
Archie berjalan mengikuti dokter Prasetyo menuju ruangannya dimana ia akan menyidang dokter Bara yang berani menyalahi aturan karena ingin melakukan tindakan medis secara sepihak tanpa ada persetujuan dari pihak pasien sendiri ataupun keluarganya , hal ini sangat bertentangan dengan peraturan di dunia dokter sendiri . Oleh karena itu dokter Pras ingin menanyakan niat dan motif dari dokter Bara secara langsung , sebenarnya Archie malas akan tetapi karena Sasa juga memintanya terpaksa Archie ikut dokter Pras .
Di ruangan dokter Pras sudah banyak sekali orang duduk mereka terlihat sedang mengintrogasi dokter Bara secara bergantian .
" Ha ha ha kenapa kalau aku melakukan tindakan medis pada perempuan itu !! perempuan itu layak mendapatkannya ha ha " ucap dokter Bara dengan suara yang cukup keras sehingga Archie dan dokter Pras yang masih di luar bisa mendengar .
" Apa maksud anda dokter !! " tanya seorang dokter wanita pada dokter Bara .
" Penghianat macam dia harus mendapatkan balasan ha ha ha " jawab dokter Bara dengan cepat .
Ceklek
Pintu ruangan dokter Pras terbuka dari luar dan masuklah dokter Pras bersama Archie . Melihat dokter Pras datang membuat dokter Bara terdiam .
" Saya sudah mendengar semuanya jadi tak perlu dilakukan sidang lagi , lebih baik kalian segera telfon rumah sakit jiwa karena mereka akan mendapatkan satu pasien lagi segera " ucap dokter Pras sambil menatap tajam ke arah dokter Bara .
" Hehh kau orang tua jangan bicara sembarangan !! siapa yang akan kau kirim ke rumah sakit jiwa hahh !! " bentak dokter Bara pada dokter Pras yang merupakan ayah tirinya itu .
" Dokter sepertinya anda harus menjauh dari dokter Bara dia sangat berbahaya " bisik Archie pelan pada dokter Pras .
" Iya tuan Archie saya mengerti , sepertinya saudara anda itu mirip dengan mantan istri putraku ini makanya ia sampai bertindak sejauh itu padanya " ucap dokter Pras dengan suara lirih .
Archie mengangguk pelan , ia kemudian memberikan kode pada bodyguardnya untuk menangkap dokter Bara supaya bisa dibawa ke rumah sakit jiwa . Tak lama kemudian datanglah orang-orang dari rumah sakit jiwa mereka bersiap untuk membawa dokter Bara pergi , atas ijin dari dokter Pras akhirnya mereka langsung masuk ke dalam ruangannya dan akan membawa dokter Bara .
Karena dokter bara melawan saat akan dibawa akhirnya Archie meminta anak buahnya membantu orang-orang dari rumah sakit jiwa itu , saat dibawa paksa ke mobil dokter Bara berteriak seperti orang kesetanan sehingga membuat banyak orang yang melihat akhirnya terpaksa bodyguard Archie melumpuhkan dokter Bara agar dibawa dengan tenang ke dalam mobil .
" Maafkan saya tuan Archie Anda harus melihat ini " ucap dokter Pras penuh sesal .
" Anda tak bersalah dokter , ini adalah murni sebuah musibah yang tak bisa kita juga apalagi kita tak menyangka kalau Swari bisa mirip dengan mantan istri dokter Bara " sahut Archie sambil tersenyum .
" Iya tuan , ceritanya sangat panjang mungkin Bara terlalu sakit hati dengan mantan istrinya itu sampai ia bisa berbuat senekat itu " jawab dokter Pras sambil menghela nafas , wajah rentannya terlihat penuh tekanan .
Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki terdengar mendekati ke arah Archie , rupanya Gusti datang dengan berlari-lari sambil mencoba menelfon Swari .
" Archie !!!! " panggil Gusti tiba-tiba .
Karena namanya dipanggil Archie pun menoleh ke arah orang yang memanggilnya itu .
" Gusti !!! " teriak Archie dengan keras ketika melihat Gusti berdiri dihadapannya .
Archie segera berjalan mendekati Gusti begitupun Gusti , jadilah saudara ipar itu berpelukan di koridor rumah sakit di hadapan banyak orang yang melihatnya .
__ADS_1
" long time no see !!! how are you ? " tanya Archie pada Gusti .
" Iyaa sudah hampir delapan bulan kita tak bertemu , kabarku baik dan tidak dengan istriku Arc " jawab Gusti pelan .
" Tell me what happen " tanya Archie sambil mengajak Gusti duduk . Mereka pun duduk di sebuah taman yang cukup rindang dan nyaman untuk bercengkrama .
Gusti menarik napas panjang dan mengembuskan secara perlahan .
" Kalian pasti sudah dengar dengan berita kehamilan Swari bukan sebelumnya " ucap Gusti pelan membuka cerita .
" Yes i know , bahkan waktu mengetahui itu Sasa sangat bahagia ia tak sabar memperkenalkan Arthur dengan saudara sepupunya " sahut Archie bersemangat .
" Kami pun sudah bahagia waktu itu Arc , tapi rupanya Tuhan belum mau mempercayakan kami keturunan . Swari di vonis mengalami mola hydatidosa Arc " ucap Gusti dengan terbata-bata .
" Mola hydatidosa itu apa ? " tanya Archie bingung , ia tak mengerti dengan istilah medis .
" Hamil anggur Arc , plasenta atau ari-ari yang terbentuk pada penderita hamil anggur tidak normal dan terbentuk seperti sekumpulan anggur. Sering kali janin sama sekali tidak terbentuk, hanya jaringan plasenta yang abnormal. " jawab Gusti sedih .
" Kenapa bisa seperti itu ? " tanya Archie bingung .
" Hamil anggur sulit terdeteksi pada awal kehamilan, karena pada awalnya mirip dengan kehamilan normal. Hamil anggur akan terdeteksi oleh dokter kandungan saat pemeriksaan rutin kehamilan dan hamil anggur pada Swari berhasil terdeteksi pada umur kehamilan tiga bulan Archie " jawab Gusti dengan mata berkaca-kaca .
Archie memeluk Gusti dengan erat untuk memberikan dukungan secara moral , Archie yang baru kehilangan anak kedua saja merasa sesedih itu apalagi Gusti yang belum punya anak satupun.
" Kuat ya , kau harus kuat demi Swari " ucap Archie pelan sambil melepaskan pelukannya dari Gusti .
" Itu yang sedang aku lakukan Arc , aku yakin dia lebih sedih dan hancur dariku " jawab Gusti sambil menyeka air matanya dengan tangannya .
" Aku yakin istrimu pasti kuat melewati semua ini dan yakinlah Tuhan akan segera memberi kalian momongan " bisik Archie memberikan dukungan pada Gusti .
" Aamiin terima kasih Arc , ayo kita temui Swari dan Sasa " ucap Gusti sambil mengajak Archie pergi .
Archie mengangguk pelan lalu bangun dari duduknya dan berjalan beriringan bersama Gusti menuju ruang perawatan Swari , saat sedang berjalan di koridor tiba-tiba terdengar suara teriakan dari baby Arthur yang digendong oleh supir pribadinya datang .
" Aduhhh maaf ya sayang ayah lupa tadi tak mengajakmu " ucap Archie sambil menggendong baby Arthur .
" Tuan muda kecil baru saja bangun tuan makanya saya mencari anda " jawab supir pribadi Archie sambil tersenyum.
" Its ok , terima kasih sudah mengantar Arthur padaku kau boleh kembali ke mobil " sahut Archie ramah .
" Baik tuan , permisi " pamit sang supir pada Archie dan Gusti .
__ADS_1
" Hei anak ganteng apa kabar sayangku " ucap Gusti pelan menyapa baby Arthur .
" Hallo uncle " jawab Archie menirukan suara anak kecil sambil melambaikan tangan kecil baby Arthur ke arah Gusti .
Gusti yang rindu pada ponakan tampannya itu langsung mendekati Archie untuk menggendong baby Arthur , Archie dengan cepat memberikan baby Arthur pada Gusti . Gusti langsung menggendong baby Arthur dengan erat dan berkali-kali mencium wajah baby Arthur sehingga membuat baby Arthur tertawa kegirangan .
Archie tersenyum melihat pemandangan dihadapannya , ia membiarkan Gusti melampiaskan kerinduannya pada baby Arthur. Mereka bertiga pun kembali melanjutkan perjalanannya menuju ke ruang perawatan Swari .
" sayang " ucap Archie pelan menyapa Sasa yang sedang duduk di sebelahnya ranjang Swari .
" mas , kangmassssss " teriak Sasa riang ketika melihat ada Gusti disebelah Archie .
" Hallo nduk " sapa Gusti sambil tersenyum .
Sasa langsung berlari ke arah Gusti dan memeluk kakak sepupunya itu dengan erat karena sudah hampir delapan bulan tak bertemu , melihat Sasa memeluk suaminya membuat Swari tersenyum haru ia kemudian mengulurkan tangannya pada Archie untuk meminta baby Arthur .
Archie pun mendekati Swari dan menyerahkan anaknya pada Swari dengan perlahan , Swari langsung memeluk baby Arthur dengan erat dan mencium semua wajah baby Arthur dengan mata berkaca-kaca sehingga membuat Archie terharu .
" Seandainya anakku ada mungkin ia akan bertemu denganmu sebentar lagi Arthur sayang , onty sayang Arthur .... Arthur sayangkuu ....huuuuu huuu " tangis Swari pun pecah sambil memeluk baby Arthur .
Melihat Swari menangis sesedih itu membuat Sasa bingung , perlahan Archie menarik tangan Sasa agar meninggalkan Gusti bersama Swari berdua .
" Ada apa mas ? " tanya Sasa pelan .
" Ikut mas keluar sebentar " jawab Archie sambil tersenyum .
" Kangmas , Sasa keluar bentar ya nitip Arthur " ucap Sasa pelan pada Gusti
" Iya nduk " jawab Gusti pelan sambil berjalan menuju ranjang Swari .
Archie dan Sasa berjalan menuju pintu keluar bersamaan , Sasa melirik pelan ke arah ranjang ia melihat bagaimana Gusti justru ikut menangis bersama Swari yang sedang memeluk baby Arthur .
" Apa maksudmu mas ??? " pekik Sasa tak percaya ketika mendengar perkataan Archie .
" Swari mengalami hamil anggur sampai akhirnya kandungannya harus di gugurkan beberapa bulan lalu sayang " jawab Archie pelan.
" Ya Tuhan kakak.... hiks hiks " air mata Sasa mengalir pelan membasahi wajah cantiknya .
🌼 Bersambung 🌼
Jangan lupa like , komentar dan bantu vote ya kakak-kakak 🌹 .Terima kasih .
__ADS_1