
Archie mengakhiri ceritanya setelah melihat air mata Sasa sudah menganak sungai di wajahnya yang cantik , Sasa bahkan sampai sesegukan karena mendengar cerita suaminya itu . Karena itulah Archie menyudahi cerita masa lalunya bersama tiga orang kepercayaannya itu .
" maaf mas Sasa ga tau kalau mas semenderita itu " ucap Sasa sambil terisak .
" kenapa harus minta maaf ? sayang kan ga buat salah " sahut Archie sambil tersenyum .
" huaaaaa huuuuuu huuu .........."
Tangis Sasa akhirnya benar-benar pecah ia sudah tak bisa menahan lebih lama lagi rasa sesak didadanya , ia benar-benar sangat hancur ketika mendengar secara detail perjuangan hidup sang suami dari umur 15 tahun ketika memutuskan keluar dari rumah .
" jangan nangis , nanti dikira orang-orang mas udah aniyaya kamu lho sayang " bisik Archie pelan sambil membelai rambut panjang Sasa di pelukannya .
" maaf mas kalau Sasa selama ini boros , maaf kalau selama ini Sasa nyusahin mas dan maaf juga kalau sering buat mas dalam masalah " ucap Sasa dengan terbata-bata .
" heiii denger ya sayang , kau mau belanja tiap hari 100 juta pun bagiku tak masalah !! uangku banyak sekarang sayang dan itu juga adalah milikmu jadi kau tak perlu minta maaf kalau memakainya ,mas justru senang kalau bisa membuatmu bahagia . Dengan keberadaaanmu disisiku saat ini sudah lebih dari cukup bagiku sayang " sahut Archie cepat sambil mendorong tubuh sang istri kehadapannya .
Air mata Sasa mengalir lebih deras dari sebelumnya setelah mendengar perkataan sang suami sehingga membuat Archie harus menciumnya dan benar saja ketika Archie mencium bibir sang istri , sedetik kemudian Sasa langsung menghentikan tangisannya dan memukul dada Archie dengan manja . Sasa sangat tidak suka kalau Archie menciumnya di depan umum walaupun itu dirumahnya sendiri sekalipun , karena mendiang ke dua orangtuanya sewaktu hidup tak pernah mengumbar kemesraan didepan Sasa . Sampai akhirnya sekarang iapun melakukan hal yang sama seperti yang ayah dan ibunya lakukan dulu ,
" kebiasaan ya main nyosor aja !!! kalau ada orang liat gimana " sengit Sasa sambil menyeka air matanya .
" lho memangnya kenapa ? ini rumahku sendiri kok " jawab Archie dengan tertawa lebar .
" tak perlu kita mengumbar kemesraan didepan orang mas , ga bagus " ucap Sasa dengan tatapan yang dalam ke arah mata Archie , sehingga membuat Archie merasa tak nyaman dipandang Sasa seperti itu .
" oke siap bos , saya salah dan siap menerima hukuman " jawab Archie dengan suara meninggi sambil memberikan pose hormat pada Sasa .
" akh malez mas bercanda terus !! Sasa ga suka " sengit Sasa sambil bangun dari sofa lalu berjalan cepat menuju kamarnya dilantai dua .
Melihat sang istri naik kekamar Archie segera meminum teh chamomile buatan sang istri yang sudah dingin , ia lalu berlari menyusul Sasa ke kamar mereka . Para pelayan yang melihat tuan dan nyonya mereka seperti itu hanya bisa tersipu malu . Melihat keharmonisan rumah tangga Sasa dan Archie benar-benar membuat mereka bahagia , suasana rumah pun terasa lebih hangat .
__ADS_1
Dengan perlahan Archie membuka pintu kamarnya dan terlihat Sasa tengah duduk didepan meja riasnya sedang membersihkan riasan di wajah yang sudah luntur karena terkena air matanya sewaktu mendengar sang suami bercerita tadi , Archie berjalan pelan mendekati sang istri ia kemudian memeluk Sasa dari belakang dan mencium wangi rambut sang istri yang menyegarkan . Archie selalu suka berdekatan dengan Sasa karena istrinya itu sangat pintar menyenangkan hatinya dengan selalu tampil segar dan wangi didepannya , sehingga membuat Archie betah dekat-dekat dengan sang istri .
" lalu apa yang akan mas lakukan sekarang ? " tanya Sasa pelan sambil memegang tangan sang suami yang telah parkir diperutnya .
" aku harus mencari tahu dulu apakah Carolina bersalah atau tidak , karena kalau dia bersalah aku tak akan segan menghukumnya sayang !! dia hampir menghilangkan nyawa ratusan nyawa kemarin karena menuruti perkataan Del Leon si brengsek itu " jawab Archie dengan berapi-api .
" iya mas aku tau tapi kan kita sudah tau siapa otak dari keributan di hotel kemarin " ucap Sasa dengan tersenyum mencoba menenangkan sang suami .
" tapi harus tetap dihukum sayang , apapun yang dikatakan Del Leon harusnya dia tak menurutinya . Dia hampir membunuh banyak orang , dia hampir membuatku kehilanganmu " sahut Archie cepat sambil memegang wajah Sasa yang sudah bersih dari makeup .
Sasa tersenyum dan memeluk sang suami , ia tau betul Archie pasti sangat marah pada gadis itu . Oleh karena itu Sasa berusaha berbicara dari hati ke hati dengan Archie , ia tau Archie yang sekarang bukanlah Archie yang pemarah seperti dulu .
" mas tau kan dokter Frans jatuh cinta pada gadis itu " celetuk Sasa tiba-tiba sambil melepas pelukannya pada sang suami .
" iya aku tau " jawab Archie cepat sambil berjalan ke tempat tidur .
" mereka bertiga sudah seperti adik bagiku sayang , jadi mana mungkin aku tak tau apa yang tengah terjadi pada mereka . Apalagi perubahan sikap Frans sangat terlihat " jawab Archie dengan senyum penuh kemenangan .
" lalu kalau mas sudah tau kenapa mas malah menyuruh mereka menangkap Carolina ? " tanya Sasa heran .
" hanya untuk memastikan kesetiaan mereka saja " jawab Archie enteng .
" aku hanya heran bagaimana si kacamata cupu itu bisa jatuh cinta pada gadis yang baru ia liat sekali itu , sungguh tak masuk diakal " imbuh Archie sambil terkekeh .
Mendengar perkataan sang suami membuat Sasa langsung bangun dari ranjang empuk itu dan berdiri sambil berkacak pinggang didepan sang suami dengan aura membunuh yang kuat , seperti seekor singa betina yang siap menerkam rusa .
" lho sayang kenapa ? " tanya Archie heran melihat sang istri marah .
" jadi menurut mas jatuh cinta pada pandangan pertama itu tak masuk akal ya ? jadi apa yang selama mas bilang ke Sasa itu adalah sebuah kebohongan ? " tanya balik Sasa dingin .
__ADS_1
Glek ..
Archie menelan salivanya mendengar perkataan sang istri , ia tak menyadari kalau ia telah salah bicara sebelumnya karena mengomentari apa yang dialami dokter Frans .
" bu bukan begitu sayang ... mas tidak bermasud berkata seperti itu " ucap Archie sambil terbata-bata , ia menyesal telah berkata seperti itu pada Sasa .
" lalu apa bedanya ? bukankah mas selalu bilang kalau mas jatuh cinta padaku saat pertama kali melihatku , lalu kenapa sekarang kenapa mas malah berkomentar seperti itu mengenai hubungan asmara dokter Frans ? " tanya Sasa dengan penuh amarah .
" kau dan Carolina itu tak sama , aku jatuh cinta pada gadis manis yang sedang manja pada ibunya didepan toko saat itu tapi Frans apa , dia jatuh cinta pada gadis yang hampir membunuhnya sayang ... itu sungguh tak masuk akal sayang " jawab Archie mencoba menjelaskan .
" kau adalah wanita terbaik yang pernah aku temui selama aku hidup di dunia ini jadi mana mungkin kau bisa disamakan dengan Carolina itu " imbuh Archie sambil memeluk Sasa .
" akh gombal " ucap Sasa cepat .
Archie tersenyum mendengar perkataan sang istri , ia tau istrinya sudah tak marah lagi padanya .
" kau tau sayang sepak terjang the Lumenta's sangat mengerikan di negara asalnya " ucap Archie dengan serius .
" maksud mas apa ? " tanya Sasa penasaran ,ia merasa sang suami tau sebuah rahasia lain yang tak diketahui oleh Rico , dokter Frans dan Gustaf .
" lihat ini " jawab archie cepat sambil menunjukan sebuah beberapa foto beberapa gadis yang tengah memegang senjata diponselnya pada Sasa sehingga membuat jantung Sasa berdetak lebih cepat .
" mereka ........
Bersambung
Jangan lupa like , komentar dan vote ya kakak-kakak . Terima kasih .
__ADS_1