
Sesampainya dirumah Sasa hanya duduk di sofa menunggu penjelasan Archie yang terlihat masih sibuk berbicara dengan Rico melalui telfon dalam bahasa Mexico yang jelas tak Sasa mengerti , Sasa hanya diam dan tak berniat untuk mengganggu ia tau kalau Archie sudah berbicara menggunakan bahasa mexico dengan Rico artinya mereka sedang membahas hal yang penting yang tak bisa ia ganggu .
" bik kasih tehnya ke mas ya di ruang belajar Sasa mau mandi udah gerah soalnya " pesan Sasa pada pelayannya untuk mengantarkan teh chamomile buatannya untuk Archie .
" baik nyonya " jawab sang pelayan patuh .
Sasa mengangguk pelan sambil menatap pelayannya membawakan teh kepada Archie , ia kemudian berjalan menuju kamarnya dilantai dua . Banyak pertanyaan yang berkecamuk dikepalanya tapi Sasa bersabar untuk menunggu Archie bercerita padanya .
Setelah selesai mandi Sasa membersihkan sisa-sisa riasan diwajahnya dengan cleanser khusus , ia menyempurnakan ritual malamnya dengan memakai parfum di belakang telinganya seperti kebiasaannya yang selalu memakai parfum ketika akan tidur .
Ceklek
Pintu kamar sasa terbuka dan masuklah Archie dengan wajah yang tak bersemangat . Sasa menyambut suaminya lalu memintanya untuk segera masuk ke kamar mandi karena ia sudah menyiapkan air hangat di bathtub untuk mandi sang suami .
Sasa hanya tersenyum ketika melihat Archie yang berjalan lesu ke arah kamar mandi , ia tak mau makin memperburuk mood suaminya jadi Sasa hanya duduk manis diatas ranjang sambil membaca buku kuliahnya karena dua minggu lagi perkuliahan akan dimulai kembali .
" diminum dulu mas tehnya " ucap Sasa sambil tersenyum pada Archie , ia tau kalau suaminya tidak meminum teh buatannya yang sebelumnya.
" terima kasih sayang " sahut Archie cepat sambil duduk disebelah Sasa .
Sasa langsung mengambil alih handuk kecil yang ada dileher Archie ia membantu Archie mengeringkan rambut Archie sekaligus memberikan massage pada Archie disekitar leher dan kepala sehingga membuat Archie tersenyum dan kemudian merebahkan tubuhnya diranjang dengan meletakkan kepalanya di pangkuan Sasa .
Sasa tersenyum melihat sikap manja Archie kambuh , Sasa meraba-raba wajah tampan Archie yang sedang memejamkan mata sambil tersenyum .
" kenapa jadi Arthur kalau begini " ucap Sasa sambil mencubit pipi Archie .
" Arthur yang sama kau mas donk sayang , kan dia hasil karya ku " sahut Archie cepat .
Mendengar perkataan Archie membuat Sasa gemas ia langsung menundukkan wajah lalu menggigit hidung mancung Archie sehingga membuat Archie menjerit dan terbangun karena kaget .
" awwww " jerit Sasa kesakitan karena pipinya terbentur kening Archie .
" mass akh sakit !!" teriak Sasa menjauh dari Archie sambil memegang tulang pipinya yang terasa sakit .
__ADS_1
Archie tersenyum lalu duduk dan menarik Sasa datang ke arahnya dengan sigap Archie memeluk Sasa dengan erat dan melihat wajah Sasa yang sedikit memerah di bagian pipi kiri , Archie mencium pipi Sasa dengan mesra .
" sakit ya ? makanya jangan iseng ya next time " ucap Archie pelan sambil meraba-raba pipi Sasa .
" abis mas ngeselin " jawab Sasa membela diri .
" ya lagian kamu lho masa hidung digigit ya kaget lah mas ...
Cup
Sasa langsung mengecup bibir Archie dengan cepat sehingga membuat Archie tak bisa menyelesaikan perkataannya .
" yang lama donk ciumnya " pinta Archie sambil memajukan bibirnya ke arah Sasa .
" akh apa banget deh !!! " jerit Sasa malu sambil menepuk bibir Archie yang sudah maju.
" he he he mana ada orang yang nolak dicium he he " ucap Archie sambil memeluk Sasa dengan gemas .
Sasa membalas pelukan Archie sambil tersenyum dan menikmati wangi tubuh Archie yang maskulin . Sementara Archie membelai rambut panjang Sasa , ia selalu terobsesi dengan rambut panjang istrinya yang hitam dan tebal itu . Makanya dia tak pernah menginjinkan Sasa untuk memotong rambutnya lebih dari lima cm setahun , Sasa hanya pasrah dan menuruti perkataan suaminya yang membuat peraturan aneh itu .
" penasaran apa ? " tanya Archie cepat .
" Sasa merasa ada yang aneh dengan pesta tadi , ada apa dengan kalian ? " tanya Sasa balik sambil melepaskan pelukan Archie dan duduk didepan Archie.
Archie terlihat sedikit tegang mendengar perkataan Sasa ia kemudian mengambil nafas panjang dan mulai bercerita pada Sasa dari awal dan kejadian saat Selena mengumumkan pada semua tamu kalau ia menyukai Archie . Raut wajah Sasa langsung berubah seketika , jantungnya berdetak lebih cepat . Ia kemudian turun dari ranjang tanpa berbicara apapun , Sasa masuk ke closet bajunya dan berganti pakaian dengan cepat lalu bersiap keluar dari kamar dan langsung dihentikan oleh Archie yang kaget melihatnya berpakaian rapi .
" wait wait .... ada apa ini ? " tanya Archie sambil memegang tangan Sasa .
" kalau mas mau ikut segera ganti pakaian dan jangan banyak tanya " jawab Sasa dingin sambil menatap tajam ke arah Archie .
" ok wait me " ucap Archie langsung berlari ke arah closet bajunya dan memakai baju untuk pergi bersama Sasa .
Selesai Archie berganti pakaian Sasa langsung berjalan dengan cepat menuju ke keluar rumah , Archie mengikuti langkah Sasa tanpa berani bicara .Ia tau kalau istrinya sedang marah oleh karena itu Archie hanya berjalan dengan santai menyusul Sasa yang sudah menunggunya di dalam mobil .
__ADS_1
" mau ikut ga mas ? " teriak Sasa kesal karena suaminya berjalan santai .
" iyalah , sabar sayang jangan terburu-buru " jawab Archie dengan tersenyum lalu membuka pintu penumpang samping karena Sasa sudah duduk di kursi supir .
Setelah Archie masuk dan memakai sabuk pengaman Sasa langsung tancap gas meninggalkan rumah besarnya ke arah jalanan ibukota yang kemudian diikuti oleh dua mobil dibelakangnya yang berisi bodyguard Archie yang mengawal .
Archie tersenyum tipis melihat istrinya membawa mobil dengan kecepatan tinggi di tengah malam dimana jalanan Jakarta sudah mulai sepi karena para pekerja yang bekerja di Jakarta sudah kembali ke rumah masing-masing . Di dalam mobil Archie tak berbicara apapun ia hanya duduk bersandar pada pintu mobil dan memperhatikan Sasa membawa mobil tanpa berniat menggangu konsentrasi sang istri .
Setalah mengendarai selama tiga puluh menit akhirnya mobil yang membawa Sasa akhirnya sampai di apartemen miliknya di keraton Residence yang merupakan salah satu apartemen mewah yang rata-rata dimiliki oleh artis dan pengusaha sukses di Jakarta . Saat memasuki parkir bawah tanah Sasa memarkirkan mobilnya dengan sangat apik , ia kemudian turun dari mobilnya dengan cepat lalu bersiap berjalan ke ara lift yang akan mengantarkan langsung ke atas .
" sebentar-sebentar kenapa tiba-tiba mengajak mas ke apartemenmu ? " tanya Archie tiba-tiba sambil menahan pintu lift yang sudah terbuka .
" nanti mas juga akan tau kalau sudah sampai " jawab Sasa ketus .
" kenapa harus di apartemen kan kita punya rumah sayang , apa kau mau kita menginap malam ini diapartemenmu ? wah kalau begitu kita tak perlu meminta bodyguard untuk mengawal ya " ucap Archie berkelakar .
" kalau mau ikut diem !!! awas tangannya ayo masuk " hardik Sasa sinis .
Archie pun menutup mulutnya dengan tangan , rupanya gurauannya tak berhasil membuat Sasa tertawa . Ia pun berdiri dengan manis disamping Sasa yang nampak tak bersahabat itu .
Lift terhenti di lantai yang Sasa pencet sebelumnya , ia langsung berjalan cepat ketika pintu lift sudah terbuka sehingga membuat Archie khawatir karena melihat Sasa yang sudah sangat marah itu . Archie tak pernah melihat Sasa semarah ini sebelumnya , ia tak suka kalau melihat Sasa sudah marah dan diam . Baginya ia lebih suka mendengar ocehan Sasa secara langsung dari pada harus melihat Sasa marah dalam diam .
Langkah Sasa terhenti disebuah kamar yang bernomor 3117 dengan pintu berwarna coklat , ia kemudian meminta Archie untuk memasukan password kamar itu . Archie yang sudah mengerti kenapa Sasa mengajaknya datang ke apartemen hanya bisa menurut ketika ia diperintahkan untuk membuka sandi kamar itu .
Ketika pintu berhasil dibuka Sasa langsung menerobos masuk dan menyalakan lampu kamar apartemen mewah itu , Sasa duduk di sofa dan meminta Archie masuk ke kamar . Namun ketika Archie akan masuk kekamar tiba-tiba langkahnya terhenti ketika melihat kedepan.
" kalian .....
💮 Bersambung .
Jangan lupa like and komen kakak-kakak 😊 buat kakak-kakak yang suka novel romance dan aksi boleh mampir ke novel kedua saya yang berjudul :
You are mine , Viona .
__ADS_1
terima kasih