
butuh segala upaya untuk merayu archie agar merubah pikirannya untuk mengajak menikah besok sungguh itu adalah hal paling konyol sedunia . menikah bukan hanya melulu untuk memuaskan hasrat sex tapi lebih banyak hal lainnya seperti membuat suatu ikatan persaudaraan antar dua keluarga yang berbeda dan tentu saja tidak semudah membalikan telapak tangan untuk bisa menikah secepatnya apalagi di Indonesia yang masih kental akan adat istiadatnya .
Sudah tiga hari archie tak menghubungi sasa penyebab utamanya pasti karena kemarin sasa menolak untuk menikah secepatnya . masih banyak hal yang ingin sasa lakukan dan yang pasti karena merasa belum siap untuk menjadi seorang istri , dia merasa masih banyak hal yang harus dipelajari sebelum berumah tangga apalagi usia sasa masih sembilan belas tahun .
" permisi nona " suara bisma dan beberapa pengawal dari depan kamar
" iya aku keluar sebentar " teriak sasa
diruang tamu sudah ada bisma ,anton dan dua orang pengawal lainnya wajah mereka terlihat tegang .
" jadiii jadii kalian mau berhenti ??" sasa terkejut ketika mendengar ucapan dari orang orang yang kini duduk dihadapannya .
" kami sudah diperlukan lagi non , apalagi nona sudah sabuk biru jadi nona sasa sudah bisa menjaga diri nona sendiri " ucap anton salah satu pengawal yang ikut melatih sasa belajar karate sehingga sasa berhasil mendapatkan sabuk birunya .
" kemarin pak rudi menghubungi kami dan beliau meminta kami untuk menyusul beliau ke singapura untuk menjaga nyonya Ria " terang bisma menjelaskan alasan kenapa mereka harus berhenti menjadi pengawal sasa .
Sasa terdiam mendengar ucapan bisma rupanya saat ini tante Ria membutuhkan mereka ditempat baru pasti sulit untuk seorang wanita menyesuaikan diri .
" tunggu disini sebentar " pinta sasa pada keempat pengawalnya kemudian berjalan menuju kamarnya .
" baik nona " jawab keempat pengawal itu bersamaan .
tak begitu lama kemudian sasa muncul dengan membawa satu buah koper warna hitam dan empat buah boneka kucing yang dibuat mirip leon dan kitty .
" ini untuk kalian satu satu jadi kalau kalian rindu pada dua anak singaku setidaknya ini bisa mengobati sedikit " ucap sasa sambil menyerahkan boneka kucing satu persatu pada keempat pria berbadan kekar yang terlihat bingung menerimanya .
" dan ini ada ada cek untuk kalian masing masing seratus juta tolong terima aku ga mau dengar kata enggak !!! "
" kami sudah menerima gaji kami tiap bulan non mana mungkin kami menerima uang ini lagi ? "
" kalau kalian menolaknya aku akan melarang kalian pergi ke singapura untuk menjaga tante Ria lhoo ya "
mendengar ucapan ancaman sasa membuat keempat pria itu mau tak mau menerima cek pemberian sasa , tak lama kemudian mereka berpamitan untuk segera pergi ke airport
sebelum pergi bisma meletakkan kunci mobil alphard yang selama ini dia bawa untuk mengatar sang majikan kemanapun .
sasa harus merelakan keempat pengawalnya pergi karena bagaimanapun mereka sudah selesai melakukan tugas untuk menjaganya selama enam bulan ini , hari ini apartemen sasa benar benar terasa makin sepi sudah seminggu ini bik marni pulang kampung .
masa libur kuliah sudah berahir dan besok sudah masuk semester baru sasa memilih tidur lebih cepat supaya besok lebih segar .
Mansion Archie
Rico terlihat mondar mandir melakukan perintah archie sudah beberapa hari ini archie uring uriangan tak jelas membuatnya kesal .
" inii adalah botol terahir " rico meletakkan sebotol wine merk terkenal dimeja kerja archie sementara si empunya meja terlihat sedang membolak balikkan dokumen yang sama selama hampir dua jam yang membuat rico tambah kesal .
"pasti karena sasa " batin rico , Archie adalah seorang pebisnis handal yang profesional jadi tidak mungkin dia akan bersikap seperti ini kalau ada masalah .
" aku tau kau ada masalah tuan tapi setidaknya jangan libatkan aku dalam kemarahan mu itu " sindir rico yang sudah habis kesabaran melihat tingkah archie .
mendengar ucapan rico membuat archie menghentikan kegiatannya dan bersiap memakan asisten pribadinya yang sudah ikut bersamanya lebih dari delapan tahun. melihat aura membunuh datang dari tubuh archie membuat rico sadar bahwa ucapannya sudah membuatnya dalam bahaya .
" sabar tuan , kalau kau ada masalah dengan sasa lebih baik kau cari jalan keluarnya jangan seperti ini kau marah marah tak jelas yang merugikan dirimu sendiri " rico mencoba menenangkan bosnya .
" sasa menolak menikah denganku " teriak archie kesal
rico membeku mendengar cerita archie bagaimana mungkin pria sempurna seperti archie ditolak oleh seorang gadis biasa seperti sasa , kini otak rico bekerja kerasa bagaimana harus membalas gadis yang membuat bosnya kesal ini . Archie terlihat serius mendengarkan rencana rico sesekali dia mengangguk senang .
" oke kau atur semuanya rico " perintah archie kemudian berlalu meninggalkan rico yang masih duduk di sofa . Rico menatap archie yang sudah hilang dari pandangannya , dia ikut kesal mendengar sasa menolak untuk menikah dengan bosnya .
__ADS_1
" kau akan menyesal sasa apalagi seorang pria seperti bosku yang kau tolak " batin rico kemudian memejamkan matanya di sofa .
suara kitty dan leon meminta makan membuat sasa harus menghentikan sarapannya , kemudian dia meletakkan makanan kucing di bowl milik kitty dan leon yang kini terlihat sangat menikmati sarapannya itu sasa hanya tersenyum melihat dua kucingnya makan . sejak bik marni pulang kampung sasa harus mengurus kucingnya sendiri . setelah meletakkan kitty dan leon di kandang sasa kemudian pergi kekampus .
saat sasa memarkirkan mobil kesayanganya di area parkir terlihat beberapa siswi tengah bergosip membicarakan seorang tamu yang membuat para siswi terpesona .
" denger denger dia masih single loh "
" gue mau deh jadi simpanannya heheh "
" gila aja lo kalau gitu gue juga mau hahahah "
sasa hanya tersenyum mendengar ucapan mereka dengan langkah cepat sasa memilih meninggalkan sekumpulan siswi itu bergosip . Dilapangan terlihat kerumunan siswi lainnya entah apa yang membuat mereka rela berdesak desakan disana .
" kau tak ikut seperti mereka ? " tanya proff Yohan yang sudah ada disebelah sasa .
" no prof saya takut berkeringat heheheh " jawab sasa bergurau kemudian berjalan meninggalkan proff yohan yang masih berdiri ditempat yang sama .
saat berjalan menuju ruang kelasnya mata sasa menangkap sosok yang tak asing baginya , terlihat Ricardo tengah berdiri di dekat pohon mangga tengah berbicara dengan seseorang . sasa hanya terdiam tak ingin tau apa yang dilakukan oleh asisten archie dikampusnya .
" ohallo siapa yang baru datang inii " ejek clarissa dengan nada centil mencoba mengganggu sasa seperti biasa , dia selalu menganggap sasa sebagai rivalnya .
" stop clarie " hardik rizki kesal melihat clarissa mengganggu sasa . clarissa terdiam mendengar ucapan kekasihnya kemudian dengan jengkel dia tarik rizki pergi kelapangan dimana para siswa lainnya berkumpul .
sasa tersenyum melihat sepasang kekasih itu bertengkar .
kini sasa seorang diri didalam kelas yang kosong bahkan sosok gusti yang biasanya selalu rajin masuk kuliah pun tak terlihat dimejanya . suara dilapangan makin terdengar keras di ruang kelas sasa padahal jarak lapangan itu lumayan jauh .
" ada apa si dari tadi ga kelar kelar ributnya " batin sasa . karena bosan sasa akhirnya lebih memilih meletakkan kepalanya di meja beralaskan tas miliknya dan berharap kelas segera dimulai .
" sasa bangun " terdengar suara gusti mencoba membangunkan sasa yang sudah terlelap selama hampir tiga puluh menit .
" eyang rindu padamu "
" tapi aku masih belum siap datang ke rumah itu lagi "
menyadari sasa masih belum siap bertemu dengan keluarganya membuat gusti tersenyum dengan lembut dia mencoba menyakinkan sasa .
" walau bagaimanapun kau adikku sa kau harus bertemu dengan keluargamu yang lain di solo " gusti menenangkan sasa .
" tunggu aku siap baru kita kesana " sasa kemudian bangkit menuju pintu dan memandang ke tengah lapangan yang masih ramai.
" gusti kau tau ada apa dilapangan ? " tanya sasa penasaran
" oh itu disana lagi ada job affair dari perusahaan multinasional yang lagi buka lowongan buat mahasiswa yang mau magang " jawab gusti " katanya CEO nya juga datang itulah yang buat cewek cewek disana berkumpul kaya semut " imbuh gusti .
" oh ada tamu penting pantesan cewek cewek pada heboh , ehh berarti kita hari ini libur ya heheh " cicit sasa senang .
" enak aja libur hari ini cuma belajar dirumah aja lagii " ejek gusti menggoga sasa.
mendengar ucapan gusti membuat sasa tertawa belajar dirumah dan libur kan sama saja menurut sasa , gusti bahagia melihat tingkah laku adik sepupunya ini . Kini ia sudah menghilangkah jauh perasaan cintanya pada sasa karena mau bagaimanapun mereka tak akan bisa bersama , dengan legowo gusti menerima status sasa sebagai seorang adik .
" ayo pulang aku harus tau dimana adikku tinggal " ajak gusti pada sasa yang masih sibuk memainkan game di smartphonenya.
" aku disuruh eyang jangan berfikir aneh aneh " tambah gusti kemudian mencubit hidung mancung sasa gemas .
" sakiiittt woyyy " teriak sasa sambil memegang hidungnya yang kini memerah karena cubitan gusti .
gusti berjalan beriringan dengan sasa mencoba mengganggunya bermain karena sasa menjadi autis saat bermain game dan gusti membencinya .
__ADS_1
" saa ayo cepetan jalannya tadi bilang laper gimana siii "
" iyaa iyaa bawell " sasa mempercepat langkahnya sambil tetap fokus dengan game ditangannya .
Bugg
sasa menabrak seseorang yang ada didepannya tentu saja sasa tak melihat karena perhatiannya masih tersita oleh game yang dimainkkannya .
" are you ok " terdengar seorang pria dihadapan sasa berbicara .
sasa terdiam merasa tak asing dengan suara yang baru didengarnya .
" kauuu " desis sasa melihat siapa sosok yang berbicara dengannya , nampak archie dan rico bersama dengan beberapa dosennya tengah berbincang . Rico tersenyum melihat sasa yang sedang bingung .
" sasa kemari perkenalkan ini Mr Durran August beliau CEO dari Durran internasional perusahaan yang akan bekerja sama dengan kampus ini " proff yohan memperkenalkan archie pada sasa .
sasa membisu mendengar ucapan proff yohan , bagaimana bisa perusahaan archie bekerja sama dengan kampusnya .
" sasa oh maaf nama saya farasya senang bertemu dengan anda Mr Durrant " ucap sasa terbata memperkenalkan diri pada Mr Durran yang sangat ia kenal .
" nice to meet you farasya " balas archie dengan tersenyum yang membuat wajahnya makin terlihat tampan dan berhasil membuat siswi lain berteriak histeris melihatnya sementara sasa hanya memutar bola matanya mendengar suara jeritan itu dan mata archie manangkap apa yang sasa lakukan .
" nanti kalian bisa belajar banyak di perusaahn Mr Durran sasa , kebetulan beliau yang memilih mahasiswa semester 4 jurusan tekhnik untuk bisa belajar sedikit di perusahaannya " . ujar Proff yohan menerangkan .
" oh begitu proff baik kalau begitu saya mohon ijin saya tidak enak mengganggu disinni " pamit sasa pada dosen dan tamunya itu . Tanpa banyak kata lagi sasa segera melangkah menuju mobilnya di area parkir meninggalkan gusti yang masih berbicara dengan proff yohan .
di mobil sasa memikirkan lagi ucapan proff yohan dan bagaimana bisa perusahaan archie bisa membuka kesempatan kerja untuk kelasnya hal ini membuat sasa pusing .
drtttt
suara notification whatapps masuk berbunyi .
Arc :
ini baru permulaan sayang dan aku suka melihat ekspresimu tadi
Sasa:
apa maksudmu ???
Arc :
kau yang memulainya sayang
Sasa :
what do you mean?
Arc :
kita liat nanti selanjutnya pasti lebih menarik sayang .
" apa maumu archie " ucap sasa melihat ke arah archie yang kini juga tengah melihatnya dengan tersenyum penuh arti
__ADS_1