Faith

Faith
kasih sayang orang tua


__ADS_3

Archie memeluk Sasa dengan erat berkali-kali ia mencium kening Sasa perban yang membalut kepalanya sudah dilepas , Sasa hanya bisa menangis tanpa suara dipelukan suaminya .


" maafkan mas ya sayang " bisik Archie lembut ketelinga Sasa .


" ehhhh " pekik Archie kaget ketika menyadari Sasa akan terjatuh , dengan sigap ia menangkap Sasa laku menggendongnya ala bridal masuk kekamar mereka .


Dengan perlahan Archie menurunkan Sasa di ranjang ia memilih duduk berlutut di pinggiran ranjang sambil meletakkan wajahnya di atas kasur dekat dengan wajah Sasa . Archie memainkan rambut panjang Sasa seperti kebiasaannya sebelum tidur .


" sayang , mas udah pulang kok di cuekin " ucap Archie pura-pura sedih .


" kalau mas benar-benar ga ada lagi apa kau akan merindu ...


hu huhuuuuu....


Sasa langsung menangis dengan keras membuat Archie tak mampu menyelesaikan ucapannya , dengan cepat Archie memeluk Sasa yang menangis seperti anak kecil itu . Berkali-kali Sasa memukul punggung Archie yang tengah memeluknya , rasa kesalnya ingin ia keluarkan semua pada suaminya .


" mas ga sakit kok sayang dipukul kaya gitu gapapa pukul aja selama kau puas sayang ukhh " ucap Archie pura-pura kesakitan .


" abis mas nyebelin si hiks " cicit Sasa terbata ia menghentikan pukulan pada Archie .


Archie tersenyum rencananya untuk membuat Sasa berhenti menangis berjalan sesuai keinginannya .


" mas dari mana ? " tanya Sasa terbata sambil menyeka air mata diwajahnya .


" minum dulu " ucap Archie lembut sembari memberikan Sasa minim karena tak tega melihat Sasa kehabisan suara .Sasa menerima gelas pemberian suaminya lalu meminum habis isinya .


Archie merapikan rambut Sasa yang berantakan , ia menyisirnya dengan jari-jari tangannya lalu mencium kening Sasa dengan lembut . Sasa terdiam mendapatkan perlakuan Archie .


" jawab mas " pinta Sasa pada Archie yang masih memainkan rambutnya .


" tadi dari rumah Gusti mas rencana mau ke toko bunga untuk membelikan mu bunga akan tetapi seperti yang mas bilang tadi , ditengah jalan ada seorang pria muda yang meminta mas berhenti " jawab Archie pelan


" pria seperti apa ? " tanya Sasa penasaran .


" dia mempunyai rahang yang kokoh dengan rambut dipotong model cepak ala tentara dan mempunyai tai lalat di dagu sebelah kiri " ucap Archie mengingat pria misterius yang ditemuinya tadi siang .


" anehnya pria itu seolah seperti tersenyum padaku sayang dan sepertinya mas pernah melihatnya disuatu tempat makanya mas langsung menghentikan mobil tadi " imbuh Archie sambil tersenyum .


Sasa mencerna ucapan suaminya tiba-tiba ia mulai menangis lagi dan membuat Archie panik .


" aduh mas salah bicara ya ? maaf sayang " ucap Archie merasa bersalah.


" pria itu mempunyai tai lalat di dagu sebelah kiri dan mempunyai gaya rambut cepak ? " ucap Sasa mengulang perkataan Archie .


Archie menganggukan kepalanya perlahan , Sasa meminta Archie mengambilkan kertas dan pensil karena ia akan membuat sketsa wajah berdasarkan cerita Archie .


Archie mengingat lebih detail pria yang ia temui tadi siang dengan lengkap bersama pakaian yang ia kenakan . Sasa menggambar dengan cepat sesuai cerita Archie .

__ADS_1


" seperti inikah ? " tanya Sasa lirih sambil memberikan gambar sketsa yang ia buat .


" kau mengenal pria ini sayang ? " tanya Archie balik pada Sasa .


" jawab dulu pertanyaanku mas " pinta sasa putus asa .


" iya ini pria tadi siang " jawab Gusti mantap , gambar yang dibuat Sasa sama persis dengan apa yang ada diingatan Archie bahkan senyum pria itu masih dengan jelas ia ingat .


Air mata Sasa menetes lagi tapi kali ini Sasa terlihat tegar ia tak mengeluarkan suara tangisannya . Sasa bangkit dari tempat tidurnya dengan perlahan ia lalu berjalan menuju lemari pakaian milik Sasa dan mengambil sebuah kotak kecil . Archie hanya melihat apa yang dilakukan Sasa .


" apa ini " ucap Sasa lirih sambil menyerahkan sebuah foto hitam putih seorang pemuda yang sama persis Archie liat siang tadi bahkan pakaian dan sepatunya juga sama .


" what do you mean sayang ? " tanya Archie makin bingung .


" pria itu adalah ayahku sewaktu ia masih berumur delapan belas tahun , waktu ia akan masuk ke sekolah pendidikan pilot di Bandung " ucap Sasa dengan nada bergetar .


deg


deg


Jantung Archie berdetak lebih cepat mendengar ucapan Sasa , ia tak ingin percaya dengan perkataan Sasa tapi bagaimana mungkin jika ia masih mengingat secara jelas pria yang berdiri dibawah pohon sambil melambaikan tangannya itu .


" are you serious " tanya Archie lirih .


" yes , itu adalah foto pertama yang ibu miliki sebagai cendera mata dari ayah sewaktu mereka berpacaran dulu hikss hikss " jawab Sasa sambil menangis ia mengingat kembali kedua orangtuanya dulu sewaktu masih hidup .


" ayah tak benar-benar pergi meninggalkan aku sendiri disini mas , ayah bahkan menjaga mas dari peristiwa mengerikan itu hiks hiks " tangis Sasa pecah lagi dipelukan Archie .


" terima kasih ayah , walau aku belum pernah secara langsung bertemu denganmu tapi kau masih mau menjagaku " ucap Archie dalam hati air matanya menetes perlahan dari sudut matanya .


Archie menyeka air mata yang mengalir diwajah sang istri dengan lembut , ia kemudian mencium mesra bibir istrinya yang dibalas oleh Sasa .


" ayo bersihkan diri terlebih dahulu " bisik Archie dengan lembut .


Sasa mengangguk pelan , Archie kemudian menggendong Sasa masuk kekamar mandi . Mereka melepas rindu dibawah siraman air hangat dari shower sambil saling berpelukan dan melumat bibir perlahan . Archie berusaha keras untuk menahan nafsunya ketika memeluk Sasa ia masih mengingat bagaimana efek terahir kali waktu ia memaksa Sasa untuk melayaninya .


" jangan menggodaku sayang , aku takut tak bisa menahan diriku lebih lama " bisik Archie pelan pada sasa yang sedang menyentuh perut sixpack Archie yang basah terkena air .


Sasa menahan tawanya ketika mendengar ucapan Archie , ia kemudian melanjutkan mandinya tanpa menggangu Archie . Dua puluh menit kemudian suami istri itu sudah selesai mandi dan berganti pakaian , mereka melanjutkan melepas rindu diatas ranjang .


"boleh aku bertanya sesuatu " ucap Archie lembut sambil membelai perut Sasa .


" ya " jawab Sasa cepat .


" sejak kapan kau tau tentang Cassandra ? " tanya Archie pelan , dia mencari kalimat terbaik untuk tak menyakiti Sasa .


" aku melihat mas memakaikan dia kalung berlian di restoran favorit ku " ucap Sasa dengan sinis .

__ADS_1


" dia mengancam ku waktu itu , jadi aku harus menuruti nya walau hatiku menolak " ucap Archie sambil memeluk Sasa , ia merasa bersalah pada Sasa .


" kau marah padaku sayang ? " tanya Archie pelan .


Sasa terdiam ia masih memikirkan hukuman apa yang pantas untuk suaminya .


" punisment untuk mas lagi aku pikirkan " jawab Sasa dengan senyum lebarnya .


" kau ingin menghukum ku ? " Archie pura-pura sedih .


" tentu kesalahan mas banyak !!! "


1 .mas tak jujur padaku masalah Cassandra


2 .mas menuduhku selingkuh dengan kak ceri



mas menamparku dua kali dan mas ju ..'"



cup


Archie mencium bibir Sasa sehingga membuat Sasa tak mampu menyelesaikan perkataannya .


" maafkan aku sayang , mas terima hukuman apapun yang kau berikan asal jangan satu hal yang mas paling tak suka " ucap Archie pelan .


" apa ? " tanya Sasa penasaran .


" jangan pernah pergi dariku , kalau nanti kita sudah tua biarkan aku yang mati lebih dulu " jawab Archie serius .


Mata Sasa berkaca-kaca lagi mendengar ucapan Archie , dia mengambil bantal dan memilih duduk di sofa .


" lho baru dibilang jangan menjauh dari mas kok ini udah pindah tempat duduk " sungut Archie tak suka .


" aku tak suka mas bahas-bahas kematian " ucap Sasa terbata , berita siang tadi masih menyakiti hatinya .


" maaf sayang , mas ga bermaksud membuatmu sedih mas hanya tak ingin berpisah darimu " ucap Archie dengan tersenyum lembut .


Sasa memeluk Archie dengan erat dia bahagia bisa seperti ini lagi , beberapa hari ini bertubi-tubi masalah datang dalam kehidupan nya .


" ya udah ayo tidur , besok pagi mas ada konferensi pers membahas masalah hari ini " bisik Archie lirih .


Sasa menganggukkan kepalanya dengan bersemangat , ia menjulurkan kedua tangannya untuk minta gendong sang suami . Archie tertawa geli melihat tingkah sang istri .


" terima kasih ayah Juna atas kasih sayangmu padaku , pantas saja ibu Kinan sangat mencintaimu " ucap Archie dengan tersenyum sambil memandang foto ayah mertuanya yang gagah dalam seragam pilot kebanggaannya .

__ADS_1


__ADS_2