
Mendengar perkataan Sasa membuat Rico terpaku , ia tak mengerti dengan arah pembicaraan istri bosnya itu . Bahkan bukan hanya Rico yang bingung tapi Archie , Gustaf dan dokter Frans pun menunjukkan ekspresi kebingungan yang sama pula .
"Apa maksudmu sayang ? " tanya Archie tiba-tiba .
"Oh enggak mas , maksud Sasa kan kalian capek ya kan abis kerja keras jadi kalian harus jaga pola makan yang baik mas " jawab Sasa mengalihkan pembicaraan .
"Ni mas juga tambah ya sushi-nya , kalian berdua juga nihh " imbuh Sasa cepat sambil memberikan sushi pada sang suami dan Gustaf serta dokter Frans yang terlihat kebingungan .
Setelah memberikan sushi pada keempat pria itu Sasa kemudian mengambil buku dan laptopnya pura-pura sibuk dengan tugas kuliahnya , sebelum datang kekantor sang suami pagi tadi setelah memasak Sasa pergi ke kampus lebih dulu karena ada perkuliahan pagi dan selesai jam 11 siang . Makanya Sasa baru kekantor sang suami saat jam makan siang berbarengan dengan pelayan yang ia minta untuk datang kekantor membawa makanan yang sudah ia masak tadi pagi .
Archie dan tiga orang kepercayaannya itu pun melanjutkan makan siang mereka tanpa bertanya lagi pada Sasa , mereka menikmati sushi buatan Sasa sambil membahas pekerjaan lainnya apalagi pasca terakusisi-nya Leon Corporation . Setumpuk pekerjaan rumah masih menunggu untuk diselesaikan oleh Archie dan team terbaiknya itu . Sesekali Sasa melirik ke arah sofa sambil mencuri dengar apa yang sedang dibicarakan , tapi akhirnya Sasa menyerah karena ia tak mengerti sama sekali dengan pembasahan yang sedang pria-pria itu bicarakan .
Dua jam kemudian meeting di sofa ruangan Archie akhirnya selesai , semua makanan di atas meja pun sudah habis tak bersisa . Saat sedang meraih ponselnya Archie melirik ke meja kerjanya dan terkaget ketika melihat sang istri sudah tertidur dimeja , ia kemudian berjalan untuk mengangkat sang istri untuk dipindahkan ke kamar yang ada disebelah ruangannya karena mereka tak mungkin pulang cepat .
"Kenapa bos harus pamer kemesraan dihadapan jomblowan seperti kita ini si " ucap Gustaf menggerutu .
"Jangan keras-keras nanti bos dengar " bisik dokter Frans pada Gustaf .
"Iya aku tau nanti kita yang dipaksa menikah lagi seperti si brengsek Rico ini pula " jawab Gustaf keceplosan .
Rico yang sedang menatap laptopnya langsung mengangkat wajahnya kearah Gustaf dengan pandangan yang tak bersahabat sehingga sontak membuat Gustaf mengangkat kedua tangannya ke udara tanda menyerah sambil tersenyum lebar sehingga menampakkan deretan gigi putihnya .
Dokter Frans pun menepuk pundak Rico mencoba menenangkan Rico sekaligus memintakan maaf atas nama Gustaf .
"Yang berlalu tak usah diingat guys ...di dunia ini masih banyak wanita " celetuk Rico cepat sambil menutup laptopnya .
"Kau sudah melupakannya ? " tanya Gustaf dan dokter Frans bersamaan .
"Aku bisa memaafkan kesalahan apapun kecuali perselingkuhan dan penghianatan " jawab Rico sambil tersenyum .
Mendengar perkataan Rico membuat Gustaf dan dokter Frans sontak terdiam , begitu pun Archie yang sebenarnya sudah keluar dari kamar sedari tadi . Ia tersenyum ketika mendengar Rico berkata seperti tadi .
"Aku akan akan memastikan kau akan mendapatkan wanita terbaik Rico " ucap Archie dalam hati.
__ADS_1
Kediaman Alexander Del Leon
Alexander yang sudah sadar dari pingsannya kembali marah-marah setelah tau perusahaan yang ia bangun selama bertahun-tahun akhirnya kini benar-benar sudah menjadi milik orang lain , ketiga putri kembarnya hanya bisa diam melihat ayahnya menggila .
"Arrgghhhh ..."
"Brengsek kau Archie Durran !!! "
"Jangan panggil aku Alexander Del Leon kalau tidak bisa membuatmu hancur "
Prank
Prank
Barang-barang yang berada dekat Alexander Del Leon hancur berserakan dilantai karena terkena tendangannya .
Melihat sang ayah mengamuk Selena dan dua adiknya hanya bisa terdiam apalagi di bungsu Gracia yang sangat takut pada sang ayah , ia yang punya pengalaman buruk melihat ayahnya membunuh orang didepan mata ketika ia pertama kali bertemu benar-benar membuat Gracia takut pada sosok Alexander Del Leon .
Sifat pemarah dan arogan dari Alexander Del Leon membuat anak-anaknya takut tanpa memberikan rasa respect hormat sebagaimana anak menghormati ayahnya , walaupun Alexander Del Leon tau ketiga anaknya hanya tak menganggapnya sebagai ayah ia tak perduli . Karena bagi Alexander Del Leon ketiga anaknya hanya sebagai alat yang ia gunakan untuk mencapai tujuannya saja , Selena yang tau kalau ayahnya hanya memanfaatkan dirinya dan kedua adik kembarnya hanya bisa diam karena ia tak mempunyai kekuatan yang besar untuk melawan Alexander Del Leon .
Sama seperti saat Selena harus menggantikan posisi Gracia yang dijual ke mafia di Italia , Selena tak tega melihat Gracia menangis merengek-rengek meminta ampunan dari sang ayah agar tak dijual ke pria hidung belang . Selena yang tak tega akhirnya maju pasang badan menggantikan sang adik , ia akhirnya dipaksa melayani 7 orang bos mafia dan hampir kehilangan keperawanannya kalau ia tak memasukkan obat tidur kedalam minuman para pria penjahat kelamin itu .
Sampai akhirnya Alexander Del Leon menganggap Selena sudah tak perawan dan memaksanya untuk melakukan operasi selaput dara untuk mengembalikan keperawanannya lagi , Alexander sengaja meminta Selena melakukan operasi itu supaya bisa membantunya untuk menjalankan rencananya untuk menghancurkan Archie Durran melalui tangan kanannya yang bernama Ricardo Hector .
Setelah hampir satu jam melihat Alexander Del Leon marah dan menghancurkan semua barang-barang di ruang tamu Selena mengajak dua adiknya untuk masuk ke kamar karena kepalanya terasa tak bersahabat , Gracia yang tau kalau Selena sedang tak sehat langsung berdiri dan mengikuti langkah sang kakak menuju kamar tapi tidak dengan Carolina yang masih setia duduk diruang tamu .
"Kita ke dokter ayo kak , wajahmu pucat sekali " ucap Gracia saat membantu Selena duduk di ranjang .
"Aku baik-baik saja Grace mungkin karena aku belum makan ya jadi seperti ini " sahut Selena mencoba menenangkan sang adik .
"Kalau begitu aku bawakan makan ya , kakak mau makan apa ? " tanya Gracia sambil menyeka keringat dingin yang keluar dari kening Selena .
"Aku mau ice cream " jawab Selena dengan mata berbinar-binar .
__ADS_1
"Katanya belum makan kok mau ice cream kakak ini bagaimana si !! " sungut Gracia kesal .
"Pingin yang manis-manis Grace lagipula bukankah mengkonsumsi minuman atau makanan manis bisa cepat membantu mengembalikan energi kita kan " ucap Selena sambil mencubit pipi adik kembarnya itu .
Gracia langsung tersenyum lebar ketika mendengar perkataan sang kakak yang masuk akal itu , ia kemudian berjalan ke arah pintu dan berniat ke dapur dan berpapasan dengan Carolina yang sedang berjalan sambil menunduk tanpa bicara . Gracia yang takut pada Carolina tak menegur saudara kembarnya itu , ia meneruskan perjalanannya menuju dapur .
Selan yang melihat Carolina berjalan sambil berupaya menutupi wajahnya dengan rambut merasa curiga , dengan mengumpulkan tenaga Selena bangun dari ranjang dan berjalan mendekati Carolina yang duduk di sofa .
"Kau kenapa Carol ? " tanya Selena lirih .
"I'm fine, go away and don't bother me !!! " jawab Carolina ketus .
Selena yang melihat gelagat aneh pada sang adik langsung menarik wajah Carolina yang ditutupi rambut itu , seketika darah Selena berdesir ketika melihat pipi kanan Carolina memerah dan tercetak telapak tangan dengan sudut pipi kanan yang mengeluarkan darah .
"Ini inii daddy melakukan ini padamu ??!!!! " teriak Selena kaget .
"Sudah lah kak ini hanya luka kecil tak usah diperdulikan " jawab Carolina sambil melepas tangan Selena secara paksa .
"Kapan kau sadar Carol , bukalah matamu daddy tak benar-benar menganggap kita anaknya !!! ayo pergi bersamaku kita mulai hidup baru tanpa ...
"Kakak pikir kalau kita keluar dari rumah ini semuanya akan berjalan lebih mudah begitu !! kita sudah tak punya siapa-siapa lagi kak selain daddy !! dimana kita akan meminta perlindungan dan bantuan kak , kita tinggal di negara orang kak " teriak Carolina histeris memotong perkataan Selena .
Gracia yang sudah kembali kekamar hanya bisa berdiri mematung mendengar pertengkaran kedua kakaknya itu , kedua matanya berkaca-kaca melihat saudara kandungnya seperti itu .
"Kita akan tinggal bersama seperti dulu saat masih di Spanyol ... kita bisa mencari pekerjaan di sini yang penting kita tak melukai atau menghilangkan nyawa orang lagi Carol " ucap Selena terisak .
"Aku tak mau hidup susah lagi kak !!! aku akan terus bersama daddy apapun yang terjadi !! " hardik Carolina sambil memukul meja yang ada dihadapannya .
Selena dan Gracia kaget melihat Carolina marah sampai seperti itu , ia pun memilih untuk pergi ke tempat tidur untuk mengambil air minum karena merasa tenggorokannya haus . Akan tetapi baru beberapa langkah tiba-tiba pandangannya menjadi gelap sampai akhirnya ia benar-benar tak merasakan apapun .
" Kakak !!! " teriak Gracia dan Carolina bersamaan ketika melihat Selena jatuh ke lantai yang dingin dan keras .
🌼 Bersambung 🌼
__ADS_1
Jangan lupa like , komentar dan kasih bintang lima ya kakak-kakak . Terima kasih 🌹