Faith

Faith
bahagia tanpa masa lalu


__ADS_3

Hari kepulangan baby Arthur akhirnya datang , rumah sakit tempat dimana Sasa dan baby Arthur dirawat mendadak langsung sibuk karena bodyguard Archie sedang melakukan pensterilan area rumah sakit dari orang yang tak berkepentingan . Sejak peristiwa Sasa diculik sebelum melahirkan akhirnya membuat Archie memerintahkan anak buahnya untuk lebih ketat lagi menjaga Sasa dan baby Arthur .


" harus sebanyak itu orang dibawah mas ? " tanya Sasa sedikit kesal ketika melihat ada dua puluh mobil yang berbaris di belakang mobil Limosin yang akan membawa Sasa dan baby Arthur pulang .


" aku tak mau mengambil resiko " jawab Archie merasa tak merasa bersalah .


" serius mas !!! " sengit Sasa jengkel karena merasa perkataannya tak dianggap oleh Archie .


" iya , perbuatan Alexander menyadarkanku kalau team pengamanan yang aku miliki belum terlalu baik " ucap Archie sambil memainkan pipi baby Arthur di ranjang .


" ya sudah lah " celetuk Sasa mengalah karena protesnya tak akan mungkin berhasil .


Archie adalah orang yang paling senang dihari kepulangan baby Arthur , ia bahkan meminta pada Sasa kalau baby Arthur akan dia gendong sendiri ketika keluar dari rumah sakit . Sasa hanya mengiyakan permintaan Archie karena Sasa tau sikap posesif suaminya tak ada yang bisa melawan .


Beberapa dokter secara khusus memberikan ucapan selamat pada Archie dan Sasa atas kepulangan baby Arthur , Sasa mengucapkan terima kasih atas perhatian para dokter itu akan tetapi tidak dengan Archie ia hanya berjalan pelan sambil bergurau dengan anaknya tanpa menghiraukan ucapan para dokter itu sehingga membuat Sasa merasa tak enak pada dokter itu .


" hei anak ganteng anak siapa si ini " Archie menirukan suara anak kecil sambil bercanda dengan baby Arthur di mobil .


" anak ayah Archie ganteng ya " jawab Archie sendiri lalu tertawa bersamaan dengan tawa baby Arthur .


Sasa hanya tersenyum geli melihat kekonyolan Archie , baby Arthur nampak sangat mirip dengan Archie dilihat darimanapun apalagi baby Arthur juga mewarisi mata biru langit milik Archie . Jadilah Archie sangat terobsesi dengan anaknya itu .


" selamat datang tuan , nyonya dan tuan muda " ucap semua pelayan dirumah Archie saat mereka turun dari mobil mewah itu .


" terima kasih " jawab Archie dengan senyum hangatnya , ia tak melepas pelukannya pada baby Arthur sejak keluar dari rumah sakit tadi .


Sementara Sasa mengekor dibelakang memperhatikan Archie untuk berjaga-jaga . Sesampainya dikamar baby Arthur menangis karena lapar terpaksa Archie menyerahkan anaknya pada Sasa untuk diberi ASI walau sebenarnya ia masih ingin bermain dengan anaknya .


" lahap sekali nak " ucap Archie dengan tersenyum melihat Arthur menyusu .


" tentu saja hampir satu jam ia ada dipelukanmu mas " jawab Sasa dengan tersenyum .


" cepat besar ya sayang " bisik Archie pelan sambil mencium pipi gembul baby Arthur .


Sasa tersenyum melihat Archie mencium Arthur sementara itu Arthur nampak tak suka diganggu ayahnya saat makan , ia berulang kali memukul wajah Archie dengan pelan yang membuat Archie makin bersemangat menggangu anaknya itu .


" mas , Sasa boleh tanya sesuatu ?" tanya Sasa pelan .


" tentu saja , ada apa sayang ? " jawab Archie dengan tersenyum .

__ADS_1


" apa kau menyesal menikahiku ? " ucap Sasa pelan .


Archie mengangkat wajahnya dari pipi Arthur kemudian menatap Sasa dengan tajam , tatapannya berubah dingin mendengar ucapan Sasa .


" apa maksudmu sayang ? " tanya Archie dengan nada meninggi .


" ini tentang Alexander " jawab Sasa lirih .


" kenapa dengan dia ? " selidik Archie penasaran .


" sewaktu ia menyekapku dia menceritakan bahwa dulu mas begitu mencintai Cassandra , dan seandainya Cassandra tak menghianati mas mungkin dia lah yang akan jadi istrimu saat ini " ucap Sasa pelan .


" bukankah kemarin kau sendiri yang bilang bahwa jodoh kita sudah ditakdirkan sejak dalam kandungan lalu kenapa sekarang kau berkata omong kosong seperti ini " sengit Archie tak suka .


" iya Sasa tau , tapi maksud Sasa itu apa mas menyesal meninggalkan Cassandra yang lebih segala-galanya dariku itu " ucap Sasa sedih , ia masih mengingat perkataan Alexander yang menceritakan masa lalu Archie bersama Cassandra .


" berikan Arthur padaku " pinta Archie pada Sasa sambil mengambil baby Arthur yang sudah terlelap itu dari pelukan Sasa lalu ia letakkan perlahan baby mungil itu di tempat tidur nya disebelah ranjang utama .


" kau tak percaya padaku aku mencintaimu " tanya Archie serius yang sudah duduk didepan Sasa .


" no , bukan itu aku hanya merasa kata-kata Alexander begitu menggangu ku kemarin mas " jawab Sasa lirih.


" dia menceritakan bagaimana kesetiaan Cassandra sewaktu mas seorang diri dijalan , lalu pada saat mas mulai merintis bisnis mas dan waktu... "


cup


Archie melumat bibir Sasa dengan cepat sehingga Sasa tak bisa menyelesaikan kalimatnya . Sasa mendorong Archie pelan menjauh darinya .


" aku merasa tak pantas ada disampingmu disaat kau sudah ada dipuncak seperti ini sementara perempuan yang menemani mu mendaki tak mendapatkan hak-nya " ucap Sasa sedih .


" kenapa kau dengar kan ucapan Alexander sayang hemm , sejak kapan istriku mudah dipengaruhi orang ? " tanya Archie pelan .


" Sasa tak mau bahagia diatas penderitaan orang mas " isak Sasa lirih .


" heiii jangan menangis sayang " ucap Archie panik ketika melihat Sasa menangis dengan telaten Archie menghapus air mata Sasa .


" dia meninggalkan aku demi laki-laki yang lebih kaya dariku waktu itu dengan membawa setengah uang yang aku miliki waktu itu sehingga membuat ku nyaris bangkrut . Lalu kenapa aku harus menerima wanita sejahat itu disaat aku sudah mendapatkan bidadari surga didekapankanku " imbuh Archie dengan suara lembut .


" benarkah ? jadi ucapan Alexander perihal aku merebutmu dari Cassandra tak benar kan ? " tanya Sasa sembari menghapus air matanya pelan .

__ADS_1


" bajingan seperti dia kau dengarkan sayang , orang tak tau malu seperti dia pintar memutar balikkan fakta " ucap Archie dengan tersenyum .


" coba kau bayangkan , bagaimana mungkin pria itu bisa meminta setengah dari uangku hanya karena kita lahir dari ibu yang sama sementara apa yang aku dapatkan sekarang ini adalah jerih payahku bersama orang-orang kepercayaanku selama hampir 13 th " imbuh Archie sambil membelai rambut Sasa .


" Sasa ga mau jadi perusak hubungan orang mas karena Sasa pernah merasakan rasanya sakit hati dihianati " ucap Sasa mengingat masa lalunya .


Archie memeluk Sasa dengan erat ia tau istrinya tengah dalam kondisi yang tak baik apalagi diusianya yang masih muda sudah menjadi ibu tentu bukan hal yang mudah untuk ia lalui , dokter Frans sudah berpesan pada Archie untuk ada disamping Sasa setiap saat karena ini membantu Sasa secara moral .


" kau rindu pada ibu kinan kan ? " tanya Archie dengan lirih .


Sasa hanya terdiam tak menjawab pertanyaan Archie ia memeluk Archie lebih kencang dengan mengunci rapat mulutnya .


" maaf mas belum bisa membahagiakan mu sayang , tapi percayalah disana ayah dan ibu pasti bahagia melihat cucunya yang tampan itu " ucap Archie menenangkan Sasa.


" Sasa takut kehilangan mas Archie " cicit Sasa dengan menunduk .


" siapa juga yang mau meninggalkanmu !! dasar bodoh " ujar Archie dengan gemas .


" tapi mas seharusnya bersyukur karena kau dulu pernah dihianati oleh orang-orang itu sayang , karena itulah mas bisa mendapatkan mu " ucap Archie sambil mencubit hidung Sasa dengan keras hingga membuat Sasa menjerit kesakitan .


" sakittt " pekik Sasa sambil menyentuh hidungnya yang memerah itu .


" mulai sekarang jangan bahas Alexander atau Cassandra atau siapapun dari masa lalu kita sayang , kita hanya perlu menjalani hidup bahagia dengan Arthur sampai kita menua nanti " ucap Archie dengan menyentuh kedua pipi Sasa .


" huum " jawab Sasa pelan .


" kalau kau masih kurang yakin padaku aku bisa menyakinkan lagi padamu " bisik Archie dengan senyuman penuh arti .


Sasa menggeleng pelan tak mengerti arah pembicaraan Archie dan membuat sasa terlihat menggemaskan dimata Archie . Dengan cepat Archie menarik Sasa ke ranjang lalu menindih Sasa dengan cepat .


" apa perlu kita membuat hasil cinta kita lagi ? " bisik Archie dengan nafas yang tak beraturan .


" mass , tahan dua minggu lagii " jerit Sasa sambil berupaya melepaskan diri dari kungkungan Archie.


" makanya jangan ragukan cintaku padamu " ucap Archie dengan senyum licik mengembang .


Rasa gelisah dihati Sasa menghilang begitu mendengar perkataan Archie , ia kemudian berinisiatif untuk mencium Archie tapi tangisan baby Arthur membuatnya tak melanjutkan aktivitas nya .


" pintar sekali anak ini menggangu ayahnya saja .... " ucap Archie kesal karena waktu bermesraannya dengan Sasa batal

__ADS_1


__ADS_2