Faith

Faith
kemarahan Archie


__ADS_3

Gusti dan Sasa kembali ke dalam kelas karena masih ada dua jam kelas lagi yang harus mereka selesaikan .


" ini Sa " ucap Gusti tiba-tiba sambil menyerahkan jus sirsak kesukaan Sasa .


" makasih kangmas " pekik Sasa girang


Sasa segera meminum jus pemberian sang kakak sebelum dosen masuk sementara Gusti tersenyum melihat adiknya menikmati jus sirsak .


" Gusti kalau orang tak tau kalian akan dianggap sebagai sepasang kekasih !! " teriak Clarissa dari bangku belakang .


" ya kalian terlalu mesra !!! " imbuh Shireen.


" atau jangan-jangan bayi yang diperut Sasa anakmu Gusti " ucap Clarissa sinis yang sontak membuat anak-anak dikelas tertawa .


plakkkk


suara pipi Clarissa yang terkena tamparan Gusti .


Clarissa terkejut tak menyangka akan ditampar oleh Gusti .


" aku tak akan membiarkan siapapun menghina keluargaku walaupun kau seorang wanita Clarissa !!! " bentak Gusti dengan pandangan mata ingin membunuh .


Sontak semua teman-teman dikelas kaget melihat Gusti menampar seorang wanita bahkan Rizki yang sejak tadi hanya memainkan ponselnya pun ikut terkejut .


" aku ingatkan pada kalian semua , aku Gusti Permana Sastrohadi Kusumo tak akan pernah membiarkan siapapun mengatakan hal buruk yang belum pasti kebenarannya . aku akan menggunakan jalur hukum untuk menuntut siapapun yang berani memfitnah adikku Raden Roro Farasya Zalia Sastrohadi Kusumo !!! " teriak Gusti lantang , ia sengaja menyebutkan gelar dirinya dan Sasa yang sudah diberikan oleh eyangnya .


" kami dibesarkan dalam adab yang baik, darah yang mengalir ditubuh kami adalah keturunan bangsawan solo , siapapun yang berani menghina keluarga kami saya pastikan orang itu akan membusuk dipenjara !!! ingat itu baik-baik " imbuh Gusti dingin .


Seketika ruang kelas menjadi sepi setelah Gusti menyebutkan nama keluarganya , semua temannya dikelas langsung menggunakan ponselnya untuk mencari tau keluarga Sastrohadi Kusumo dan mereka kaget saat melihat nama Gusti terpajang sebagai ahli waris bangsawan solo yang diakui pemerintah .


" ayo sa kita pulang , aku akan meminta Romo mengurus kampus ini " ucap Gusti mengajak Sasa pulang .


" nak Gusti tunggu dulu " teriak proff Anton sang wakil rektor yang tak sengaja mendengar ucapan Gusti .


" saya tidak bisa bersabar melihat adik perempuan saya satu-satunya dihina dikampus ini , seandainya saya kemarin ijin lebih lama mungkin adik saya akan tetap jadi bulan-bulanan mahasiswa disini ya kan proff ? kalian sebagai petinggi kampus seharusnya bisa menangani masalah seperti ini tapi kalian diamkan sampai berlarut-larut saya akan menempuh jalur hukum karena ini sudah menyangkut nama baik keluarga kami " ucap Gusti dengan nada dingin .


Semua orang diruangan langsung terdiam mendengar ucapan Gusti mereka bisa merasakan Gusti sedang serius dengan ucapannya .


Gusti merapikan buku-buku Sasa lalu menuntun Sasa keluar dari ruang kelas ia tak menghiraukan panggilan dari wakil rektor yang terlihat ketakutan , ia terus melangkah menuju mobilnya .


" apa benar yang diucapkan proff Anton ?? " hardik proff Bambang sang ketua rektor pada anak-anak didalam ruang kelas Sasa .


" kalian tau nak Gusti adalah keturunan ke 11 bangsawan solo yang sangat dihormati disana !! " imbuh proff Anton .


" kalian semua akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi hari ini , proff Yohan berikan data anak-anak ini siang ini juga " ucap proff Bambang kemudian keluar dari ruang kelas bersama proff Anton yang sejak tadi berusaha menghubungi Gusti dan Sasa tapi tak tersambung .


" ka kami tak tau kalau Gusti dan Sasa keturunan bangsawan proff "

__ADS_1


" siapa yang tau mereka darah biru "


" tapi Gusti tak seharusnya menampar clarie proff "


teriakan teriakan mahasiswa memenuhi ruangan kelas memprotes keputusan proff Bambang .


" pihak kampus akan mencari tau siapa orang dibalik akun yang pertama kali memposting foto farasya yang mengatakan dia ayam kampus dan untuk kalian seperti yang sudah di ucapkan oleh proff Bambang kalian harus bertanggung jawab , seharusnya sebagai mahasiswa yang terdidik kalian bisa menjaga ucapan dan attitude kalian entah kepada siapapun ." ucap proff Yohan dingin.


" apalagi kali ini korban kalian bukan orang sembarang " imbuh proff Yohan kemudian meninggalkan kelas .


suasana kelas menjadi panik setelah proff Yohan keluar mereka saling menyalahkan satu sama lain seperti yang sudah-sudah , Rizki yang sejak tadi terdiam di kursinya mendadak berdiri dan menarik Clarissa kedepan kelas .


" puas kan ???!!! kali ini kau salah sasaran Clarie , kau ingin menghancurkan Sasa tapi kau yang hancur !! " ucap Rizki dengan sinis ia merasa


" aku kecewa padamu Clarie " sarkas Rizki kemudian pergi keluar .


Clarissa menahan amarahnya dengan cepat ia kejar Ricki keluar , suasana kampus mendadak menjadi panas ketika berita mengenai Gusti dan Sasa menyebar . orang-orang yang pernah membully Sasa ketakutan .


" kangmas apa ga terlalu berlebihan tadi ? " ucap Sasa lirih .


" aku tak punya pilihan lain karena suamimu yang kurang ajar itu tak memberikan kebebasan padamu untuk mengatakan kebenaran nya jadi itu adalah pilihan yang aku ambil " jawab Gusti datar , ia harus melakukan sesuatu untuk membersihkan nama adiknya walaupun sebelumnya Gusti meminta pihak kampus untuk merahasiakan asal usulnya .


Sasa terdiam mendengar ucapan kakaknya tangannya meraba-raba perutnya .


" aku melakukannya demi keponakanku diperutmu " imbuh Gusti dengan tersenyum .


Mobil Gusti meluncur menuju kediaman Archie karena Sasa menolak ajakan Gusti untuk makan siang bersama diluar akhirnya iapun mengantarkan Sasa pulang .


" kangmas ga mau masuk ? " tanya Sasa kesal


" kasian istriku Sa , kita akan pindah ke sebuah rumah jadi aku akan membantunya packing barang-barang di apartemen " jawab Gusti ramah .


" ya udah gpp salam ya buat yunda " pesan Sasa pada Gusti yang bersiap pergi .


" pasti , ya udah kangmas pulang ...bye " ucap Gusti dari dalam mobil .


Sasa berdiri memandang mobil kakaknya menghilang ia pun melangkah kan kaki kedalam rumah , saat masuk kedalam rumah mendadak ingatan Sasa kembali membawa nya ketika pagi tadi ia membaca pesan dari Cassandra rasa sakit itu menyerang batinnya lagi .


" bik Sasa mau tidur sebentar , nanti sore bangunkan ya " ucap Sasa pada para pelayannya .


" siap nyonya " jawab pelayannya bersamaan .


Perlahan Sasa masuk kedalam kamarnya dan membuka brankas milik sang suami , terlihat beberapa emas batangan dan beberapa tumpuk uang dollar beserta perhiasan berlian miliknya . Tangan Sasa menjangkau dua buku bergambar Garuda miliknya , air matanya menetes lagi begitu tangannya menatap kedua buku itu .


" waktu menikah denganmu aku rela tak ada keluarga ku yang menyaksikan , aku rela melepas masa mudaku bersamamu , aku rela mengubur cita-cita ku demi menjadi istrimu lalu kenapa kau ingin menceraikanku setelah Cassandra datang ... apa aku hanya sebagai pemeran pengganti bagimu mas " ucap Sasa lirih .


" atau dari awal memang kau hanya mencintai Cassandra mas ... "

__ADS_1


Tangis Sasa terhenti saat menyadari ada langkah kaki menuju kekamarnya , ia mencuci mukanya dengan cepat .


Saat sasa keluar dari kamar mandi terlihat Archie sedang duduk diranjang sambil memegang dua buku Garuda dengan tatapan tak senang .


" apa maksudmu mengeluarkan kedua buku ini ? kau ingin meninggalkanku ?? " tanya Archie dingin


" aku hanya melihatnya saja " jawab Sasa tanpa ekspresi , hati Sasa masih sakit menerima perlakuan Archie tadi malam .


" oh ya !! aku kira kau akan mencari pria lain " sarkas Archie dengan nada menghina


" apa maksudmu mas ? " tanya Sasa tak senang .


" liat inii " ucap Archie kesal , dia melempar kan beberapa foto kearah wajah Sasa .


Sasa sampai harus memalingkan wajahnya untuk menghindari foto-foto yang dilempar Archie , dengan perlahan ia mengambil foto-foto itu dan melihatnya dengan senyum tipis mengembang diwajahnya .


" kau masih bisa tersenyum setelah aku tau kau berselingkuh hahh ??? " hardik Archie dengan emosi .


" kau bilang ini selingkuh ? dia temanku mas " teriak Sasa tak mau kalah .


" teman kau bilang !!! teman sampai berpelukan ditempat umum ya " sindir Archie kesal karena merasa istrinya tak mau mengakui kesalahannya .


" mas aku capek aku mau istirahat aku ga mau berdebat dengan mu lagi " ucap Sasa mengalah , ia ingin menyudahi pertengkaran dengan sang suami .


Emosi Archie semakin memuncak saat melihat Sasa berpaling darinya tanpa mau menjelaskan siapa pria dalam foto yang ia pegang .


" awww mas sakit " pekik Sasa kaget saat merasakan tangan Archie mencengkram lengannya .


" kenapa kau tak bicara , kau tak bisa menyangkal kan ? apa aku kurang memuaskanmu diranjang ha ??? apa aku kurang kaya sehingga kau mencari lelaki lain dibelakang ku !! " teriak Archie dengan emosi meledak-ledak


" yaaa semuanya benar kau mau apa mas ...


plakkkk


Archie melayangkan tangannya ke pipi Sasa sehingga membuat Sasa tak mampu menyelesaikan ucapannya .


" perempuan jalang " ucap Archie dingin , ia lalu pergi dengan membuka pintu kamar secara kasar .


" sakit mas hiks "


Sasa menangis mendapat tamparan Archie kedua kalinya dalam satu hari , mendadak pandangan Sasa menghitam dan iya tak mampu menahan keseimbangan tubuhnya .


para pelayan yang merasakan pertengkaran majikannya segera menghindar dan berkumpul di dapur mereka melihat kepergian tuannya dengan emosi .


tak begitu lama mereka mendengar teriakan bik Rani dari kamar tuannya dilantai dua


" nyonyaaaaaaaaaaa.... toloongg "

__ADS_1


__ADS_2