
Vote dulu sebelum baca , Terima kasih .
Mendengar perkataan Sasa membuat Archie terdiam beberapa saat , kedua matanya kemudian kembali fokus melihat ke foto USG yang diberikan oleh Sasa . Sepasang mata birunya mengecil dan menatap gambar di kertas foto yang menampilkan dua buah kantung janin yang masih sangat kecil , air mata haru langsung menetes dari kedua mata indah Archie .
"Aku akan punya dua anak sekaligus sayang. ?" Tanya Archie terbata-bata .
"Iya mas tapi Sasa belum tau apa jenis kelaminya karena ...
Bug
Archie langsung berjalan cepat dan mendekat ke arah Sasa dan memeluk istrinya itu dengan erat sehingga membuat Sasa tak mampu menyelesaikan perkataannya , Archie membisikkan kata terima kasih pada Sasa berulang-ulang karena sudah memberikan kebahagiaan kembali kepadanya sehingga membuat Sasa tersenyum tipis dalam pelukan sang suami sambil memejamkan kedua matanya menikmati hangatnya pelukan Archie . Hal yang sama pun dilakukan ketiga anak buah Archie , mereka juga langsung memeluk istrinya masing-masing karena sangat bahagia . Tak lama kemudian mereka pun kembali menikmati acara makan malam yang penuh cinta di restoran sambil menikmati alunan lagu romantis yang dinyanyikan oleh band yang disediakan pihak restoran , saat sedang menikmati makan malamnya tiba-tiba Sasa meletakkan pisau dan garpunya di piringnya padahal makanannya masih banyak dan belum tersentuh sehingga membuat Archie merasa khawatir .
"Apa makannya tidak sesuai seleramu sayang .?" Tanya Archie pelan sambil membelai wajah Sasa dengan perlahan .
"Tadi yang ajak mas kesini siapa .?" Tanya balik Sasa dengan tatapan serius .
"Rico , dia bilang kalau kami harus datang untuk makan malam disini bersama kalian tanpa mengatakan apa-apa lagi . Aku bahkan yakin kalau Rico tak tau kalau kalian membuat pesta kejutan seperti ini ." Jawab Archie sambil melirik ke arah Rico yang juga sedang menatapnya .
"Iya bos , aku juga tak tahu kalau Selena ternyata menyiapkan kejutan ini untukku juga ." Ucap Rico menimpali perkataan Archie sambil menyentuh perut Selena dengan perlahan yang langsung membuat Selena tersenyum .
Sasa terdiam mendengar perktaan Archie , ia berusaha menahan emosinya agar tak meledak karena tak mau membuat keributan di restoran . Sasa berusaha menjaga nama baik suaminya di depan umum walau sebenarnya harinya sangat kacau . Melihat perubahan air muka sang istri membuat Archie terdiam , ia merasa kalau istrinya sedang menyembunyikan sesuatu darinya . Dengan perlahan Archie menyentuh tangan Sasa yang ada di samping piring , ia lalu mencium tangan Sasa dengan penuh cinta mencoba untuk mengambil hati sang istri kembali .
"Apa yang kau pikirkan sayang ? mas tau ada sesuatu yang mengganjal hatimu , katakan saja mas siap mendengarnya ." Ucap Archie pelan sambil menggenggam tangan Sasa dengan erat .
"Sesibuk apa pekerjaan mas hari ini dikantor ." Tanya Sasa dengan lirih sambil menatap tajam ke Archie .
"Mas hari ini ada beberapa meeting penting bersama team pemasaran dan team development strategi selebihnya mas meeting bersama Rico dan Gustaf diruangan tak pergi keluar ,hanya kegiatan sehari-hari saja seperti biasa memangnya kenapa sayang ." Tanya balik Archie penasaran karena tak biasanya Sasa bertanya sedetail itu padanya .
"Benarkah ? tapi kenapa mas tak membalas pesanku kalau tak terlalu sibuk ." Jawab Sasa sambil menunduk .
"Pesan apa ? bukankah mas sudah membalasnya tadi pagi ketika samapi dikantor sayang ." Sahut Archie membela diri .
"Bukan itu tapi pesan terakhir yang Sasa kirim ke mas ." Ucap Sasa setengah terisak .
Deg
Deg
Detak jantung Archie bertambah cepat saat mendengar dan melihat ekspresi yang Sasa berikan , karena biasanya Sasa tak pernah bersikap seperti ini kepadanya . Dengan cepat Archie mengeluarkan ponselnya dan langsung membuka aplikasi WhatApss dihadapan Sasa .
__ADS_1
"Lihatlah ini , ini adalah pesan terakhir yang mas kirim kepadamu sayang ." Ucap Archie pelan sambil menunjukan chat yang ia terima dari Sasa jam sembilan pagi ketika Archie mengabari kalau sudah sampai dikantor pada Sasa .
"Sebentar Sasa liat sini ." Jawab Sasa pelan sambil meraih ponsel pintar sang suami yang dibuat khusus oleh produsen ponsel pintar berlogo apel tergigit khusus untuk Archie sebagai apresiasi pengusaha muda yang masuk majalan Forbes enam kali berturut-turut selama enam bulan terakhir .
Sasa menatap layar ponsel sang suami dengan sangat serius , alis matanya terangkat saat menyadari kalau suaminya tak menerima pesan terakhir yang ia kirim jam tiga sore tadi sewaktu sedang di tempat spa yang meminta Archie untuk datang ke restoran .
"Kenapa sayang.?" Tanya Archie pelan .
"Ada yang aneh mas ." Jawab Sasa perlahan .
"Maksudnya.??" Tanya Archie kembali .
"Coba liat ponsel Sasa deh ." Alih-alih menjawab pertanyaan sang suami Sasa justru meminta suaminya untuk melihat ponsel pintarnya .
Archie pun langsung meraih ponsel Sasa yang berwarna pink dengan cepat , ia lalu masuk ke dalam aplikasi WhatApps dan sempat terkejut ketika melihat ada pesan dua garis biru yang menandakan sudah terkirim dan terbaca di ponsel Sasa yang mengirikan pesan ke ponselnya . Karena penasaran Archie kemudian merestat ponselnya berharap jika sidah di restat pesan yang ada di ponsel Sasa akan masuk ke ponselnya , namun rupanya harapannya sia-sia karena sama seperti sebelumnya ia tak mendapatkan pesan itu . Seketika wajahnya pun berubah serius menatap ke ponselnya yang sedang ia pegang ditangan kananya .
"Apa yang terjadi bos .?" Tanya Rico tiba-tiba , rupanya Rico menyadari ada yang tak beres tengah terjadi .
"Rico apa kau tadi mendengar ponselku berbunyi sekitar jam tiga sore.?" Tanya balik Archie pada Rico yang sudah berdiri disebelahnya bersama Gustaf dan dokter Frans .
"No , aku tak mendengarnya . Apa kau mendengarnya Gustaf .?" Tanya Rico pada Gustaf menjawab pertanyaan Archie .
"Aku juga tak mendengarnya , bukankah dari jam dua siang kita sedang serius-seriusnya membahas kelanjutan investor Mexico itu ya." Jawab Gustaf mencoba mengingat apa yang mereka lakukan dikantor .
Archie terdiam dan tak menyelesaikan perkataannya karena tiba-tiba teringat sesuatu yang menggelitik , walau sebenaranya kemungkinannya kecil . Akan tetapi Archie punya kecurigaan mengarah kesana , ia pun menatap Gustaf memberikan kode pada ahli IT terbaiknya itu . Gustaf yang sudah paham dengan bahasa mata Archie pun langsung keluar dari restoran sehingga membuat semua orang kaget terutama Gracia sang istri .
"Tenanglah Grace , suamimu hanya mengambil laptop saja di mobil ." Ucap Archie pelan sambil tersenyum mencoba menenangkan Gracia .
"Oh begitu , aku kira dia mau kemana " Sahut Gracia malu .
"Ada apa bos .?" Tanya Rico penasaran .
"Entahlah Rico aku hanya ingin memastikan sesuatu saja ." Jawab Archie sambil tersenyum datar .
Tak lama kemudian Gustaf pun sudah masuk kembali ke dalam restoran dengan membawa dua laptop di tangannya , dengan cepat Gustaf duduk di meja kosong dan menyalakan dua laptop itu bersamaan dihadapan semua orang . Archie yang penasaran pun langsung duduk di sebelah Gustaf dan mulai memasukkan angka-angka di sistem yang ada di laptop Gustaf , Archie yang juga mengusai dunia Cyber nampak serius melakukan penjelajahan di dunia maya itu dengan menyambungkan ponselnya ke laptop yang sedang ia pegang itu . Tak lama kemudian muncul data dan tulisan kecil menari-nari di layar laptop Archie yang tandanya Archie sedang mencoba membackup pesan masuk yang sudah terhapus selama seminggu terakhir , setelah progamnya berhenti Archie langsung mencari pesan masuk hari ini yang sudah terhapus . Kedua matanya langsung membelalak ketika melihat ada pesan dari Sasa yang ternyata ada di file pesan yang sudah dihapus .
"Sepertinya dugaanmu benar bos ." Bisik Gustaf lirih pada Archie menggunakan bahasa Mexico .
"Realmente .?" Tanya Archie spontan dengan keras menggunakan bahasa mexico .
"Si , por favor ve por ti mismo ." Jawab Gustaf sambil memberikan laptopnya pada Gustaf yang sedang menayangkan rekaman CCTV didepan ruangannya yang diambil dari CCTV yang ada didepan lift pribadinya yang menampilkan rekaman Mariza masuk ke ruangan Archie dengan membawa nampan yang berisi makanan tepat jam tiga sore saat tak begitu lama Sasa mengirim pesan .
__ADS_1
"Bos ....
"Yes Rico , sepertinya aku paham sekarang ." Jawab Archie pelan memotong perkatan Rico yang juga sedang menatap rekaman CCTV di laptop Gustaf .
Sasa dan ketiga Lumenta yang tak paham dengan maksud pembicaraan Archie , Gustaf dan Rico pun berusaha bertanya kepada dokter Frans yang sejak tadi hanya diam sambil ikut mendengarkan dan menatap layar laptop Gustaf yang sedang di pegang Archie .
"Ada apa. ?" Tanya Carolina pelan pada suaminya dokter Frans .
"Apanya.?" Tanya balik dokter Frans pura-pura bodoh .
"Itu mereka sedang apa ."Jawab Carolina pelan sambil mengarahkan pandangannya ke meja dimana Archie dan Gustaf sedang menatap laptop .
"Sedang membahas hal penting dikantor sepertinya ." Ucap dokter Frans sambil tertawa .
"Akh menyebalkan , aku tau kau sedang berbohong." Sahut Carolina jengkel .
Dokter Frans hanya bisa tertawa melihat istrinya merajuk , ia pun merangkul sang istrii dengan erat ketika melihat Carolina akan pergi mejauh darinya . Sementara itu Gustaf dan Archie nampak sudah menutup laptop milik Gustaf dan langsung kembali duduk di kursinya yang selumnya dengan sebuah senyuman tersungging diwahah keduanya karena berhasil mendapatkan titik terang perihal terhapusnya pesan Sasa di ponsel Archie .
Karena makanan belum habis mereka kemudian melanjutkan acara makan malannya di meja masing-masing bersama pasangannya , begitu juga dengan Archie yang terlihat sedang bahagia terlihat dari sorot matanya yang mengatakan kalau ia sudah mendapatkan jackpot besar sehingga membuat Sasa penasaran .
"Ada apa mas ? bagaiman hasilnya .?" Tanya Sasa penasaran .
"Oh itu , sepertinya ponsel mas sedang eror sayang makanya tadi pesanmu tak sampai di ponsel mas ." Jawab Archie berbohong .
"Begitu rupanya , mungkin ponsel mas terlalu banyak data jadi sediikit eror dia mas. " Ucap Sasa dengan polos .
"Sepertinya begitu , ya sudah ayo makan keburu dingin steaknya . " Sahut Archie sambil tersenyum dan melirik ke arah Rico dan Gustaf yang juga sedang menatapnya .
Archie kemudian meraih gelas yang ada disampingnya dan menenggak wine mahalnya dalam sekali tegukan dan meletakkan kembali gelasnya diatas meja dengan perlahan .
"Baik Mariza ... aku ikuti permainanmu ." Ucap Archie dalam hati sambil menatap ke arah Sasa yang sedang menikmati kafiar dengan lahap .
Bersambung
Budayakan vote dan ratting setelah membaca , Terima kasih .
__ADS_1
Bantu faith masuk dalam 20 besar .
Baca juga novel thor lainnya yang berjudul : Bodyguard cantik