
Archie kemudian menceritakan semuanya yang ia tau segala tadi Gusti memberitahukan keberadaan padanya , mendengar perkataan sang suami air mata Sasa mengalir bak sungai membasahi wajahnya . Sasa tak menyangka kakak sepupunya itu harus berjuang seperti itu untuk mendapatkan anak , liburan ke Inggris pun sebenarnya bukanlah liburan biasa akan tetapi Gusti mengajak Swari pergi untuk bertemu dengan dokter kenalannya yang memang ahli dalam kasus yang menimpa Swari .
Karena wanita yang sudah hamil anggur makan kesempatan ia mengalami hamil anggur lagi dimasa depan cukup besar , oleh karena itu Gusti mengajak Swari ke Inggris menemui dokter Mario untuk melakukan konsultasi .
" Kasian sekali mereka mas " ucap Sasa pelan ketika Archie mengakhiri ceritanya .
" Iya , kau harus menguatkan Swari ya sayang " jawab Archie sambil membelai wajah Sasa dengan lembut .
Sasa mengangguk pelan merespon perkataan sang suami , Archie menyeka air mata yang membasahi wajah Sasa dengan tangannya secara perlahan.
Setelah berhasil menguasai diri Archie akhirnya mengajak Sasa masuk ke dalam ruang perawatan Swari untuk bertemu dengan Gusti dan Swari . Senyum Sasa mengembang saat melihat Swari terlihat sangat bahagia ketika bermain dengan Arthur .
" Dimana dokter gila itu Arc ? aku harus membunuhnya dengan tanganku sendiri !! " tanya Gusti dengan penuh emosi , rupanya Swari sudah menceritakan kejadian mengerikan yang hampir merebut masa depan mereka itu .
" Dia sudah dibawa ke rumah sakit jiwa oleh ayahnya sendiri " jawab Archie sambil tersenyum .
" Rumah sakit jiwa !! " pekik Sasa , Gusti dan Swari bersamaan .
" Iya rumah sakit jiwa , ayahnya dokter Prasetyo akhirnya memilih mengirim dokter Bara ke rumah sakit jiwa karena kondisi dokter Bara sangat memprihatikan dan takut melukai pasien lainnya lagi kalau tetap diijinkan bekerja " ucap Archie mencoba menjelaskan .
" Dokter Pras adalah ayah dokter Bara ? " tanya Swari bingung .
" Ayah tiri tepatnya , dokter Bara menganggap wajahmu mirip dengan mantan istri yang sudah mengkhianatinya . Sehingga ia ingin membalas dendam dengan melakukan operasi pengangkatan rahim itu padamu Swari " jawab Archie menjelaskan duduk masalah sebenarnya .
" Hanya karena wajah kami mirip jadi dia ingin menyelakai ku " ucap Swari dengan terbata-bata .
Melihat sang istri sedih Gusti langsung memeluk Swari dengan erat untuk memberikan dukungan supaya Swari tak sedih lagi . Sasa tersenyum melihat pemandangan yang ada didepannya dengan mata berkaca-kaca .
" Kak Swari sudah boleh pulang malam ini jadi lebih baik kita siap-siap untuk pulang " ucap Sasa mencoba mengalihkan topik pembicaraan .
" Benarkah ? kalau begitu lebih baik kalian pulang ke rumah kami saja " celetuk Archie menimpali perkataan Sasa .
" Iya kakak dan kangmas pulang ke rumah kita aja ya !!! " ucap Sasa memaksa kakak sepupu dan istrinya itu .
Swari tersenyum dan mengangguk pelan memberikan kode pada sang suami .
" Iya nduk iya kita pulang ke rumah kalian " ucap Gusti sambil tersenyum .
" Horeeee ada kangmas dan kak Swari dirumah malam ini " pekik Sasa dengan riang .
" Hei sayang ini rumah sakit jangan teriak-teriak gitu " ucap Archie cepat sambil membekap mulut Sasa dengan tangan besarnya .
__ADS_1
Dalam dekapan sang suami Sasa mengangguk pelan sambil tertawa , tak lama kemudian mereka pun akhirnya bersiap untuk pulang ke rumah besar Archie .Pihak rumah sakit secara khusus meminta maaf pada Swari dan Gusti di pimpin dokter Pras .
" Kami mohon maaf atas apa yang baru saja terjadi " ucap dokter Pras sambil menundukkan kepalanya , ia dan semua dokter sudah tau siapa wanita yang hampir dicelakai dokter Bara .
"Sudahlah dok , semua itu bukan kesalahan rumah sakit tapi kesalahan dokter Bara . Saya harap kedepannya hal ini tidak terjadi lagi pada pasien lainnya " jawab Gusti dengan tersenyum .
" Sekali lagi kami minta maaf Raden Gusti Pramana " ucap dokter Pras penuh sopan dengan menyebut nama Gusti secara lengkap.
" Kalau begitu kami permisi dok " pamit Gusti pelan pada semua dokter yang ada dihadapannya .
Satu persatu dokter senior itu bersalaman dengan Gusti dan Swari , mereka kaget saat tau kalau yang ada dihadapan mereka adalah salah satu penerus keluarga bangsawan yang cukup terpandang di Solo . Semua dokter itu juga bersalaman dan meminta maaf pada Archie dan Sasa .
Tak lama kemudian Gusti dan Swari sudah naik ke mobil mewah milik Archie bersama baby Arthur , Sasa dan Archie masih berdiri diluar karena dokter Pras berbicara masalah serius dengan Archie . Dokter senior itu meminta agar Archie tak membawa masalah yang baru menimpa Swari ke jalur hukum , ia berjanji akan tetap menahan dokter Bara di rumah sakit jiwa sebagai konsekuensinya .
" Sudahlah dokter anda tak perlu bicara seperti itu terus , saya yakin kakak ipar saya itu tak akan membawa kasus ini ke meja hijau " ucap Archie untuk yang kesekian kalinya mencoba menenangkan dokter Pras yang ketakutan .
" Iya tuan saya hanya takut saja , mereka bukanlah keluarga biasa . Saya benar-benar menyesal hal ini bisa terjadi tuan Archie " sahut dokter Prasetyo penuh sesal .
" Tenanglah dokter , kakakku bukanlah orang yang berpikiran sempit ia pasti akan melupakan kejadian ini " ucap Sasa merespon perkataan dokter Pras sambil tersenyum .
Dokter Pras mengangguk pelan dengan tersenyum , Archie dan Sasa akhirnya berpamitan pulang pada dokter Pras mereka menyusul Swari dan Gusti masuk ke dalam mobil .
Setelah Sasa dan Archie masuk , mobil akhirnya melesat meninggalkan area rumah sakit menuju rumah besar Archie . Di dalam mobil Swari dan Gusti gak melepaskan pelukannya pada baby Arthur , mereka berdua benar-benar membuat baby Arthur tak berhenti tertawa . Sasa hanya tersenyum tipis melihat kakaknya sangat menyayangi putranya .
" Rasanya baru kemarin kita sering menginjakkan kaki dirumah ini mas " ucap Swari lirih sambil memandang sekeliling rumah Archie yang tak banyak berubah kecuali taman bunga yang makin cantik dan penghuni garasi yang makin bertambah banyak .
" Iya kau benar sayang , waktu berjalan dengan sangat cepat " jawab Gusti pelan , ia tau arah pembicaraan sang istri .
" Kakang yunda... ayo masuk !! " panggil Sasa dari depan pintu sambil melambaikan tangannya ke arah Gusti dan Swari yang menggendong baby Arthur .
" Iyo nduk sabar lho ... kamu ini dari dulu Ndak berubah ya " jawab Gusti dengan aksen Jawa yang kental menjawab panggilan Sasa .
" He he maaf , ya udah ayo akh masuk ..... " sahut Sasa cengengesan sambil menarik tangan Swari menuju ke lantai dua .
Melihat tingkah adiknya yang tak berubah membuat Gusti menggeleng pelan , tapi ia senang karena Sasa yang ia kenal masih sama seperti dulu .
" Ayo duduk Gus " ucap Archie membuyarkan lamunan Gusti sambil mengulurkan gelas berisi kopi pada Gusti .
Gusti menganggukan kepalanya pelan sambil menerima gelas pemberian Archie lalu berjalan ke arah ruang keluarga yang ada didekat ruang makan .
" Terima kasih Arc dari dulu aku selalu merepotkanmu dan Sasa " ucap Gusti pelan sambil menikmati kopinya .
__ADS_1
" Kita keluarga Gus jadi jangan merasa sungkan , aku yakin Sasa juga senang membantu kalian " jawab Archie sambil tersenyum .
" Sasa beruntung memilikimu " sahut Gusti memuji Archie .
" Sebenarnya akulah yang beruntung mendapatkan Sasa , karena tanpanya aku pasti sudah hilang akal dan menjadi manusia liar yang tak punya tujuan hidup " ucap Archie serius .
Gusti tersenyum mendengar perkataan adik iparnya itu , tak lama kemudian Sasa dan Swari turun dan bergabung bersama dengan Gusti . Swari sudah berganti pakaian yang Sasa berikan mereka lalu pergi ke meja makan untuk menikmati makan malam bersama sebagai keluarga setelah berbulan-bulan tak bertemu .
" Apa rencana kalian ? " tanya Sasa sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya .
" Kami akan tinggal di Jakarta untuk sementara waktu sembari kami melakukan konsultasi ke dokter kandungan yang ada disini Sa " jawab Gusti pelan .
" Baguslah jadi Sasa bisa sering ketemu yunda deh " sahut Sasa dengan riang .
" Aku sebenarnya bingung akan satu hal " ucap Archie tiba-tiba .
" Bingung apa Arc ? " tanya Gusti penasaran .
" Sasa sering memanggil istrimu dengan panggilan " yunda " padahal nama Swari tak ada kata yunda " jawab Archie singkat .
Mendengar perkataan Archie semua orang tertawa dengan terbahak-bahak sehingga membuat Archie bingung .
" Apa yang salah ? " tanya Archie jengkel .
" Yunda itu adalah salah satu panggilan untuk kakak perempuan untuk orang jawa " jawab Gusti sambil tersenyum .
" Oh begitu " ucap Archie sambil menganggukkan kepalanya berkali-kali .
Mereka kemudian makan lagi dengan diselingi tawa , sebuah kehangatan keluarga yang selalu Archie dan Sasa impikan . Selesai makan mereka duduk di ruang keluarga dengan duduk berpasang-pasangan .
" Sa aku mau bicara hal penting boleh ? " tanya Gusti pelan .
" Bicara saja kangmas Sasa dengerin kok " jawab Sasa sambil tersenyum .
Gusti dan Swari saling memandang sejenak dan kemudian kembali menatap ke arah Archie dan Sasa yang sedang duduk dihadapan mereka .
" Selama kami tinggal dijakarta bolehkah Arthur tinggal bersama kami ? " tanya Gusti dan Swari secara bersamaan .
" Apaaa.......
🌼 Bersambung 🌼
__ADS_1
Jangan lupa like , komentar dan bantu vote ya kakak-kakak 🌹.
Terima kasih .