Faith

Faith
The Real Archie


__ADS_3

Setelah mendapat perintah dari Archie di rumah sakit untuk mencari orang-orang dibalik akun yang membuat postingan yang menghina Sasa akhirnya Rico mengumpulkan orang-orang IT terbaiknya di kantor Durran Internasional .


" waktu kita hanya satu jam untuk mencari orang-orang ini , setelah kalian dapatkan informasi mereka kita jemput paksa mereka !!! " titah Rico pada sepuluh orang IT terbaiknya .


" baik tuan " jawab kesepuluh orang itu serentak


Tak lama kemudian suasana menjadi hening ketika para hacker terbaik itu berkerja , mereka adalah team inti pilihan Archie untuk melindungi data dan keamanan perusahaan nya di berbagai negara jadi untuk mencari orang melalui akun sosial media bukan hal sulit untuk mereka .


" tuan Rico ini adalah orang pertama yang memposting foto nyonya di forum itu " ucap seorang pria berambut blonde .


" Clarissa " desis Rico saat membaca data diri orang yang diberikan .


" tuan mengenal gadis ini ? "


" bukan cuma aku yang tau , tuan dan nyonya pun tau siapa gadis ini " jawab Rico dingin , senyum menyeringai keluar dari wajah Rico yang tampan .


" lanjutkan pencarian kalian , gadis ini aku yang urus " imbuh Rico .


Rico segera memerintahkan anak buahnya untuk menangkap Clarissa secepatnya , tak begitu lama ada sepuluh orang utama yang nampaknya menjadi otak dari postingan di forum mahasiswa itu .


" selanjutnya kita lakukan rencana kedua " titah Rico pada team cyber nya setelah mendapatkan data pribadi orang-orang yang menghina Sasa .


" siap tuan "


Dengan gerakan cepat orang-orang itu meninggalkan Rico sendirian diruangnya , mereka sibuk dengan ponselnya masing-masing untuk memberikan perintah pada team lapangan untuk menjemput orang-orang yang sudah berhasil mereka identifikasi untuk dibawa kehadapan Archie .


Rico menatap layar laptopnya yang sudah membajak akun WhatsApp milik Clarissa dan kedua temannya .


" kalian akan segera mendapat hadiah spesial sesaat lagi " ucap Rico lirih , kemudian dia bangkit dari kursinya dan menyambar kunci mobil yang tergeletak di meja .


Mobil Ferarri warna merah keluaran terbaru milik Rico melaju dengan kecepatan tinggi menuju tempat dimana Clarissa berada .Rico memarkirkan mobilnya didepan sebuah restoran barat terbaik disebuah mall besar yang menarik perhatian kaum hawa yang melihatnya , mereka terpesona akan ketampanan Rico yang berhasil membuat banyak gadis bertekuk lutut dihadapannya .


" aku seperti seekor merak yang dilihat orang-orang dikebun binatang " ucap Rico dalam hati , ia sangat tak nyaman ketika sedang berjalan ditatap oleh para gadis di mall itu .


" pantas tuan memilih Sasa sebagai istrinya " desis Rico lirih , ia memberikan senyuman dingin ketika ada sekumpulan gadis remaja minta foto dengannya .


Archie yang sejak dulu dipuja kaum hawa dimanapun ia berada selalu berkata pada Rico bahwa ia akan menikahi seorang gadis yang tak melihatnya seperti sedang melihat mangsa , seorang gadis yang tak akan silau pada kemewahan yang Archie miliki . Dulu Rico selalu menertawakan ucapan bosnya dan menganggap ucapan itu sebagai hayalan semata , tapi apa yang diucapkan oleh Archie ternyata ditemukan pada diri Sasa .


" pantas kalau mencintai sampai segila ini bos " ucap Rico lirih , ia akhirnya bisa bebas dari sekumpulan gadis yang masih berseragam sekolah itu . Dengan cepat Rico menuju tempat Clarissa berada .


" ayo selesaikan makan kalian kita belanja !!! " sengit Clarissa , ia masih jengkel dengan kejadian dikampus hari ini .


" wait clarie ini belum habis " ucap Shireen dengan mulut penuh makanan .


" ishhh kalian kaya babi makan ga pernah kenyang " sahut Clarissa kesal.


" ikh makanan enak semahal ini harus dihabisin tau sayang " ucap Ayu membela Shireen .


" ya ya suka-suka kalian lah " jawab Clarissa sambil memainkan ponselnya yang sejak tadi berusaha menghubungi Rizki tapi tak ada respon .


Shireen dan Ayu berusaha menghabiskan makanan mereka dengan cepat , mereka sudah bisa membaca sikap Clarissa yang sedang marah . Sepeti biasa kalau suasana hati Clarissa tak baik mereka akan menjadi ekor yang senantiasa menemani Clarissa belanja di mall .


" yuk clarie kita dah kelar heheh " ucap Shireen dengan tersenyum lebar .


" ya udah bayar !!! " jawab Clarissa santai .


Ayu dan Shireen kaget begitu mendengar ucapan Clarissa , selama ini kalau pergi bersama Clarissa mereka akan selalu mendapatkan makanan serba gratis darinya tapi kali ini mereka panik karena harus membayar sendiri .


" tap tapii clarie makanan ini mahal banget lho , uangku tak cukup gaji dari kantor belum cair kan " cicit Ayu memelas .


" iya clarie uangku sudah habis untuk bayar kos tadi pagi " imbuh Shireen tak kalah panik .

__ADS_1


" yang pesan kalian , yang makan kalian lalu kenapa gue yang bayar ? aneh !! " sengit Clarissa .


Mendengar ucapan Clarissa membuat Ayu dan Shireen ketakutan , harga makanan yang hampir menyentuh angka tiga juta bukan hal mudah bagi mereka sebenarnya , tapi karena selama ini Clarissa selalu membayar makanan mereka setiap makan di restoran jadi mereka tak pernah berfikir dua kali ketika memesan makanan mahal di restoran .


Ayu dan Shireen membuka tas masing-masing untuk menghitung uang di dompetnya dan wajah mereka pucat ketika menyadari bahwa jumlah uang mereka berdua tak menutupi tagihan makanan mereka .


" ayo !! lama amat tinggal bayar " hardik Clarissa yang tak sabar .


" clar uang kita ga cukup ini gimana ? " ucap Shireen lirih .


" uang kita cuma ada satu setengah juta boleh pinjam uangmu dulu clar ? " ucap Ayu panik .


Clarissa tersenyum penuh kemenangan saat mendengar ucapan kedua temannya yang memelas padanya itu .Hari ini ia sengaja memberi pelajaran sedikit pada kedua anak buahnya itu .


" mbak mau dibayar pakai Cass atau card ? " tanya seorang pelayan wanita yang berdiri disamping meja .


" sebentar ya mba " ucap Ayu lirih , keringat dingin nampak mengalir dari keningnya .


" kalian mau bayar apa engga gue tanya ? " tanya Clarissa sinis .


" clar uang kita ga cukup ini clar pliss " ucap Shireen memelas .


Clarissa tertawa puas melihat kedua temannya yang sedang ketakutan , dengan cepat Clarissa membuka dompetnya dan segera berjalan ke arah kasir untuk membayar .


" maaf mba , tagihan anda sudah dibayar " ucap kasir wanita dengan ramah .


" what !! sudah dibayar ? siapa yang bayar ? " tanya Clarissa penasaran .


" pria bule itu mbak " jawab sang kasir sambil menunjuk ke arah Rico yang tengah duduk sambil menikmati coffe latte nya , ia sudah mendengar semua percakapan Clarissa dan kedua temannya .


Clarissa terkejut saat melihat sosok Rico yang sedang menatapnya itu dan langsung membuatnya salah tingkah , Rico menyadari bahwa mangsanya masuk perangkapnya ia berjalan mendekat ke arah Clarissa dengan membuka kaca mata hitamnya hingga menampakan sepasang mata indah warna hijau itu .


" pak Rico " sapa Clarissa gugup .


melihat sosok Rico ada direstoran yang sama membuat Ayu dan Shireen langsung berlari mendekat .


" bagaimana anda bisa disini pak ? " tanya Ayu tiba-tiba


" aku sedang menikmati waktu santaiku saja " jawab Rico tenang .


" pak Rico yang membayar makanan kita " ucap Clarissa memberitahu pada kedua temannya .


" benarkah " pekik Ayu dan Shireen bersamaan .


" its ok , lupakan saja kalian ada rencana apa setelah dari sini " ucap Rico berusaha merendah ia tak ingin membuat merek curiga .


" kita mau lihat-lihat baju pak " ujar Clarissa cepat .


" saya temani kalian boleh ? " tanya Rico .


" boleh pak " jawab ketiga gadis didepan Rico bersamaan .


Rico tersenyum puas , selangkah lagi ia akan mendapatkan mangsanya . Rico berjalan bersama Clarissa dan kedua temannya menuju sebuah toko pakaian ternama , mereka diberikan kesempatan oleh Rico untuk membeli pakaian yang mereka inginkan . Mendapat kesempatan seperti itu membuat Clarissa dan kedua temannya merasa seperti menang lotre , mereka bertiga bergegas mencari pakaian keluaran terbaru yang baru diluncurkan bulan ini . Rico duduk memperhatikan tiga gadis itu memilih beberapa pakaian .


" terima kasih pak " ucap Ayu dan Shireen berulang-ulang pada Rico dalam perjalanan pulang .


" sudah lah itu hanya hadiah kecil jangan dibesar-besarkan " jawab Rico , ia fokus membawa mobil sportnya menuju kesebuah tempat yang sudah diatur oleh anak buahnya .


" saya jadi merepotkan bapak " imbuh Clarissa dengan nada menggoda .


" is not a big deal " ucap Rico lirih .

__ADS_1


Tak lama kemudian mobil Rico memasuki sebuah mansion mewah milik Archie yang sengaja ia pakai hari ini untuk mengumpulkan orang-orang yang sedang ia buru atas perintah Archie .


" gila ini rumah gede banget "


" anjirrr kaya istana , gue baru masuk rumah model gini "


" gue ga tau kalau dijakarta ada rumah kaya gini lho "


Terdengar ucapan beberapa orang yang sudah duduk di ruang tamu mereka adalah teman kampus Sasa yang sudah dibawa oleh anak buah Rico yang lainnya , Rico masuk diikuti Clarissa dan kedua temannya .


" lho ada clarie juga ? " ucap Risa anak senior yang juga sering membully Sasa .


" kalian kenapa disini ? " tanya Clarissa heran , karena Rico tak mengatakan apapun ketika membawanya kerumah ini .


" gue diminta datang sama pak Rico " jawab Risa bingung .


" sama " ucap Clarissa dan kedua temannya .


Rico tersenyum mendengar percakapan kelima belas orang itu yang merasa kebingungan karena dikumpulkan disebuah rumah mewah .


" kalian memilih membayar sepuluh milyar atau masuk penjara selama lima tahun ? " tanya Rico tiba-tiba .


" maksud bapak ??? "


" what ? "


" apa si sepuluh milyar ? "


" asli ga paham gue maksud pak Rico "


" penjaraa ??? "


Berbagai pertanyaan keluar dari mulut orang-orang yang Rico bawa kerumah itu kebingungan karena merasa sangat aneh dengan pertanyaan Rico .


" kalian orang-orang dibalik postingan ini kan !!! " ucap Rico dengan dingin , ia menyalakan layar proyektor yang berisi postingan di forum mahasiswa .


" kalau kalian jawab jujur saya akan memberikan kalian keringanan tapi kalau kalian tak mengaku lebih baik kalian bersiap membayar konsekuensinya " imbuh Rico sambil melempar beberapa kertas kehadapan mereka .


Clarissa dan teman-temannya mengambil kertas yang Rico lempar , mereka membaca tuntutan yang akan diajukan ke polisi untuk menjerat mereka . Sontak mereka langsung berteriak panik saat membaca kertas kertas itu , mereka tak percaya bahwa Rico sudah tau merekalah orang pertama yang memposting hinaan kepada Sasa di forum .


" apa mau bapak ? " tanya Ayu panik dia sangat ketakutan .


" gue ga mau masuk penjara huhu " tangis Shireen .


" anda tak bisa nuduh kami seperti itu pak , ini sama aja fitnah dan saya bisa menuntut balik anda pak " teriak Clarissa lantang .


" benarkah kau akan menuntut ku ?? " ucap Rico dengan tersenyum .


Beberapa orang team IT Rico mulai berkerja mereka mengutak atik laptop mereka tak lama kemudian terdengar suara ponsel milik kelima belas orang diruangan itu berbunyi , beberapa orang sempat mengangkat dan mereka kaget saat tau bahwa orang yang menghubungi adalah orang-orang IT dihadapannya .


" ampun tuan " ucap beberapa orang tiba-tiba mereka memilih mengaku .


" maafkan kami tuan Rico " tangis Risa panik , ia tak bisa mengelak lagi karena semua informasi waktu ia memposting umpatan itu nampak jelas di layar proyektor yang di setel Rico .


" jadi kalian mengaku ? " tanya Rico tersenyum puas , tangannya nampak memainkan ponsel pintar miliknya .


" ada hubungan apa anda dengan Sasa ? kenapa anda seperti melindungi perempuan sok polos itu ? saya temannya sejak SMP saya tau siapa Farasya !!! " teriak Clarissa tiba-tiba , ia kemudian menceritakan sebuah cerita palsu tentang Sasa dan kedua orangtuanya yang sudah meninggal , Clarissa mengatakan bahwa Sasa memang sudah tak perawan sejak SMA dan berita itu sudah tersebar dikalangan teman-temannya disekolah .


Rico terlihat sangat marah mendengar ucapan Clarissa , ia tau persis gadis seperti apa istri bosnya itu bahkan Archie sudah menceritakan bagaimana ia bertemu dengan ibu Sasa yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama pada Sasa .


" siapa yang bilang Sasa sudah tak perawan sejak SMA ? " teriak seorang laki-laki dari arah belakang tiba-tiba .

__ADS_1


Semua orang yang ada diruangan itu kemudian mencari pemilik suara itu , seketika mereka terkaget saat melihat siapa sosok pemilik suara tadi . Seorang lelaki tampan yang memakai kemeja putih dan celana hitam ciri khasnya .


" Archie " pekik Clarissa kaget saat melihat kehadiran Archie ditempat itu .


__ADS_2