Faith

Faith
Surat keramat


__ADS_3

Alih-alih menjawab pertanyaan sang suami Sasa justru tertawa dengan lebar ia tau kemana maksud tujuan pembicaraan mereka . Melihat Sasa tertawa membat Archie gemas ia merasa dipermainkan , dengan cepat Archie mendorong tubuh Sasa ke dinding yang ada dibelakang mereka .


" jawab atau mas cari tahu sendiri " bisik Archie dengan nada yang mengintimidasi , nafasnya sudah terdengar berat ditelinga Sasa .


" cari tahu gimana ? " tanya Sasa dengan nada yang dibuat imut dan tangan yang menyentuh dada Archie yang sedkit terbuka , Sasa tau suaminya sedang rindu padanya .


" kau mau mencobanya ditoilet ? " tanya Archie balik dengan tangan yang sudah ada di ujung bawah piyama yang Sasa pakai .


" mesum !! " teriak Sasa cepat kemudian pergi keluar dari kamar mandi meninggalkan Archie yang masih berdiri di depan wastafel .


Sasa berjalan menuju ke box minuman untuk membeli air mineral , mulut dan tenggorokannya terasa kering setelah muntah , Archie keluar dari toilet dan  berjalan dengan perlahan sambil tersenyum melihat ke arah Sasa . Mereka kemudian duduk di sebuah kursi didepan kamar perawatan baby Arthur sambil saling menggenggam tangan .


" ini tangan mas kenapa ? kok kaya bekas tusukan jarum !! " tanya Sasa penasaran saat melihat dengan teliti ke tangan Archie .


" gpp " jawab Archie berbohong , ia tak mau berkata sejujurnya karena tak mau terlihat lemah di depan sang istri .


" padahal Sasa mau jawab lho pertanyaan mas tadi tapi kalau kaya gini Sasa ga mau jawab ya " ucap Sasa sambil meraba-raba perutnya memancing rasa penasaran Archie .


Mendengar perkataan sang istri membuat Archie berbinar-binar , matanya terlihat penuh harap menanti jawaban Sasa hingga membuat Sasa harus menggigit bibir bawahnya untuk menahan tawa karena melihat ekspresi sang suami .


" jawab dulu tapi pertanyaan Sasa tadi " imbuh Sasa mengingatkan Archie .


Archie menceritakan awal mula ia mendapatkan luka yang ada ditangannya walau tak semuanya ia ceritakan secara detail karena tak mau membuat Sasa merasa sedih , ia tau orang seperti apa sang istri .


" gastritis ? kok bisa kena ? pasti makannya ga bener kan dikantor " ucap Sasa dengan nada meninggi .


" kan itu bukan maag sayang jadi ga ada hubungannya ama makanan " sahut Archie mencoba menjelaskan .


" wait !!! " teriak Sasa sambil meletakkan satyu jarinya di mulut Archie untuk memintanya diam .


Sasa kemudian sibuk dengan ponselnya mencoba mencari tau penyebab gastritis yang sebenarnya melalui berbagai artikel kesehatan .Selesai mendapatkan artikel yang ia cari Sasa menarik nafas panjang dan melirik tajam ke arah Archie yang sudah siap terkena semprotan dari sang istri .

__ADS_1


" berapa banyak mas minum sebelum sakit ? " tanya Sasa dengan nada meninggi .


" minum tiap hari lah sayang kalau ga minum bisa mati manusia tu " jawan Archie mencoba melucu .


" ya udah terserah mas akh , Sasa males " ucap Sasa semari bangun dari tempat duduknya dan berjalan ke arah kamar perawatan baby Arthur , ia ingin bersama dengan sang anak .


Archie tersenyum kecut melihat istrinya marah lagi ,ia tak mau membuat Sasa merasa bersalah apalagi kondisinya saat ini sedang tidak memungkinkan .Bagi Archie kesembuhan baby Arthur adalah prioritasya utamanya saat ini sehingga tak mau membuat perhatian Sasa pecah karena mengurus dirinya juga . Dokter Frans yang berdiri disamping dibalik dinding bersama Rico dan Gustaf hanya bisa diam tanpa bisa berkata-kata , mereka merasa heran kenapa Archie tak berkata yang sesungguhnya pada Sasa .


Setelah Sasa masuk kedalam ruang perawatan sang anak Archie meminta anak buahnya untuk keluar dari  tempat persembunyiannya , rupanya Archie sudah tau kalau orang-orang kepercayaannya sedang menguping pembicaraanya dengan Sasa dari balik dinding . Mendengar perintah Archie untuk keluar membuat ketiga sahabat itu seperti pencuri yang tertangkap basah , mereka hanya bisa tersenyum lebar seperti orang bodoh dihadapan Archie .


" kalau kalian sampai menguping seperti tadi seharusnya ada urusan penting yang perlu aku dengar kan ? "


 tanya Archie sambil menyilangkan kedua kakinya .


" jangan disini lebih baik kita cari ruangan yang tertutup bos " jawab Rico dengan cepat .


" ok " sahut Archie cepat kemudian bangun dari tempat duduknya dan berjalan menuju sebuah ruangan yang kosong yang diikuti ketiga orang kepercayaannya dibelakang .


Sesampainya disebuah ruangan yang dituju terjadi pembicaraan serius antara empat pria hebat itu , Rico terlihat berdiri dan menjelaskan sesuatu dan membuat Archie mengangguk-angguk setuju . Setelah tak begitu lama Gustaf nampak menyalakan laptop yang sejak tadi ia bawa , mereka kemudian menatap dengan serius ke arah layar laptop Gustaf , tak begitu lama masuklah pengacara pribadi Archie untuk bergabung dengan empat sahabat itu . Ia membawa beberapa buah berkas untuk Archie lihat dan tanda tangani .


" siap bos " jawab keduanya kompak kemudian keluar dari ruangan itu untuk melakukan apa yang sudah Archie perintahkan .


Melihat dokter Frans dan Gustaf pergi membuat Archie tersenyum puas , tak lama kemudian pengacaranya pun pamit pulang karena masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum besok pagi . Archie tak pernah mau ada kesalahan sedikitpun untuk acara besok pagi jadi semua orang-orangnya nampak sibuk dengan tugasnya masing-masing termasuk Rico yang sejak tadi sudah fokus dengan laptop  yang ada dihadapannya .


Archie menepuk pundak Rico perlahan lalu keluar dari ruangan itu untuk pergi ke ruangan perawatan baby Arthur supaya bisa bergabung dengan Sasa yang sudah sejak tadi ada disana , dengan perlahan Archie membuka pintu ruangan itu supaya tak membangunkan anak dan istrinya . Senyuman Archie mengembang ketika melihat Sasa sudah tertidur di ranjang sedang memeluk baby Arthur , ia kemudian memilih tidur di sebuah sofa yang ada disamping ranjang untuk tidur . Semua rasa gundah dihatinya selama empat hari ini sudah hilang setelah bisa melihat Sasa dan anaknya walau harus melewati sebuah drama terlebih dahulu , tapi ia bersyukur karena kejadian ini akhirnya aset yang dimili Archie bertambah lagi .


Pagi hari kondisi baby Arthur sudah membaik bahkan jarum infus yang terpasang di tangannya sudah dilepas dan sudah diperbolehkan pulang dengan masih dibawah pengawasan dokter Frans . Jadi walau baby Arthur sudah pulang ia akan tetap mendapatkan perhatian ekstra dari dokter Frans , Baby Arthur sejak jam 4 pagi bahkan sudah nampak sangat bersemangat dan sudah menempel pada sang ayah . Sepertinya ia juga sangat merindukan sang ayah karena empat hari berpisah ,melihat anaknya tak mau lepas dari Archie membuat Sasa sedikit merasa bersalah ia tau sang anak pasti sangat rindu pada ayahnya .


Rico sudah pulang terlebih dahulu karena harus merapikan dan membawa pulang barang-barang Sasa yang ada di hotel di kawasan Ancol , Archie hanya tesenyum begitu mengetahui tempat persembunyian sang istri selama hampir empat hari itu .


" kenapa aku tak kepikiran kau akan membawa Arthur ke sana ya  " ucap Archie mencoba meledek Sasa .

__ADS_1


" akh apaan dibahas mulu , resek banget akh " sengit Sasa dengan menahan malu , ia merasa sangat kekanak-kanakan karena kabur dari rumah .


" anak ganteng ayah kemarin diajak main di ancol ya ,main pasir ga sayang ? " ucap Archie mencoba bertanya dengan baby Arthur yang belum paham dengan ucapannya , hanya tawa riang lah jawaban baby Arthur atas pertanyaan sang ayah sehingga membuat Archie makin gemas dengan anaknya itu .


Sasa hanya melirik dengan ekor matanya melihat Archie dan Arthur bergurau di sofa , mereka menunggu mobil yang menjemputnya datang . Tak lama kemudian Archie mengajak anak dan istrinya kembali ke rumah saat sampai di mobil semua bodyguard Archie langsung menyapa Sasa dengan hormat hingga membuat Sasa merasa bersalah .


" maaf sudah merepotkan kalian semua " ucap Sasa dengan tersenyum membalas sapaan lima belas orang yang ada dihadapannya itu .


" sudah jadi tugas kami nyonya " jawab para pengawal mereka dengan kompak .


Sasa tersenyum tipis kemudian masukke dalam mobil menyusul suami dan anaknya yang sudah masuk terlebih dulu , didalam mobil suara tawa baby Arthur terdengar makin keras karena terus bercanda dengan sang ayah . Supir yang membawa Sasa waktu itu kekampus pun akhirnya merasa lega karena nyonya dan tuan muda yang ia antar waktu itu sudah kembali pulang , Sasa benar-benar merasa tak enak karena sudah membuat banyak orang kesusahan karena keegoisannya kemarin .


Tak lama kemudian iring-iringan mobil itu sampai di rumah besar milik Archie dan langsung disambut oleh para pelayan rumah mereka langsung berhambur ke arah Sasa dan memeluk Sasa dengan erat sambil menangis haru sehingga membuat Sasa pun ikut meneteskan air mata , melihat sang istri merasa sedih membuat Archie turun tangan ia mengajak Sasa masuk kedalam rumah . Mereka duduk di sofa dengan baby Arthur yang sudah tertidur pulas di pelukan Archie dan tak mau dilepaskan dari sang ayah .


Saat sedang menikmati waktu santai tiba-tiba Gustaf menyalakan TV dan menonton berita yang membawakan kabar bahwa Archie Durran August adalah pemilik Rumah Sakit Mitra Sehat yang baru menggantikan pemilik yang lama ,Rumah Sakit Mitra Sehat adalah tampat dimana tadi malam Sasa dan baby Arthur diperlakukan tak menyenangkan . Sasa yang kaget hanya bisa memandang tak percaya kearah suaminya yang nampak sangat puas itu .


" serius mas ? " tanya Sasa tak percaya .


" kalau mas tak membeli saham di rumah sakit itu maka hari ini rumah sakit itu akan bangkrut karena beberapa penanam modal disana sudah menarik semua sahamnya disana akibat kejadian semalam , jadi untuk menyelamatkan para pekerja yang tak bersalah disana mas harus membeli sahamnya sayang " jawab Archie mencoba memberi penjelasan pada Sasa .


Sasa pun mengangguk pelan tanda mengerti , ia merasa lega karena tak ada lagi orang yang kehilangan pekerjaan seperti orang-orang yang tadi malam sudah di bawa Rico pergi dengan paksa . Archie pun mengajak Gustaf dan dokter Frans untuk makan bersama terlebih dahulu karena Sasa sudah masuk ke dalam kamar untuk menidurkan baby Arthur ke ranjang .


Saat Sasa turun dan berjalan menuju ruang keluarga terlihat pemandangan yang canggung baginya . Terlihat Rico sedang membawa semua barang-barang yang diambil dari hotel tempat Sasa menginap sedang Arche sedang berdiri dengan memegang sebuah kertas yang sudah nampak tak rapi dan satu kantong berwarna coklat yang berisi uang 200 juta rupiah .


Deg


Deg


Jantung Sasa berpacu lebih cepat ketika melihat Archie berjalan ke arahnya dengan merapikan sebuah kertas yang dibawa oleh Rico dari hotel , tatapan mata Archie nampak sangat tak bersahabat memandang ke arah Sasa yang sedang berdiri mematung di tangga .


" bisa kau jelaskan maksud dari surat ini ? "

__ADS_1


 


~~ Bersambung


__ADS_2