
Ke esokan harinya Clarissa adalah hari libur Clarissa yang jatuh dihari kamis tiap minggunya berganti dengan staff yang lain . Clarissa dengan hati senang pergi ke sebuah salon untuk merawat dirinya sebelum bertemu dengan Sasa nanti sore , ia menikmati perawatan dari ujung kaki sampai ujung rambut .
" aku akan menikmati ini setiap hari mulai besok.... akh sudah tak sabar " ucap Clarissa dengan girang , ia sudah tak sabar bertemu Sasa nanti sore .
Clarissa lalu memejamkan matanya sambil menikmati pijitan terapist salon , ia sudah membayangkan hari-harinya jika menjadi nyonya Durran seperti yang ia mimpikan selama ini .
Suasana pagi hari dirumah Archie nampak tak seperti biasanya karena Sasa memilih tetep bersama baby Arthur dikamar bermainnya ketimbang ikut makan pagi bersama dengan suami dan ketiga tamunya , hal ini membuat ketiga tamunya merasa tak enak dan membuat Archie pun tambah kecewa pada sang istri .
Setelah makan Archie segera berangkat kekantor bersama dengan Rico dan Gustaf sementara dokter Frans sudah pergi ke rumah sakit , Sasa hanya menatap dengan pandangan sendu melalui jendela ketika melihat suaminya masuk ke mobil .Biasanya sebelum berangkat Archie pasti akan mencari Sasa dan mencium keningnya dengan mesra . Tak lama setelah mobil milik suami dan rombongan pergi meninggalkan rumah Sasa baru keluar dari kamar baby Arthur ia kemudian menyerahkan baby Arthur pada pelayannya , Sasa kemudian bersiap untuk pergi kekampus .
Dengan mengendarai mobil sendiri tanpa sopir Sasa memacu mobilnya pergi ke bank untuk memasukan uang ke dalam tabungan dollarnya , tiap bulan kalau ada penyewa apartement yang membayar sewa Sasa akan menukar uang sewa itu setengahnya dengan dollar .Hal itu sudah ia lakukan sejak lama , hingga Sasa punya tabungan dollar sendiri tanpa sepengetahuan suaminya . Sasa ingin menabung lebih banyak uang untuk masa depan sang putra seperti yang dilakukan kedua orang tuanya dulu yang sudah menyiapkan bekal untuk Sasa .
Setelah urusan dari bank selesai Sasa kemudian pergi kekampus karena hari ini hanya ada dua jam mata kuliah yang dimulai jam sepuluh pagi jadi waktunya hari ini agak senggang. Sesampainya dikampus Sasa menuju kelasnya saat sedang berjalan banyak mahasiswa yang menegurnya , sejak Sasa tampil di acara festival hampir semua mahasiswa berbagai tingkat mengenal dirinya . Sasa hanya tersenyum ketika mereka menegur dirinya , walau Sasa tak mengenal nama orang yang menegurnya .
" udah jam setengah sepuluh tapi kok masih sepi banget ini kelas " ucap Sasa lirih ketika sampai di kelasnya , ia merasa ada yang kurang pagi ini.
Sasa mengerluarkan ponselnya dari dalam tas dan nampak tak ada satupun pesan atau panggilan tak terjawab dari suaminya , biasanya setiap Sasa sedang ada dikampus Archie selalu menanyakan hampir tiap sepuluh menit sekali keberadaan dirinya . Tanpa Sasa sadari kebiasaan itu telah membuatnya rindu walau pada awalnya ia merasa terganggu oleh sikap posesif suaminya tapi ia merasa aman dan nyaman tapi hari ini waktu seperti berjalan lambat sekali untuk Sasa .
Sementara itu dikantor Rico juga kembali harus menahan kesabarannya ketika melihat Archie yang uring-uringan sejak sampai dikantor . Seperti tadi saat ia sampai dikantor tiba-tiba Archie mendadak marah pada para staff wanita yang memakai lipstik warna merah yang menurutnya warna lipstik seperti itu tidak pantas di pakai untuk kekantor ,padahal ia sebelumnya tak memperdulikan riasan wajah para staff wanitanya hingga membuat karyawan lain merasa aneh ketika melihat Archie marah-marah seperti itu hingga Rico harus turun tangan menenangkan para staff wanita yang kena tegur Archie itu .
" aku bisa mati muda kalau begini terus " sengit Rico sambil merebahkan tubuhnya diatas ranjang di samping ruangan Archie .
" jaga ucapanmu bajingan !!! " teriak Archie dari meja kerjanya kesal .
" ya bagaimana kalau tiap hari aku harus menyelesaikan semua kekacauan yang kau buat bos " jawab Rico terus terang .
" kalau kau tak setuju dengan rencanaku ya jangan kau paksa lakukan bos !! aku juga yang repot ini namanya " imbuh Rico sambil berjalan ke arah Archie duduk .
Archie diam menatap Rico yang sudah duduk dihadapan itu , ia pun merasa sedikit bersalah pada Rico yang harus kena imbas dari kekesalannya itu .
" aku ingin memberikan pelajaran pada Sasa !! dia itu benar-benar harus dibuka matanya lebar-lebar supaya bisa tau mana yang benar dan mana yang tidak benar " ucap Archie datar sambil menatap foto Sasa di meja kerjanya .
" maklum remaja jadi masih labil bos haha " sahut Rico cepat.
" bukan itu Rico , istriku masih mempertimbangkan hubungan pertemanannya yang sudah lama dengan wanita tak tau diri itu " ucap Archie dengan kesal .
" hubungan persahabatan antara wanita itu unik bos " celetuk Rico cepat .
Archie hanya tersenyum getir merespon perkataan Rico , ia lalu mengeluarkan sebuah foto dalam laci mejanya untuk dia serahkan pada Rico .
" dia anak salah satu rekan bisnis kita , dia cocok untukmu !!! " ucap Archie dengan tersenyum.
" kau berniat menjodohkan aku ? kau fikir Ricardo yang tampan ini tak bisa mencari kekasih ? " tanya Rico dengam jengkel .
" ha ha ha kau hanya bisa mencari wanita yang mau uangmu saja bukan wanita yang mau menemani mu mencari uang !! " jawab Archie dengan senyum kemenangan .
Rico langsung membisu mendengar perkataan Archie , ia menatap foto yang ada dihadapannya. Foto itu menunjukkan gambar seorang gadis berambut brunette yang terlihat periang tengah membawa bola basket dengan seragam nya .
" dia cocok untukmu Rico , aku sudah bicara pada ayahnya dan ia pun setuju . Kau sudah seperti adikku sendiri jadi aku akan memastikan kau akan mendapatkan istri yang baik untuk mengurusmu " ucap Archie dengan serius .
" ok ok aku simpan dulu fotonya , lebih baik kita kerja dulu hari ini akan panjang untuk kita bos " jawab Rico mencoba mengalihkan pembicaraan ia kemudian keluar dan masuk kedalam ruangannya sendiri di sebrang ruangan Archie.
Archie hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan melihat tingkah Rico yang kekanakan itu . Ia pun kembali fokus dengan laptop yang ada dihadapannya , semua pekerjaannya harus selesai jam dua siang karena ia harus segera menyusul Sasa ketempat pertemuannya dengan Clarissa .
__ADS_1
Di kampus Sasa dengan tergesa-gesa memasukkan bukunya ke dalam tas karena sudah hampir jam dua siang , ia tak ingin telat bertemu dengan Clarissa karena perjalanan menuju restoran tempat janjiannya dengan Clarissa lumayan macet . Sasa merasa risih karena Clarissa sudah menelfonnya berulang-ulang ketika masih jam pelajaran hingga membuat Sasa harus menonaktifkan ponselnya .
" semoga saja kau benar-benar sudah berubah Clarie , aku ingin kau bahagia seperti dulu " ucap Sasa dalam hati saat memarkirkan mobilnya diarea parkir setelah sampai di restoran favoritnya itu .
Sasa turun dari mobilnya dan langsung masuk ke restoran dimana Clarissa sudah menunggunya , saat berjalan masuk Sasa bisa melihat tangan Clarissa yang melambai-lambai padanya . Sasa pun mengangguk pelan melihat aba-aba dari Clarissa .
" udah lama nunggu clar ? " tanya Sasa sesaat setelah bersalaman dengan Clarissa .
" baru sepuluh menit lah " jawab Clarissa sambil melambaikan tangannya pada pelayan restoran karena ingin memesan makanan .
Pelayan yang dipanggil Clarissa pun datang , ia meminta makanan yang sudah dipesannya bisa dikeluarkan sekarang , sementara Sasa hanya memesan jus sirsak favoritnya. Tak begitu lama makanan yang sudah dipesan Clarissa pun datang dan Sasa dibuat takjup karena Clarissa memesan berbagai jenis makanan hingga meja mereka hampir penuh karena makanan Clarissa , Sasa pun harus memegang gelas jus nya sendiri karena meja yang dihadapannya sudah tak ada spot untuk meletakkan gelas .
" kamu abis makan sebanyak ini Clarie ? " tanya Sasa heran .
" sebenarnya ini untuk celebration saja Sa jadi aku pesan sebanyak ini " jawab Clarissa dengan tersenyum .
" kamu ikut makan ya Sa , masa aku sendiri kan ga lucu sedang kamu juga akan menikmati selebrasi itu lho " imbuh Clarissa dengan tersenyum lebar .
" selebrasi apa si ? " tanya Sasa penasaran karena dari tadi Clarissa menyinggung kata-kata itu terus .
" makan aja dulu nanti baru ngobrol " jawab Clarissa enteng sambil memasukkan potongan steik ke mulutnya .
Sasa hanya menggeleng pelan melihat cara Clarissa makan yang terlihat seperti sudah tiga hari tidak makan hingga membuat orang-orang memperhatikan mereka , Sasa hanya menggigit sendok kayu yang ada di gelas jus sirsak nya melihat Clarissa makan .
" pelan Clarie nanti keselek ikh " ucap Sasa khawatir karena melihat Clarissa terus memasukan makanan ke dalam mulutnya yang masih penuh itu .
" mmm mmmm ....
Clarissa hanya mengangguk pelan lalu melanjutkan makannya lagi tanpa menghiraukan orang-orang disekitar mejanya mereka yang memperhatikan cara makan Clarissa yang bar-bar itu .
Setelah hampir empat puluh lima menit akhirnya Clarissa hampir menghabiskan ke enam porsi makanan yang ia pesan tadi seorang diri , sementara Sasa masih belum menghabiskan jus sirsaknya yang hanya segelas itu . Sasa mendadak kenyang setelah melihat Clarissa makan dengan begitu lahap .
" udah selesai kan makannya ? ya udah kamu mau bicara apa Clarie ? " tanya Sasa pelan saat melihat Clarissa merapikan make-up nya .
" baca ini dulu Sa " jawab Clarissa sambil menyerahkan kertas kosong pada Sasa .
" apa ini ? " tanya Sasa kembali saat melihat berbagai pertanyaan mengenai Archie tertulis di kertas pemberian Clarissa .
" jawab aja Sa " hardik Clarissa dengan suara meninggi .
Sasa kaget mendengar Clarissa yang tiba-tiba berteriak padanya tapi Sasa mencoba sabar karena tak mau membuat keributan di tempat umum , dia harus menjaga sikapnya karena memikirkan reputasi suaminya .
" tapi ini semua pertanyaan mengenai suamiku , ada perlu apa kau harus tau tentang semua ini Clarie ? " tanya Sasa sedikit kesal setelah membaca semua pertanyaan dalam kertas milik Clarissa itu .
" ya gue harus tau semua kebiasaan dia dirumah tu ngapain aja , nomor sepatunya berapa , makanan favoritnya apa , hal yang tidak dia sukai apa dan posisi bercinta favorit dia kaya gimana Sa !!! " jawab Clarissa tanpa rasa bersalah .
" whatt untuk apa kau harus tau semua ini clar ? dia suamiku lho gak etis kamu nanya kaya gitu ke aku " ucap Sasa dengan emosi .
Clarissa hanya tertawa lebar mendengar Sasa marah padanya , dengan cepat Clarissa memainkan ponselnya dan meletakkan ponselnya dihadapan Sasa dan memberikan kode pada Sasa untuk melihatnya . Sasa pun mengambil ponsel Clarissa dan langsung kaget ketika melihat ponsel Clarissa yang berisi foto suaminya tengah duduk bersama wanita-wanita cantik yang seksi . Jantung Sasa berdetak lebih cepat melihat sepuluh foto itu , Sasa yakin itu adalah foto suami nya karena Sasa bisa mengenali jam tangan kesayangan limited edition milik suaminya itu .
" dapat dari mana kamu mendapatkan semua foto ini clarie ? " tanya Sasa dengan suara bergetar .
" ha ha tak penting Sa , sekarang lo sebaiknya segera angkat kaki dari rumah Archie karena gue akan pindah kesana secepatnya " jawab Clarissa dengan penuh percaya diri .
__ADS_1
" apa maksudmu ? " tanya Sasa tak mengerti arah pembicaraan Clarissa .
" lo itu bodoh apa bego si Sa , suami lo itu udah selingkuh lebih baik lo cerai sama dia dan minta pembagian harta gono gini secepatnya sebelum gue berubah pikiran " jawab Clarissa sambil memainkan rambutnya .
" maksudmu ? " tanya Sasa makin bingung .
" gue yakin lo cukup pinter Sa , suami lo kan udah selingkuh lo pasti minta cerai kan ? nah nanti kalau kalian sudah cerai gue yang akan gantiin posisi lo diranjang Archie " jawab Clarissa sambil tertawa lepas
Byurrr
Sasa menyiramkan segelas air ke arah Clarissa dengan penuh amarah , darahnya benar-benar naik ketika mendengar perkataan terakhir Clarissa .
" lo ga waras Clar !!! lo lebih baik habiskan obat dari dokter dulu sebelum keluar dari rumah " teriak Sasa dengan penuh amarah hingga membuat orang-orang yang ada direstoran kaget .
" ha ha ha ... lo yang ga waras Sa , udah tau suami selingkuh masih aja mau bertahan lebih baik lo cerai terus kasih suami lo ke gue biar gue urusin dengan baik suami lo itu " jawab Clarissa dengan tertawa lebar .
" apapun yang terjadi dalam rumah tanggaku itu urusan ku dan suamiku !! kau ga berhak ikut campur clar " hardik Sasa dengan emosi yang sudah memuncak .
Clarissa terus tertawa dengan lebar tanpa memperhatikan orang-orang di restoran yang memperhatikan tingkahnya , beberapa orang wanita nampak mendekati Sasa untuk memberi dukungan pada Sasa . Mereka juga ikut kesal mendengar semua perkataan gila Clarissa .
" berikan suami mu padaku Sa aku jamin dia akan bahagia bersamaku , aku akan layani dia dengan sepenuh jiwa dan raga .. lo bisa hidup bebas sama anak lo itu .. biarkan suami lo punya anak lagi dengan gue yang akan jadi pewaris kerajaan bisnisnya haha hahaha .... "
Air mata Sasa mengalir diwajahnya mendengar perkataan teman bermainnya itu , Sasa tak menyangka Clarissa akan berkata seperti itu padanya . Hatinya benar-benar sakit mendengar perkataan Clarissa , saat Sasa ingin berbalik badan dan pergi tiba-tiba ia melihat segerombolan orang berbaju putih masuk dan langsung menuju ke arah Clarissa . Mereka langsung menangkap Clarissa yang berontak itu , bahkan seorang pria terpaksa membekap mulut Clarissa yang terus berteriak itu .
" kami dari rumah sakit jiwa sumber sehat , nyonya ini adalah pasien salah satu dokter kami disana " ucap seorang pria yang terlihat seperti seorang perawat itu .
" rumah sakit jiwa ? " tanya Sasa dengan bergetar .
" iya sayang dia bukan hanya konsultasi dengan dokter disana tapi sudah sempat menjadi pasien rumah sakit jiwa itu selama tiga bulan " jawab Archie tiba-tiba dari arah belakang .
" masss.." pekik Sasa kaget ia lalu berlari ke arah suaminya dan memeluk suaminya dengan erat dihadapan semua orang .
" nanti mas jelasin dirumah jangan nangis ya sayang " bisik Archie penuh cinta sambil membelai rambut panjang Sasa .
Melihat Archie datang membuat Clarissa makin menggila , ia memberontak dari pegangan dua orang pria disampingnya bahkan sempat menggigit tangan salah satu pria yang ada disampingnya .
" Archie aku mencintaimu , nikahi aku Archie !!! dia diaaa tak pantas untukmu .. aku Clarissa Eugene yang pantas menjadi nyonya Durran sayang... ha ha ha ... nikahi aku Archie ...
Teriak Clarissa berulang-ulang ketika dibawa pergi oleh para perawat rumah sakit jiwa menuju ke mobil yang sudah terparkir didepan restoran . Rico terlihat memberikan penjelasan pada manager restoran dan berjanji akan mengganti semua kerugian yang dibuat oleh Clarissa , ia juga terlihat berbicara dengan para pengunjung lainnya dengan serius .
Archie terlihat menenangkan Sasa masih shock tak percaya melihat teman kecilnya itu diseret ke sebuah mobil milik rumah sakit jiwa , berkali-kali Archie menyeka air mata Sasa yang jatuh .
" kasian mas " isak Sasa lirih .
" jadi sayang lebih kasian pada wanita gila itu dibanding aku ? atau kau lebih rela menyerahkan aku padanya ? " tanya Archie dengan serius sambil menatap wajah Sasa .
" masss akhhh hu hu huuuu " tangis Sasa meledak lebih keras mendengar perkataan suaminya .
Archie tersenyum geli lalu memeluk Sasa dengan erat sambil mencium kening Sasa berulangkali .
" aku mencintaimu Sasa ... " bisik Archie lirih sambil mengecup kening Sasa .
❤️ Bersambung
__ADS_1