
Karena rasa ingin tau yang tinggi akhirnya Sasa memutuskan untuk mencari tau ada hubungan apa antara suaminya dan wanita yang bernama Cassandra itu , yang mampu membuat Rico memerintahkan pelayan dirumah untuk tak menyebut namanya dihadapan Sasa .
Pagi itu seperti biasa Sasa diantar oleh bodyguard Archie untuk berangkat kuliah , setelah para bodyguard itu pergi Sasa mencegat taksi lalu pergi ke sebuah mall .
" kalau aku seperti ini akan mudah dikenali sepertinya aku harus sedikit bermetamorfosis " ucap Sasa dalam hati ketika berhenti di depan salon langganannya .
" haii adindaaaa " teriak seorang capster dari dalam salon .
" hallo kak Ceri apa kabarnya ? " ucap Sasa lembut .
" baik neik , lama dih adinda gak kesindang " celoteh Ceri si lelaki kemayu yang sudah akrab dengan Sasa .
" sibuk kuliah kak , kak aku mau minta bantuan kakak bisa ? " ucap Sasa serius .
" wait nekk ada apose inihh kok tetiba yeii jadi seriosa begindang " tanya Ceri penasaran .
" didalam aja yuk kak " ajak Sasa pada Ceri masuk kedalam salon .
Ceri mengikuti langkah Sasa masuk ke ruang perawatan VIP , disana Sasa menceritakan semuanya awal mula kejadian sampe sekarang dia tengah hamil .
" berapa bulan sekarang adinda " tanya Ceri lembut tangannya menyentuh perut Sasa .
" jalan enam minggu kak " jawab Sasa tersenyum .
" dasar lalaki kurang ajar punya istri cantik kaya gini disia-siakan mana lagi hamil anak dia pula , dasar jehong " teriak Ceri kesal setelah mendengar semua cerita Sasa .
" Sasa percaya suami Sasa kak , maka dari itu Sasa minta bantuan kak Ceri " ucap Sasa sambil tersenyum berusaha menenangkan teman baiknya itu .
" wait nek eike senapsaran pengen liat yeii punya laki donk , sok kegantengan banget jadi orang " Ceri memotong ucapan Sasa .
Sasa tersenyum lalu mengeluarkan ponselnya dan tak lama menunjukan foto Archie suaminya pada Ceri .
" o my o my dinding rahimku bergetarr neiikkkk " pekik Ceri tiba-tiba setelah melihat foto Archie .
" kalau begini wujudannye wajar aja banyak hello kitty yang ngejar neeik , eike juga mau hehehe punya anak dari dia. kualitas unggul inimah neik " imbuh Ceri dengan nada centil .
" kakak Sasa serius ini apa akh " ucap Sasa pura-pura kesal .
" iya neik sorry sorry abis yeiii punya lakik terlalu ganteng si hahah " celetuk Ceri menggoda Sasa .
" sebelum eike kasih ide boleh ga eike tanya satu hal " ucap Ceri dengan gaya kemayunya .
" apa kak Ceri "
" waktu malam pertama dulu gimana rasanya dapat pisang Ambon kualitas nomor satu itu neik ? " tanya Ceri dengan serius .
blush wajah Sasa memerah .
" mau tau aja apa mau tau banget " jawab Sasa menggoda temannya .
" ikh jehong eike serius tauk kenapa malah ngegoda eike si " sungut Ceri merajuk .
" hahah abis kakak dari tadi godain Sasa segala si , pengen ikutan jadi hello kitty segala pula " hardik Sasa pura-pura marah .
" ya neik wajar namanya juga anak perawan liat lakik ganteng kaya gitu wajar kalo eike jadi horrr nehh " ucap Ceri tanpa rasa bersalah .
" aduh aduhh yang masih perawan , anak perawan tu pamali ngomongin begituan kak " goda Sasa dengan nada dibuat-buat .
" akh eike malez , jadi eike yang digarap ini mah " sungut Ceri .
Sasa tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan temannya sampai matanya mengeluarkan air mata , baru pertama kali ini dia bisa tertawa selepas ini padahal banyak sekali masalah yang menimpanya akhir-akhir ini .
__ADS_1
" heh perempuan bunting pamali ketawa sampe kaya gitu !!! " teriak Ceri kesal .
" ha ha ha abis kakak lucu si " jawab Sasa dengan suara terputus-putus .
" dah puas kan ngetawain anak perawan yang polos inihh " ucap Ceri jengkel .
" iya maaf kakakku sayang , Sasa minta maaf ya " cicit Sasa memelas .
" oke sebagai kakak yang baik eike maafin " ucap Ceri dengan tersenyum .
Sasa menyeka air matanya yang masih tersisa dimata menggunakan tisyu pemberian Ceri dan meminum air mineral yang sudah disediakan sebelumnya dimeja .
" nanti aja ya Sasa jawab pertanyaan kakak kalo dah selesai urusan Sasa " ucap Sasa lembut setelah berhasil menahan tawanya .
" oke , ya udah ayo creambath dulu biar segeran ya bumil cantik " Ceri membimbing Sasa untuk membaringkan tubuhnya di kursi keramas .
Ceri dengan telaten membasuh dan memijat kepala Sasa sampai Sasa tertidur karena terkena pijatan ajaibnya , Ceri sampai tak tega membangunkan pelanggan tetap yang sudah seperti adiknya itu .
" siapa yang tega merebut kebahagiaan gadis secantik kamu adikku " ucap Ceri lirih ketika melihat Sasa tertidur , Ceri menyeka air matanya yang tak sengaja terjatuh .
Sasa sangat baik pada Ceri selama ini bahkan dengan pegawai salon yang lain juga , mereka sering ditraktir makan atau nonton sewaktu Sasa belum menikah . Wajar saja kalau Ceri sampai terbawa emosi saat mendengar cerita Sasa .
Beberapa capster lain penasaran dengan apa yang terjadi mereka lalu mendekati ceri dan menanyakan ada masalah apa , setelah mendengar cerita Ceri hampir semua pegawai salon ikut marah .
" ikh cewek barokok berani banget jahatin anak sebaik iniihh "
" kalau eike pengen cat item itu dia punya gigi biar kapok dese eim "
" benar-benar wanita tak tau malu beraninya mengambil kebahagiaan orang lain , dasar pelakor tak tau diri ikhh "
Terdengar umpatan dari capster lain yang nampak ikut emosi ketika mendengar cerita dari Ceri , tak lama Sasa terbangun dari tidur singkatnya karena mendengar percakapan mereka .
" gpp namanya bawaan orok kadang suka gitu neik " jawab Ceri tersenyum " sini neik kita lanjutin pembicaraan tadi " imbuh Ceri bersemangat .
Ceri dan beberapa capster lain kemudian melakukan pekerjaannya mereka memakaikan Sasa rambut palsu dan merias wajah Sasa menggunakan make up bold sehingga membuatnya menjadi seperti orang bule dilengkapi dengan softlens warna abu-abu yang makin membuat Sasa nampak menjadi orang lain . Wajah Sasa yang polos sontak berubah seperti wajah wanita-wanita Hollywood .
Sasa menatap pantulan dirinya melalui kaca berulang kali dia menyentuh wajahnya yang sangat berbeda dengan dirinya tanpa make up .
" o my god ini bule cantik dari mana dehhh " goda Ceri saat melihat sosok Sasa yang baru selesai ia makeup .
" kak ini ga berlebihan kan? Sasa ngerasa jadi badut " ucap Sasa cemas .
" neik akika mau tanya deh , yeii cinta kan laki yeii ?? " tanya Ceri serius .
" iya kak , Sasa cinta ama suami Sasa " jawab Sasa lirih.
" dengan kaya gini yeii bisa buntutin tu suami yeii pergi kemana ama siapa , eike yakin die ga akan notice bahwa yeii istrinya " ucap Ceri memberikan semangat .
" abis ni yeii mau kemana ? " tanya Ceri kemudian .
" Sasa mau ke mall tempat kemarin pertama kali Sasa melihat suami sasa pergi sama wanita itu , Sasa harus cari tau siapa Cassandra itu . Sasa yakin akan dapat info disana " jawab Sasa tegas .
bugg
Ceri memeluk Sasa dengan erat .
" perjuangkan cintamu adikku , hempaskan pelakor jauh-jauh dari rumah tanggamu . Ini bukan demi dirimu saja tapi juga demi si kecil di perutmu " bisik Ceri dengan tulus sambil membelai rambut palsu Sasa .
" terima kasih kak dukungannya , Sasa hutang budi sama kak Ceri " bisik Sasa lirih .
" udah sana pergi , simpan semua make up ini buat nanti pake lagi " ucap Ceri sambil memberikan beberapa make up pada Sasa .
__ADS_1
" ini baru semua kok neik , baru dibuka tadi pas makein yeii " imbuh Ceri cepat .
Senyum Sasa mengembang menerima pemberian Ceri dan memasukannya kedalam tas miliknya .
Ceri menarik tangan Sasa saat Sasa akan keluar dari salon .
" pertanyaan eike tadi belum dijawab ikh " ucap Ceri yang masih penasaran .
" hahaha kakak serius pengen tau ? " tanya Sasa serius .
" iya eike penasaran !! dah tinggal jawab aja susah " sungut Ceri kesal .
" setelah melakukan itu pertama kali Sasa sampai ga bisa jalan kak , kekamar mandi aja di bopong ama suami Sasa " bisik Sasa pelan ketelinga Ceri yang akhirnya cekikikan mendengar jawaban Sasa .
" aku yakin itu yang membuatmu mencintainya kan ? " tanya Ceri dengan nada serius .
Sasa terdiam mendengar pertanyaan teman baiknya , memang selama ini perlakuan Archie padanya sulit dijelaskan dengan kata-kata . Makanya Sasa yakin bahwa suaminya tidak sedang berselingkuh dibelakangnya , karena itulah Sasa harus mencari tau apa yang sedang terjadi tanpa sepengetahuannya , mencari tau apa yang sedang Archie sembunyikan darinya .Sasa kemudian memeluk Ceri sekali lagi sebelum akhirnya pamit pulang .
" nah adikku rebut kembali cintamu !!! selamat berjuang " teriak Ceri pada Sasa saat Sasa berjalan pergi .
Sasa meletakkan ibu jarinya di mulut untuk memberi kode pada Ceri agar tak teriak-teriak tapi Ceri nampak tak memperdulikan kode dari Sasa , akhirnya Sasa membiarkan temannya melakukan itu .
Sasa memesan taksi untuk menuju ke mall Indonesia tempat dimana ia melihat wanita itu pertama kali dan tebakan Sasa tepat karena setelah Sasa turun dari mobil nampak wanita yang bernama Cassandra itu baru saja turun dari mobilnya . Sasa masih mengingat jelas wajah Cassandra jadi ia tak mungkin salah .
Sasa mengikuti Cassandra menuju sebuah restoran, Sasa memilih tempat duduk tepat dibelakang Cassandra . Tak lama kemudian datang seorang laki-laki asing datang kemeja Cassandra , Sasa mengenal baik laki-laki itu dia adalah manager untuk proyek baru di Australia yang pernah diperkenalkan padanya beberapa waktu lalu ketika Sasa datang kekantor untuk mengirimkan makan siang .
Sasa terdiam mendengar percakapan dua orang dibelakangnya , mereka rupanya tengah menyusun rencana untuk menjatuhkan Archie menggunakan dirinya sebagai tameng untuk menekan Archie . Sasa merekam pembicaraan kedua orang itu dari awal mereka berbicara sampai selesai .
Setelah hampir satu jam kedua orang itu akhirnya berpisah . Tinggal Cassandra yang masih duduk menikmati minumannya , tangannya memegang foto pernikahan Sasa dan Archie .
" kau milikku Archie perempuan ini tak pantas untukmu !!! " ucap Cassandra dingin .
Sasa yang mendengar jelas perkataan Cassandra hanya tersenyum penuh arti .
Cassandra pun meninggalkan restoran setelah dia menerima telfon dari anak buahnya .
Sasa melihat kepergian Cassandra dengan mata berkaca-kaca , rupanya ia salah sangka pada suaminya lagi dan lagi . Sasa merasa sedih karena meragukan cinta sang suami .
" kenapa kau tak mau berbagi masalahmu denganku mas , aku istrimu aku bisa membantumu " ucap Sasa lirih .
Dari pembicaraan antara Cassandra dengan manager itu akhirnya Sasa mengetahui semua rencana Cassandra untuk menyakitinya , dimulai dari terornya ketika membuntuti Sasa dengan mobil hitam beberapa waktu lalu hingga mengirimkan foto masa lalu Archie dengannya sewaktu di Canada untuk membuat Sasa marah dan kemudian akan meninggalkan Archie sehingga memudahkan Cassandra kembali ke sisi Archie .
Cassandra sebenarnya adalah tunangan Archie dimasa lalu disaat Archie sedang merintis usahanya , akan tetapi Cassandra memilih pergi dengan laki-laki lain yang lebih kaya dari Archie . Karena hal inilah juga yang membuat Archie tak percaya pada cinta , dimatanya semua wanita sama tak jauh berbeda dengan Cassandra yang lebih mencintai uang daripada kesetiaan . Hingga akhirnya Archie bertemu dengan Sasa dan membuatnya jatuh cinta lagi dan hal ini membuat Cassandra marah karena tak rela Archie jatuh ke pelukan wanita lain , maka dari itu dia berusaha mendapat Archie bagaimanapun caranya walaupun harus menggunakan cara yang kotor sekalipun .
Sasa melangkahkan kakinya menuju lobby mall kemudian naik ke taksi yang sudah dipesannya . Senyum cantik terpancar diwajah Sasa setelah tau siapa Cassandra seorang wanita jahat yang sedang berusaha merebut cintanya . Sasa memutar otaknya untuk mencari jalan keluar sendiri , dia kali ini harus berusaha untuk mempertahankan apa yang sudah menjadi miliknya .
" ibu akan berjuang untukmu anakku , kita akan bantu ayahmu untuk menyingkirkan wanita jahat itu makanya kau harus kuat ya didalam perut ibu " ucap sasa dalam hati sambil meraba perutnya berkali-kali .
Sasa meminta sopir taksinya untuk pergi ke rumah sakit mediosa untuk bertemu dokter Mega , Sasa ingin minta bantuan dari dokter itu .
" biarkan aku membantumu kali ini mas " ucap Sasa lirih sambil tersenyum .
°°°°
catatan kecil dari Thor untuk kakak-kakak semua . Archie mencintai Sasa dengan caranya yang kadang memang membuat kita kesal , Thor pun juga kesal hehe ^^^
love u kakak-kakak semua
terima kasih atas apresiasinya dengan menyukai novel ini
°°°°
__ADS_1