
Sepulang dari acara pemakaman Raden Panji dirumah keluarga besar nampak masih banyak orang penting yang berdatangan untuk mengucapkan bela sungkawa , Gusti bersama Swari nampak menemani orang tua dan keluarga besar mereka untuk menyambut para tamu yang datang . Hanya Sasa yang memilih diam di kamarnya bersama baby Arthur , setelah mandi rasa amarahnya sudah pergi hanya saja mood nya masih jelak jadi ia memilih diam dikamar . Archie pun juga memilih tinggal dikamar bersama sang istri karena ia tak mau menjadi spot light lagi di acara malam ini karena masih banyak gadis muda yang datang menemani orang tuanya .
Di diamkan oleh Sasa membuat Archie kelabakan ia merasa kesepian dikamar itu karena baby Arthur sedang tidur sementara Sasa masih asik membaca majalah jadilah Archie benar-benar nampak seperti orang yang bodoh .Ia tak tau harus mulai bicara dari mana karena sejak pulang dari acara pemakaman Sasa langsung diam membisu sehingga membuat Archie serba salah .
" kalau sudah bosen dikamar sana keluar aja gapapa" ucap Sasa tiba-tiba.
Deg
Deg
Jantung Archie berdetak kencang , ia bingung bagaimana mungkin Sasa bisa tau isi hatinya . Akhirnya setelah berhasil mengumpulkan keberanian Archie bangkit dari tempat tidur lalu berjalan mendekati sofa dimana Sasa nampak asik membaca majalahnya .
" sayang masih marah sama mas ? " tanya Archie pelan sambil membelai rambut Sasa yang terurai .
" menurut mas ? " tanya Sasa balik tanpa menatap wajah sendu Archie .
" mas ga tau sayang , yang mas tau mas kesepian dan sedih kau diamkan dari tadi siang " jawab Archie dengan lirih .
Sasa melirik ke arah suaminya ada sedikit rasa bersalah di dalam hatinya karena telah marah pada sang suami , Archie sebenarnya tidak bersalah tadi siang hanya saja menurut Sasa seharusnya Archie dapat tegas menolak permintaan gadis-gadis yang mengerumuni nya tadi . Perlahan Sasa membelai rambut Archie yang tengah menunduk itu sehingga membuat Archie kaget dan langsung mengangkat wajahnya hingga wajahnya dekat sekali dengan Sasa .
" kenapa aku tak bisa lama kalau marah padamu ? " ucap Sasa lembut sambil mencubit dagu Archie gemas .
" karena mas ga mau didiamkan seperti tadi , rasanya tersiksa tak diajak bicara olehmu sayang " jawab Archie dengan tersenyum .
" maafkan mas ya " imbuh Archie sambil meraih tangan Sasa dan menciumnya pelan .
" Sasa udah maafkan mas dari tadi hanya saja hukuman buat mas masih ada " ucap Sasa sambil tersenyum .
" mau dihukum seperti apa mas siap asal bisa membuatmu tak marah lagi pada mas " jawab Archie penuh harap .
__ADS_1
cup
Sasa mencium bibir Archie dengan cepat hingga membuat Archie kaget karena tak ada persiapan .
" alah-alah manisnya bibir ini kalau ngomong tu " ucap Sasa cepat setelah mencium suaminya .
" kok sebentar mas kan mau lagi " rengek Archie seperti anak kecil .
" gak akh , tu liat Arthur udah bangun wekk " jawab Sasa menggoda Archie lalu berjalan mendekati tempat tidur dimana baby Arthur sudah terbangun karena popoknya basah
" pintarnya anak itu , tau saja kalau ayahnya mulai mendekati ibunya pasti bangun " ucap Archie dalam hati .
Archie pun berjalan mendekati Sasa yang tengah mengganti popok baby Arthur , walau usia baby Arthur sudah beranjak 5 bulan tapi perhitungan usia kedokteran dia masih berusia 3 bulan tapi pertumbuhannya sudah sangat pesat sama seperti bayi 5 bulan pada umumnya .
" besok kita pulang ke Jakarta " ucap Archie pelan .
" kan semua urusan kita disini sudah selesai sayang , aku tak bisa kembali ke Jakarta sendiri tanpa kalian berdua " ucap Archie sambil menatap Sasa penuh arti .
Sasa menelan saliva pelan mendengar perkataan suaminya , ia tau betul suaminya itu seperti apa .
" baru hari pertama kita di solo saja kau sudah marah-marah seperti tadi , bagaimana kalau lebih lama lagi " ucap Archie menggoda Sasa .
" akh alasan mas aja itu , aku tak akan marah seperti tadi kalau mereka tak keterlaluan " timpal Sasa dengan nada kesal .
Archie bangun dari tempat tidur sambil menggendong baby Arthur karena Sasa ingin merapikan tempat tidur mereka , Archie berjalan ke sofa bersama baby Arthur namun tiba-tiba langkahnya terhenti dan berbalik lagi ke tempat tidur dimana Sasa berada .
" tapi aku suka tampilanmu tadi siang membuatku bernafsu " bisik Archie pelan ketelinga Sasa .
" ikh nakal " jerit Sasa malu .
__ADS_1
" perbanyak koleksi lipstik merahmu " titah Archie dengan senyum nakalnya .
Sasa memalingkan wajahnya dari Archie karena wajahnya terasa panas mendengar perkataan suaminya , sementara Archie nampak sangat puas menggoda Sasa . Tak lama kemudian Sasa selesai merapikan tempat tidurnya akhirnya ia mengajak baby Arthur untuk tidur karena hari sudah malam . Archie duduk dipinggir ranjang sambil menatap wajah dua orang paling penting dihidupnya yang sudah terlelap itu , ia kemudian merapikan baju-baju miliknya dan baby Arthur karena besok pagi akan kembali ke Jakarta .
Suasana pagi dirumah keluarga besar Sastrohadi Kusumo menjadi lebih hidup dengan suara tangis baby Arthur dipagi hari , saat Sasa sedang mandi para eyangnya berebutan untuk menggendong baby Arthur yang menggemaskan itu . Gusti mengajak Archie menikmati secangkir kopi ditaman belakang sembari menunggu makan pagi siap .
Suasana di meja makan di rumah besar itu menjadi lebih hidup dengan hadirnya Sasa dan suaminya , apalagi baby Arthur yang menggemaskan itu sangat mudah tertawa jika di goda hingga membuat semua orang merasa bahagia .
" pakde galih hari ini kami akan kembali ke Jakarta " ucap Sasa pelan saat sudah selesai makan , hingga membuat semua keluarganya kaget terutama istri pakde nya yang sangat menyukai baby Arthur .
" kenapa secepat ini nak ? kami baru satu malam bersama baby Arthur " tanya Raden Mintarsih dengan sedih .
" saya tak bisa meninggalkan kantor terlalu lama dijakarta " jawab Archie cepat dengan tersenyum .
" bagaimana kalau nak Archie pulang terlebih dahulu Sasa dan Arthur nanti menyusul " pinta Raden Galih sambil menatap baby Arthur yang ada dipangkuan sang istri .
" tidak bisa pakde , saya tak akan bisa tenang berjauhan dengan mereka berdua " jawab Archie tenang .
Sasa hanya tersenyum kecut mendengar pertanyaan suaminya , Gusti terlihat memberikan pengertian pada keluarganya . Sebenarnya Sasa tak tega pada keluarganya tapi di lain sisi ia tak akan mungkin menolak perkataan suaminya , walau bagaimanapun suaminya punya hak penuh atas dirinya dan sang putra .
Beberapa bodyguard Archie yang ikut ke solo nampak sibuk membawa koper sang majikan dari dalam rumah untuk dimasukan ke dalam mobil , Rico hanya berdiri disamping mobil menunggu Archie dan Sasa berpamitan. Setelah puas mencium baby Arthur akhirnya keluarganya dengan berat hati merelakan Sasa pulang kembali ke Jakarta .
" kasian mereka seperti nya mereka belum mau berpisah dengan Arthur " ucap Sasa lirih didalam mobil.
" lebih kasian mas kalau harus tidur sendirian tanpa kalian berdua " sahut Archie sambil membelai pipi baby Arthur yang ada dipelukannya .
Rico hanya tersenyum tipis mendengar perkataan Archie tanpa berkomentar apapun . Sasa pun memilih memejamkan mata karena perjalanan ke bandara membutuhkan waktu satu jam perjalanan .
" enak saja mereka mau menahan anakku di solo , jangan pernah bermimpi " ucap Archie dalam hati
__ADS_1