
Dengan berat hati akhirnya Archie menunjukkan rekaman itu pada Sasa , dia berharap Sasa tak marah karena rekaman rekayasa itu . Selama menonton Sasa tak mengeluarkan sepatah katapun hanya kilatan tajam dari matanya yang menunjukan bahwa ia sedang marah
" aku capek mas , mau istirahat " ucap Sasa lirih ketika sudah selesai melihat video rekaman dari Rico .
" sayang ga marah kan ? " tanya Archie dengan gugup .
" kalian ngobrol sendiri aja ya , Sasa mau tidur capek abis olahraga tadi " ujar Sasa tanpa menjawab pertanyaan Archie.
Sasa kemudian meninggalkan ruang tamu dan naik menuju kamarnya dilantai dua . ketiga orang pria itu hanya bisa tersenyum kecut melihat Sasa pergi .
" ini gara-gara kau Gusti " sengit Archie jengkel .
Gusti hanya terdiam tanpa berniat menyanggah tuduhan Archie , Rico pun terlihat kebingungan karena ia tak bisa memberikan masukan apapun pada Archie . Akhirnya ketiga pria itu hanya duduk terdiam tanpa berbicara satu sama lain hampir selama hampir satu jam .
" tuan waktunya makan siang " ucap bik Rani memberitahu pada Archie .
" istriku ? " gumam Archie lirih .
Bik Rani seperti sudah paham dengan kode yang diberikan oleh Archie ia kemudian naik ke lantai dua lalu tak lama kemudian dia turun seorang diri tanpa Sasa .
" gimana ? " tanya Archie cemas .
" nyonya bilang belum lapar jadi silahkan tuan-tuan makan sendiri , begitu pesan nyonya " ucap bik Rani .
Rico menepuk pundak Archie untuk menenangkan sahabatnya , akhirnya hanya mereka bertiga yang menikmati makan siang . Saat sedang makan tiba-tiba terdengar suara langkah kaki mendekati meja makan rupanya itu adalah suara sepatu Sasa , ia sudah berdandan cantik dengan memakai pakaian hamil dan menggunakan wedges sudah bersiap akan pergi , melihat istrinya sudah sangat rapi membuat Archie segera menyambar minumannya lalu berlari ke arah Sasa.
" sayang mau kemana ? " tanya Archie pelan .
" me time " jawab Sasa dingin .
" kemana ? mas temenin ya " pinta Archie mencoba merayu .
" Sasa mau ke salon mau pijat-pijat lalu mau belanja kayanya bisa sendiri ga usah ditemenin " ucap Sasa sambil melirik Archie tajam lalu pergi menuju mobil dimana sopirnya sudah menunggu .
Archie tau Sasa marah oleh karena itu dia memilih mengalah daripada lanjut berdebat dengan istrinya . Archie memerintahkan bodyguardnya untuk mengawal Sasa , mereka langsung menuju mobil dan mengikuti mobil sang nyonya .
" sabar bos " ucap Rico sambil menikmati minumannya .
" kau juga kenapa harus membahas Sasa kemarin , aku kan jadi berkata sepeti itu " sesal Archie menyadari kebodohannya .
" aku seharusnya tak menyinggung masalah itu , Sasa pasti salah paham padaku " imbuh Archie lirih .
__ADS_1
" kita kan melakukan ini untuk menjebak perempuan itu " ucap Rico menimpali perkataan Archie .
Archie terdiam mendengar ucapan Rico , terlalu banyak wanita dari masa lalunya yang berusaha kembali datang merusak kebahagiaannya ini juga salah satu alasan kenapa Archie enggak mempublikasikan perihal pernikahannya dengan Sasa .
" aku jadi penasaran dengan gaya hidup kalian dulu " celetuk Gusti tiba-tiba .
" lebih baik kau tak usah tanya Gusti karena kau tak akan bisa membayangkannya hahaha " kelakar Rico bangga .
" dasar bajingan tengik , rubahlah sifatmu itu umurmu hampir tiga puluh menikahlah !!" ucap Archie kesal .
" kau seperti seorang ibu-ibu yang memaksa anaknya menikah bos heheh masih banyak yang ingin aku nikmati bos " teriak Rico dari dapur ia ingin mengambil wine favoritnya .
Gusti melihat Rico dengan keheranan
" bagaimana mungkin setelah makan orang ini minum wine " ucap Gusti dalam hati .
" tak usah kau hiraukan orang brengsek ini Gusti !!! kau harus ikut bertanggung jawab , kau harus mencari cara supaya Sasa memaafkan ku " ucap Archie dingin .
" ya lebih baik kalian curhat satu sama lain , kalian kan pria beristri hahah " goda Rico pada Archie dan Gusti .
" pergi kau !!! " teriak Archie kesal .
Rico akhirnya memilih ke ruang belajar Archie sambil menikmati wine nya seorang diri , ia tak mau menggangu Archie .
" kau yakin itu akan berguna ? apa dia tak akan mendiamkanku ? " ucap Archie frustasi .
" semoga saja tidak " Gusti terlihat makin kebingungan .
" aku paling tak bisa didiamkan oleh Sasa , rasanya sepi sekali hidup ini tak mendengar suaranya " ucap Archie menyesali perbuatannya yang tak ia pikir ulang itu .
" mengenai Natalie apa yang akan kalian lakukan ? kasian adikku kalau ia tau cuma dijadikan batu pijakan saja " celetuk Gusti
" Natalie urusan Rico , aku tau dia tergila-gila pada bajingan itu . Wanita manapun pasti akan tetap mengejar laki-laki yang mengambil keperawanannya " ucap Archie
" tadi Rico bilang perempuan itu menyukaimu mana yang benar ?! " tanya Gusti kesal .
" Natalie mendekatiku hanya untuk membuat Rico cemburu itu pernah ia lakukan 3th lalu , tapi kau tau Rico dia tak akan pernah mempermasalahkan urusan wanita denganku " jawab Archie sambil menerawang masa lalu , ia kemudian menceritakan pada Gusti secara lebih detail mengenai Natalie .
Gusti menganggukan kepalanya mendengar cerita Archie ia merasa kasian pada hidup gadis itu .
" Rico tak menyadari kalau Natalie benar-benar mencintainya " ucap Archie menutup ceritanya .
__ADS_1
" seharusnya kalian bertobat setelah merusak banyak wanita " sarkas Gusti menusuk .
" aku tak menyentuh wanita manapun setelah aku mengenal Sasa dua tahun lalu " ucap Archie dengan nada tinggi .
" baguslah kalau begitu " sindir Gusti yang terdengar tak percaya omongan Archie .
" kau bantu kami mengurus Natalie sambil kau jelaskan perlahan pada adikmu itu , aku akan membawa Sasa ke solo kalau semuanya sudah kau atur " pesan Archie pada Gusti yang ingin pulang .
" siap , aku langsung pulang ke solo hari ini juga . Kau jaga adikku kalau sampai kau membuat Sasa menangis aku akan melakukan apa yang pernah aku katakan padamu beberapa waktu lalu " ucap Gusti dengan serius .
Archie hanya tersenyum getir mendengar ucapan Gusti , tak lama ia masuk kerumah setelah mobil Gusti menghilang dari pandangannya .
Archie kini memikirkan cara untuk meluluhkan hati Sasa , sangat tidak nyaman baginya ketika harus bertengkar dengan sang istri . Archie tertidur di kursi karena kelelahan menunggu Sasa sementara Rico sudah kembali ke kantor .
Setelah hari mulai senja mobil Sasa dan bodyguardnya tiba dirumahnya , Sasa keluar dari mobilnya dengan membawa satu kantong hasil shoppingnya hari ini . Ketika melangkah ke dalam rumah sasa menghentikan langkahnya ketika melihat Archie yang tertidur di sofa , hatinya sedih melihat suaminya seperti itu tapi Sasa benar-benar sudah bertekad akan memberi pelajaran pada Archie .
" kau harus tau batas-batas wajar perkataan yang pantas kau ucapakan mas , seandainya aku melihat rekaman itu dari orang lain aku pasti akan sangat marah padamu " ucap Sasa lirih .
Sasa kemudian melanjutkan langkahnya menuju kamar dengan beberapa pelayan yang membawakan hasil belajaannya yang lain , sesampainya dikamar Sasa lalu merapikan hasil berburunya hari ini . Dengan perlahan ia meletakkan benda-benda itu dikamarnya dan tersenyum puas ketika melihat decorasi kamarnya berubah .
" akh finally my sweet room is back " ucap Sasa senang .
Sasa memasang berberapa foto idolanya Justin Bieber di dinding kamarnya menggantikan foto Archie , Sasa hanya menyisakan foto kedua orang tuanya saja selain itu ia ganti dengan foto penyanyi Canada itu .
Sasa kemudian masuk kamar mandi untuk membersihkan diri setelah lelah berbelanja seharian di mall . Saat Sasa keluar dari kamar mandi ia melihat suaminya tengah berdiri menatap foto-foto yang ia pasang , Sasa tau Archie pasti akan marah karena perbuatannya itu .
" ini serius sayang ? " tanya Archie tak percaya
" kenapa ga suka ? " jawab Sasa dingin
" tapi kau bukan remaja lagi yang harus tergila-gila dengan penyanyi sepeti ini sayang kau sudah tak pantas melakukannya " ucap Archie mencoba tenang .
" oh aku tak pantas melakukan apa yang aku suka !!! lalu bagaimana denganmu apa mas bisa seenaknya saja bertindak tanpa memikirkan aku ? " teriak Sasa kesal .
" mas tu egois , apapun yang mas mau Sasa harus lakuin Sasa harus ikutin tapi mas ga pernah sekalipun tanya pendapat Sasa setuju atau enggak dengan semua itu !! Sasa istrimu bukan bonekamu yang bisa mas atur seenak sendiri , Sasa punya hati mas !!! " teriak Sasa sambil menangis .
" bagilah masalahmu denganku , mintalah pendapatku itu salah satu cara kau menganggap aku sebagai istri !!! tapi kalau memang kau tak butuh semua itu untuk apa kau menikahi ku ?!! " imbuh Sasa sambil memegangi perutnya yang terasa kencang , entah kenapa tiap dia marah perutnya akan terasa lebih kencang dan itu membuat Sasa sakit.
Melihat Sasa seperti menahan sakit membuat Archie ketakutan ia kemudian berjalan mendekati Sasa mencoba untuk menolong Sasa .
" jangan sentuh Sasa !!! Sasa gapapa , sana mas tidur diluar Sasa ga mau liat muka mas malam ini " pekik Sasa menolak bantuan Archie .
__ADS_1
" tapi sayang .."
" keluar mas Sasa bilang !!! " ucap Sasa memotong ucapan suaminya