
Rico kembali kerumah Gusti ia meminta Sasa untuk ikut pulang kembali ke rumah Archie walau bagaimanapun Sasa adalah nyonya rumah jadi ia harus ada disana ketika para pelayat datang esok pagi .
Gusti membimbing Sasa turun dari mobilnya sementara Swari nampak mengikuti dari belakang ia menggunakan kaca mata hitam untuk menyamarkan mata sembabnya .
Para pelayan yang menyambut Sasa sontak langsung menangis mereka tak percaya dengan berita di TV tapi saat mereka melihat keadaan sang nyonya yang sangat sedih mereka yakin bahwa berita yang beredar benar adanya .
" bik Rani siapkan susu untuk Sasa , dari tadi pagi waktu pulang dari rumah sakit ia belum makan " pinta Gusti lirih .
" baik tuan Gusti " jawab bik Rani lirih , ia bisa merasakan kesedihan yang Sasa alami .
Sasa duduk di sofa bersama Swari disamping kanannya menjaganya agar tetep duduk dengan nyaman Gusti dan Rico nampak menyapa orang-orang kepercayaan Archie yang langsung datang kerumahnya untuk mengkonfirmasi berita itu secara langsung , mereka langsung terduduk lemas ketika Rico menceritakan apa yang tadi ia temukan ditempat kejadian kecelakaan .
" kasian nyonya ia pasti sangat sedih " ucap Gustaf lirih , walaupun ia tak akrab dengan Sasa tapi beberapa kali pertemuan dengan Sasa meninggalkan kesan baik untuknya .
" tolong kau urus urusan kantor sementara ini Gustaf , amankan semua file penting ciptakan suasana kondusif di kantor " titah Rico pada Gustaf yang akan kembali kekantor .
" baik tuan " jawab Gustaf cepat , ia lalu kembali kekantor untuk menjalankan perintah Rico bersama orang-orang satu teamnya .
Rico melanjutkan kesibukan menerima panggilan dari orang-orang Archie di Macau dan Australia mereka mengkonfirmasi tentang berita yang beredar , Rico tak lepas dari ponselnya sejak ia tiba di rumah silih berganti orang-orang Archie menghubungi nya .
Gusti duduk disamping Sasa dan sang istri ia berusaha membujuk Sasa untuk makan karena dari pagi belum ada makanan yang masuk ke mulutnya .
" nduk , makan ya sedikit aja " bujuk Gusti lembut .
" ayo sa sedikit aja ya " imbuh Swari sambil menyuapkan makanan ke arah mulut Sasa .
" nduk ayo makan nduk " ucap Gusti pelan , ia benar-benar kehabisan akal untuk membuat Sasa mau membuka mulutnya .
__ADS_1
Gusti khawatir dengan kondisi kesehatan Sasa mengingat ia baru saja keluar dari rumah sakit tadi pagi .
Karena hari sudah mulai gelap dan orang-orang yang datang kerumah Archie makin banyak Swari membimbing Sasa untuk kembali kekamarnya , dengan telaten ia membantu Sasa mandi dan berganti pakaian . Setelah selesai mandi Sasa akhirnya terlelap setelah meminum susu yang bik Rani buatkan untuknya .
" ayo bik biarkan Sasa istirahat , kasian dari siang ia tak berhenti menangis " bisik Swari lirih .
" baik nona " jawab bik Rani singkat , dengan perlahan ia menutup pintu kamar Sasa .
Bik Rani mengantar kan Swari menuju kamarnya didekat tangga , Swari membersihkan dirinya setelah bik Rani pergi . Swari menuruni tangga ke arah ruang tamu dimana suaminya tengah berbincang serius dengan Rico .
" mas , mandi dulu sana kamar kita dilantai dua dekat tangga " bisik Swari lembut .
" ok , sebentar lagi polisi akan datang lebih baik kita membersihkan diri Rico " ucap Gusti merespon ucapan Swari .
Rico mengangguk ia kemudian berjalan menuju kamarnya didekat ruang tamu , kamar biasanya ia tidur ketika ia menginap di ruang Archie yang besar ini .
Swari menikmati teh jahe buatan bik Rani , beberapa pelayan lainnya sibuk membuatkan makanan kecil untuk para tamu nanti .
" hmmmm " jawab Rico lirih.
" kita semua sedih tapi kita harus tetap kuat demi Sasa dan bayinya anak Archie " imbuh Gusti dengan mantap ia berusaha menyakinkan Rico.
" i know Gusti " ucap Rico dengan pelan .
Mereka kemudian menikmati makan malam yang terasa tak nikmat itu dengan kebisuan , Gusti yang memikirkan nasib Sasa dan Rico yang meratapi kepergian Archie sahabatnya yang dia anggap sebagai kakak itu .
Tak lama kemudian terlihat beberapa orang polisi datang bersama beberapa orang ahli forensik yang mengidentifikasi jenasah yang diduga sebagai Archie itu , mereka terlibat dalam pembicaraan yang serius .
__ADS_1
Swari memilih pergi dari ruang tamu dia memilih duduk di kursi dekat tangga sambil memainkan ponselnya , berita di sosial media sejak tadi siang hanya membahas Archie . mereka bahkan menyantumkan foto pernikahannya dengan Sasa yang otomatis semua orang kini tau kalau Sasa adalah istri Archie.
" jadi ini benar-benar murni kecelakaan pak ? bukan karena sabotase ? " tanya Rico berulang kali ia belum puas dengan jawab para polisi itu .
" murni kecelakaan pak kalau kita lihat dari kondisi mobil yang menghantam body mobil tangki itu seperti itu kesimpulan nya " jawab seorang perwira polisi yang sudah berumur .
" ini kecelakaan tunggal jadi kita tak bisa memeriksa pihak lain selain supir mobil tangki yang saat ini masih mendapat perawatan intensif karena cedera patah kaki " imbuh sang polisi itu kemudian .
Gusti nampak serius mendengarkan penjelasan para polisi dan ahli forensik itu , para dokter kepolisian itu mengaku belum dapat memastikan identitas jenasah itu karena kondisi nya yang terbakar hampir 90% yang membuat mereka sulit mengidentifikasi karena tak ada sidik jari yang bisa mereka cek . Harapan mereka adalah dengan melakukan tes DNA untuk memastikan kecocokan , tapi masalah lain muncul ketika Rico menjelaskan bahwa kedua orang tua Archie sudah meninggal beberapa tahun lalu sementara Archie adalah anak tunggal . Archie punya saudara tiri dari sang ibu yang menikah dengan pria lain tapi lagi-lagi keberadaan saudara tirinya itu tak diketahui sampai sekarang .
" kalau pengecekan DNA dengan saudara tiri kemungkinan kecocokannya kecil tuan " ucap seorang dokter kepolisian dengan serius merespon perkataan Rico .
" kita benar-benar bisa memastikan hasil yang akurat apabila tes itu dilakukan dengan anggota keluarga terdekat " imbuh dokter yang lain menambahkan .
" apakah bisa dengan anaknya ? " celetuk Gusti tiba-tiba .
" maksud anda pak ? " tanya dokter itu bingung karena yang mereka tau Archie belum punya anak .
" adikku Sasa istrinya saat ini tengah hamil dengan usia kehamilan memasuki tujuh minggu dok " ucap Gusti lirih .
" ya kita bisa melakukan dengan pengecekan tes DNA dengan bayi nyonya Sasa " pekik kedua dokter itu hampir bersamaan , akhirnya masalah pengecekan DNA menemukan jalan keluarnya .
" tapi apakah aman untuk Sasa ? " tanya Rico dengan nada bergetar , ia takut membahayakan Sasa dan bayinya .
" aman tuan Rico , nanti kita minta bantuan dokter kandungan nya . tes DNA saat ini sudah dilakukan untuk ibu hamil guna mengetahui ada kelainan atau tidak pada bayinya " jawab dokter itu dengan lembut , ia mencoba menjelaskan pada Rico yang terlihat takut .
" selama ibu Sasa mau bekerja sama kita akan cepat mendapatkan hasil nya pak " ucap seorang polisi yang lebih muda dengan ramah .
__ADS_1
Gusti dan Rico terlihat menganggukkan kepala tanda mengerti , mereka hanya bisa bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menyelesaikan kasus ini supaya tak makin membuat Sasa terus berlarut dalam kesedihan .
" Archie bodohhhh !!!!! " teriak Sasa tiba-tiba yang sudah berdiri ditangga dan membuat orang-orang yang ada dilantai satu itu terkejut karena suara teriakan Sasa .