Faith

Faith
Eksekusi 1


__ADS_3

Kasih Vote dulunya donk kakak-kakak sayang heheh , Terima kasih


Demi melancarkan rencana Archie sang bos besar akhirnya membuat Rico , Gustaf dan dokter Frans standby di Fairmont Le Château Frontenac Hotel . Mereka bertiga ikut berjaga di hotel karena tak ingin terjadi hal yang tak diinginkan terjadi pada Archie , padahal pihak kepolisian sudah memastikan kalau mereka akan menjaga Archie dengan maksimal dengan bantuan interpol . Akan tetapi ketiga anak buah terbaik Archie itu tetap tak mau meninggalkan hotel , karena khawatir dengan Clarissa yang dikhawatirkan akan berbuat nekat . Akhirnya petugas kepolisian pun mengizinkan mereka untuk berada di sekitar Archie dengan syarat harus mengikuti instruksi para polisi yang sedang berjaga .


"Kita seperti sedang ada dalam operasi penangkapan ******* saja ." Bisik Gustaf kepada Rico .


"Diam kau Gustaf jangan banyak bicara ."Ucap Rico dengan kesal karena sedang tidak mood bergurau dengan Gustaf.


"Lho memang salahku di mana ."Tanya Gustaf tanpa rasa bersalah.


Plak


Dokter Frans memukul punggung Gustaf dengan keras dari belakang , sehingga membuat Gustaf meringis kesakitan .


"Kalau kau tak bisa diam aku akan memberikan suntikan tidur kepadamu Gustaf." Ucap dokter Frans sambil menatap tajam ke arah Gustaf yang sejak tadi berisik padahal suasana sedang tegang.


Gustaf tertawa lebar sehingga deretan gigi putihnya terlihat dengan jelas mendengar perkataan dokter Frans , ia menyadari kalau sejak tadi sudah terlalu banyak bicara dan mengganggu orang lain yang sedang menunggu kedatangan Clarissa seperti Archie yang sudah tak berbicara sejak matahari tenggelam .


Waktu berjalan terasa lambat bagi semua orang yang sedang ada di kamar nomor 2067 Fairmont Le Château Frontenac Hotel tersebut , para petugas polisi terlihat berulang kali berkomunikasi dengan orang-orang yang ada di restoran tempat dimana Archie akan melakukan makan malam dengan Clarissa seperti rencana semula . Sebenarnya untuk menangkap Clarissa bukanlah hal yang sulit bagi Archie , tapi kali ini ia tak mau gegabah dan bertindak sendiri karena ingin membuat Clarissa mengakui semua kejahatannya . Karena Clarissa dianggap sudah terlibat kejahatan besar di Korea dan kasus ini melibatkan tiga negara sekaligus yaitu Indonesia , Korea dan Canada .Oleh karena itu Archie harus mengikuti instruksi yang diberikan para petugas kepolisian yang kini sudah berjaga di sekeliling gedung hotel untuk berjaga-jaga agar Clarissa tidak kabur .


"Minum dulu bos ." Ucap Rico pelan sambil memberikan segelas air kepada Archie yang masih duduk menatap ke pemandangan malam melalui jendela.


"Thanks Rico ." Jawab Archie singkat sambil meraih gelas yang diberikan oleh Rico.


"Tenang bos , setelah ini semuanya akan kembali normal kembali ." Sahut Rico pelan mencoba menenangkan Archie .


Archie menghela nafas panjang mendengar perkataan Rico , ia lalu meminum air putih yang ada di gelas dalam satu tegukan.


"Lebih baik aku menggunakan pistol dan berkelahi dengan mafia paling kejam sekalipun , daripada harus menghadapi seorang wanita kelainan mental seperti Clarissa ."Ucap Archie pelan sambil meletakkan gelas kosongnya di atas meja .


"Bukankah kemarin kau sendiri yang mengatakan padaku kalau ini adalah perang mental ." Jawab Rico sambil berusaha tersenyum .


"Iya aku ingat , hanya saja rasanya terlalu berat untuk dijalani . Perasaan bersalahku kepada Mariza Claudia yang asli benar-benar membuat jiwaku tak tenang saat ini , aku merasa sangat berhutang nyawa kepada gadis yang tak berdosa itu ." Sahut Archie pelan sambil meletakkan tangannya di atas kepala .


"Setelah Clarissa berhasil kita tangkap bagaimana kalau kita pergi ke Korea untuk menjenguk Gadis malang itu bos ." Ucap Rico sambil berusaha tertawa lebar .


"Kau atur saja semuanya Rico." Jawab Archie pelan dengan senyum yang terlihat dipaksakan.

__ADS_1


Drrtttt


Ponsel pintar Archie yang ada di atas meja tiba-tiba berbunyi , sehingga membuat semua orang langsung melihat kearah meja tersebut termasuk Archie dan Rico .


"Clarissa bos ."Ucap Gustaf dengan cepat ketika melihat nama yang muncul di layar ponsel Archie .


Dengan cepat Archie berjalan mendekati Gustaf dan meraih ponselnya dengan cepat .


"Hallo .....


"Tuan anda dimana ?? Saya sudah sampai di lobby Fairmont Le Château Frontenac Hotel ." ucap Clarissa dengan suara bersemangat diujung telepon memotong perkataan Archie.


"Langsung masuk saja ke restoran dan bicara pada petugasnya , aku sudah memesankan meja khusus di dekat jendela untuk kita . Sebentar lagi aku sampai ." Jawab Archie berbohong .


"Oke tuan , anda hati-hati dijalan tidak usah terburu-buru . Saya akan sabar menunggu anda di sini ." Sahut Clarissa dengan penuh semangat .


Archie lalu menutup panggilan teleponnya dan meletakkan kembali ponselnya di atas meja , wajahnya langsung memerah ketika selesai bicara dengan Clarissa .


"Rasanya tadi aku ingin sekali berteriak kepadanya ."Ucap Archie dingin sambik menatap tajam ponsel pintarnya yang kembar dengan milik Sasa.


"Sabar tuan , setelah ini Clarissa akan mempertanggung jawabkan perbuatannya ." Ucap Pak Antonio sang perwira polisi mencoba menenangkan Archie .


Seorang polisi muda tiba-tiba masuk ke dalam kamar dan memberitahukan kepada Pak Antonio dan Archie bahwasanya Clarissa sudah duduk di meja restoran , Archie pun diminta untuk turun ke restoran . Setelah menghela nafas panjang ia kemudian berjalan meninggalkan kamar menuju lift khusus , setelah keluar dari lift khusus itu ia akan berjalan menuju ke pintu restoran dari arah depan sehingga Archie akan nampak seperti baru datang dari luar.


Archie mencoba memasang senyum terbaiknya ketika melangkah masuk kedalam restoran ia tak mau membuat rencananya gagal , wangi parfum yang digunakan Clarissa benar-benar membuatnya ingin muntah . Melihat penampilan Clarissa membuat Archie ingin berteriak karena merasa jijik dengan dress yang digunakan oleh Clarissa , sepertinya Clarissa sengaja menggunakan dress malam yang berbelahan dada rendah sehingga dua dadanya yang baru di implan itu terlihat dengan jelas .


Clarissa langsung menyambut kedatangan Archie dengan penuh semangat , ia langsung berdiri ketika melihat Archie sudah ada di hadapannya . Dengan perlahan ia kembali duduk setelah melihat Archie duduk , saat akan duduk Clarissa terlihat menggoyangkan dadanya hingga dada palsu itu terlihat berayun dihadapan Archie .


"Apa kau sudah lama menungguku Mariza.?" Tanya Archie membuka percakapan .


"Tidak tuan , saya baru sampai duapuluh menit yang lalu ."Jawab Clarissa sambil memasang senyum terbaiknya .


"Tapi tetap saja kau sudah menungguku , maafkan aku karena sudah membuatku menunggu . Kalau begitu kita panggil pelayan saja untuk mengantarkan makanan ." Sahut Archie sambil berusaha tersenyum senatural mungkin.


Clarissa mengangguk pelan merespon perkataan Archie , tak lama kemudian beberapa orang pelayan terlihat datang dengan membawa makanan mewah yang sudah dipesan oleh Archie sebelumnya . Clarissa nampak tersenyum ketika melihat makanan sudah terhidang di atas meja , ia bahkan mendapatkan pelayanan khusus dari pelayan yang memberikannya wine paling mahal di hotel .Setelah semua makanan terhidang di meja , Archie kemudian mempersilahkan Clarissa untuk mulai makan . Dengan anggun Clarissa meraih pisau dan garpu yang ada di samping piringnya , ia lalu mulai mengiris stik mahal yang sudah terhidang di piringnya .


"Ceritakan tentang dirimu Marisa , aku ingin mendengarnya ." Ucap Archie pelan sambil memasukkan potongan stik ke dalam mulutnya .

__ADS_1


"Apalagi yang ingin anda ketahui tentang saya tuan , bukankah di berkas lamaran sudah terlihat dengan jelas riwayat hidup dan pendidikan saya ."Jawab Clarissa dengan cepat.


"Entahlah aku hanya merasa ingin mengenalmu lebih jauh saja." Sahut Archie singkat sambil meraih kotak cincin yang ada di dalam saku bajunya dan meletakkannya dengan perlahan di atas meja .


Prank


Garpu yang dipegang oleh Clarissa langsung terjatuh dan mengenai piring sehingga membuat suara yang cukup keras.


"A--pa maksudnya ini tuan ." Tanya Clarissa dengan terbata-bata sambil menatap kearah kotak kecil yang ada di hadapannya.


"Open it ."Jawab Archie sambil meletakkan pisau dan garpu nya kembali ke piring.


Tanpa diperintah dua kali Clarissa langsung mengulurkan tangannya dan meraih kotak kecil yang ada di hadapannya , kedua matanya langsung membelalak ketika melihat sebuah cincin berlian ada di dalam kotak tersebut .


"Sangat indah ."Ucap Clarissa dengan lirih .


"Do you like it .?" Tanya Archie sambil tersenyum .


"Off course i like it ....terimakasih tuan ." Jawab Clarissa dengan mata berbinar-binar .


"Sebahagia itukah kau melihat cincin itu Clarissa.?" Tanya Archie dengan cepat.


Deg


Senyuman di wajah Clarissa langsung menghilang begitu mendengar perkataan Archie , ia langsung menatap kearah Archie dengan tajam .


"Kenapa apa kau tak menyukai cincin itu.?" Tanya Archie pura-pura bodoh.


"Tadi anda memanggilku apa tuan.?" Tanya Clarissa kembali dengan terbata-bata.


Bersambung🌼


Mohon maaf ya kakak-kakak karena episode nya terlalu panjang jadi Thor akan pecah 2 episode terakhir menjadi 4 karena episodenya terlalu panjang , mohon maaf kalau tidak jadi tamat besok . Dan tolong jangan bully Thor lagi ya dengan bilang Thor anjing kaya kemaren hiks hiks....


Karena Faith 1 sudah mau tamat boleh dong tetap kasih vote ke Faith sebagai kado perpisahan Archie , Sasa and the gank hehehehe ...


🌼🌼🌼 yang mau gabung grub chat silahkan update noveltoon dan gabung dengan grub chat Thor ya , supaya kita bisa komunikasi satu sama lain tanpa harus buat grub chat di WhatsApp . Thor tunggu di grub chat noveltoon Thor ya kakak-kakak .

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2