Faith

Faith
Ujian terakhir


__ADS_3

Karena Faith 1 sudah mau tamat boleh dong tetap kasih vote ke Faith sebagai kado perpisahan Archie , Sasa and the gank hehehehe ...


Selama dalam perjalanan menuju kediamannya Archie berulang kali meminta Rico untuk menambah kecepatan mobilnya karena khawatir Sasa akan salah paham padanya mengenai pesan yang dikirim oleh Clarissa .


"Ayo Rico tambah lagi kecepatan mobilmu." Titah Archie pada Rico berulang kali sambil terus melihat ke arah jam tangannya .


"Ini sudah melewati kecepatan biasa bos ." Jawab Rico tanpa menoleh karena fokus menyetir.


"Aku takut Sasa membaca pesan yang dikirim Clarissa itu , bisa perang dunia ketiga nanti ."Ucap Archie pelan.


"Positif thinking saja bos ."Sahut Rico pelan mencoba menenangkan Archie .


"Clarissa benar-benar sangat mudah sekali mengacaukan hidup seseorang ."Gumam Archie lirih sambil memejamkan kedua matanya.


Rico hanya tersenyum pelan merespon perkataan Archie tanpa berbicara apapun karena tahu kalau sang bos sedang kacau perasaannya , ia hanya terus memacu mobil mewah menuju mansion Archie.


Setelah mengemudi hampir tiga puluh menit mobil yang dibawa oleh Rico akhirnya sampai ke kediaman Archie , tanpa menunggu mobil berhenti dengan baik Archie langsung keluar dari mobil dan berlari menuju ke rumahnya untuk mencari sang istri . Jantung Archie berdetak dengan cepat ketika melihat Sasa sudah berdiri di ruang tamu dengan mata yang berkaca-kaca dengan sorot marah .


"Sayang dengerin mas ya , mas bisa menjelaskan semuanya dengan baik tanpa kita harus bertengkar." Ucap Archie pelan sambil berjalan menuju tempat Sasa berdiri.


"Maksud mas apa."Tanya Sasa dengan lirih.


"Iya nyonya tuan benar , tuan tidak bersalah." Teriak Rico tiba-tiba saat baru saja masuk ke dalam rumah .


Sasa langsung menoleh kearah Rico yang berlari tergesa-gesa menuju tempatnya dan Archie berada , berjuta pertanyaan langsung memenuhi benak Sasa karena melihat tingkah aneh suami dan tangan kanan terbaiknya itu .


"Katakan sejujurnya apa yang sudah terjadi padaku tanpa ada kebohongan sedikitpun , karena jika nanti di masa depan aku mengetahuinya aku akan sangat marah kepada mas dan kepadamu Rico ."Ucap Sasa dengan ketus sambil menatap tajam kearah sang suami dan Rico secara bergantian .


Glek


Archie menelan salivanya dengan perlahan mendengar perkataan sang istri , ia tahu kalau istrinya itu sedang sangat marah kepadanya . Oleh karena itu Archie berusaha mencari kalimat terbaik untuk mengatakan hal yang sebenarnya terjadi , Archie tidak mau Sasa marah . Karena jika hal itu terjadi maka akan berdampak buruk kepada dua bayi kembarnya yang ada di dalam perut sang istri . Archie mengajak Sasa untuk duduk di sofa supaya bisa bicara dengan tenang , karena khawatir kalau tetap berdiri Sasa akan kaget dan terjatuh Archie tak mau mengambil resiko seperti itu .


Dari belakang Rico mengikuti langkah sang bos besar dengan perlahan , ia takut akan terjadi perang sebentar lagi . Setelah duduk di ruang keluarga Archie kemudian mulai mengatakan semua yang baru saja terjadi pada Sasa , ia menceritakan mulai dari rencana yang ia buat bersama petugas kepolisian dan interpol yang memburu Clarissa atas permintaan polisi Korea . Archie juga menceritakan tentang Marissa Claudia yang asli yang sudah disiksa oleh Clarissa , selama Archie bercerita Sasa hanya diam saja tanpa mengeluarkan suara sedikitpun . Ia terlihat mendengarkan dengan baik cerita yang keluar dari mulut sang suami , melihat Sasa hanya diam saja membuat Rico bergidik ngeri .


Ia sudah mempelajari jika perempuan sudah diam maka sebenarnya dia sedang menyiapkan bom atom yang akan siap meledak , oleh karena itu Rico terlihat berusaha menjauh dari Archie dan Sasa namun Rico membatalkan rencananya karena melihat tatapan tajam dari Archie yang memintanya untuk tidak kemana-mana .


"Jadi sekretaris barumu dikantor itu adalah Clarissa , Clarissa Eugene temanku dari Jakarta itu ." Ucap Sasa dengan nada mengulang perkataan Archie sebelumnya .

__ADS_1


"Iya sayang ." Jawab Archie pelan sambil mengangguk .


"Bagaimana mungkin mas tidak mengenali Clarissa , padahal kan dulu masih sangat sering bertemu dengannya ." Tanya Sasa sambil memicingkan satu matanya ke arah Archie .


"Bukankah anda juga tidak mengenalinya nyonya ."Celetuk Rici menjawab perkataan Sasa .


"Iya juga si.. tapi kan aku hanya bertemu dengannya sekali beda dengan kalian yang hampir bertemu dengannya setiap hari." Jawab Sasa mencoba membela diri .


"Sudahlah sayang yang tak usah dibahas lagi , wanita jahat itu sekarang sudah ada di tangan interpol dan akan segera dibawa ke Korea untuk diadili di sana ."Ucap Archie pelan mencoba menenangkan Sasa .


"Aku tak pernah menyangka kalau Clarissa akan bertindak sejauh ini mas , rasanya ia benar-benar sudah berubah tidak seperti Clarissa yang aku kenal enam tahun yang lalu ketika kami masih SMP ."Sahut Sasa lirih dengan suara yang hampir tak terdengar .


Archie kemudian memeluk Sasa dengan erat , mencoba menenangkan sang istri . Ia tahu kalau istrinya saat ini sedang sangat sedih mengetahui kejahatan apa yang sudah Clarissa lakukan .


"Mas lebih baik kita segera pergi ke Korea untuk bertemu dengan Mariza Claudia yang asli , aku merasa sangat bersalah kepadanya ." Ucap Sasa terisak sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Archie dengan mata yang berkaca-kaca .


"Iya sayang , setelah ini kita akan pergi ke Korea untuk melihat kondisi Mariza Claudia yang asli . Mas juga merasa bersalah dan kasihan kepadanya , hal ini tidak akan mungkin menimpanya kalau Clarissa tidak terobsesi sebesar itu kepada mas ."Sahut Archie pelan sambil menyeka air mata yang membasahi pipi Sasa.


Sasa mengangguk pelan merespon perkataan Archie Ia lalu kembali memeluk Archie dengan erat dan menjatuhkan wajahnya di dada bidang Archie , sementara itu Rico hanya tersenyum melihat sang bos dan istrinya berpelukan . Sebenarnya tadi Rico sempat khawatir dan takut kalau Archie akan menceritakan secara detail tentang kondisi Marisa Claudia yang asli , tapi ia akhirnya bisa tersenyum lega karena Archie tak menceritakan hal sebenarnya kepada Sasa .


"Kalian ini kenapa .?" Tanya Archie sambil menatap tajam kearah Gustaf dan dokter Frans yang mengganggu waktu bermesraan dengan Sasa .


"Itu bosss ....mmmmm itu....


"kau ini bicara apa Gustaf." Hardik Rico kesal ketika melihat Gustaf tergagap .


Alih-alih menjawab pertanyaan Archie dokter Frans dan Gustaf justru terlihat saling pandang satu sama lain , mereka terlihat kebingungan untuk mulai berbicara .


"Katakan saja ada apa , aku sudah tahu semuanya ."Ucap Sasa pelan sambil tersenyum.


"Benarkah .?" Tanya Dokter Frans pelan kepada Rico .


"Iya nyonya sudah tahu semuanya , tadi bos sudah menceritakan semuanya kepada nyonya." Jawab Rico sambil tersenyum karena mengetahui kalau sejak tadi Gustaf dan dokter Frans sangat terlihat hati-hati dalam berbicara karena melihat ada Sasa disamping Archie.


Dokter Frans dan Gustaf terlihat menghela nafas panjang karena lega setelah mengetahui kalau Sasa sudah tahu semuanya .


"Ya sudah katakan ada apa , tadi kalian ingin bicara apa .?" Tanya Archie sambil tersenyum ketika melihat tingkah kedua anak buahnya itu.

__ADS_1


"Saat Clarissa akan dibawa ke kantor polisi ia berhasil melepaskan diri dari pegangan kedua polisi wanita yang akan memasukkannya ke dalam mobil , namun saat Clarissa lari ke jalan raya dia ..


"Dia kenapa.?" Ucap Sasa memotong perkataan dokter Frans yang terbata-bata.


"Dia tertabrak mobil dan meninggal tepat di depan Fairmont Le Château Frontenac Hotel ." Sahut Gustaf dengan cepat .


Deg


Deg


Detak jantung Sasa terasa lebih cepat dari sebelumnya ketika mendengar perkataan Gustaf , ia langsung membisu tak bisa berkata apapun . Bayangan masa kecilnya yang ia lalu bersama Clarisa kembali berputar dalam memori Sasa , saat-saat mereka masih jadi teman akrab yang saling melindungi satu sama lain semasa masih sekolah di sekolah dasar yang jaraknya tak jauh dari rumah Sasa .


Melihat Sasa menangis membuat Archie langsung memeluk sang istri untuk memberikan dukungan , ia tau kalau Sasa pasti sangat sedih mengetahui berita kematian Clarissa .


"Dia membayar dengan tunai atas semua kejahatan yang ia lakukan sayang ." Ucap Archie pelan mencoba menenangkan Sasa .


"Tapi kasian mas dia harus meninggal dengan cara setragis itu ." Sahut Sasa pelan .


"Perbuatannya setimpal nyonya , tadi saja dihotel aku hampir kehilangan kesabaran waktu dia sedang dinner bersama bos ." Celetuk Gustaf tanpa sadar .


Glek


Archie dan Rico langsung menelan salivanya mendengar perkataan Gustaf, mereka berdua langsung menoleh ke arah Sasa yang nampak kaget dengan perkataan Gustaf .


"Coba ulangi lagi perkataanmu Gustaf ." Ucap Sasa dingin .


"Bukankah bos sudah menceritakannya pada anda kalau bos baru saja makan malam bersama dengan Clarissa di Fairmont Le Château Frontenac Hotel untuk ....


"Apa !!!! " Teriak Sasa dengan keras memotong perkataan Gustaf .


"Coba jelaskan mas , apa yang Gustaf katakan baru saja .!! " Ucap Sasa dengan suara meninggi sambil menatap tajam ke arah Archie .


"Wah rupanya perang dunia ketiga akan dimulai ." Gumam Gustaf pelan .


🌼Bersambung 🌼


Karena Faith 1 sudah mau tamat boleh dong tetap kasih vote ke Faith sebagai kado perpisahan Archie , Sasa and the gank hehehehe ...

__ADS_1


__ADS_2