
Sasa tersenyum melihat Selana memakan rujak yang ia beli sebelumnya , sewaktu hamil muda dulu ia juga bertingkah seperti Selena yang akan tak tenang ketika melihat buah . Sasa merasa iba melihat kondisi Selena sekarang .
" What !!! apa kau bilang Sa !!! " pekik Selena kaget ketika mendengar perkataan Sasa yang terakhir .
"Seperti yang kau dengar sebelumnya aku ingin kau menjaga anakmu baik-baik " jawab Sasa sambil tersenyum .
" Tak mungkin aku hamil Sa !!! aku datang bulan kemarin bahkan sudah ada tanda-tanda nya " sahut Selena mencoba menyakinkan Sasa .
"Tanda-tanda apa maksudmu ??? " tanya Sasa dengan terbata-bata , ia berharap Selena tak mengalami apa yang sedang ada dipikirannya saat ini .
" Aku sudah flek seperti bulan-bulan biasanya ketika mau datang bulan " jawab Selena cepat .
Deg
Deg
Debaran jantung Sasa terasa semakin cepat ketika mendengar jawaban Selena , Sasa langsung menarik tangan Selena dengan cepat tanpa banyak bicara sehingga membuat Selena kelabakan dan bingung . Bahkan ia sempat menjatuhkan air di dalam gelas yang hampir mengenai pakaiannya kalau tidak segera Sasa tahan .
" Sorry sorry " ucap Sasa cepat sambil menahan gelas yang sudah terguling itu .
" Kau kenapa Sa ? " tanya Selena bingung melihat tingkah Sasa yang terburu-butu itu .
" Nanti aku jelaskan !!! cepat ikut aku kak " jawab Sasa sambil meletakkan uang enam ratus ribu rupiah diatas meja .
Sasa diam tak menjawab pertanyaan Selena ia hanya bisa berusaha tetap sabar dan tak panik didepan Selena walau sebenarnya ia sangat khawatir , Sasa pun harus kembali mengelus dada ketika sudah sampai di parkir Selena meminta ijin ingin kembali ke dalam restoran karena ingin mengambil rujak yang belum habis ia makan itu .
" Sudah ?? " tanya Sasa singkat saat melihat Selena sudah masuk ke dalam mobilnya sambil membawa rujak yang ada didalam mangkuk .
"Yes " jawab Selena singkat sambil terus memakan mangga muda yang sangat asam itu .
"Kakak bawa mangkuk restoran ??? " tanya Sasa dengan nada meninggi saat menyadari Selena nampak memakan rujaknya dengan beralaskan mangkuk .
"Iya kata pelayannya daripada berceceran jadi dia memberikan aku mangkuk ini " jawab Selena tanpa rasa bersalah sedikitpun .
Sasa hanya menggelengkan kepalanya pelan tanpa sanggup berkata-kata lagi melihat tingkah Selena yang sangat kekanakan itu , ia kemudian memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit tempat praktek dokter Mega . Dokter yang membantunya sewaktu awal-awal kehamilannya setahun yang lalu sebelum ia pindah ke Canada bersama Archie .
Tiga puluh menit kemudian ia sudah sampai ke depan rumah sakit , Sasa memarkirkan mobilnya dengan apik di tempat parkir khusus wanita yang tersedia di rumah sakit ibu dan anak itu .
"Ayo keluar kak " ajak Sasa pada Selena yang masih menikmati rujaknya .
" Dimana kita ? " tanya Selena bingung , ia belum menyadari sedang ada di rumah sakit .
__ADS_1
" Ayo temani aku bertemu seorang teman lama " jawab Sasa singkat dengan tersenyum .
" Ok " sahut Selena singkat , ia kemudian keluar dari mobil dengan perlahan sedikit kesulitan karena memakai sepatu hak tinggi .
Sasa yang melihat Selena kesulitan berjalan kemudian berjongkok didepan Selena dan menukar sepatu yang sedang ia pakai dengan sepatu yang Selena pakai sehingga membuat Selena makin bingung .
" Aku tak suka pakai sneaker Sa " celetuk Selena sesaat ketika sudah memakai sepatu Sasa yang kebetulan satu ukurannya dengan dirinya itu .
" Demi kebaikan bersama kak " jawab Sasa singkat dengan tersenyum tipis , memakai sepatu hak tinggi membuat Sasa terlihat makin anggun .
" Tapi aku tak nyaman " ucap Selena singkat .
" Kau harus membiasakan ya mulai sekarang , ya sudah ayo temui temanku " sahut Sasa cepat sambil menggandeng tangan Selena .
Selena mengangguk pelan , ia masih bingung kenapa Sasa mengajaknya pergi ke sebuah tempat asing . Rumah sakit tempat dokter Mega praktek memang tak terlihat seperti rumah sakit karena bagian depan nampak banyak tempat bermain anak-anak dan beberapa kolam renang yang berbeda-beda ukuran kedalamannya .
" Apa kita sedang ada di kinderganten ( sekolah khusus untuk anak dibawah 4 tahun ) " tanya Selena bingung ketika melihat banyak anak kecil bersileweran di taman bermain .
" Kau akan tau sebentar lagi " jawab Sasa singkat .
Selena yang bingung hanya bisa memandang sekeliling tempat itu tanpa banyak bicara lagi , tanpa di sadari Selena nampak tersenyum beberapa kali melihat anak-anak yang berlarian di sekitar taman bersama beberapa orang pengasuhnya .
Selena hampir menubruk Sasa ketika tak menyadari kalau Sasa sudah berhenti didepan sebuah ruangan yang cukup besar di ujung sebuah lorong .
" Maaf aku tak tau kalau kau sudah berhenti " jawab Selena tanpa rasa bersalah .
Sasa terdiam dan tak menjawab lagi perkataan Selana ia kemudian mengetuk pintu yang ada dihadapannya dengan perlahan .
Tok
Tok
" Masuklah nyonya " sahut seorang wanita dari dalam ruangan menjawab ketukan Sasa .
Ceklek
Sasa membuka pintu dengan perlahan dan menarik tangan Selena untuk ikut masuk ke dalam ruangan yang cukup dingin itu . Senyum Sasa merekah ketika melihat dokter Mega yang hampir tujuh bulan ini tak bertemu itu .
Dokter Mega langsung melebarkan tangannya menyambut Sasa , mereka kemudian berpelukan dengan erat selama beberapa menit dan saling menanyakan kabar satu sama lain .
" Ini pasti nona Selena " ucap dokter Mega menyalami Selana yang masih berdiri di samping Sasa tanpa bicara itu .
__ADS_1
" Nyonya Hector dok , dia istri Rico " sahut Sasa cepat merespon perkataan dokter Mega .
" Kau bicara apa Sa , panggil saya Selena saja nyonya ...
" Dokter Mega " jawab dokter Mega cepat memotong perkataan Selena yang nampak kebingungan .
" Anda seorang dokter ??? " tanya Selena panik , ia benar-benar tak tau kalau sedang ada di hadapan seorang dokter .
Dokter Mega memang sedang tak memakai jas kebesaran dokter yang berwarna putih seperti biasanya , bahkan ruangan dokter Mega pun nampak seperti ruangan biasa yang tak terlihat seperti ruangan praktek dokter di kebanyakan rumah sakit .
" Anda bingung ya , ini adalah klinik pribadi saya . Sekarang anda bisa ikut saya keruangan sebelah nyonya " ucap dokter Mega ramah mengajak Selena ke ruangan praktek yang ada di ruangan berbeda dengan tempat mereka berada saat ini .
" Aku ikut kak " sahut Sasa cepat saat melihat Selena menengok ke arahnya .
Selena hanya bisa pasrah ketika dibawa masuk ke ruangan yang nampak seperti ruangan praktek itu , dihadapannya nampak sebuah ranjang yang cukup nyaman serta ada kursi Obgyn yang cukup mewah dan terlihat nyaman di dekat ranjang .
" Silahkan duduk di sini setelah melepas celana dalam anda nyonya " ucap dokter Mega meminta Selena naik ke kursi khusus pemeriksaan organ vital itu .
Selena nampak bingung dengan perintah sang dokter ia tak mengerti kenapa harus membuka celana dalamnya terlebih dahulu sebelum naik ke kursi yang terlihat aneh baginya itu , Sasa yang sudah pernah naik ke kursi itu sebelum nya pun langsung membimbing Selena tanpa diperintah . Ia menyakinkan Selena bahwa dokter Mega hanya akan melakukan pemeriksaan kecil saja .
" Kau tak bohong kan Sa " ucap Selena berkali-kali saat sudah melepas celana dalamnya dan berganti dengan rok khusus .
" Iya kak , ayolah cepat naik ke kursi itu kasian dokter Mega sudah menunggu " jawab Sasa dengan terbata-bata saat ia melihat ada segaris bercak noda darah di celana dalam yang baru saja Selena pakai itu .
" Aku merasa tak nyaman pakai pembalut saat darah ku belum banyak keluar , makanya aku memilih tak memakai pembalut Sa " bisik Selena pelan saat menyadari Sasa sudah melihat pakaian dalamnya itu , ia merasa malu ketika Sasa melihat pakaian dalamnya yang kotor .
" Iya kak aku paham " jawab Sasa dengan senyum yang sedikit dipaksa .
" Ayo naik nyonya " ucap dokter Mega yang sudah memakai perlengkapannya itu .
Selena mengangguk pelan lalu naik ke atas ranjang khusus itu , ia merasa tak nyaman ketika kedua kakinya di atas dudukan yang ada diujung ranjang . Selena sekarang sudah dalam posisi membuka kakinya lebar-lebar dihadapan orang asing yang belum ia kenal sebelumnya , ia menjerit kecil saat merasakan ada benda asing masuk ke dalam organ kewanitaan nya itu .
" Bagaimana dok ? " tanya Sasa panik saat melihat ada bercak darah di alat yang baru saja dipakai untuk melakukan USG abdomen atau yang biasa disebut USG transvaginal itu .
" Kita hampir kehilangan bayinya kalau saja anda terlambat membawanya kemari " jawab dokter Mega dengan wajah yang serius .
" Apa maksudnya dok " tanya Sasa kembali .
" Nyonya ini menunjukkan gejala abortus iminens atau yang disebut dengan ancaman keguguran " jawab dokter Mega lirih .
" Apa ??? siapa yang keguguran ?? " jerit Selena panik ketika berhasil mendengar percakapan antara dokter Mega dan Sasa .
__ADS_1
🌼 Bersambung 🌼
Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar di kolom komentar ya kakak-kakak tercinta . Terima kasih 🌹.