Faith

Faith
Mempertaruhkan kepercayaan


__ADS_3

Setelah mengganti pakaian dokter Frans yang berantakan karena basah terkena alkohol dengan pakaian tidur yang bersih Gustaf lalu berniat pergi mandi karena tubuhnya sudah basah dengan keringat saat membawa dokter Frans yang mabuk dari bar sampai ke rumah , namun saat akan berjalan menuju kamarnya tiba-tiba ponselnya berdering .


Karena tak berhenti berdering Gustaf akhirnya berjalan cepat menuju tempat dimana ponselnya berada , matanya memicing tajam saat melihat nomor asing yang tak tersimpan di kontak ponselnya karena penasaran akhirnya Gustaf mengangkat panggilan itu .


" hallo siapa ini ? " tanya Gustaf cepat saat mengangkat panggilan telepon .


" maaf mengganggu tuan " jawab seorang gadis yang suaranya familiar bagi Gustaf .


Mendengar suara jawaban dari sang penelfon Gustaf terdiam ia berusaha mencerna dan mencari tau pemilik suara itu .


" Gracia !!!! " ucap Gustaf dengan nada yang sedikit meninggi .


" iya tuan ini saya , maaf mengganggu malam-malam tapi bolehkah saya minta tolong lagi ? " tanya Gracia pelan dengan nada ketakutan .


" apa yang bisa ....


" awwww... iya tuan saya akan bayar maaf tunggu saya sedang menghubungi kekasih saya ... tut... tut...


Tiba-tiba panggilan telpon dari Gracia terputus dibarengi dengan suara jeritan wanita yang khas karena ketakutan , Gustaf menghela nafas panjang ia lalu meletakkan ponselnya dan kembali ingin melanjutkan niatnya untuk mandi akan tetapi saat langkahnya baru sampai didepan kamar tidurnya tiba-tiba Gustaf berdiri tegak .


" akhh sialan !!! " pekik Gustaf sambil menghantam pintu yang ada di sampingnya , ia pun berjalan cepat menuju ponselnya lalu meraih kunci mobil dan keluar dengan setengah berlari .


Gustaf berlari menuju lift yang ada di ujung tengah lorong karena apartemennya ada di paling pojok , setelah pintu lift terbuka Gustaf langsung masuk ia pun sibuk men-tracking sinyal ponsel Gracia yang ia pakai untuk menghubunginya tadi . Sebuah senyuman tersungging diwajah Gustaf ketika berhasil mengetahui keberadaan Gracia , baru kali ini ia mau melakukan hal semacam ini padahal sebelumnya Gustaf adalah orang yang paling acuh . Mungkin karena terjadi perang dingin antara Archie dengan dirinya dan kedua temennya akhirnya membuat Gustaf mencari kesibukan lain .


Sesampainya di basement Gustaf langsung menuju mobilnya yang terparkir di tempat VIP , ia langsung memacu mobil sportnya itu tanpa ragu menuju tempat keberadaan Gracia . Setelah mengendarai mobil selama hampir dua puluh menit akhirnya mobil Gustaf berhenti di sebuah bar yang ia sangat hafal , para penjaga langsung memberi hormat pada Gustaf karena sudah mengenalnya .


Dengan langkah pasti Gustaf masuk ke arah meja bar dimana terlihat seorang bartender yang belum Gustaf kenal nampak sangat arogan tengah berteriak-teriak dan memukul meja berkali-kali di depan seorang gadis yang Gustaf kenal .


" gadis bodoh , kenapa diam saja diperlakukan seperti itu " ucap Gustaf lirih dengan senyum tipis .


" ada keributan apa disini ? " tanya Gustaf cepat memotong suara teriakan dari seorang bartender dan beberapa orang wanita yang ada disampingnya.


" ini bukan urusan anda tuan , lebih baik anda nikmati minuman anda sendiri tanpa ikut campur urusan kami tuan " jawab sang bartender dengan nada tinggi sambil menunjuk-nunjuk kening Gustaf .


" bagaimana saya bisa minum kalau kalian terlalu berisik !!! " sahut Gustaf dengan memasang wajah menantang sambil merangkul Gracia yang tengah duduk di kursi menjadi bulan-bulanan orang-orang itu .


" heii kau kenal dengan pelacur ini rupanya , kalau begitu bayar apa yang sudah dia minum !! " hardik sang bartender dengan tersenyum licik setelah melihat Gustaf dan Gracia .


Mendengar perkataan sang bartender beberapa orang disana nampak langsung tertawa termasuk beberapa orang wanita pekerja bar yang mengelilingi Gracia , Gustaf tersenyum dan meraih dompetnya untuk mengambil beberapa lembar uang akan tetapi ketika ia akan membuka dompetnya tiba-tiba seorang wanita merebut dompet milik Gustaf dan langsung diberikan pada sang bartender yang kemudian disambut tawa puas sang bartender .


" pantas saja kau arogan ternyata isi dompetmu penuh dengan dollar ha ha ha " ucap sang bartender sambil mengambil semua uang dollar yang ada di dalam dompet Gustaf yang berjumlah sepuluh lembar uang pecahan 100 dollar.


" tuann ... " ucap Gracia lirih sambil menarik kemeja yang dipakai Gustaf .


" apa cukup uangku membayar apa yang sudah dia minum ? " tanya Gustaf dengan tersenyum .

__ADS_1


" sebenarnya cukup tapi karena kau terlalu arogan dan sombong aku berubah pikiran , serahkan jam mahalmu itu padaku sebagai gantinya " jawab sang bartender melirik jam tangan Gustaf yang bermerek Richard Mille dengan seri tertinggi yaitu Lotus Edition yang mempunyai harga sekitar 12 Miliar .


Mendengar perkataan terakhir pria kurang ajar didepannya akhirnya membuat kesabaran Gustaf habis dengan satu gerakan ia langsung mengayunkan botol champagne mahal yang ada didekatnya ke arah kepala sang bartender sehingga membuat pria itu berteriak kesakitan dibarengi jeritan para wanita yang ada disebelahnya .


" aakkkkk akkkkk sakittt.... " teriak sang bartender berguling-guling dilantai dengan kepala yang mengeluarkan darah .


" Bambang !!!!! " teriak Gustaf dengan nada tinggi saat melihat beberapa orang pria berbadan kekar yang merupakan security bagian dalam bar mencoba untuk menyerangnya setelah melihat sang bartender terjatuh dilantai .


Sang empunya nama nampak berlarian dari arah lantai dua menuju tempat terjadinya keributan dimana Gustaf tengah dikepung oleh beberapa orang pria .


" tuan muda " ucap manager bar yang bernama Bambang dengan terbata-bata ketika melihat orang yang memanggilnya .


" apa saja kerjamu disini hah ?!! bisa-bisanya orang arogan seperti ini kau pekerjakan di bar milik bos " hardik Gustaf dengan mata memerah penuh kemarahan .


Bambang hanya terdiam tak berani menjawab perkataan Gustaf , ia terlihat berbisik-bisik pada staf yang ada disebelahnya mencoba mencari tau . Wajahnya seketika memucat bak mayat ketika tau apa yang telah terjadi , beberapa orang security yang tadi akan menyerang Gustaf nampak bingung melihat ekspresi sang manager tertinggi di bar itu .


" ampun tuan muda ampun , saya yang salah karena tak bisa mengatur mereka semua " ucap Bambang sambil berlutut didepan Gustaf .


" mana dompet tuan muda kembalikan !!! " imbuh Bambang sambil menggapai dompet milik Gustaf yang sudah tak berisi uang itu .


" waktumu satu jam untuk menendang mereka keluar dari tempat ini , kalau tidak kau akan tau akibatnya Bams " jawab Gustaf dingin .


" let's go " ajak Gustaf pada Gracia yang nampak shock karena melihat apa yang baru saja dilakukan Gustaf pada bartender pria itu .


Beberapa orang yang berkumpul sontak memberi jalan pada Gustaf dan Gracia yang berjalan keluar sementara Bambang nampak menunduk mengantar kepergian Gustaf , tak lama kemudian Bambang berteriak untuk membawa si bartender pergi dari bar sambil memarahi semua orang yang ada ditempat itu .


Semua orang mendadak pucat pasi mendengar perkataan sang manager , mereka takut akan mendapatkan nasip serupa seperti si bartender dan tiga orang wanita yang sempat membully Gracia yang langsung di pecat itu .


" terima kasih tuannn " ucap Gracia terbata-bata ketika sudah ada di luar bar pada Gustaf .


" kalau kau tak punya uang jangan pergi ke bar semahal ini , atau kau akan berakhir di ranjang pria hidung belang jika kau tak bisa membayarnya " hardik Gustaf dengan menahan amarahnya .


" maaf saya benar-benar minta maaf hiks ... hikss.... keluargaku sedang diambang kehancuran oleh karena itu aku pergi kesini untuk menenangkan diri tapi aku lupa membawa uang karena dompetku terkunci di dalam mobil " jawab Gracia sambil menunjuk mobilnya yang ada didekatnya .


Gustaf melirik ke arah mobil Gracia dan benar saja ia bisa melihat ada dompet wanita beserta ponsel tengah berada dibalik jaket yang ada di kursi supir .


" bagaimana bisa kau meninggalkan dompetmu didalam mobil , ya sudah sana pulang dan jangan terlibat masalah lagi " ucap Gustaf sambil menggeleng pelan melihat tingkah gadis yang ada didepannya itu .


Setelah berkata seperti itu Gustaf langsung membalikkan tubuhnya hendak melangkah menuju mobilnya tapi lagi-lagi Gracia menahannya .


" apa lagi ? " tanya Gustaf hampir hilang kesabaran .


" aku tak bisa pulang " jawab Gracia dengan suara ketakutan karena melihat ekspresi wajah Gustaf .


" kenapa kau tak bi....

__ADS_1


" itu " sahut Gracia cepat memotong perkataan Gustaf sambil menunjuk dashboard mobilnya dengan jari telunjuk .


" what the hell ..... how can ... oh my Gosh !!! " teriak Gustaf sambil mengacak-acak rambutnya dengan emosi setelah melihat kunci mobil Gracia tenyata tertinggal di atas dashboard mobil .


" maaf ... " tangis Gracia dengan terisak .


Melihat gadis dihadapannya menangis membuat Gustaf luluh , ia meraih ponselnya dan menghubungi seseorang . Tak lama kemudian Bambang sang manager bar keluar sambil berlari-lari ke arah Gustaf .


" amankan mobil dan semua isinya , kalau ada satu sen yang hilang dari dalam mobil ini nyawamu taruhannya Bams " ucap Gustaf pada Bambang sambil menunjuk ke mobil Gracia yang terkunci .


" baik tuan siap " jawab Bambang patuh , ia mengerti maksud pembicaraan Gustaf .


Gustaf tersenyum tipis lalu menarik tangan Gracia untuk masuk ke dalam mobilnya , tak lama kemudian ia pergi dengan cepat dari bar milik Archie sang bos besar .


" akh kenapa aku harus menolong gadis ini , padahal masalahku dengan bos saja masih banyak belum lagi si bodoh Frans yang sedang kacau itu !!! arrgghhhh kau menyulitkan dirimu sendiri Gustaf !!! " ucap Gustaf lirih sambil melirik ke arah Gracia yang sudah tertidur .


Ia kemudian menambah kecepatan mobilnya menuju apartemen Asscot untuk pulang dengan membawa Gracia pulang bersamanya .


Mansion Archie


Sasa terbangun dari tidurnya dan menyadari sang suami tak ada disampingnya , tanpa berfikir dua kali Sasa turun dari ranjang untuk mencari sang suami . Saat sedang keluar menuju ke tangga tiba-tiba langkahnya terhenti saat melihat ruang perpustakaan lampunya menyala , karena penasaran Sasa berjalan dengan perlahan .


Saat hendak masuk lagi-lagi langkah Sasa terhenti karena mendengar suara tarikan nafas yang berat yang terdengar sangat samar , ia memiringkan kepalanya untuk melihat kedalam ruangan . Jantungnya berdetak cepat ketika melihat sang suami tengah duduk sambil memejamkan mata dengan wajah yang basah karena air mata yang mulai mengering .


" mas Archie menangis " gumam Sasa lirih , hatinya ikut merasakan sakit melihat suaminya yang bossy itu menangis .


" pasti ada yang terjadi sampai seorang Archie menangis seperti itu " ucap Sasa dalam hati , ia kemudian memilih kembali kekamar untuk bertanya pada Rico .


Saat sudah mengambil ponselnya Sasa kembali terkejut karena melihat pesan yang ia terima dari Selena yang berisi :


" Sa ...help us, help our husband save this brotherly relationship "


Jantung Sasa berdetak sangat cepat membaca pesan pertama dari Selena itu ,saat hendak kembali tidur tiba-tiba ponselnya kembali berdering saat Selena kembali mengirim pesan kedua .


Rupanya Selena berhasil membuka pascode di ponsel Rico , ia mengirimkan pesan yang diberikan Gustaf pada Rico .


Tangan Sasa bergetar ketika membaca tulisan dokter Frans yang dikirim ke Gustaf itu , sebuah pengakuan cinta yang menyedihkan karena rela melepaskan perasaannya karena tak ingin membuat Archie kecewa karena membela wanita yang ingin Archie tangkap hidup atau mati .


Ceklek ...


Tiba-tiba Archie masuk kekamar hingga membuat Sasa yang sedang membaca pesan kaget .


" kau sedang apa sayang ? " tanya Archie pelan dengan senyum hambar ke arah Sasa .


🌼 Bersambung 🌼

__ADS_1


Jangan lupa like , komentar dan vote ya kakak-kakak . Terima kasih 🌹


🍃🍃 silahkan baca seri kedua dari Faith yang berjudul : Faith 2 ( bodyguard cantik )


__ADS_2