
Suasana di rumah Archie terlihat sangat sibuk di mana beberapa pelayan dirumah besar itu sudah ada yang mulai berangkat ke Kanada menggunakan pesawat jet pribadi milik Archie , sedangkan beberapa orang lainnya masih menunggu visa yang belum keluar dari kedutaan besar Canada karena masih menunggu giliran .
Rico , Gustaf dan dokter Frans pun juga terlihat sibuk di apartemennya masing-masing . Mereka bersama istri terlihat merapikan beberapa dokumen penting yang akan dibawa ke Canada , karena Leon Corporation sudah menjadi anak perusahaan Durann Internasional Rico pun terlihat lebih sibuk dari Gustaf dan dokter Frans ia juga harus mengurus beberapa dokumen penting di perusahaan yang ia pimpin itu .
Sementara itu Sasa hanya duduk di kamar melihat Archie sibuk merapikan berkas-berkas penting yang baru ia keluarkan dari dalam brankas , Sasa akhirnya memutuskan untuk berhenti kuliah di Indonesia .Ia berharap bisa meneruskan kuliahnya kembali ketika mereka sudah pindah ke Quebec dan Archie selalu mendukung semua keputusan Archie .
" Sasa pasti rindu dengan rumah ini mas " Ucap Sasa pelan sambil menatap sekeliling rumahnya yang sudah hampir kosong itu , semua foto pernikahannya pun sudah di simpan dalam box khusus untuk dibawa ke Canada .
" Mas juga akan rindu dengan tempat ini sayang , karena disini lah mas menemukanmu " Jawab Archie sambil tersenyum .
" Apakah kita perlu membawa semua barang ini mas ? bukan rumah di Quebec sudah lengkap " Tanya Sasa bingung ketika melihat Archie membawa beberapa pernak pernik yang ia simpan di lemari khusus .
" Ini adalah beberapa barang antik yang aku dapatkan selama aku berbisnis dengan partner jadi aku akan menyimpannya untuk menghargai mereka " Jawab Archie singkat .
Sasa mengangguk pelan mendengar jawaban sang suami , Archie adalah orang yang sangat menghargai pemberian orang lain . Oleh karena itu ia berusaha menjaga pemberian orang lain untuk tetap menjaga hubungan baik dengan para rekan bisnisnya itu .
Setelah berkemas hampir lima jam akhirnya semua berkas dan barang pribadi milik Archie sudah tertata rapi , ia pun memasukkan berkas-berkas pentingnya ke dalam satu koper untuk ia bawa menggunakan pesawat jet keduanya yang sudah menunggu di Jakarta . Sasa hanya merapikan beberapa buku tabungan dan dokumen pribadinya yang sudah ia simpan menjadi satu bersama milik baby Arthur .
Akhirnya waktu yang ditunggu pun tiba , Sasa yang menggendong bayi baby Arthur berjalan pelan meninggalkan rumah bersama Archie . Sebelum masuk ke dalam mobil Sasa memandangi rumah yang menjadi tempat tinggalnya selama dua tahun terakhir semua kenangan indah teringat kembali dalam memorinya .
" Ayo masuk sayang " Ucap Archi pelan .
" Iya mas " Sahut Sasa lirih .
Mereka pun langsung masuk ke dalam mobil yang akan mengantar ke bandara Soekarno Hatta dimana Rico Gustaf dan dokter Frans bersama para istri mereka sudah menunggu , satu jam kemudian mobil yang membawa Sasa dan Archie akhirnya tiba di bandara Selena yang melihat kedatangan langsung mendekati dan mengambil alih baby Arthur dari gendongan Sasa .
Sasa berpelukan dengan Gusti yang datang seorang diri karena hari masih ada di rumah sakit pasca melakukan IVF , Gusti memeluk erat adik perempuan satu-satunya itu dengan menahan air mata .
" Kau harus bahagia di sana ya nduk " Bisik Gusti pelan sambil menepuk pundak Sasa.
" Iya mas Sasa akan bahagia disana mas " Jawab Sasa sambil terisak .
" Kalau Archie membuatmu mengeluarkan airmata lagi segera hubungi kangmas ya , karena kangmas akan langsung datang ke Quebec dan menghajar suamimu itu " Ucap Gusti sambil melirik tajam kearah Archie .
__ADS_1
" Huum mas Sasa akan langsung menghubungi kangmas jika hal itu terjadi " Sahut Sasa sambil menyeka air matanya perlahan .
" Berjanjilah padaku satu hal Arc , kau akan membuat adik kesayanganku ini bahagia . Karena dia pantas untuk mendapatkan kebahagiaan itu " Pesan Gusti kepada Archie .
" Tentu saja , aku akan membuat Sasa menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini " Jawab Archi sambil meraih tangan Gusti .
Gusti mengangguk pelan merespon perkataan Archie ia kemudian memeluk adik iparnya itu dengan erat sambil berkali-kali menepuk punggung Archie , tak lama kemudian Rico memberitahu Archie kalau pesawat harus segera take off karena petugas bandara sudah memberikan mereka perintah untuk segera meninggalkan landasan pacu .
Sasa memeluk Gusti untuk terakhir kalinya sebelum pergi meninggalkan Indonesia begitu pula dengan Archie , mereka pun akhirnya berjalan menunggu menuju tangga pesawat untuk masuk ke dalam pesawat jet mahal milik Archie yang bersiap bertolak menuju Canada .
Gusti berjalan menjauh dari pesawat yang akan segera lepas landas itu ia menatap dari kejauhan bagaimana pesawat mahal itu mulai mengudara di langit Jakarta , ada perasaan aneh yang menggelitik didalam dadanya ketika melihat pesawat yang membawa adik perempuannya itu pergi mengudara dengan cantik di langit Jakarta.
" Berbahagia lah nduk , kau pantas mendapatkan kebahagiaan " Ucap Gusti pelan sambil melambaikan tangannya kearah pesawat yang sudah menjauh dari bandara .
Karena sudah hampir sore Gusti pun meninggalkan bandara setelah ia benar-benar tak bisa melihat pesawat jet milik Archie, ia memacu mobilnya menuju ke rumah sakit di mana Swari masih dirawat . Kini Gusti memiliki tugas penting untuk menggantikan Archie sementara untuk memimpin Duran Internasional yang ada di Jakarta , ia pun juga harus mengawasi beberapa apartemen dan perusahaan Sasa sesuai amanat yang diberikan Archie .
Di dalam pesawat jet Sasa masih menatap langit Indonesia melalui kaca , ia belum tidur setelah tiga jam mengudara . Hatinya masih merasa sedikit berat untuk meninggalkan Indonesia , walaupun kedua orangtuanya sudah meninggal akan tetapi kenangan bersama orang tuanya masih ia sangat rasakan di Indonesia dan itulah alasan sebenarnya Sasa berat meninggalkan tanah airnya itu .
" Sasa belum ngantuk mas " Jawab Sasa sambil tersenyum .
" Kau adalah pembohong nomor satu yang sangat buruk sayang , aku tahu apa yang sebenarnya kau pikirkan . Tenang saja jika kau rindu kepada Gusti dan keluargamu di Solo mas akan dengan senang hati mengantarmu kembali untuk menjenguk mereka " Ucap Archie sambil membelai wajah Sasa .
" Awwww...." Jerit Archie tiba-tiba ketika Sasa mencubit perutnya .
" Kok malah nyubit sih ?" Tanya Archie dengan ekspresi kesakitan sambil memegang perutnya .
" Kenapa sih mas selalu tahu apa yang aku pikirkan , menyebalkan sekali !!! " Sengit Sasa sambil memajukan mulutnya karena Archie berhasil menebak isi kepalanya .
" Ha ha ha .....kita sudah menikah lebih dari satu tahun sayang , aku tahu semua isi kepalamu " Ucap Archie sombong .
" Iya dan itu sangat tidak adil bagiku !!" Jawab Sasa cepat sambil memalingkan wajahnya kembali menatap kearah kaca .
Archie tersenyum melihat tingkah sang istri , ia lalu memeluk Sasa dengan erat dari belakang sambil mencium pundak Sasa dengan lembut .
__ADS_1
" Aku akan membuatmu bahagia di Quebec , itu adalah janji ku sayang " Bisik Archie pelan ke telinga Sasa sambil mencium leher jenjang Sasa dengan perlahan .
" Akhhh stop jangan seperti itu !!! " Ucap Sasa sambil menggeliat berusaha melepaskan diri dari pelukan Archie .
" Kau istriku " Sahut Archie menggoda Sasa .
" Ampun mas akhhh ... itu malu diliat yang lain nanti " Jawab Sasa sambil berusaha bangun dari kursinya .
Alih-alih melepaskan Sasa , Archie justru menarik Sasa hingga membuat Sasa terjatuh di atas tubuhnya . Dalam posisi seperti itu darah lelaki Archie berdesir dengan perlahan karena sudah hampir satu minggu ia tak mendapatkan haknya paskah Sasa mengalami keguguran .
" I want you tonight " Bisik Archie dengan suara berat .
" No !!! kita sedang ada di pesawat " Jawab Sasa menolak permintaan Archie .
Mendengar perkataan Sasa membuat Archie tersenyum , ia lalu membalik tubuh Sasa dan membuatnya duduk . Archie pun kemudian berjalan menuju ke pintu ruang pribadinya itu lalu mengunci pintu itu dari dalam .
" Pesawat ini adalah milikku dan kita sedang ada di kamar pribadi ku, jadi kau tak perlu takut kalau ada orang yang melihat kita sedang bercinta " Ucap Archie pelan sambil membuka pakaiannya .
" Tapi Arthur sedang bersama Selena , bagaimana kalau ia mencari ku nanti " Jawab Sasa mencari alasan untuk menolak Archie .
" Arthur sudah diurus dengan baik oleh Selena dan Rico , jadi kau tak perlu memikirkannya lagi . Saat ini kau hanya perlu memikirkan cara untuk mengimbangi permainan ku sebentar lagi " sahut Archie dengan senyum penuh kemenangan .
" Tapi mas aku.....
Sasa tak dapat meneruskan perkataannya karena bibirnya sudah dilahap dengan rakus oleh Archie tak lama kemudian terdengar suara desahan di kamar pribadi Archie , Sasa benar-benar dibuat kewalahan dengan serangan yang dilakukan oleh Archie . Tubuh keduanya pun kini sudah bermandikan keringat , mereka akhirnya menghabiskan malam penuh di atas pesawat jet yang membawa mereka ke Quebec Kanada .
🌼 Bersambung 🌼
Hallo kakak-kakak terima kasih sudah mau meluangkan waktunya untuk membaca novel pertama saya dan dengan berat hati saya ingin memberikan kabar bahwa Faith akan segera berakhir dalam waktu dekat ini , tapi jangan sedih karena Faith 2 sudah siap mengudara juga .
Novel kelanjutan Faith ini berjudul : Faith 2 the return of the prince ....
Di novel Faith 2 akan menceritakan kisah baby Arthur yang sudah dewasa 😊 Thor harap Faith 2 akan mendapatkan tempat juga di hati kakak-kakak semua , segera baca prolog nya ya kakak-kakak dan buat sampai 1000 like supaya Thor bisa langsung update episode selanjutnya . Terima kasih semua🌹🌹🌹
__ADS_1