
Karena ada kuliah pagi Sasa memilih tidak ikut sarapan di rumah , dia hanya membawa sepotong roti untuk bekal di mobil . Archie hanya bisa tersenyum melihat sang istri terburu-buru berangkat kuliah .
"Kenapa nyonya sepagi ini sudah berangkat bos ? " tanya Rico penasaran sambil menggendong baby Arthur .
"Dia mau ada presentasi dikampus bersama beberapa temannya " jawab Archie singkat .
"Oh begitu " sahut Rico sambil mengangguk-angguk pelan .
Archie hanya tersenyum tipis melihat baby Arthur tertawa lepas dalam gendongan Rico perlahan ia mencium putranya itu dengan gemas .
"Happy birthday anakku " bisik Archie pelan ketelinga baby Arthur .
"Oh benar hari ini adalah hari ulang tahun keponakan tampanku ini " pekik Rico dengan suara meninggi sambil mencubit gemas pipi baby Arthur yang sudah tumbuh gigi itu .
Plak
"ishhh jangan keras-keras cubitnya " hardik Archie sambil memukul tangan Rico yang dipakai untuk mencubit pipi baby Arthur .
"sorry bos he he he " sahut Rico sambil tersenyum bodoh .
Archie pun mengambil alih baby Arthur dari gendongan Rico , ia membawa putra tampannya itu duduk ke meja makan untuk sarapan bersama . Bik Rani meminta baby Arthur untuk didudukan di baby chair-nya sendiri tapi Archie menolak , ia ingin menikmati sarapan paginya sambil memangku sang anak kesayangannya itu . Berkali-kali Archie mencium kening baby Arthur dengan mulut penuh makanan .
"Apa yang sedang kau pikirkan bos ?" tanya Gustaf yang heran saat melihat Archie berulangkali mencium baby Arthur sambil tersenyum sedang kedua matanya berkaca-kaca .
"Aku sedang mengingat kelahiran Arthur satu tahun lalu , semuanya seperti baru terjadi kemarin tapi sekarang anakku sudah sebesar ini " jawab Archie dengan nada bergetar , tiap mengingat kelahiran Arthur maka Archie akan kembali sedih karena melihat Sasa antara hidup dan mati .
"Waktu berjalan cepat bos , aku saja kadang masih tak percaya ada disini bersama kalian " celetuk Gustaf sambil memasukan potongan daging ke mulutnya .
Mendengar perkataan Gustaf membuat Rico dan dokter Frans mengangkat wajahnya ke arah Gustaf mereka lalu tersenyum penuh arti mengingat sepuluh tahun lalu saat pertemuan mereka dengan Archie , dari berandalan dipinggir jalan yang terhina sampai kini bergelimang harta . Uang , wanita dan pekerjaan bisa mereka miliki saat ini dan semua itu ada andil besar dari seorang Archie Durran .
"Ayo berangkat aku tunggu kalian di mobil " ucap Archie cepat sambil berdiri dan berjalan menuju halaman dimana mobilnya sudah menunggunya .
"Bos ...kau bawa Arthur ke kantor ? " tanya Rico cepat ketika melihat Archie tetap menggendong baby Arthur menuju mobil .
"Yes , aku ingin bersamanya seharian ini " jawab Archie sambil tersenyum , baby Arthur yang nampaknya mengerti dengan perkataan sang ayah hanya bisa tertawa lebar sehingga membuat Archie tertawa bahagia melihat ekspresi menggemaskan putra tampannya itu .
Mendengar jawaban Archie membuat Rico tersenyum , ia pun memberikan kode pada Gustaf dan dokter Frans untuk segera berangkat kekantor bersama . Gustaf yang masih menikmati makan siangnya nampak terburu-buru menghabiskan sisa makanannya , sehingga membuat mulutnya penuh makanan ketika berjalan menuju mobil .
" Makan mu sepeti babi Gustaf !!! " sengit dokter Frans jengkel , ia tak suka melihat gaya makan Gustaf yang sangat rakus itu .
__ADS_1
"Aakkk akkuuu mmmass mmasihh lll laaparr " jawab Gustaf cepat sambil menutup mulutnya dengan tangannya .
"Yuck ..!!!! hentikan Gustaf " hardik dokter Frans sambil berjalan cepat meninggalkan Gustaf dibelakang , ia langsung masuk ke dalam mobil menyusul Rico yang sudah masuk lebih dulu .
Gustaf pun langsung mengunyah makanannya dengan cepat karena Archie memberinya kode supaya menghabiskan makanannya terlebih dahulu , tak bergitu lama makanan yang ada di mulut Gustaf pun habis ia pun langsung masuk ke dalam mobil tanpa rasa bersalah maka sekali sehingga membuat Rico menggeleng pelan melihat tingkah sahabatnya itu .
Tak lama kemudian mobil itu pun berangkat menuju Durran Internasional , di dalam mobil Archie terus menerus menggoda baby Arthur sehingga membuat anak tampan itu kegirangan.
Kampus pelita
Sasa dan teman sekelasnya mempunyai tugas untuk melakukan presentasi yang mana dilakukan secara berkelompok , Sasa mendapat kelompok bersama teman-teman satu genknya . Walau ia beberapa hari ini ijin akan tetapi keempat teman baiknya selalu memberikan catatan untuk Sasa , jadi ia tak ketinggalan pelajaran jauh .
Saat kerja kelompok pun mereka langsung mencantumkan nama Sasa sebagai anggota kelompok sehingga membuat Sasa tak mengalami kesulitan , karena itu presentasi hari ini Sasa yang mempersiapkan semuanya . Mulai dari slide di power poin , lembar tanya jawab dan beberapa materi yang dipegang oleh masing-masing untuk bahan acuan ketika para siswa lain bertanya .
Setelah presentasi akhirnya dimulailah sesi tanya jawab , karena Sasa sudah mempersiapkannya materi dengan sedetail mungkin akhirnya kelompoknya tak mengalami kesulitan yang berarti . Sampai akhirnya dosen pun memberikan nilai yang sempurna bagi kelompok Sasa karena dianggap sangat menguasai materi yang akhirnya membuat beberapa orang iri terutama kelompok dari grub gadis-gadis centil .
"Wahh hari lo keren banget Sa asli deh " ucap Anna sambil memeluk Sasa dengan erat .
"Hasil kerja keras kita semua itu Ann " jawab Sasa merendah .
" Akh elu mah selalu gitu Sa , tapi presentasi kali ini asli grub kita ga terkalahkan girs he he he " celetuk Dita dengan nada yang dibuat meninggi karena ada beberapa gadis dari genk centil nampak sedang lewat .
"Udah akh udah ga boleh sombong , ya udah ya guys aku pulang dulu " sahut Sasa cepat sambil memberikan mulut Dita yang masih mengejek temannya yang lain .
" Aku ada janji dengan kakakku ga enak kalau aku ga datang kan , besok kita ketemu lagi kali akh jangan lebay he he " jawab Sasa sambil mencubit pipi gembul Santi .
" Ya udah ati-ati dijalan ya Sa " ucap keempat temannya sambil melambaikan tangan pada Sasa yang sedang mengemudikan mobilnya .
Sasa membalas dengan membunyikan klakson dan langsung melesat menuju jalan ke tempat dimana ia sudah membuat janji dengan Selena . Tak lama kemudian mobil yang dibawa Sasa sampai di depan sebuah restoran Italia ternama di Jakarta , Sasa masuk ke dalam restoran sambil membawa bungkusan makanan yang sudah ia beli sebelumnya di mall tempat Sasa membeli ponsel yang baru untuk mengganti ponselnya yang sudah hancur layar kacanya .
Sasa berjalan dengan anggun menuju restoran , matanya mencari sosok Selena dan ia tersenyum begitu melihat Selena tengah duduk disebuah meja di dekat jendela dengan menikmati segelas orange jus . Penampilan Selena yang agak terlihat lebih kurus itu benar-benar membuat Sasa merasa dejavu .
"Hai kak sudah lama nunggunya ? " tanya Sasa pelan menyapa Selena .
"Enggak Sa ... mmm baru kok " jawab Selena tergagap iya masih merasa malu bertemu dengan Sasa pasca terbongkar penyamarannya empat hari yang lalu .
"Kakak kurusan ya , kakak sakit ? " tanya Sasa membuka percakapan .
"Im fine Sa ...aku...
__ADS_1
"Kakak gak penasaran dengan kondisi Rico " ucap Sasa cepat memotong perkataan Selena .
"Diaa mmm diaa akuu ..." sahut Selena terbata-bata .
"Rico baik-baik saja walau sebenarnya tidak sebenarnya kita sama-sama tau apa yang sedang ia rasakan bukan " ucap Sasa cepat sambil memakan banana ice cream yang baru diantar oleh pelayan .
Selena terdiam mendengar perkataan Sasa , ia memainkan jemari tangannya dibawah meja yang menandakan kalau ia sedang tak tenang .
"Apa rencana ayahmu lagi kali ini kak ? " tanya Sasa tiba-tiba .
"Dia ...
"Jawablah kak aku ingin tau kebenarannya langsung darimu " sahut Sasa dingin .
"Dia meminta kami bertiga untuk menculik mu dan baby Arthur " jawab Selena dengan suara yang hampir tak terdengar .
" Apa kau akan melakukannya kak ? " tanya Sasa dengan nada yang terkesan menyindir itu .
Selena membisu mendengar perkataan Sasa , ingin sekali ia berkata iya tapi dalam hati kecilnya ada rasa aneh yang bergolak , perhatiannya teralihkan pada makanan yang baru saja dibuka Sasa di meja makan . Berkali-kali Selena menelan salivanya melihat Sasa memakan makanan yang sebenarnya dibenci Selena itu .
"Kau tau kak seorang ibu akan melakukan apapun untuk anaknya sekalipun harus mengorbankan nyawanya sendiri begitupun dengan ayah , seorang ayah yang baik pasti akan menjaga anak gadisnya bagaimanapun caranya . Mereka rela tidak makan asal anaknya makan , mereka rela kehujanan asal anaknya dirumah bisa tidur dengan nyaman , kakak tak akan pernah tau hal gila apa yang bisa aku lakukan demi melindungi anakku Arthur " ucap Sasa sambil meletakkan garpu yang ia pegang di atas piring .
" Tak ada namanya orang tua yang mau menjerumuskan anaknya ke lubang hitam , jika pun ada orang tua seperti itu berarti kewarasan orang itu perlu dipertanyakan " imbuh Sasa menyindir Alexander Del Leon .
Kedua mata Selena berkaca-kaca mendengar perkataan Sasa , ia mengingat pengorbanan mendingan sang ibu ketika masih hidup dulu . Hal yang sangat bertolak belakang dengan apa yang sudah ayahnya lakukan selama ini padanya .
" Aku akan melakukan apapun demi melindungi anakku kak , kau pun pasti juga akan melakukan hal yang sama sepertiku kak " ucap Sasa pelan sambil menggeser makanannya kehadapan Selena karena sejak tadi Selena tak melepas pandangannya pada makanan yang Sasa bawa .
" Makanlah aku tau kau menginginkannya bukan " imbuh Sasa mempersilahkan Selena memakan rujak buah yang ia beli .
Tanpa diperintah dua kali Selena langsung memakan rujak itu , padahal Selena sangat membenci buah sebelumnya .
" Aku pulang kak dan aku boleh titip pesan padamu kak ? " tanya Sasa pelan .
"Katakan saja aku mendengarnya " jawab Selena dengan mulut penuh mangga muda menjawab perkataan Sasa .
" take good care of my niece in here " bisik Sasa pelan sambil meraba perut rata Selena .
" what !!!!!! ......
__ADS_1
🌼Bersambung 🌼
Jangan lupa like , komentar dan ratting ya kakak-kakak semua . Terima kasih 🌹