Faith

Faith
Gadis asing di depan pintu


__ADS_3



Setelah acara pesta ulang tahun selesai para tamu yang terdiri dari keluarga dan orang-orang kepercayaan Archie akhirnya pulang kehotel yang sudah dipesan khusus oleh Archie untuk mereka , sementara Sasa masih nampak mengagumi keindahan dekorasi lampu yang menghiasi taman yang ada dibelakang sebuah bangunan bank yang Sasa kira sebelumnya sebagai gedung kosong karena semuanya sudah di sulap oleh pihak event organizer yang Archie sewa untuk mengadakan pesta kejutan itu .


" ayo pulang sudah hampir jam dua pagi sayang " ajak Archie pelan yang tiba-tiba sudah berdiri dibelakang Sasa .


" ini taman kenapa jadi bagus banget , siapa yang buat ? " tanya Sasa bersemangat .


" yang buat EO yang desain mas , kenapa sayang ? " tanya Archie balik sambil memutar tubuh Sasa hingga kini berhadapan dengannya .


" Sasa sukaaaaa pake banget " jerit Sasa dengan suara tinggi hingga membuat para bodyguard Archie berlarian mengira ada hal buruk yang terjadi hingga membuat Archie harus turun tangan memberikan penjelasan pada mereka sementara Sasa nampak menutup mulutnya karena merasa bersalah .


" nakal si teriak-teriak " ucap Archie sambil mencubit hidung mancung Sasa .


" sakit !! " protes Sasa dengan cepat sambil meraba-raba hidungnya .


Archie langsung memeluk Sasa dengan erat lalu mengangkatnya tinggi sambil diputar-putar hingga membuat Sasa kegirangan , sampai akhirnya Sasa minta turun karena merasa pusing .


" ayo pulang " ucap Archie pelan sambil merapikan rambut sang istri yang berantakan .


" tapi ini bagus banget Sasa belum puas liatnya mas " jawab Sasa dengan nada memelas .


" akh udah ayokk kasian Arthur udah sampai rumah pasti , kalau Sasa suka mas bisa minta mereka bikin kaya gini di taman rumah kita " ucap Archie merayu Sasa .


" benarkah ?? bisa ? seriuss ??? " jerit Sasa kegirangan .


Archie hanya mengangguk pelan lalu menggandeng tangan Sasa untuk keluar dari tempat acara menuju ke mobil yang sudah menunggu mereka di lobby gedung . Para staff event organizer nampak menyalami Sasa dan Archie secara khusus , mereka kemudian melanjutkan pembicaraannya dengan Rico yang masih nampak sibuk .


Didalam mobil Sasa menyandarkan kepalanya di bahu Archie sambil memeluk lengan sang suami dengan erat , malam ini ia merasa sangat bahagia bisa merayakan hari bahagianya bersama semua orang yang dekat dengan dirinya .Sasa mengucapkan terimakasih berkali-kali pada Archie karena sudah memberikan kado paling indah dengan membawa semua keluarganya berkumpul .

__ADS_1


Karena kelelahan akhirnya Sasa tertidur di pundak Archie sehingga membuat Archie tak tega membangunkannya ketika sudah sampai di rumah , Archie akhirnya menggendong Sasa ala bridal style masuk ke dalam rumah dan menurunkan tubuh Sasa dengan perlahan di atas ranjang .Dengan telaten Archie mengganti pakaian pesta Sasa yang sudah ia sediakan sebelumnya sampai akhirnya Sasa memakai baju itu ketika sampai ditempat pesta .Setelah mengganti pakaian tidur sang istri Archie pun ikut berganti piyama tidur juga lalu ikut berbaring disebelah Sasa untuk tidur .


Apartemen keraton Residence .


Rico memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang sudah tersedia khusus untuknya , dengan menahan kantuk karena kelelahan Rico berjalan menuju lift untuk naik ke kamarnya yang ada dilantai dua puluh . Saat keluar dari lift Rico melihat ada seorang gadis tengah duduk dilantai dengan menunduk tepat didepan pintu kamarnya .


" mataku tak salah lihat bukan " gumam Rico lirih sambil mengucek kedua matanya untuk memastikan kembali apa yang ia lihat itu benar .


" itu bukan hantu kan " ucap Rico dalam hati .


Ia terus berjalan menuju kamarnya dan benar-benar berhenti didepan gadis yang nampak tertidur itu karena terlalu lama menunggunya .


" siapa kau " tanya Rico dengan suara meninggi .


Gadis berambut brunette itu perlahan mengangkat wajahnya kearah Rico , matanya langsung membelalak ketika melihat Rico sudah berdiri dihadapannya .


" kau Ricardo Hector ? " tanya balik gadis itu dengan cepat .


Alih-alih menjawab Rico sang gadis justru langsung memeluk Rico dengan erat sambil menangis hingga membuat Rico bingung , karena suara tangis gadis yang sedang memeluknya makin kencang Rico akhirnya membuka pintu apartemen nya dengan cepat supaya tak menggangu penghuni lainnya .


Rico melepaskan secara paksa pelukan gadis asing itu lalu mendorongnya dengan kasar ke arah sofa , ia memang seorang lelaki yang brengsek tapi ia tak akan semudah itu mau dipeluk oleh wanita yang belum pernah ia kenal sebelumnya .


" siap kau , kenapa kau ada didepan apartemenku akh tidak kenapa kau mencari ku ? " tanya Rico sambil melepaskan jas mahalnya ke atas kursi .


" namaku Selena aku kabur dari perjodohan yang dilakukan kedua orang tuaku " jawab gadis yang mengaku bernama Selena .


" kabur dari perjodohan ? lalu kenapa kau mencariku ? " hardik Rico dengan kesal .


" semua ini tak akan terjadi kalau kau menolak untuk menikah denganku !!! " jerit Selena dengan suara tinggi .


Mendengar perkataan Selena membuat Rico membatu , ia tak mengerti maksud pembicaraan gadis yang tiba-tiba ada didepan apartemennya itu .Rico kemudian menenggak Vodka yang ada di atas meja langsung dari botolnya .

__ADS_1


" kau sudah sakit jiwa rupanya !! aku tak mengenalmu lalu bagaimana kau bisa bilang aku menolak menikah denganmu hah ?!! " bentak Rico dengan wajah memerah .


" aku tak mau menikah dengan orang tua itu jadi aku mencarimu , kaulah yang seharusnya menikah denganku bukan di tua bangka sialan itu " pekik Selena dengan menangis .


" akhh kau membuatku pusing !! aku sudah telalu lelah , kalau kau mau pergi silahkan pintu rumahku terbuka lebar aku mau istirahat hari sudah hampir pagi " ucap Rico sembarangan ,ia kemudian berjalan menuju ranjang besarnya untuk tidur .


Seharian mengurus dan memastikan tak ada yang salah dalam pesta kejutan untuk Sasa membuatnya kelelahan . Tanpa membuka celana panjangnya Rico langsung menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang empuknya dan langsung tertidur pulas karena memang hari sudah hampir jam empat pagi . Melihat Rico tidur membuat Selena bingung ia tak punya tujuan lain selain mencari Rico , dengan sedikit memberanikan diri Selena masuk kekamar besar Rico dan mencari satu buah kemeja untuk ia pakai untuk tidur .


Selena berhasil menemukan baju untuk ia tidur , setelah berganti pakaian Selena memilih tidur di atas sofa ia tak berani masuk kekamar lainnya yang ada di apartemen mewah itu . Setelah mencari tempat ternyaman untuk tidur akhirnya Selena pun berlayar di alam mimpi dengan membawa kesedihan dan kebahagiaan karena berhasil menemukan Rico .


Rico terbangun saat mencium wangi masakan ia merasa sedang bermimpi karena selama hampir satu minggu ini dapurnya tak tersentuh siapapun karena ia tak membawa pulang wanita . Karena aroma masakan itu terlalu wangi akhirnya Rico pun bangun dari tempat tidurnya dan berjalan dengan malas dengan hanya menggunakan celana boxer menuju ke arah dapur , matanya seketika membelalak ketika melihat sepasang kaki jengkang yang putih bersih tengah berdiri di dapurnya . Senyum Rico mengembang saat melihat sosok gadis yang tadi malam mencarinya tengah memasak , ia bahkan memakai kemeja milik Rico .


" kau akan tau hukumannya kelinci kecil karena berani memakai kemejaku " ucap Rico dalam hati .


Rico pun memilih duduk di kursi bar menatap Selena memasak di dapur , sesekali Rico menelan salivanya ketika melihat sepasang kaki jenjang itu bergerak . Ia melirik ke arah jam ternyata jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang pantas saja perutnya kelaparan .


" aku kira kau sudah pergi !! " ucap Rico tiba-tiba berdiri disamping Selena sambil memeluk pinggang Selena hingga membuat gadis yang sedang memasak itu kaget .


" kau !! tak pernah kah kau belajar sopan santun , beraninya kau menyentuhku !! " teriak Selena sambil melepas pelukan Rico .


" ha ha ha ha kau mengatakan aku belum belajar sopan santun , lalu bagaimana denganmu yang berani memakai pakaianku dan memasak di dapur ku hah ? " sarkas Rico dengan kasar sambil menikmati pancake buatan Selena yang sudah tersaji di piring .


" maaf , aku tak membawa baju jadi aku meminjam pakaianmu " ucap Selena lirih sambil memainkan jemarinya .


Melihat gadis yang ada dihadapannya merasa sedih membuat darah lelaki Rico naik , ia tak bisa menahan lebih lama lagi ketika melihat ke arah dada Selena yang ternyata tak memakai bra hingga puncak sepasang bukit indahnya tercetak di kemeja putih milik Rico . Dengan sekali tarik Rico langsung berhasil membuat Selena jatuh kepelukannya , Rico langsung melumat habis bibir gadis itu tanpa berfikir dua kali tangannya pun mulai bermain ke sepasang bukit kenyal kesukaannya .


" jangan salahkan aku , kau yang datang sendiri padaku " ucap Rico lirih sambil terus melumat bibir pink Selena .


💮 Bersambung


Visual Ricardo Hector sang tangan kanan Archie Durran

__ADS_1



__ADS_2