duduk dilantai dengan wajah pucat .Perlahan Archie berjalan mendekati istrinya , dengan penuh kasih sayang dan kerinduan Archie memeluk Sasa penuh cinta .


" maaf mas datang terlambat sayang " bisik Archie ketelinga Sasa .


Sasa hanya terdiam ia tak bisa berkata apapun , rasanya lidahnya sudah kelu karena menangis tadi . Hanya rasa hangat dihatinyalah yang menunjukan kalau ia sedang bahagia , Archie mempererat pelukannya pada sang istri yang menangis tanpa suara itu .


Perlahan Archie melepas pelukannya dan menyentuh pipi tirus Sasa dengan kedua tangannya , ia memandang Sasa dengan penuh penyesalan yang mendalam hingga membuat Sasa makin menangis karena semakin merasa bersalah .


" maafkan mas ya , maukan maafin suamimu yang bodoh ini " ucap Archie lirih


Sasa hanya mengangguk dengan perlahan dengan bibir yang bergetar , melihat Sasa ketakutan membuat Archie makin iba dengan perlahan Archie mengecup bibir Sasa yang pucat itu untuk menenangkan istrinya . Sasa yang kaget ketika dicium Archie justru langsung menangis dengan suara kencang , ia meluapkan emosinya dipelukan Archie . Archie pun membiarkan istrinya menangis sepuasnya dalam pelukannya .


Melihat sepasang suami istri itu menangis membuat mata Rico berkaca-kaca , ia merasa lega karena sahabatnya berhasil bertemu lagi dengan sang istri . Rico kemudian kembali mengurus orang-orang yang sudah membuat Sasa menderita , dengan satu tatapan mata para anak buahnya langsung bertindak . Mereka berhasil membaca kode yang Rico berikan , dengan cepat mereka menarik paksa orang-orang yang baru mereka beri pelajaran itu . Memang terlihat kejam tapi itu sepadan dengan tindakan semena-mena mereka pada pasien yang sedang membutuhkan pelayanan medis .


Setelah melihat rekaman cctv yang menunjukan sikap semena-mena para staff rumah sakit pada Sasa membuat Rico sangat marah , ia memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi bersama sepuluh orang anak buah kepercayaannya . Sesampainya dirumah sakit Rico langsung menghajar orang-orang yang menghalangi langkahnya menuju tempat Sasa berada , ia juga merasa sakit melihat Sasa diperlakukan tak menyenangkan apalagi sampai memohon dan menjerit demi baby Arthur . Archie yang dalam perjalanan tak mengucapkan sepatah katapun membuat anak buahnya ketakutan , mereka bisa merasakan ada kemarahan besar dari Archie oleh karena itu mereka tak berbicara apapun selama perjalanan selain berkoordinasi dengan orang-orang Rico yang sudah sampai terlebih dahulu di rumah sakit .


Setelah Rico pergi bersama anak buahnya membawa orang yang sudah diberi pelajaran Archie kemudian mengajak Sasa untuk duduk di bangku , perlahan ia menyandarkan kepala Sasa di dadanya . Sepasang suami istri itu hanya terdiam sambil berbicara melalui bahasa tubuh , Sasa memeluk erat tubuh Archie dengan menghirup aroma tubuh lelaki yang ia cintai itu hal yang sama pun terjadi pada Archie yang nampak menikmati keadaan itu dengan terus menerus mengecup kening Sasa menyentuh pipi sang istri dan membelai rambut panjangnya . Sebuah kehangatan yang sudah empat hari mereka rindukan satu sama lain .


Tak lama kemudian dokter Frans keluar dari ruang ICU sambil menurunkan maskernya ia duduk disebelah Archie dan menepuk pundak sahabatnya itu dengan perlahan .


" how ?" tanya Archie singkat .


" he's really your son , he's stronger than we thought " jawab dokter Frans dengan tersenyum .


" thanks Frans !! " ucap Archie dengan tersenyum tipis .


Dokter Frans mengangguk pelan lalu bangkit dari kursinya menuju ke arah ruangan depan dimana Rico sedang meminta perawatan untuk orang-orang yang tadi ia beri pelajaran , saat hampir sampai di pintu dokter Frans berhenti dan berjalan kembali ke arah Archie .

__ADS_1


" nikmati waktu dengan istrimu , anakmu sudah tak apa-apa . Bagianku sudah selesai sekarang bagianmu merawat Sasa , lihat istrimu sangat kacau " bisik dokter Frans dengan bahasa Spanyol yang tak Sasa mengerti .


" bastardo podrido " jawab Archie ketus dengan tersenyum tipis .


Dokter Frans hanya mengacungkan dua jari ke arah Archie sebagai tanda damai , ia kemudian benar-benar pergi ketempat Rico dan membiarkan Archie bersama Sasa .


" apa yang kalian bicarakan tadi ? " tanya Sasa dengan terbata-bata .


" hemm ?? oh itu tidak Frans hanya memberi tahu kondisi Arthur yang sudah membaik dan sekarang sedang tidur " jawab Archie dengan lembut .


" oh " sahut Sasa pelan ia kemudian kembali terdiam dipelukan Archie .


" maafin Sasa mas " bisik Sasa lirih setelah terdiam sekian lama .


Mendengar perkataan Sasa membuat Archie makin mengeratkan pelukannya pada tubuh Sasa .


" mas juga salah padamu , maafin mas juga " ucap Archie dengan mata yang berkaca-kaca .


" Sasa nyesel mas hiks hiks.... " tangis Sasa dengan terisak .


" sudahlah kita lupakan semua yang sudah terjadi ya , yang penting semua baik-baik saja " jawab Archie dengan lembut .


" tadi Sasa takut sekali kalau terjadi sesuatu pada Arthur mas , Sasa takut hiks ... " celetuk Sasa sambil menggengam tangannya .


Archie tersenyum melihat sikap istrinya ia hanya membelai rambut Sasa dengan perlahan .


" makanya besok kalau mau kabur ajak-ajak mas ya supaya ga terjadi apa...


Bug


Sasa memukul dada suaminya dengan manja karena merasa dipermainkan hingga membuat Archie tak bisa menyelesaikan perkataannya.

__ADS_1


" masss akh huhuhuuu " tangis Sasa kembali pecah .


__ADS_2