Faith

Faith
kegilaan Archie


__ADS_3

Sejak kepulangan baby Arthur dari rumah sakit suasana rumah besar Archie berubah menjadi lebih hidup ada saja suara-suara tawa yang terdengar tiap hari karena tingkah baby Arthur , bahkan kini pola tidur Archie sudah mulai mengikuti pola tidur Sasa dan baby Arthur yang baru akan tidur tiap jam 5 pagi . Sehingga urusan kantor terpaksa ia alihkan pada Rico untuk menghandle semuanya sampai Archie datang kekantor jam 2 siang .


" kenapa semenyenangkan ini punya baby " celetuk Rico yang sedang mengajak main baby Arthur di ruang makan.


" make your own baby !!! " sindir Archie cepat .


" aku sudah punya baby Arthur kenapa aku harus terburu-buru buat sendiri " ujar Rico tanpa rasa bersalah .


" whattt !!! dia milikku " pekik Archie karena terkaget mendengar ucapan Rico .


" easy bos easy ...jangan marah dulu , lagipula siapa yang ingin mengambil anakmu " ucap Rico sambil mengangkat kedua tangannya ke atas .


" tak ada siapapun yang boleh mengakui Arthur sebagai miliknya , dia milikku sejak hari pertama dia lahir kedunia " sengit Archie dengan ucapan yang meninggi .


Sasa yang sedang menikmati makan paginya pun hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Archie itu ,ia hanya mengedipkan matanya pada Rico untuk memberikan kode padanya .


" im sorry bos  " ucap Rico dengan suara lirih karena sudah membaca kode dari Sasa .


" sayang ayo ikut ibu jangan dekat-dekat ayahmu yang emosional ini , tak baik untukmu " ucap Sasa menyindir Archie sambil mengangkat baby Arthur dari baby bouncer yang dipesan khusus untuknya itu  .


Sasa membawa baby Arthur sambil melirik tajam pada Archie yang sedang menatap baby Arthur , kini Rico dan anak buah Archie lainnya yang menahan tawanya karena melihat Archie langsung terdiam ketika Sasa melancarkan lirikan mautnya itu .


Archie pun langsung meninggalkan meja makan lalu berlari kekamar baby Arthur dimana Sasa membawanya masuk sambil meminta maaf pada Sasa atas kesalahan yang baru saja ia perbuat itu , Sasa melarang Archie untuk berbicara dengan nada tinggi selama ada disekitar baby Arthur . karena usia baby Arthur masih sangat rentan, walau usia baby Arthur sudah menginjak tiga bulan sejak lahir tapi menurut perhitungan dokter baby Arthur masih terhitung satu bulan sama seperti baby yang baru dilahirkan , mereka tetap menghitung usia baby Arthur sesuai umur normal baby yang lahir secara normal .


" aku tak melarangmu sayang pada Arthur mas tapi kau harus tau anak kita lahir prematur , dia tak seperti anak lainnya !! walau usianya sudah menginjak tiga bulan tapi usianya masih terhitung beberapa minggu saja dan kau tau kan bahwa bayi yang masih berusia beberapa minggu itu pasti mempunyai pendengaran yang sensitif . Kalau sedari kecil ia sudah terbiasa mendengar kata-kata keras seperti yang kau ucapkan tadi bagaimana nanti kalau dia sudah beranjak besar kau bisa prediksi sendiri anakmu akan seperti apa !!! " ucap Sasa dingin .


" kau selalu bilang bahwa kau ingin menjadikan Arthur anak yang baik , bijaksana dan pintar tapi kalau sedari kecil dia sudah dibiasakan mendengar kata-kata seperti itu apakah semua yang kau harapkan itu bisa terjadi pada diri Arthur ? " imbuh Sasa jengkel .


" sayang mas gak bermaksud seperti itu..mas hanya.... "


" sudah mas lebih baik berangkat kekantor saja aku sedang malas berdebat " potong Sasa cepat sehingga Archie tak berhasil menyelesaikan perkataannya .


Archie memilih diam karena ia sadar akan kesalahannya , perlahan Archie mendekati baby Arthur yang sedang ada dipelukan Sasa dengan cepat Archie mencium kening baby Arthur dengan penuh kasih sayang lalu mencium pipi Sasa kemudian berjalan pelan keluar dari kamar baby Arthur dengan tertunduk lemas .


" ini demi kebaikan Arthur mas , maafkan aku " ucap Sasa lirih setelah Archie keluar .


Sasa kemudian kembali mengajak Arthur bermain sesuai yang dianjurkan oleh dokter pribadi Arthur .


Selama dikantor Archie tak benar-benar fokus bekerja karena perkataan Sasa tadi pagi terus menari-nari di otak Archie , ia merasa sangat bodoh karena melakukan kesalahan itu .


" sorry bos " ucap Rico pelan .


" kenapa ? " tanya Archie heran .


" nyonya marah karena gurauanku tadi pagi kan " jawab Rico merasa bersalah .

__ADS_1


" no Rico , seharusnya aku tau kau hanya bergurau . Aku yang masih belum bisa mengatur emosiku " ucap Archie lirih .


" entah apa yang membuatku sangat posesif pada Arthur " imbuh Archie sedih .


" karena kau sangat menyanyanginya bos dan itu wajar karena Arthur anak pertamamu " ucap Rico dengan tersenyum mencoba menghibur Archie .


Kata-kata Rico membuat Archie tersenyum , ia berjanji pada dirinya sendiri untuk tak mengulangi perbuatannya tadi di ruang makan . Archie menatap foto Sasa dan Arthur di ponselnya dengan berkaca-kaca , Arthur adalah orang kedua yang membuatnya tergila-gila setelah Sasa .


" aku akan melakukan apapun untuk membuat kalian bahagia " ucap Archie lirih dengan tersenyum .


Archie meminta Rico menemaninya pergi ke suatu tempat sebelum pulang karena hari sudah sore ia ingin membeli satu buket bunga mawar putih kesukaan Sasa sebagai permintaan maafnya . Sesampainya di rumah Archie langsung masuk mencari Sasa dan baby Arthur tapi ia tak menemukan keberadaan istri dan anaknya itu hingga ia menggila karena sudah lelah mencari keseluruh ruangan dirumahnya tapi tak berhasil menemukan Sasa dan baby Arthur .


" apa kerja kalian dirumah ini sehingga tak bisa menjaga anak dan istriku " teriak Archie penuh emosi .


" maaf tuan , tapi kami tak melihat nyonya pergi " ucap beberapa orang penjaga pintu gerbang .


" kalau istriku tak pergi kemana dia !!! kenapa tak ada dikamarnyaa... " hardik Archie dengan keras .


" cepat cari melalui CCTV diseluruh kota dan temukan mereka dalam waktu satu jam " titah Archie pada team keamananya .


Mendengar perintah Archie semua anak buahnya langsung menjalankan tugasnya masing-masing , mereka langsung sibuk didepan laptop masing-masing , Rico yang baru masuk merasa heran merasakan hawa mencekam di ruangan besar dimana Archie sedang berdiri itu .


" kenapa ?" tanya Rico pelan pada seorang pelayan .


" nyonya dan tuan muda tak ada dirumah tuan " jawab pelayan itu terbata karena takut terdengar Archie .


" kami tak melihat tuan , bahkan semua penjaga disekitar rumah juga tak melihat nyonya keluar " jawab pelayan itu ketakutan .


Rico terdiam mencerna perkataan pelayan itu ia kemudian pergi mengecek cctv diseluruh rumah Archie dan seperti yang diucapkan pelayan itu tanda-tanda Sasa keluar dari rumah juga tak terekam CCTV .


" tak mungkin kan Sasa punya ilmu menghilangkan diri " gumam Rico heran sambil menatap layar monitor itu dengan serius .


" akhhhhhhhh " teriak Archie dengan keras sambil menendang semua barang yang ada disekitarnya sehingga membuat semua orang kaget dan ketakutan .


Rico pun hanya terdiam melihat Archie menggila , ia tau kalau Archie sudah marah tak ada yang bisa meredakan amarahnya bahkan Sasa sekalipun . Semua furniture mahal diruangan itu hancur terkena tendangan maut Archie bahkan tangan Archie juga ikut terluka karena menghantam cermin besar di bawah foto pernikahnnya itu .


Tiba-tiba saat ruang tamu yang hancur itu sepi terdengar suara langkah kaki seseorang yang membuat semua orang yang ada disana bernafas lega karena melihatnya .


" sayang " teriak Archie dengan suara parau ketika melihat kedatangan Sasa bersama baby Arthur , ia langsung berlari kearah Sasa lalu memeluknya dengan erat .


" ini ada apa kok jadi kapal pecah gini " tanya Sasa heran saat melihat rumahnya nampak seperti baru terkena badai .


Archie tak menjawab pertanyaan Sasa ia sibuk menciumi baby Arthur yang sejak tadi tertawa melihat Archie , Sasa mencoba meminta jawaban dari Rico namun Rico lagi-lagi hanya memberi kode saja tanpa mengeluarkan sepatah katapun begitu pula dengan pelayan lainnya .


"coba jelasin pelan-pelan apa yang baru terjadi !!" tanya Sasa pelan sambil menyerahkan baby Arthur kepada Archie yang ingin sedari tadi ingin menggendong baby Arthur .

__ADS_1


" aku mengira kau dan Arthur hilang " jawab Archie lirih sambil mencium pipi baby Arthur


" hilang? apa sii..coba Rico jelaskan padaku " ucap Sasa kebingungan .


Setelah Rico mengakhiri ceritanya Sasa hanya bisa mengelus dadanya berkali-kali tak percaya dengan apa yang baru ia dengar , ia benar-benar tak percaya bahwa kerusakan yang terjadi diruang tamu itu adalah ulah Archie yang menyangka dirinya dan Arthur pergi .


" lalu sebenarnya kau ada dimana nyonya ? " tanya Rico penasaran karena tak ada seorangpun yang berhasil menemukan Sasa dirumah besar itu .


" aku ada dikamar mandi karena sedang memandikan Arthur " jawab Sasa tak percaya .


" kau ada dikamar mandi ? tapi aku tak melihatmu tadi sayang " celetuk Archie seolah membela diri .


" tadi sewaktu mas masuk kekamar Arthur apa juga mengecek kamar mandi ? " tanya Sasa dengan sinis .


Archie menggeleng pelan tanpa bersuara merespon pertanyaan sang istri yang terlihat sedang marah itu .


" lain kali sebelum marah coba cari dulu yang benar ya , kalau sudah begini kan semua orang yang kena getahnya !! liat ni tangan mas jadi terluka kan !! " ucap Sasa menahan amarahnya ketika sedang mengobati luka ditangan Archie .


" aku takut kalian meninggalkanku " gumam Archie lirih .


" siapa yang akan pergi si mas , aku tak akan pergi dari sisimu kita sudah menikah lebih dari satu tahun tapi kenapa kau masih belum bisa tau aku siii..... " tanya Sasa sambil menekan luka Archie karena gemas dengan kelakuan ajaib suaminya yang baru saja terjadi itu hingga membuat Archie meringis kesakitan .


" kalau tangan mas masih bisa mengeluarkan darah dan bisa merasakan sakit lebih baik tak usah sok kuat ngehantam kaca ya " ucap Sasa dengan suara meninggi .


Archie mengangguk pelan dengan wajah yang memelas sehingga membuat emosi Sasa mereda karena melihat ekspresi suaminya itu .


" lebih baik mas pasang juga CCTV dikamar dan dikamar mandi sehingga mas bisa tau kemana dan sedang apa aku didalam sana " ucap Sasa berkelakar .


" nooooo !!!! itu tidak mungkin aku lakukan sayang " pekik Archie cepat .


" ha ha ha abis mas tu lucu bukannya teliti dulu cari peruangan tapi ini langsung menghancurkan barang-barang , makanya beli rumah yang kecil aja ya tak usah sebesar ini jadi susah kan cari orang " ucap Sasa dengan tersenyum


" iya mas menyesal maaf " jawab Archie merasa bersalah ,


" ya sudah lah semua kan udah terjadi yang penting tak ada korban yang jatuh karena salah paham ini , kecuali tangan mas sendiri yang merasakan sakit " ucap Sasa menyindir .


Archie tersenyum lebar mendengar perkataan Sasa , ia kemudian mengajak Sasa masuk kekamar karena baby Arthur sudah tertidur pulas dipelukan Archie . Sasa mengikuti langkah Archie masuk kekamar melewai para pelayan yang sedang sibuk merapikan bekas amukan Archie sedang Rico duduk di sofa dengan tersenyum karena kebodohan Archie .


Langkah Sasa terhenti saat membaca pesan singkat di ponselnya sehingga membuat Archie penasaran .


" kenapa sayang " tanya Archie dengan suara pelan


Sasa terdiam cukup lama mendengar pertanyaan suaminya , dengan perlahan Sasa membuka mulutnya lalu berkata :


     " eyang kritis mas ....."

__ADS_1


 


 


__ADS_2