Faith

Faith
Bermain api


__ADS_3

Gustaf keluar dari restoran setelah menikmati makan siangnya ditangan kirinya membawa makanan yang sengaja ia bungkus untuk Rico , saat sedang berjalan menuju mobil Ferarri warna hitamnya tiba-tiba Gustaf menyadari ada yang aneh .


" keluarlah , aku tau kau mengikutiku " ucap Gustaf dengan nada tinggi .


" ba bagaimana ka kauu tau aku mengikuti mu ? " tiba-tiba terdengar suara dari balik mobil yang parkir dekat mobil Gustaf .


" keluar dan bicara dihadapanku , kalau kau masih sembunyi maka aku akan segera pergi " jawab Gustaf cepat .


" tunggu !!!! " teriak seorang gadis yang muncul dari balik mobil , rupanya ia adalah gadis yang tadi ditolong Gustaf di restoran .


Senyum Gustaf mengembang melihat gadis yang ia kira sudah pergi ternyata justru menunggunya di ruangan terbuka yang cukup panas dalam waktu yang lumayan lama .


" terima kasih tuan " ucap gadis itu lirih .


" berikan nomor rekeningmu nanti sesampainya dirumah aku akan menggantinya tuan " imbuh gadis itu dengan sungguh-sungguh.


" sudahlah kau tak perlu melakukannya , karena aku tulus membantumu tadi " jawab Gustaf sambil tersenyum .


" tapi saya tak mau merepotkan Anda tuan " ucap sang gadis bersikeras dengan pendapatnya .


" sudahlah nona tak usah kau pikirkan itu hanya uang kecil , yang penting kau sudah lepas dari masalah . Aku paling benci melihat seorang wanita dipermalukan didepan umum seperti tadi " sahut Gustaf sambil mengeluarkan kunci mobilnya , ia ingin segera sampai ke kantor karena Rico pasti sudah menunggunya .


Melihat Gustaf akan pergi membuat si gadis terhenyak , dengan cepat ia berlari ke arah Gustaf yang akan masuk ke dalam mobil .


" setidaknya pinjami aku ponsel mu " ucap gadis itu tiba-tiba .


" untuk apa ? " tanya Gustaf heran .


Alih-alih menjawab si gadis justru masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi setir lalu meraih ponsel yang ada di kursi penumpang , karena ponsel Gustaf tak terkunci dengan mudah gadis itu memasukan deretan angka di keyboard Gustaf lalu melakukan panggilan .


Tiba-tiba ponsel milik si gadis yang ada di saku celananya berdering , ia tersenyum dan berusaha keluar dari mobil Gustaf sambil menyerahkan ponsel mahal itu pada Gustaf .


" namaku Gracia " ucap si gadis berambut brunette memperkenalkan diri sambil tersenyum .


" terima kasih tuan siapapun namamu ....


" namaku Gustaf " sahut Gustaf cepat memotong perkataan Gracia sehingga membuat gadis itu tak bisa menyelesaikan perkataannya .

__ADS_1


" baik tuan Gustaf aku akan menghubungi anda lagi sesampainya saya dirumah " jawab Gracia sambil tersenyum tipis .


Tak lama kemudian sebuah mobil Porsche berhenti didepan Gustaf dan Gracia dari pintu depan keluar seorang lelaki yang nampak seperti supir yang langsung berlari ke arah Gracia dengan cepat .


" maaf nona saya belum berhasil menemukan keberadaannya " ucap sang supir terlihat ketakutan .


" its oke pak , ya sudah lah mau bicara apa lagi . Ayo pulang pak , aku tak mau daddy mencariku " jawab Gracia sambil tersenyum tipis .


Sang supir mengangguk pelan lalu dengan cepat berjalan menuju tempatnya kembali untuk mengendarai mobil , melihat supirnya sudah bersiap Gracia lalu berjalan ke arah kursi belakang dan mengangguk pelan kearah Gustaf . Begitu Gracia masuk mobil itu langsung melesat meninggalkan restoran turki menuju jalanan ibu kota meninggalkan Gustaf yang masih berdiri di tempatnya .


" gadis yang cukup baik " ucap Gustaf lirih sambil tersenyum , ia kemudian masuk ke dalam mobilnya untuk segera kembali ke kantor .


Sesampainya dikantor Gustaf langsung naik ke lantai atas dimana Rico sedang bekerja dengan serius diruangan Archie dengan menaiki lift pribadi milik Archie , selain Archie dan orang-orangnya tak ada yang berani menaiki lift khusu itu .


" makanan datang ...... " ucap Gustaf cepat sesaat setelah membuka pintu .


" kau beli makan siang ke gurun Sahara ? " tanya Rico ketus saat Gustaf sudah masuk ke dalam ruangan Archie .


" he he maaf tadi ada insiden kecil di restoran " jawab Gustaf sambil tersenyum lebar , ia kemudian merapikan makanan yang sudah ia beli sebelumnya diatas meja .


Gustaf membeli makanan Turki yang menjadi favoritnya bulan lalu sejak Sasa meracuninya , bukan hanya Gustaf yang mendadak suka tapi semua orang-orang terbaik Archie pun suka termasuk Archie sendiri .


Archie memerintahkan Gustaf untuk mengamankan data Leon Corporation supaya tak ada data yang bocor , ia tak mau kalau Alexander Del Leon menyembunyikan hal penting tanpa sepengetahuan dirinya . Karena Gustaf sudah mengamankan database utama dikantor itu maka sekarang Alexander Del Leon benar-benar sudah tak bisa mengakses data apapun dari kantornya .


" semua baik-baik saja kan ? " tanya Rico dengan mulut penuh makanan .


" ishhh benci sekali aku melihatmu makan seperti itu !! kau seperti babi Rico !! " sengit Gustaf cepat mengomentari cara makan Rico .


" siapa babi ? sial kau Gustaf !! " sahut Rico cepat sambil mengambil minum yang ada didekat Gustaf .


Mendengar perkataan Rico sontak membuat Gustaf tertawa iya tak bisa menahan tawanya ketika melihat ekspresi wajah Rico yang sedang marah sambil makan itu , melihat Gustaf tertawa Rico pun ikut tertawa bersama .


Walau mereka saling ejek tapi rasa persaudaraan diantara mereka sudah sangat kuat , lamanya hidup dalam kesulitan bersama membuat mereka sudah seperti saudara kandung . Bagi mereka Archie adalah sosok dewa yang mengangkat hidup mereka dari kubangan lumpur sampai sekarang mereka hidup dalam gelimang harta , oleh karena itu kebahagiaan Archie adalah harga mati bagi mereka walau kadang-kadang sikap Archie tak bisa ditebak .


Ceklek ...


Tiba-tiba pintu ruangan Archie terbuka dari luar , dan masuklah dokter Frans dengan wajah yang sedikit sendu . Sehingga membuat Rico dan Gustaf berhenti tertawa seketika .

__ADS_1


Tanpa ijin dokter Frans langsung memakan makanan yang ada diatas meja sehingga membuat Rico tersenyum tipis , ia tau kalau teman baiknya itu sedang berusaha menyelamatkan nyawa seorang gadis yang tengah dijadikan pion Alexander Del Leon .


" kau sudah menemukannya ? " tanya Rico pelan .


" nihil , alamat yang Gustaf berikan ternyata hanya sebuah apartemen sewaan yang sudah ia tinggalkan lama " jawab dokter Frans lirih .


" apa kau mendapat info lain Gustaf ? " tanya Rico pada Gustaf .


" kita harus bertindak cepat sebelum bos tau , karena ia sangat tak suka kita melakukan ini " imbuh Rico cepat .


" beri aku waktu sampai nanti malam , aku akan melacak rekeningnya " ucap Gustaf cepat serius , ia sudah sibuk didepan laptopnya .


Rico dan dokter Frans mengangguk pelan , mereka kini tengah berpacu dengan waktu untuk mencari kebenaran apakah gadis yang bernama Carolina Lumenta itu adalah benar suruhan Alexander Del Leon atau tidak . Karena jika benar maka Archie tak akan mengampuninya , emosi Archie meledak begitu mendapat laporan dari polisi di Australia yang berhasil menemukan bom yang diletakan di depan kamarnya yang ada dihotel .


Polisi berhasil menjinakkan bom itu tepat sebelum bom itu meledak , karena jika terlambat sedikit saja bom itu akan meluluhkan hotel Zachie Broadway yang Archie bangun untuk Arthur . Karena itu Archie sangat ingin menangkap gadis itu hidup atau mati namun dilain sisi dokter Frans yakin gadis itu tak bersalah oleh karena itu ia meminta bantuan Gustaf dan Rico untuk menemukan keberadaan Carolina yang diketahui juga sudah kembali ke Jakarta .


" nyonya tau tentang Carolina " ucap dokter Frans lirih .


" apaaa !!! " tanya Rico dan Gustaf bersamaan.


" tadi sewaktu aku menjaganya tiba-tiba ia bangun dan berbicara padaku untuk secepatnya mencari Carolina " jawab dokter Frans menceritakan kejadian di ruang sakit , ia juga mengatakan kalau Sasa juga melihat sosok Carolina didepan hotel .


Rico dan Gustaf menggeleng tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh dokter Frans , mereka benar-benar tak habis pikir bagaimana sang nyonya yang terlihat ceroboh itu bisa langsung dapat membaca keadaan yang cukup genting .


" tenanglah ada nyonya yang mendukung kita jadi bos tak akan bisa berbuat macam-macam pada Carolina " ucap Gustaf bersemangat .


" ya tapi kita harus tetap mencari gadis itu secepatnya " sahut Rico menimpali perkataan Gustaf .


Dokter Frans tersenyum mendengar perkataan dua temannya itu , tak lama kemudian mereka meninggalkan kantor untuk pulang . Rico kembali ke rumah Archie untuk menjemput Selena pulang sementara Gustaf kembali ke apartemennya dan dokter Frans pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi Sasa .


Sesampainya di apartemen Asscot Gustaf langsung menuju unitnya untuk istirahat , hari ini benar-benar melelahkan baginya . Ia memilih mandi untuk menyegarkan diri sebelum tidur . Karena semua lampu di apartemennya sudah dimatikan Gustaf tak melihat tas yang ia temukan sebelumnya telah berhamburan isinya , dalam tas itu terlihat beberapa kartu , uang tunai dan identitas milik seorang gadis . Karena sudah terlalu lelah akhirnya Gustaf mengabaikan foto gadis yang ada di dalam kartu pengenal itu yang mempunyai nama belakang Lumenta .


🌼 Bersambung 🌼


Jangan lupa like dan komen ya kakak semua πŸ’“


Dan satu lagi Thor mau minta tolong bantu vote ( tidak pakai pulsa ) untuk novel Faith dan You are mine , Viona untuk kakak-kakak yang membaca melalui aplikasi noveltoon . Hal ini sangat membantu Thor menulis lebih rajin dan semangat lagi 🌹🌹🌹

__ADS_1


Terima kasih kakak-kakak 🌼🌼


__ADS_2