
Archie memeluk Sasa dengan erat berkali-kali ia mencium kening Sasa perban yang membalut kepalanya sudah dilepas , Sasa hanya bisa menangis tanpa suara dipelukan suaminya .
" maafkan mas ya sayang " bisik Archie lembut ketelinga Sasa .
" ehhhh " pekik Archie kaget ketika menyadari Sasa akan terjatuh , dengan sigap ia menangkap Sasa laku menggendongnya ala bridal masuk kekamar mereka .
Dengan perlahan Archie menurunkan Sasa di ranjang ia memilih duduk berlutut di pinggiran ranjang sambil meletakkan wajahnya di atas kasur dekat dengan wajah Sasa . Archie memainkan rambut panjang Sasa seperti kebiasaannya sebelum tidur .
" sayang , mas udah pulang kok di cuekin " ucap Archie pura-pura sedih .
" kalau mas benar-benar ga ada lagi apa kau akan merindu ...
hu huhuuuuu....
Sasa langsung menangis dengan keras membuat Archie tak mampu menyelesaikan ucapannya , dengan cepat Archie memeluk Sasa yang menangis seperti anak kecil itu . Berkali-kali Sasa memukul punggung Archie yang tengah memeluknya , rasa kesalnya ingin ia keluarkan semua pada suaminya .
" mas ga sakit kok sayang dipukul kaya gitu gapapa pukul aja selama kau puas sayang ukhh " ucap Archie pura-pura kesakitan .
" abis mas nyebelin si hiks " cicit Sasa terbata ia menghentikan pukulan pada Archie .
Archie tersenyum rencananya untuk membuat Sasa berhenti menangis berjalan sesuai keinginannya .
" mas dari mana ? " tanya Sasa terbata sambil menyeka air mata diwajahnya .
" minum dulu " ucap Archie lembut sembari memberikan Sasa minim karena tak tega melihat Sasa kehabisan suara .Sasa menerima gelas pemberian suaminya lalu meminum habis isinya .
Archie merapikan rambut Sasa yang berantakan , ia menyisirnya dengan jari-jari tangannya lalu mencium kening Sasa dengan lembut . Sasa terdiam mendapatkan perlakuan Archie .
" jawab mas " pinta Sasa pada Archie yang masih memainkan rambutnya .
" tadi dari rumah Gusti mas rencana mau ke toko bunga untuk membelikan mu bunga akan tetapi seperti yang mas bilang tadi , ditengah jalan ada seorang pria muda yang meminta mas berhenti " jawab Archie pelan
" pria seperti apa ? " tanya Sasa penasaran .
" dia mempunyai rahang yang kokoh dengan rambut dipotong model cepak ala tentara dan mempunyai tai lalat di dagu sebelah kiri " ucap Archie mengingat pria misterius yang ditemuinya tadi siang .
" anehnya pria itu seolah seperti tersenyum padaku sayang dan sepertinya mas pernah melihatnya disuatu tempat makanya mas langsung menghentikan mobil tadi " imbuh Archie sambil tersenyum .
Sasa mencerna ucapan suaminya tiba-tiba ia mulai menangis lagi dan membuat Archie panik .
" aduh mas salah bicara ya ? maaf sayang " ucap Archie merasa bersalah.
" pria itu mempunyai tai lalat di dagu sebelah kiri dan mempunyai gaya rambut cepak ? " ucap Sasa mengulang perkataan Archie .
Archie menganggukan kepalanya perlahan , Sasa meminta Archie mengambilkan kertas dan pensil karena ia akan membuat sketsa wajah berdasarkan cerita Archie .
Archie mengingat lebih detail pria yang ia temui tadi siang dengan lengkap bersama pakaian yang ia kenakan . Sasa menggambar dengan cepat sesuai cerita Archie .
__ADS_1
" seperti inikah ? " tanya Sasa lirih sambil memberikan gambar sketsa yang ia buat .
" kau mengenal pria ini sayang ? " tanya Archie balik pada Sasa .
" jawab dulu pertanyaanku mas " pinta sasa putus asa .
" iya ini pria tadi siang " jawab Gusti mantap , gambar yang dibuat Sasa sama persis dengan apa yang ada diingatan Archie bahkan senyum pria itu masih dengan jelas ia ingat .
Air mata Sasa menetes lagi tapi kali ini Sasa terlihat tegar ia tak mengeluarkan suara tangisannya . Sasa bangkit dari tempat tidurnya dengan perlahan ia lalu berjalan menuju lemari pakaian milik Sasa dan mengambil sebuah kotak kecil . Archie hanya melihat apa yang dilakukan Sasa .
" apa ini " ucap Sasa lirih sambil menyerahkan sebuah foto hitam putih seorang pemuda yang sama persis Archie liat siang tadi bahkan pakaian dan sepatunya juga sama .
" what do you mean sayang ? " tanya Archie makin bingung .
" pria itu adalah ayahku sewaktu ia masih berumur delapan belas tahun , waktu ia akan masuk ke sekolah pendidikan pilot di Bandung " ucap Sasa dengan nada bergetar .
deg
deg
Jantung Archie berdetak lebih cepat mendengar ucapan Sasa , ia tak ingin percaya dengan perkataan Sasa tapi bagaimana mungkin jika ia masih mengingat secara jelas pria yang berdiri dibawah pohon sambil melambaikan tangannya itu .
" are you serious " tanya Archie lirih .
" yes , itu adalah foto pertama yang ibu miliki sebagai cendera mata dari ayah sewaktu mereka berpacaran dulu hikss hikss " jawab Sasa sambil menangis ia mengingat kembali kedua orangtuanya dulu sewaktu masih hidup .
" ayah tak benar-benar pergi meninggalkan aku sendiri disini mas , ayah bahkan menjaga mas dari peristiwa mengerikan itu hiks hiks " tangis Sasa pecah lagi dipelukan Archie .
" terima kasih ayah , walau aku belum pernah secara langsung bertemu denganmu tapi kau masih mau menjagaku " ucap Archie dalam hati air matanya menetes perlahan dari sudut matanya .
Archie menyeka air mata yang mengalir diwajah sang istri dengan lembut , ia kemudian mencium mesra bibir istrinya yang dibalas oleh Sasa .
" ayo bersihkan diri terlebih dahulu " bisik Archie dengan lembut .
Sasa mengangguk pelan , Archie kemudian menggendong Sasa masuk kekamar mandi . Mereka melepas rindu dibawah siraman air hangat dari shower sambil saling berpelukan dan melumat bibir perlahan . Archie berusaha keras untuk menahan nafsunya ketika memeluk Sasa ia masih mengingat bagaimana efek terahir kali waktu ia memaksa Sasa untuk melayaninya .
" jangan menggodaku sayang , aku takut tak bisa menahan diriku lebih lama " bisik Archie pelan pada sasa yang sedang menyentuh perut sixpack Archie yang basah terkena air .
Sasa menahan tawanya ketika mendengar ucapan Archie , ia kemudian melanjutkan mandinya tanpa menggangu Archie . Dua puluh menit kemudian suami istri itu sudah selesai mandi dan berganti pakaian , mereka melanjutkan melepas rindu diatas ranjang .
"boleh aku bertanya sesuatu " ucap Archie lembut sambil membelai perut Sasa .
" ya " jawab Sasa cepat .
" sejak kapan kau tau tentang Cassandra ? " tanya Archie pelan , dia mencari kalimat terbaik untuk tak menyakiti Sasa .
" aku melihat mas memakaikan dia kalung berlian di restoran favorit ku " ucap Sasa dengan sinis .
__ADS_1
" dia mengancam ku waktu itu , jadi aku harus menuruti nya walau hatiku menolak " ucap Archie sambil memeluk Sasa , ia merasa bersalah pada Sasa .
" kau marah padaku sayang ? " tanya Archie pelan .
Sasa terdiam ia masih memikirkan hukuman apa yang pantas untuk suaminya .
" punisment untuk mas lagi aku pikirkan " jawab Sasa dengan senyum lebarnya .
" kau ingin menghukum ku ? " Archie pura-pura sedih .
" tentu kesalahan mas banyak !!! "
1 .mas tak jujur padaku masalah Cassandra
2 .mas menuduhku selingkuh dengan kak ceri
mas menamparku dua kali dan mas ju ..'"
cup
Archie mencium bibir Sasa sehingga membuat Sasa tak mampu menyelesaikan perkataannya .
" maafkan aku sayang , mas terima hukuman apapun yang kau berikan asal jangan satu hal yang mas paling tak suka " ucap Archie pelan .
" apa ? " tanya Sasa penasaran .
" jangan pernah pergi dariku , kalau nanti kita sudah tua biarkan aku yang mati lebih dulu " jawab Archie serius .
Mata Sasa berkaca-kaca lagi mendengar ucapan Archie , dia mengambil bantal dan memilih duduk di sofa .
" lho baru dibilang jangan menjauh dari mas kok ini udah pindah tempat duduk " sungut Archie tak suka .
" aku tak suka mas bahas-bahas kematian " ucap Sasa terbata , berita siang tadi masih menyakiti hatinya .
" maaf sayang , mas ga bermaksud membuatmu sedih mas hanya tak ingin berpisah darimu " ucap Archie dengan tersenyum lembut .
Sasa memeluk Archie dengan erat dia bahagia bisa seperti ini lagi , beberapa hari ini bertubi-tubi masalah datang dalam kehidupan nya .
" ya udah ayo tidur , besok pagi mas ada konferensi pers membahas masalah hari ini " bisik Archie lirih .
Sasa menganggukkan kepalanya dengan bersemangat , ia menjulurkan kedua tangannya untuk minta gendong sang suami . Archie tertawa geli melihat tingkah sang istri .
" terima kasih ayah Juna atas kasih sayangmu padaku , pantas saja ibu Kinan sangat mencintaimu " ucap Archie dengan tersenyum sambil memandang foto ayah mertuanya yang gagah dalam seragam pilot kebanggaannya .
__ADS_1