Faith

Faith
Hari pertama


__ADS_3

Saran bik Rani ternyata benar-benar berhasil , baby Arthur menjadi lebih tenang ketika ditinggal Sasa pergi kekampus . Sejak tadi pagi Sasa sudah berpamitan dengan baby Arthur untuk berangkat kuliah oleh karena itu saat tadi Sasa benar-benar berpamitan untuk berangkat sang anak nampak sangat tenang sekali , hanya saja hatinya merasakan ada sesuatu yang aneh meninggalkan sang anak dirumah bersama pelayannya selama beberapa jam kedepan .


Archie langsung menggenggam tangan Sasa untuk memberikan semangat pada sang istri agar tak terlalu memikirkan putranya dirumah . Sasa belum pernah menitipkan putranya pada orang lain ini adalah kali pertamanya hingga ia merasa sedikit melow hari ini . Karena dukungan Archie akhirnya Sasa bisa menguasai hatinya , sesampainya dikampus barunya Sasa melangkah pelan menuju ruang dosen seperti yang di instruksikan oleh Rico tadi pagi di rumah .


" pagi nyonyaa Durran " sapa seorang dekan sopan saat melihat Sasa masuk .


" pak tolong jangan ucapkan kata itu , panggil saya Farasya bukankah suami saya sudah menjelaskan pada anda ?" tanya Sasa cepat untuk mengingatkan pria baruh baya yang ada dihadapannya .


" maaf nyo... eh nak Farasya saya lupa " jawab salah satu petinggi kampus itu cepat .


Sasa tersenyum tipis lalu berjalan masuk untuk duduk di sebuah kursi diruang dekan , ia mendapatkan semua keterangan dari dekan itu tentang nama-nama dosen yang akan mengajarnya serta memberitahukan pada Sasa bahwa hanya ada 6 orang petinggi kampus yang tau tentang dirinya dan suaminya yang kini sudah menjadi pemilik resmi kampus itu .


Setelah hampir dua jam berbincang akhirnya dekan yang bernama pak Yoga itupun mengantarkan Sasa ke ruang kelasnya yang ada dilantai dua , dengan sedikit grogi Sasa mengikuti langkah lelaki paruh baya itu menuju kampus .


" santai saja nyo.. eh nak Farasya " bisik pak Yoga sebelum masuk ke dalam kelas .


" iya pak terima kasih " jawab Sasa dengan tulus , ia menarik nafasnya panjang lalu membuangnya perlahan untuk menenangkan dirinya .


tok


tok


Pak yoga mengetuk pintu kelas dimana Sasa akan menjadi salah satu penghuninya .


ceklek


Pintu terbuka dari dalam dan keluarlah seorang lelaki muda yang merupakan dosen di kelas Sasa , ia berbicang sebentar dengan pak Yoga sambil sesekali melihat ke arah Sasa yang masih berdiri didekat pintu .


" silahkan masuk nak Sasa , saya tinggal ya " pamit pak Yoga


" terima kasih pak " ucap Sasa tulus , ia kemudian mengikuti langkah dosen barunya masuk .


Di depan kelas Sasa bersama dosen barunya yang bernama Pak Agung , ia memperkenalkan Sasa dihadapan semua teman sekelasnya yang berisi 30 orang siswa .


" pak agung biar kenalan langsung donk "


" iya ni pak bait dia yang ngomong emang ga punya mulut apa ?"

__ADS_1


" jangan dimanja pak kebiasaan "


" huuuuu "


Berbagai teriakan terdengar dari para siswa yang meminta Sasa memperkenalkan dirinya secara langsung . Akhirnya pak Agung pun meminta Sasa memperkenalkan dirinya secara langsung dihadapan teman-teman barunya .


" nama saya Farasya , salam kenal teman-teman " ucap Sasa ketika suasana kelas sudah sedikit tenang .


" umur berapa ? "


" udah punya cowok belum ? "


" tipe cowok kaya gimana ? "


" makanan kesukaan apa ? "


" rumah dimana ? "


Tanya beberapa mahasiswa begitu Sasa menyebutkan namanya , Sasa hanya tersenyum simpul mendengar pertanyaan teman-teman barunya itu . Beberapa mahasiswa nampak sibuk menyiapkan kursi untuk Sasa duduk mereka memberikan kode supaya Sasa duduk di bangku itu . Setelah perkenalan dirasa cukup akhirnya Sasa diperbolehkan duduk , Sasa memilih duduk didepan kursi dosen karena masih agak canggung rasanya kalau duduk didekat para mahasiswa pria dibelakang sana .


Walaupun dikampus Sasa sebisa mungkin menjaga attitude nya ia tak mau membuat suaminya marah , mendapat kesempatan untuk bisa kuliah lagi tak akan Sasa sia-siakan begitu saja oleh karena itu ia tak mau mengecewakan Archie .


" farasya apa kau mengerti ? " tanya pak Agung tiba-tiba hingga membuyarkan lamunan sasa .


" iya iya pak ... " jawab Sasa gugup sambil kembali fokus ke penjelasan dosen nya itu .


Beberapa anak perempuan dibelakang kemudian menyoraki Sasa karena melamun , mereka melontarkan kata-kata sindiran yang menohok karena Sasa berani melamun dihari pertamanya kuliah .


" sudah-sudah hari ini cukup sampai disini jangan lupa tugas kalian dikumpul besok , terutama kau farasya " pesan pak Agung sebelum keluar pada Sasa .


Sasa menganggukan kepalanya pelan , pikirannya sudah ada dirumah bersama sang anak yang harusnya sudah bangun tidur jam segini . Karena hari ini hanya ada satu mata kuliah jadi Sasa memutuskan untuk segera pulang karena sopirnya sudah menunggu di luar kampus untuk menjemputnya pulang sesuai perintah Archie .


Setelah sang dosen keluar Sasa memasukan bukunya kedalam tas namun tiba-tiba saja ponselnya berdering rupanya ada telfon masuk dari Archie yang membuat Sasa harus mengangkatnya secepat mungkin .


Sasa : ya mas .


Archie : sudah selesai kan jam kuliahmu sayang , cepat pulang tadi bik Rani bilang Arthur sudah menangis mencarimu .

__ADS_1


Sasa : iya ini mau jalan keluar , sudah dulu mas .


Archie : hati-hati sayang , bye .


Sasa memasukan ponselnya ke dalam tas begitu Archie menutup panggilannya , ia kemudian berjalan dengan setengah berlari meninggalkan kelas hingga membuat teman-teman dikelasnya kaget karena melihat Sasa terburu-buru keluar . Beberapa mahasiswi nampak kaget ketika melihat ponsel Sasa yang merupakan ponsel iPhone keluaran paling baru yang seharga sebuah motor itu yang belum dijual di Indonesia.


" siapa si tu cewek baru ? gila ponselnya 16 jeti coy itu harganya "


" kan belum rilis juga di Indonesia doi dapat dari mana dah "


" tapi kayanya bukan 11 pro max deh masa warnanya pink gitu "


Bisik-bisik mahasiswi dibangku belakang ketika melihat ponsel Sasa , mereka langsung berdiri melihat Sasa yang sudah keluar . Saat Sasa berlari banyak mahasiswa yang justru malah tertarik melihat ke arahnya padahal Sasa lari tanpa menoleh ke arah siapapun .


Sasa langsung menghentikan larinya ketika melihat mobilnya sudah menunggunya didepan gerbang , dengan cepat Sasa masuk ke dalam mobil . Mahasiswi yang melihat Sasa masuk ke sebuah mobil mewah makin penasaran akan sosok Farasya si anak baru dikampus mereka itu .


" pak cepet sedikit ya " pinta Sasa pada sopirnya sesaat setelah ia melihat cctv di rumahnya melalui ponselnya , dalam cctv itu terlihat baby Arthur sudah tak bisa ditenangkan oleh pelayan manapun dirumahnya .


" baik nyonya " jawab sang sopir cepat , ia kemudian menambah kecepatan mobilnya sesuai instruksi sang nyonya besar .


" sabar ya nak sabar ... ibu bentar lagi sampe " ucap Sasa lirih sambil terus melihat cctv .


Menaiki mobil mewah di jalanan ibukota bukanlah hal yang tepat dikala jam sibuk akan tetapi mobil sangat bisa diandalkan ketika jalanan sepi seperti sekarang . Kecepatan mobil itu sangat bisa diandalkan , tak butuh waktu lama akhirnya mobil yang membawa Sasa sudah sampai dirumah besarnya . Sasa langsung berlari keluar tanpa membawa tas yang berisi buku dan ponselnya itu , ia langsung masuk mencari sang anak sampai lupa cuci tangan dan cuci kaki .


" nyonya cuci tangan dulu " pekik bik Rani ketika Sasa sudah hampir mengangkat baby Arthur dari baby bouncer miliknya


" ya ampun lupaaa .... bik bentar jagain Arthur bentar lagi , Sasa cuci tangan dulu " teriak Sasa panik , ia tak bisa konsentrasi ketika melihat air mata baby Arthur sudah membanjiri wajah lucunya itu .


Dengan cepat Sasa masuk kekamarnya lalu membuka kaos turtleneck nya berganti dengan pakaian yang nyaman untuk mengasihi baby Arthur , setelah cuci kaki dan cuci tangan seperti kebiasaannya ketika dari luar harus membersihkan diri dulu sebelum menyentuh anaknya . Hal tersebut juga berlaku untuk sang suami , tapi entah kenapa ia hampir saja lupa dengan peraturan yang ia buat sendiri .


Setelah berganti pakaian Sasa langsung keluar ketempat sang anak masih mengamuk diruang tamu , dengan perlahan Sasa menggendong baby Arthur lalu membawa sang anak ke dalam kamar bermainnya untuk memberi makan sang anak kesayangan itu dengan tenang .


Setelah Sasa menyentuh baby Arthur tangisnya pun langsung terhenti , kini ia terlihat sangat lahap makan dari Sasa sampai Sasa meringis kesakitan karena merasakan sedotan sang anak mulai menyakitkan .


" bagaimana ibu bisa kuliah dengan tenang sayang kalau jam segini saja kau sudah menangis seperti ini " ucap Sasa pelan sambil menatap mata biru sang putra yang juga tengah menantapnya seperti sedang berbicara .


" awww pelan-pelan sayang " jerit Sasa tiba-tiba saat menyadari anaknya menggigit lebih kencang .

__ADS_1


Seolah mengerti tengah di protes sang ibu mendadak baby Arthur melepaskan mulutnya dari tubuh ibunya lalu tertawa dengan lepas seperti sedang mengejek sang ibu hingga membuat Sasa juga ikut tertawa gemas .


" ibu mencintaimu sejak pertama ibu tau kau ada diperut ibu sayang , cepat besar belahan jiwaku " bisik Sasa pelan pada baby Arthur yang sudah menyusu lagi .


__ADS_2