Faith

Faith
Keinginan kecil Archie


__ADS_3

Akhirnya Swari dan Gusti merasa sedikit tenang karena dokter yang selama ini mereka idamkan untuk bertemu bisa langsung datang menemui mereka di Jakarta , semua ini tak akan bisa terjadi tanpa campur tangan Archie . Gusti dan Swari tidur lebih cepat dari jam biasa mereka tidur karena tak ingin bangun kesiangan besok hari ketika bertemu dengan dokter Bryan Lie .


" Semoga dokter Bryan bisa menjadi perantara mereka mendapatkan buah hati ya mas " ucap Sasa pelan ketika melihat kakak sepupunya naik ke lantai dua dimana kamar tamu mereka berada .


" aamiin " jawab Archie sambil merangkul pinggang Sasa dengan erat .


" Oh iya mas tadi Sasa dapat WhatsApp dari Selena , mereka bilang akan sampai Jakarta tiga hari lagi " ucap Sasa tiba-tiba teringat pesan dari Selena.


" Kenapa tiga hari lagi ? bukankah mereka harusnya bisa sampai besok pagi ya " sahut Archie jengkel .


" Selena bilang katanya Rico mau naik pesawat komersil , dia tak mau naik pesawat jet milikmu mas " jawab Sasa sambil mencubit hidung mancung Archie dengan gemas .


" Awwww... sakit " jerit Archie sambil memegang hidungnya yang baru terkena cubitan maut dari Sasa .


Melihat sang suami kesakitan membuat Sasa tertawa puas , ia pun berjalan menuju bangku yang ada di taman untuk menikmati angin malam sambil membawa segelas teh chamomile hangat . Archie pun menyusul Sasa menuju taman , ia duduk di bangku panjang dekat ayunan dimana Sasa sedang duduk diatasnya .


" Mereka kan sedang honeymoon mas jadi biarkan saja mereka menghabiskan waktu berdua dulu " ucap Sasa merespon perkataan Archie sebelumnya .


" I know sayang , cuma aku ada urusan penting dengan Rico jadi aku ingin dia secepatnya sampai Jakarta " sahut Archie sambil meminum teh chamomile favoritnya itu .


" Urusan penting apa ? " tanya Sasa penasaran .


Archie meletakkan cangkir gelasnya diatas meja ia lalu berjalan mendekati Sasa yang ada di ayunan , dengan perlahan Archie duduk disebelah sang istri lalu menyandarkan kepalanya ke pundak Sasa .


" Mas mau bicara serius tolong dengarkan baik-baik " ucap Archie lirih .


" Akh apa si kenapa mau bicara aja pake adegan sinetron gini , kalau mau bicara ya udah bicara aja langsung mas " sengit Sasa sambil mendorong kepala Archie dari pundaknya .


" Sasa harus mendengar semua perkataan mas dengan baik dari awal sampai akhir dan tak boleh menyela perkataan mas sebelum mas selesai bicara " ucap Archie serius .


" Iya mas Sasa janji " jawab Sasa tak sabar .


Archie kemudian menghela nafas panjang dan menceritakan rencananya pada Sasa dengan sangat detail , sebuah rencana yang ia pikirkan dengan sangat matang selama berbulan-bulan terakhir ini .

__ADS_1


Kedua mata Sasa langsung berkaca-kaca ketika mendengar Archie selesai bicara , ekspresi wajahnya pun langsung berubah seketika .


" Mas serius dengan apa yang mas katakan barusan " tanya Sasa dengan terbata-bata .


" Iya sayang , mas ingin meninggalkan semua ini . Kita mulai semuanya dari awal di Canada , sudah terlalu banyak masalah yang terjadi pada kira di Jakarta sayang " ucap Archie pelan sambil menggenggam tangan Sasa yang sudah dingin itu .


" Bukankah di Canada ada adikmu mas , Alexander Youran.... orang jahat itu " cicit Sasa lirih , air matanya langsung jatuh membasahi wajahnya ketika mengingat tentang adik iparnya itu .


" Aku tau kau pasti akan membahas ini , lihat artikel ini baik-baik " ucap Archie sambil menunjukkan ponselnya pada Sasa dengan perlahan .


Dengan perlahan Sasa meraih ponsel milik Archie , ia lalu membaca artikel yang ditunjukkan oleh sang suami . Mata Sasa berkaca-kaca membaca artikel yang ada di ponsel Archie .


" Ini serius mas ? " tanya Sasa lirih .


" Iya , mas mendapat info ini dari kepolisian di Quebec " jawab Archie sambil tersenyum .


" Apa info ini bisa dipercaya mas " tanya Sasa mengulang pertanyaannya kembali .


" Jadi Alex benar-benar sudah meninggal mas ? " tanya Sasa mengulang perkataan Archie .


" Iya sayang , ia ditembak mati karena mencoba melawan saat akan dilumpuhkan sewaktu ia dan komplotannya merampok rumah mewah di Quebec " jawab Archie sambil tersenyum .


" Tapi tapiii itu benar-benar Alex kan mas " ucap Sasa lirih , ia masih mengingat betul kejadian setahun lalu dimana nyawanya hampir melayang ketika di culik oleh Alexander Youran adik tiri Archie .


" Iya sayang ini Alex adikku " jawab Archie pelan sambil memeluk tubuh sang istri yang sedang bergetar , ia tau kalau Sasa masih ketakutan ketika membahas Alex .


" Mas Sasa ga jahat kan kalau Sasa bersyukur kalau dia meninggal .....Sasa bukan orang jahat kan mas hu hu huuuuu " tangis Sasa akhirnya pecah di pelukan Archie .


Archie hanya menggeleng pelan merespon perkataan Sasa , Archie paham besarnya trauma yang dialami Sasa pasca penculikannya itu . Seandainya waktu itu Sasa tak melahirkan mungkin ia akan sering konsultasi dengan psikiater akan tetapi karena ia melahirkan perlahan rasa trauma itu hilang , mempunyai anak membuat Sasa menjadi lebih kuat dan tegar dan Archie bersyukur akan kelahiran baby Arthur waktu itu .


" Kalau kita tinggal di Quebec apakah tidak akan ada penjahat lagi yang datang menggangu kita mas ? " tanya Sasa sesegukan .


" Tidak ada sayang , sejak Alex meninggal anak buahnya jadi terpecah dan banyak yang tertangkap polisi .Jadi mas bisa pastikan anak buahnya tak akan bisa mendekati kita lagi " jawab Archie sambil tersenyum .

__ADS_1


" Di sana mas bisa mengatur segalanya , mas bisa mengatur petugas berwajib disana tidak seperti di Jakarta sayang . Mas tak bebas melakukan apapun disini , kejadian Alexander Del Leon semakin menyadarkan mas bahwa kita sudah tak aman tinggal di Jakarta " imbuh Archie menambahkan perkataan sebelumnya .


" Lalu bagaimana dengan pelayan disini mereka sudah ikut mas bertahun-tahun , kita tak mungkin meninggalkan mereka begitu saja mas " ucap Sasa pelan .


" Inilah yang membuatku sangat mencintaimu sayang , kau selalu memikirkan kebahagiaan orang lain terlebih dahulu . Semua pelayan disini akan kita ajak ke Quebec , bukankah rumah kita disana sangat besar jadi kita butuh banyak orang disana " jawab Archie sambil menyeka sisa air mata di wajah Sasa .


" Kita ajak semua termasuk para tukang kebun dan driver ? " tanya Sasa kembali mencoba menyakinkan ucapan Archie.


" Semua pekerja dirumah ini kita bawa ke Quebec , perusahaanmu akan diurus oleh pak Budi Wardana seperti biasa dan untuk Durran Internasional di Jakarta akan dipegang oleh orang terpercaya lagipula Rico atau yang lainnya masih bisa bolak balik Quebec - Jakarta nantinya " jawab Archie sambil menyerahkan tablet miliknya yang berisi data diri orang yang akan mengurus Durran Internasional selama mereka tinggal di Canada .


" Rico , Gustaf dan dokter Frans beserta istri mereka akan tinggal di Canada juga mas " pekik Sasa cepat saat menyadari perkataan sang suami sebelumnya .


" Tentu saja mereka ikut kemanapun aku pergi sayang " sahut Archie sambil mencubit pipi Sasa dengan gemas .


" awww sakitt !!! " jerit Sasa sambil memegang pipinya yang baru saja di cubit Archie .


Archie kemudian memeluk Sasa dengan erat , ia berkali-kali mencium kening Sasa dengan lembut .


" Kita akan bahagia selamanya di Quebec sampai melihat Arthur dan adik-adiknya tumbuh besar " ucap Archie lirih .


" Mas memang mau Arthur punya adik berapa ? " tanya Sasa sambil tersenyum .


" Lima orang perempuan dan lima orang lelaki , mas rasa itu cukup " jawab Archie tanpa rasa bersalah .


Mendengar jawaban sang suami membuat Sasa melepaskan pelukannya dan menatap tajam ke mata Archie dengan pandangan yang siap berperang .


" Lho salah mas apa lagi kok tiba-tiba Sasa marah ? " tanya Archie bingung .


" Mas kira Sasa induk kucing apa !!!! " pekik Sasa dengan suara meninggi .


🌼 Bersambung 🌼


Jangan lupa like , komentar dan baca novel Thor lainnya yang berjudul : Bodyguard cantik ya kakak-kakak . Terima kasih 🌹

__ADS_1


__ADS_2