
Akhirnya Swari dan Gusti merasa sedikit tenang karena dokter yang selama ini mereka idamkan untuk bertemu bisa langsung datang menemui mereka di Jakarta , semua ini tak akan bisa terjadi tanpa campur tangan Archie . Gusti dan Swari tidur lebih cepat dari jam biasa mereka tidur karena tak ingin bangun kesiangan besok hari ketika bertemu dengan dokter Bryan Lie .
" Semoga dokter Bryan bisa menjadi perantara mereka mendapatkan buah hati ya mas " ucap Sasa pelan ketika melihat kakak sepupunya naik ke lantai dua dimana kamar tamu mereka berada .
" aamiin " jawab Archie sambil merangkul pinggang Sasa dengan erat .
" Oh iya mas tadi Sasa dapat WhatsApp dari Selena , mereka bilang akan sampai Jakarta tiga hari lagi " ucap Sasa tiba-tiba teringat pesan dari Selena.
" Kenapa tiga hari lagi ? bukankah mereka harusnya bisa sampai besok pagi ya " sahut Archie jengkel .
" Selena bilang katanya Rico mau naik pesawat komersil , dia tak mau naik pesawat jet milikmu mas " jawab Sasa sambil mencubit hidung mancung Archie dengan gemas .
" Awwww... sakit " jerit Archie sambil memegang hidungnya yang baru terkena cubitan maut dari Sasa .
Melihat sang suami kesakitan membuat Sasa tertawa puas , ia pun berjalan menuju bangku yang ada di taman untuk menikmati angin malam sambil membawa segelas teh chamomile hangat . Archie pun menyusul Sasa menuju taman , ia duduk di bangku panjang dekat ayunan dimana Sasa sedang duduk diatasnya .
" Mereka kan sedang honeymoon mas jadi biarkan saja mereka menghabiskan waktu berdua dulu " ucap Sasa merespon perkataan Archie sebelumnya .
" I know sayang , cuma aku ada urusan penting dengan Rico jadi aku ingin dia secepatnya sampai Jakarta " sahut Archie sambil meminum teh chamomile favoritnya itu .
" Urusan penting apa ? " tanya Sasa penasaran .
Archie meletakkan cangkir gelasnya diatas meja ia lalu berjalan mendekati Sasa yang ada di ayunan , dengan perlahan Archie duduk disebelah sang istri lalu menyandarkan kepalanya ke pundak Sasa .
" Mas mau bicara serius tolong dengarkan baik-baik " ucap Archie lirih .
" Akh apa si kenapa mau bicara aja pake adegan sinetron gini , kalau mau bicara ya udah bicara aja langsung mas " sengit Sasa sambil mendorong kepala Archie dari pundaknya .
" Sasa harus mendengar semua perkataan mas dengan baik dari awal sampai akhir dan tak boleh menyela perkataan mas sebelum mas selesai bicara " ucap Archie serius .
" Iya mas Sasa janji " jawab Sasa tak sabar .
Archie kemudian menghela nafas panjang dan menceritakan rencananya pada Sasa dengan sangat detail , sebuah rencana yang ia pikirkan dengan sangat matang selama berbulan-bulan terakhir ini .
__ADS_1
Kedua mata Sasa langsung berkaca-kaca ketika mendengar Archie selesai bicara , ekspresi wajahnya pun langsung berubah seketika .
" Mas serius dengan apa yang mas katakan barusan " tanya Sasa dengan terbata-bata .
" Iya sayang , mas ingin meninggalkan semua ini . Kita mulai semuanya dari awal di Canada , sudah terlalu banyak masalah yang terjadi pada kira di Jakarta sayang " ucap Archie pelan sambil menggenggam tangan Sasa yang sudah dingin itu .
" Bukankah di Canada ada adikmu mas , Alexander Youran.... orang jahat itu " cicit Sasa lirih , air matanya langsung jatuh membasahi wajahnya ketika mengingat tentang adik iparnya itu .
" Aku tau kau pasti akan membahas ini , lihat artikel ini baik-baik " ucap Archie sambil menunjukkan ponselnya pada Sasa dengan perlahan .
Dengan perlahan Sasa meraih ponsel milik Archie , ia lalu membaca artikel yang ditunjukkan oleh sang suami . Mata Sasa berkaca-kaca membaca artikel yang ada di ponsel Archie .
" Ini serius mas ? " tanya Sasa lirih .
" Iya , mas mendapat info ini dari kepolisian di Quebec " jawab Archie sambil tersenyum .
" Apa info ini bisa dipercaya mas " tanya Sasa mengulang pertanyaannya kembali .
" Jadi Alex benar-benar sudah meninggal mas ? " tanya Sasa mengulang perkataan Archie .
" Iya sayang , ia ditembak mati karena mencoba melawan saat akan dilumpuhkan sewaktu ia dan komplotannya merampok rumah mewah di Quebec " jawab Archie sambil tersenyum .
" Tapi tapiii itu benar-benar Alex kan mas " ucap Sasa lirih , ia masih mengingat betul kejadian setahun lalu dimana nyawanya hampir melayang ketika di culik oleh Alexander Youran adik tiri Archie .
" Iya sayang ini Alex adikku " jawab Archie pelan sambil memeluk tubuh sang istri yang sedang bergetar , ia tau kalau Sasa masih ketakutan ketika membahas Alex .
" Mas Sasa ga jahat kan kalau Sasa bersyukur kalau dia meninggal .....Sasa bukan orang jahat kan mas hu hu huuuuu " tangis Sasa akhirnya pecah di pelukan Archie .
Archie hanya menggeleng pelan merespon perkataan Sasa , Archie paham besarnya trauma yang dialami Sasa pasca penculikannya itu . Seandainya waktu itu Sasa tak melahirkan mungkin ia akan sering konsultasi dengan psikiater akan tetapi karena ia melahirkan perlahan rasa trauma itu hilang , mempunyai anak membuat Sasa menjadi lebih kuat dan tegar dan Archie bersyukur akan kelahiran baby Arthur waktu itu .
" Kalau kita tinggal di Quebec apakah tidak akan ada penjahat lagi yang datang menggangu kita mas ? " tanya Sasa sesegukan .
" Tidak ada sayang , sejak Alex meninggal anak buahnya jadi terpecah dan banyak yang tertangkap polisi .Jadi mas bisa pastikan anak buahnya tak akan bisa mendekati kita lagi " jawab Archie sambil tersenyum .
__ADS_1
" Di sana mas bisa mengatur segalanya , mas bisa mengatur petugas berwajib disana tidak seperti di Jakarta sayang . Mas tak bebas melakukan apapun disini , kejadian Alexander Del Leon semakin menyadarkan mas bahwa kita sudah tak aman tinggal di Jakarta " imbuh Archie menambahkan perkataan sebelumnya .
" Lalu bagaimana dengan pelayan disini mereka sudah ikut mas bertahun-tahun , kita tak mungkin meninggalkan mereka begitu saja mas " ucap Sasa pelan .
" Inilah yang membuatku sangat mencintaimu sayang , kau selalu memikirkan kebahagiaan orang lain terlebih dahulu . Semua pelayan disini akan kita ajak ke Quebec , bukankah rumah kita disana sangat besar jadi kita butuh banyak orang disana " jawab Archie sambil menyeka sisa air mata di wajah Sasa .
" Kita ajak semua termasuk para tukang kebun dan driver ? " tanya Sasa kembali mencoba menyakinkan ucapan Archie.
" Semua pekerja dirumah ini kita bawa ke Quebec , perusahaanmu akan diurus oleh pak Budi Wardana seperti biasa dan untuk Durran Internasional di Jakarta akan dipegang oleh orang terpercaya lagipula Rico atau yang lainnya masih bisa bolak balik Quebec - Jakarta nantinya " jawab Archie sambil menyerahkan tablet miliknya yang berisi data diri orang yang akan mengurus Durran Internasional selama mereka tinggal di Canada .
" Rico , Gustaf dan dokter Frans beserta istri mereka akan tinggal di Canada juga mas " pekik Sasa cepat saat menyadari perkataan sang suami sebelumnya .
" Tentu saja mereka ikut kemanapun aku pergi sayang " sahut Archie sambil mencubit pipi Sasa dengan gemas .
" awww sakitt !!! " jerit Sasa sambil memegang pipinya yang baru saja di cubit Archie .
Archie kemudian memeluk Sasa dengan erat , ia berkali-kali mencium kening Sasa dengan lembut .
" Kita akan bahagia selamanya di Quebec sampai melihat Arthur dan adik-adiknya tumbuh besar " ucap Archie lirih .
" Mas memang mau Arthur punya adik berapa ? " tanya Sasa sambil tersenyum .
" Lima orang perempuan dan lima orang lelaki , mas rasa itu cukup " jawab Archie tanpa rasa bersalah .
Mendengar jawaban sang suami membuat Sasa melepaskan pelukannya dan menatap tajam ke mata Archie dengan pandangan yang siap berperang .
" Lho salah mas apa lagi kok tiba-tiba Sasa marah ? " tanya Archie bingung .
" Mas kira Sasa induk kucing apa !!!! " pekik Sasa dengan suara meninggi .
🌼 Bersambung 🌼
Jangan lupa like , komentar dan baca novel Thor lainnya yang berjudul : Bodyguard cantik ya kakak-kakak . Terima kasih 🌹
__ADS_1