
Mengetahui kalau baru saja selesai datang bulan dua hari yang lalu membuat Sasa panik setelah tadi malam bercinta dengan suaminya , dengan cepat Sasa membangunkan Archie yang masih terlelap itu.
" jadi sayang bangunin mas cuma mau kasih tau itu aja ? " tanya Archie sambil mengangkat satu alisnya karena merasa aneh melihat sikap Sasa yang berlebihan .
" iya lah gimana si !! Sasa baru selesai haid dua hari lalu mas " jawab Sasa dengan khawatir .
" lalu masalahnya dimana ? " tanya Archie bingung .
Mendengar perkataan suaminya membuat Sasa kesal dengan gemas Sasa mencubit paha suaminya yang berotot itu , hingga membuat suaminya nyengir kesakitan sambil memegangi bekas cubitan Sasa .
" Sasa serius mas kok gitu si , nyebelin banget " ucap Sasa dengan melipat kedua tangannya di dada .
" ya mas juga serius kan , bukankah kita hanya bisa melakukan itu kalau kau tidak haid apa kau mau mencobanya kalau sedang haid begitu maksudnya ? " tanya Archie dengan polos .
" gila !!! sakit jiwa itu namanya " jawab Sasa sambil berdiri dari ranjangnya , karena kesal Sasa meninggalkan suami sendiri di dalam kamar .
Sasa keluar dari kamarnya dengan kesal karena merasa suaminya tak menganggap serius perkataannya , padahal ia sedang menyampaikan hal yang penting tapi suaminya justru bergurau . Sasa langsung berjalan ke arah kamar bermain putranya yang ada dilantai satu , dengan gemas Sasa mencium baby Arthur yang sudah mulai makan itu .
" ibu masih ingin fokus padamu sayang " bisik Sasa pada baby Arthur yang baru selesai makan itu .
" tuan muda kecil makannya lahap nyonya " ucap bik Rani sambil menunjukan piring bekas makan anaknya .
" syukurlah bik , makin pinter anak gantengku satu ini " sahut Sasa sambil membersihkan wajah baby Arthur yang belepotan sisa MPASI ia sengaja tak melepaskan pandangannya dari baby Arthur karena tak mau pelayannya melihat ia menangis .
Setelah pelayannya pergi Sasa langsung menyeka air matanya yang jatuh ke pipi , menatap wajah baby Arthur membuat hati Sasa sedih . Ia masih belum siap punya anak lagi , waktu dan kasih sayang yang ia berikan pada baby Arthur masih jauh dari cukup .
" maafkan ibu ya sayang kalau ibu terlalu sibuk akhir-akhir ini , ibu mencintaimu " ucap Sasa lirih sambil menggendong anaknya ke halaman depan karena ia akan berangkat kuliah .
Saat sampai dihalaman depan rasanya Sasa enggan berpisah dengan anaknya ia kemudian masuk ke dalam mobil dengan tetap menggendong baby Arthur yang selalu tertawa itu .
" pak tolong panggil bik Rani kesini " titah Sasa pada sopirnya .
" baik nyonya " jawab sang sopir lalu masuk kedalam rumah untuk memanggil pelayan paling senior dirumah itu .
Tak lama kemudian datang sang sopir bersama bik Rani dengan terburu-buru menuju ke arah mobil dimana Sasa dan baby Arthur ada didalam .
" ya nyonya " ucap bik Rani dari luar mobil .
" masuk bik , ayo anterin Sasa kekampus !! Sasa masih mau maen sama Arthur " perintah Sasa pada pelayannya .
Bik Rani mengangguk pelan lalu naik ke dalam mobil duduk disebelah sopir sementara Sasa duduk dibelakang bersama baby Arthur yang duduk di baby chairnya . Sang sopir kemudian menjalan mobilnya untuk segera berangkat ke kampus tempat tujuan Sasa .
Archie masih memainkan ponselnya diatas ranjang , ia merasa sedikit aneh melihat sikap istrinya tadi . Karena sudah tak bisa tidur lagi akhirnya Archie memilih mandi untuk bersiap kekantor , senyumnya mengembang ketika mengingat kejadian tadi malam .
" kayanya aku perlu gym lagi ini supaya bisa bisa lebih kuat diranjang " ucap Archie dalam hati sambil menatap tubuhnya dari pantulan kaca .
Setelah puas menatap otot tubuhnya dikaca Archie lalu mandi untuk bersiap kekantor karena Rico sudah menunggunya di bawah . Tak lama kemudian Archie sudah berganti pakaian dan siap untuk berangkat kekantor , saat menuruni tangga ia tak mendengar suara anaknya dirumah biasanya tiap pagi suara baby Arthur pasti sudah memenuhi ruangan dirumahnya .
" ricoooo !!! ricooo " teriak Archie panik .
__ADS_1
Rico yang ada diruang belajar langsung berlari mendekati Archie yang masih berteriak memanggil namanya itu .
" apa apaaa apaa !!! " jawab Rico dengan kesal karena merasa terganggu dengan suara teriakan Archie .
" Rico kau lihat anakku ?? aku tak menemukan Arthur dimanapun Rico !! " ucap Archie sambil mengacak-acak rambutnya yang sudah rapi itu .
" aku baru sampai dua puluh menit lalu dan belum melihat Arthur juga " jawab Rico yang menyadari bahwa ia juga tak mendengar suara baby Arthur yang biasanya sudah berteriak-teriak kalau melihatnya datang itu .
" aaarrgghhhh dimana anakku !!! " teriak Archie penuh emosi .
Rico segera bertanya pada pelayan yang ada di dapur mereka mengatakan kalau tadi pagi bik Rani sedang menyuapi makan baby Arthur diruang bermainnya dan belum melihat lagi .
" oh iya dimana bik Rani ?? " tanya Archie tiba-tiba ia teringat pada pengasuh anaknya itu .
" aku belom melihatnya ju....
Tringg ...
Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Rico , ia melihat ponselnya dan tiba-tiba senyum mengembang diwajahnya . Ia lalu menunjukkan ponselnya pada Archie yang masih panik itu .
" Sasa !! dia membawa Arthur pergi kekampus apa dia mau belajar dengan menggendong Arthur ? " pekik Archie kaget ketika melihat ponsel Rico yang berisi pesan dari bik Rani yang mengirimkan foto Sasa tengah tertawa bersama baby Arthur didalam mobil .
" anakmu sudah pulang lagi bersama bik Rani , tadi Sasa hanya minta Arthur mengantar nya sampai kampus bos " sahut Rico memberikan penjelasan pada Archie .
Mengetahui anaknya ada bersama sang istri membuat rasa sesak di dada Archie hilang . Ia kemudian berjalan dengan tenang menuju meja makan untuk menikmati sarapan bersama Rico , Rico yang duduk disebelah Archie hanya bisa menarik nafas panjang saja . Ia takjup pada sifat Archie yang konsisten dari dulu tak berubah , sifat posesif pada Sasa ternyata ia berlakukan juga pada sang putra .
Saat sedang menikmati makan pagi terdengar suara mobil berhenti didepan rumah , tak lama kemudian bik Rani masuk dengan menggendong baby Arthur . Melihat sang anak datang membuat Archie menghentikan makannya dan langsung menghampiri sang anak yang sudah terlelap itu . Archie mencium gemas anaknya yang tidur itu lalu menginstruksikan pelayannya untuk membawa masuk baby Arthur kekamarnya .
Mendengar ajakan sontak menghentikan Rico memasukan makanan lagi kedalam mulutnya , ia langsung mengambil air lalu meminumnya sampai habis lalu menyusul Archie yang sudah menunggu nya didalam mobil .
Setelah Rico masuk mobil Archie dan bodyguard nya pun meninggalkan kediamannya menuju kantor . Hari ini dikantor Archie nampak sibuk karena kedatangan team manager dari Macau dan Australia mereka melakukan review secara keseluruhan proyek yang sudah berjalan disana . Sementara itu Rico nampak sibuk bertemu dengan pengacara Archie untuk menyerahkan berkas yang sudah ditandatangani oleh Rizki dan keluarganya mengenai perjanjian agar Clarissa tak dibiarkan mendekati Sasa lagi .
" akh lelahnya hari ini " ucap Rico sambil memijit pinggangnya dihadapan Archie .
" masih ada satu urusan lagi hari ini Rico " sahut Archie sambil menutup laptop yang ada dihadapannya .
Mendengar perkataan Archie langsung membuat Rico merubah ekspresi wajahnya , ia tak percaya kalau setelah semua pekerjaan yang ia lakukan hari ini masih ada pekerjaan lain yang menunggu nya .
" oke lah ayo pergi kita selesaikan urusan itu , biarlah badan ini hancur tak bersisa tak apa " ucap Rico dengan nada memelas .
" lebay kau Rico ha ha " celetuk Archie sambil berjalan keluar ruangan menuju lift pribadinya disusul Rico yang masih memijit-mijit pinggangnya .
" kurangi olahraga kasurmu , pergilah ke gym bersamaku " imbuh Archie dengan tersenyum .
Rico hanya tertawa lebar merespon perkataan Archie ia sadar kalau sudah terlalu banyak bercinta dengan kekasih barunya . Lift yang membawa mereka akhirnya terbuka di basement paling bawah di gedung milik Archie itu , mereka lalu masuk ke dalam mobil yang sudah standby menunggu sang tuan masuk .Begitu Archie dan Rico masuk mobil itu langsung melesat pergi diikuti dua mobil lainnya dibelakang menuju tempat yang Archie maksud .
Mobil mereka lalu berhenti dipinggir jalan tepat didepan rumah sakit jiwa sumber sehat dimana Clarissa dirawat .Rupanya Archie mengajak Rico untuk melihat Clarissa keluar dari rumah sakit , terlihat Rizki berjalan membimbing Clarissa keluar dari rumah sakit menuju mobil mereka sementara itu Clark dan Maria Eugene nampak menatap dengan sedih ke arah Rizki dan Clarissa .
Senyum Archie mengembang melihat pemandangan yang ada didepannya , ia kemudian memerintahkan sopirnya untuk pergi lagi ketempat tujuannya selanjutnya .
__ADS_1
Kampus Pelita Harapan
Sasa merapikan buku-bukunya kedalam tas karena jam pelajaran hari ini sudah selesai , tapi ia harus mengerjakan tugas dengan mencari materi di perpustakaan bersama teman satu kelompok nya .
" yah pulang sore deh ini "
" tau ni malezin aja deh tu dosen , ga tau apa tugas kita udah banyak "
" kenapa kuliah psikologi banyak banget tugas "
" ya elah ini dosen ga bosen-bosen apa ya kasih tugas mulukkk "
" hehe ya udah ayo kerjain yuk semakin lama ngomel makin lama juga kelarnya lho " ucap Sasa sambil tersenyum menimpali perkataan teman-teman satu kelompok nya yang wanita semua itu .
Mendengar perkataan Sasa membuat keempat gadis yang ada dihadapan Sasa pun mengangguk pelan , mereka lalu berjalan ke arah perpustakaan untuk mencari buku untuk bahan tugas mereka .
Saat Sasa sedang sibuk mencatat semua hal penting untuk bahan tugas kampusnya tiba-tiba ia dikagetkan dengan suara dari ponselnya yang berdering minta diangkat , karena sedang sibuk Sasa hanya mengecilkan bunyi di ponselnya tanpa mengangkat panggilan masuk dari Archie itu . Karena suaminya terus menelfon akhirnya Sasa mengirimkan pesan yang berisi foto dirinya bersama keempat temannya yang sedang sibuk didepan laptopnya masing-masing itu .Setelah itu Sasa kembali menonaktifkan dering ponselnya , lalu fokus kembali mengerjakan tugas yang harus dikumpulkan besok itu .
" akh kelar juga !!! " teriak Ana dengan suara kencang
" kalau bukan demi kawin gue ga mau ni pusing-pusing kuliah psikologi " celetuk Dita jengkel .
" apa maksudmu dit ? " tanya Sasa penasaran .
" iya jadi mertua gue eh calon mertua gue mau gue sarjana dulu baru boleh marriage ama anaknya , kalau ga selesai kuliah gue maka perkawinan kita terancam gagal Sa " jawab Dita dengan sedih .
" aneh mertua lu dit " ucap Santi menggoda Dita yang sedang sedih itu .
" eh kalian berisik aja ini perpus nanti diomelin pertugasnya tauk , penjaga perpus galak coy maklum perawan tua " ujar Arin yang terkenal paling ceplas ceplos itu mengingatkan teman-temannya yang lain .
Mendengar perkataan Arin justru membuat Sasa dan ketiga temannya tertawa geli mereka lalu pergi keluar dari perpustakaan karena sudah menjadi pusat perhatian mahasiswa lainnya dikampus. Langkah Sasa terhenti ketika melihat pesan yang masuk di ponselnya , sebuah pesan yang berisi foto suaminya yang sedang berada di gym dengan sebuah caption yang menggoda Sasa .
Arc:
" hallo ibu kami sedang olah raga bersama apakah ibu tak berminat untuk bergabung ? "
Sasa menutup ponselnya setelah merasakan pipinya merasa panas . Saat Sasa akan memalingkan wajahnya teman-temannya langsung menggodanya hingga membuat Sasa makin tersipu .
" ciee yang dapat whatsApp dari pacar pipinya langsung kaya tomat gitu " goda Arin sambil menyentuh hidung mancung Sasa .
" ampe segitunya neng haha " imbuh Dita dengan tertawa .
" ikh apa si berisik banget , ya udah aku pulang dulu ya . See u tomorrow guys " ucap Sasa berpamitan pada teman-temannya .
Sasa berjalan dengan terburu-buru karena ia masih digoda oleh temen-temennya dengan meneriakan namanya berkali-kali hingga membuat Sasa malu .
" dasar Archie nakal bisa-bisanya mengirimkan foto sedang gym padaku dikampus mana bawa Arthur pula " ucap Sasa dalam hati ketika mengingat foto yang diberikan suaminya tadi padanya .
Dibawah adalah visual foto Archie dan baby Arthur yang sedang diajak gym bersama
__ADS_1
❤️ Bersambung