
Dalam kebingungannya akhirnya Sasa membiarkan Archie memasukan tas terahir miliknya masuk ke dalam mobil sebelum akhirnya Sasa yang masuk ke mobil untuk segera pergi ke bandara Soekarno Hatta .
" kita akan bahagia disana mas janji padamu " ucap Archie pelan sambil meraba-raba perut Sasa .
" eehhhhh jagoan nendang ayahnya lagi main bola ya nak didalam " pekik Archie kegirangan saat merasakan gerakan bayinya di perut Sasa .
" dia takut kesepian di Canada ayah makanya dia nendang barusan " bisik Sasa pelan .
Archie memindahkan tangannya dari perut Sasa ke pipi tirusnya dengan perlahan ia belai pipi Sasa .
" mas ga akan biarkan kamu kesepian disana sayang , Canada tempat aku dilahirkan dan dibesarkan banyak tempat yang harus aku tunjukan padamu jadi kita akan menikmati waktu kita disana " ucap Archie dengan mata yang berbinar.
" Sasa percaya mas Archie " jawab Sasa dengan wajah yang memerah karena bahagia .
Archie memeluk Sasa dengan erat akhirnya keinginanya untuk membawa Sasa ke negaranya bisa terlaksana juga setelah Sasa selalu menolak .
BANDARA SOEKARNO HATTA
" hati-hati nyonya landasan pacunya licin " ucap bodyguard Archie yang menolong Sasa berjalan .
"iya terima kasih " jawab Sasa sambil memegang erat pegangan pesawat jet pribadi sang suami dan perlahan melangkahkan kaki naik ke dalam pesawat .
Sasa dibuat takjup dengan interior jet pribadi itu , dimana ada sebuah ranjang yang cukup besar untuknya berbaring bersama Archie dengan kursi penumpang yang nyaman dan tersedia lounge untuk minum bagi penumpang lainnya .
" semua ini juga milikmu sayang " bisik Archie pelan yang tiba-tiba ada dibelakang Sasa .
" ini bukan pesawat yang sama kan ? " tanya Sasa penasaran .
Archie terlihat kebingungan dengan pertanyaan Sasa .
" maksud Sasa ini bukan pesawat yang kita naiki waktu ke India dulu kan ? " ucap Sasa memperjelas perkataan sebelumnya
" jet yang dulu terlalu kecil kalau nanti kita sudah punya anak jadi aku ganti yang baru " kelakar Archie menjawab pertanyaan Sasa .
Sasa benar-benar tak bisa berkata-kata lagi mendengar perkataan suaminya . Sasa tak berhak melarang suaminya membeli ini itu karena ia sadar semua itu bukan miliknya melainkan milik suaminya .
" aku harap mas bisa rubah sifat mas yang suka menghabiskan uang dengan hal yang tak penting ya " ucap Sasa sambil berlalu menuju toilet .
" istrimu benar-benar bos !!! saat wanita lain takjup liat jet pribadi seperti ini dia malah memintamu untuk berhemat " bisik Rico pada Archie .
" I also do not understand my wife " ucap Archie datar .
Rico hanya bisa tersenyum memamerkan deretan gigi putihnya merespon ucapan Archie sambil merapikan tas yang berisi barang-barang Sasa .
" Rico kau tak ikut kami ? " tanya Sasa tiba-tiba ketika melihat Rico turun dari pesawat .
" tidak nyonya nanti aku menyusul satu minggu lagi " jawab Rico sambil berteriak dibawah .
" kenapa ? " tanya Sasa mengharapkan jawaban dari Archie.
__ADS_1
" dia harus mengurus perusahaan dulu sayang , dia akan mencari orang yang akan menjalankan perusahaan di Indonesia , Macau dan Australia seminggu ini " jawab Archie sambil memainkan tab miliknya .
Sasa tak mengerti arah pembicaraan Archie ia hanya mengangkat bahunya pelan sambil menggelengkan kepalanya .
Archie tertawa melihat kebingungan sang istri ia kemudian menarik Sasa pelan untuk duduk disebelahnya .
" Rico harus mengurus perusahaan sebelum dia ikut kita ke Canada sayang , mencari orang yang bisa menghandle perusahaan-perusahaan kita di Asia " ucap Archie menjelaskan pada Sasa sambil menyentuh perut Sasa .
" perusahaan kita ? " tanya Sasa mengulangi perkataan Archie .
" ya tentu saja perusahaan kita !!! semua yang aku miliki adalah milikmu juga dan milik anak-anak kita nanti " jawab Archie sambil menatap dalam kemata Sasa .
" terima kasih " isak Sasa lirih
" no... aku tak akan menginjinkan kamu menangis sayang !! jangan keluarkan air matamu lagi " pekik Archie panik saat melihat air mata Sasa mengalir di pipinya .
" aku menangis bahagia mas , terima kasih sudah berusaha melakukan segalanya untukku " tangis Sasa terbata .
" ini bukan apa-apa sayang , aku akan melakukan segalanya untuk anak-anak kita nanti mereka akan kupastikan hidup dengan baik tanpa kekurangan apapun " ucap Archie sambil memeluk Sasa
Sasa memeluk Archie dengan erat rasanya ada beban yang terangkat pergi menjauh ketika ia ada disebelah suaminya .
" tuan , nyonya pesawat akan lepas landas silahkan pasang sabuk pengaman " ucap pilot pribadi Archie memberitahu akan keberangkatan pesawat .
" siap capt " jawab Archie singkat , ia lalu memasangkan sabuk pengaman pada Sasa kemudian memasang miliknya sendiri .
Beberapa bodyguard Archie ada yang ikut bersama lima orang pelayan dirumahnya , mereka sengaja Archie ajak untuk menemani sasa menyesuaikan diri di Canada .
" sayang ayo makan dulu tadi kau bilang lapar kan dirumah " ucap Archie pelan membangunkan Sasa yang sudah tertidur karena merasa mual ketika lepas landas tadi .
" Sasa pengen muntah mas " cicit Sasa lirih sambil memegangi mulutnya .
" ayo ke toilet " ajak Archie lembut .
Sasa mengangguk pelan lalu melepas sabuk pengamannya dibantu Archie kemudian berjalan ke arah toilet tak lama kemudian terdengar suara Sasa sedang muntah mengeluarkan isi perutnya untuk waktu yang lama sehingga membuat Archie khawatir .
" calm down!! biasanya wanita hamil memang seperti itu , nyonya akan menyesuaikan dirinya nanti ketika sudah terbang lebih lama " bisik dokter Frans sahabat sekaligus dokter pribadi Archie yang sengaja Archie ajak untuk menjaga Sasa selama penerbangan hampir 24 jam itu .
Setelah dokter Frans berhenti bicara Sasa muncul dari balik pintu toilet sambil memegangi kerah bajunya yang basah karena terkena air , Archie langsung menuntun Sasa menuju ruang pribadinya untuk berganti pakaian . Sasa memilih memakai piyama untuk tidur supaya lebih nyaman , perutnya yang semakin membesar membuat Sasa tak nyaman berlama-lama memakai celana panjang .
Sasa dan Archie menikmati makan malam mereka buatan pelayannya yang dibawa dari rumah , dokter Frans memilih makan dilonge karena tak mau mengganggu suami istri itu makan .
" minum obat penahan mual ini supaya ga sering mual sayang " titah Archie pada Sasa ketika selesai makan .
" makasih mas " ucap Sasa sambil menerima obat dari Archie lalu meminumnya pelan .
" pinter !! sekarang bobok ya , Sasa bobok di ranjang aja " ajak Archie pada Sasa .
" ok " Sasa mengangguk pelan.
__ADS_1
Sasa berjalan mengikuti langkah Archie lalu sampai disebuah ranjang yang sangat empuk dan nyaman , ia langsung merebahkan tubuhnya di ranjang dari bulu angsa itu tak lama kemudian Sasa tertidur dengan lelap . Archie tertawa melihat istrinya langsung tertidur tak lama setelah menyentuh kasur .
" dasar kau ini sayang ada-ada saja " ucap Archie sambil menyelimuti Sasa .
Archie kemudian keluar dari ruangan itu menuju tempat dimana ada dokter Frans sedang menikmati kopi latte favoritnya . Archie memerintahkan pelayannya untuk membuat kopi yang sama untuknya .
" kenapa kau tak melakukan ini sejak dulu ? " tanya dokter Frans membuka pembicaraan .
" Sasa selalu menolak ketika aku ajak pergi " jawab Archie singkat sambil menikmati kopi latte kesukaannya .
" oh i see , mungkin ini waktu yang paling tepat juga untuk kalian setelah semua yang terjadi " ucap dokter Frans sambil tersenyum ia mengingat semua pembicaraan Archie ditelfon sebelumnya .
" i hope so " ujar Archie lirih .
" kau sudah menyiapkan semua disana ? " tanya dokter Frans penasaran .
" aku sudah membeli sebuah mansion dekat danau supaya Sasa tak terlalu jenuh , di sana ada taman yang besar disebelah helipad . aku tak akan membiarkan Sasa kesepian disana , dua puluh orang pelayan yang aku rekrut disana siap melayani Sasa " jawab Archie dengan tersenyum .
" kau masih seperti Archie yang dulu yang suka mengatur !!! hahahaha " tawa dokter Frans terdengar sangat nyaring dan puas setelah mengejek Archie .
Archie hanya tersenyum kecut melihat sahabatnya tertawa , ia menatap jauh ke arah luar jendela terlihat kelap kelip lampu dibawah .
" aku akan membuatmu bahagia selamanya farasya " ucap Archie lirih
Jakarta
Rico berjalan mondar-mandir saat membaca pesan yang ia terima setelah kembali dari bandara , ia berkali-kali menghubungi Archie yang tak mungkin tersambung .
" kenapa Rico ? kau membuatku pusing " hardik Gustaf
" baca ini " ucap Rico sambil memberikan ponsel miliknya pada Gustaf .
" whatttt.... sodara tiri bos membuat kekacauan di mansion ???" teriak Gustaf panik
" tapi kau yakin dia sodara tiri bos ? " tanya Gustaf penasaran .
" kau tak liat matanya sama dengan bos " jawab Rico lirih .
" mau apa dia dimansion bos ? " tanya Gustaf penasaran .
" apa lagi kalau bukan uang !!! bajingan itu hanya bisa jadi benalu di hidup bos " sengit Rico .
" tapi untungnya dia ke mansion lama bukan ke mansion baru bos yang dibelikan khusus untuk Sasa " imbuh Rico bersyukur .
" apa kita tak sebaiknya menyusul ?? kita harus di sisi bos " ucap Gustaf serius .
" aku sudah menghubungi semua orang disana , mereka sudah berjaga di mansion baru itu " ujar Rico sambil memainkan ponselnya .
" kau tak lupa kejadian lima tahun lalu kan Rico " bisik Gustaf tiba-tiba.
__ADS_1
" tentu aku ingat !!!! tenang saja bajingan itu tak akan kubiarkan menyentuh bos lagi .... " desis Rico dengan tatapan membunuh