
sudah satu minggu terjadi perang dingin antara sasa dan archie yang sama sama punya ego yang tinggi , sasa menganggap bahwa archie sudah tak perhatian lagi padanya sedang archie kebingungan bagaimana menghadapi sikap sasa yang kekanakan dan memilih mendiamkan sasa dengan harapan sasa akan membaik jika diberi waktu untuk sendiri .
awal semester baru sudah berjalan sasa memilih tetap membawa mobil sendiri dan menolak sopir yang diberikan oleh archie sebagai bentuk protesnya .
setibanya dikampus sasa tetap memarkirkan mobilnya ditempat dimana dia biasa parkir walau agak jauh dari ruang kelasnya .
" haii adik pagi pagi dah ngelamun aja " ucap gusti mengagetkan sasa yang baru keluar dari mobilnya .
" ish apaan siapa yang ngelamun ngaco aja " sangkal sasa dengan cepat .
gusti tersenyum mendengar ucapan sasa dia tau sasa tak pandai berbohong .
" ya wes ayo masuk lah, awal semester baru kita harus ceria nduk " hibur gusti pada sasa yang masih merajuk .
sasa berjalan mengikuti langkah gusti yang ada didepan perang dinginnya dengan archie benar benar merusak harinya .
" oh iya kangmas masih magang ? " tanya sasa tiba tiba
" endak nduk , romo melarang aku kerja sambil kuliah katanya takut aku ga fokus belajar " jawab gusti
" oh pakde yang ga boleh ya heheh bagus lah biar aku ada temen dikampus " cicit sasa senang " eyang sehat kan kangmas ? " imbuh sasa
" semua sehat nduk , kapan-kapan pulang lah keluarga di solo kangen padamu " ucap gusti dengan tersenyum .
" eh itu anak anak baru ya !!! liat yuk kangmas " ucap sasa mengalihkan pembicaraan kemudian berlari meninggalkan gusti .
gusti terdiam melihat sasa pergi .
" kami keluargamu sa seharusnya kau bisa percaya pada kami untuk membagi masalahmu , aku tau kau menyembunyikan sesuatu yang besar " ucap gusti dalam hati .
karena melihat sasa melambaikan tangan terus menerus akhirnya gusti berjalan mendekati sang adik yang sedang melihat anak-anak baru yang sedang berbaris di lapangan . mahasiswa baru biasanya akan melakukan apel pagi sebelum masuk kuliah mereka akan diperkenalkan dengan pengurus bem dan para dosen dilapangan.
dikantor rico nampak sedang fokus mengerjakan sesuatu dengan laptopnya sementara archie hanya duduk melamun menatap keramaian jakarta melalui jendela kaca .
" apa yang kau fikirkan bos ? " tanya rico memecah keheningan ruangan archie .
" entahlah , mungkin aku butuh liburan untuk merefresh otakku ini " jawab archie dingin .
" sasa kan ? " ucap rico cepat .
archie hanya terdiam mendengar ucapan rico , dia tak pernah berhasil menyembunyikan masalahnya dari rico .
" berapa usia istrimu bos ? " tanya rico tiba tiba .
" sembilan belas tahun " jawab archie cepat .
" sembilan belas tahun ? coba kau lihat ini " ucap rico sambil menyerahkan laptop yang ia pegang .
archie melihat dengan serius laptop milik rico , dimana terlihat surat nikah almarhum mertuanya tertera angka 1998 sewaktu mereka menikah dan akta lahir sasa tahun 2000 .
" apa yang aneh ? " tanya archie heran karena merasa tak ada yang salah dengan akta lahir istrinya .
" kau pernah cerita padaku kan kalau mertuamu mendapatkan sasa pada usia pernikahan ke tiga , kalau memang sasa lahir diusia pernikahan ketiga berarti usianya masih delapan belas tahun sekarang " ucap rico dingin
__ADS_1
"kecuali kalau orang tuanya membuat sasa lebih tua satu tahun diakta lahirnya maka wajar jika usianya sekarang sudah sembilan belas tahun , tapi kalau mengikuti perhitungan berdasarkan ceritamu itu usia sasa baru delapan belas sekarang " imbuh rico .
archie terdiam mendengar penjelasan rico yang memang benar jika dihitung berdasarkan cerita sasa . berati sasa kehilangan kedua orangtuanya saat umurnya masih enam belas tahun bukan tujuh belas tahun yang artinya saat dia menikah sasa masih berusia delapan belas tahun bukan sembilan belas tahun.
" kau mengerti arah pembicaraanku bos ? " tanya rico dengan senyum lebarnya meledek archie yang masih kebingungan .
" apa " ucap archie datar .
" artinya kalau kau bertengkar dengan istrimu kau harus mengalah karena dia masih remaja jadi wajar saja kalau sifatnya masih seperti anak kecil hahah " jawab rico penuh kemenangan kemudian pergi meninggalkan archie yang masih menatap layar laptop milik rico .
archie membisu mendengar ucapan rico , sungguh sangat wajar kalau sasa masih kekanakan kalau melihat usianya sekarang .
" maafkan aku sayang atas ketidaktahuanku " ucap archie lirih sambil menatap foto sasa di ponselnya , archie menyesali kebodohannya karena mendiamkan sasa padahal dengan usianya sekarang harusnya dia bisa memahami sifat sasa .
" aku seperti menikah dengan adikku sendiri hehe " ucap archie dalam hati ketika menyadari perbedaan usianya dengan sasa terpaut tiga belas tahun.
archie menutup laptopnya kemudian berjalan keluar menuju ruangan rico yang ada disebelah ruangannya .
" ayo ikut aku " ucap archie ketika membuka pintu ruangan rico .
" siap " jawab rico cepat , dia merasa bahwa apa yang barusan dia lakukan telah berhasil mendamaikan rumah tangga sahabatnya itu .
rico terdiam mengkuti langkah archie menuju sebuah toko berlian dengan patuh dia menemani archie memilih beberapa cincin dan kalung mahal itu , sesekali ia menggoda archie dengan memakai cincin cincin itu dijarinya yang membuat archie kesal .
" jangan kau pakai !! itu untuk istriku bajingan " hardik archie kesal karena tak rela cincin pilihannya dicoba rico .
" hahah aku hanya mencoba saja bos , siapa tau kau akan membelikan juga untukku " goda rico dengan tersenyum .
" memangnya kau wanita aku mau membelikan cincin berlian !! jangan gila rico " ucap archie dengan tatapan mautnya .
" istri anda sangat beruntung mendapatkan suami romantis seperti anda pak " ucap sang pelayan ketika menyerahkan box isi perhiasan pada archie .
" saya yang beruntung mendapatkannya sebagai istri mbak " jawab archie dengan tersenyum .
" dan saya yang kurang beruntung mba karena saya tak diberikan apapun oleh bos saya ini " celoteh rico
" aku akan membelikanmu satu cincin kalau kau jadi perempuan hahah " ucap archie penuh kemenangan .
" aku masih doyan perempuan bos " jawab rico datar kemudian tertawa bersama dengan archie , mereka meninggalkan toko dengan enam orang bodyguard yang mengawal .
didalam mobil archie tersenyum melihat kotak berlian yang ada dipangkuannya , dia ingin segera sampai dirumah dan memberikan kejutan pada istrinya .
sementara itu ditempat lain gusti nampak kesal dari tadi tak berhasil menasehati sasa untuk berhenti memakan sambel yang ada dihadapan mereka saat makan bakso dikantin .
" heh ini sudah mangkok kedua , kau mau menghabiskan stok sambel pak kantin ya " hardik gusti gemas melihat sasa memakan kerupuk dengan mengoleskan sambel.
" ikh aku bayar taukk , lagian bapaknya gpp tadi aku udah ijin weekkk " ucap sasa membela diri sambil menjulurkan lidahnya . keringatnya mengucur deras dari keningnya dan membuat wajahnya memerah karena kepedesan .
" nanti kau sakit perut tau rasa yaaa " cibir gusti kesal .
" kangmas bawel akh , enak tau sambelnya mau cobain ga nii " ucap sasa tanpa rasa bersalah .
gusti menolak mangkok sambel yang diberikan sasa , dia hanya menggelengkan kepala melihat adiknya menjelma menjadi ratu sambal .
__ADS_1
" kau belum makan nasi kan dari pagi " tanya gusti dingin
" udah dua sendok kok heheh " jawab sasa dengan senyum lebarnya .
" yowes ayo pulang itu loh wajahmu udah kaya tomat merah sekali " ucap gusti sambil menjauhkan mangkok sambel dari sasa , sasa menggigit bibirnya karena kesal sambelnya diambil oleh gusti .
" kangmas ga asikk , sasa ga temen lagi huh " teriak sasa kesal kemudian pergi meninggalkan gusti yang masih membayar dikasir .
akhir akhir ini selera makan sasa berubah , dia jadi tak suka makan nasi . sasa yang sebelumnya tak menyukai makanan pedas kini berubah 360 derajat bahkan sasa kemarin malam sempat memasak mie instan dengan banyak cabai rawit dirumah yang membuat para pelayan kaget .
sasa berdiri disamping mobilnya menunggu gusti yang masih berjalan dengan membawa sebuah kantong plastik .
" nii buat jaga-jaga " ucap gusti sambil menyerahkan obat maag pada sasa .
" lebay akh , sasa gpp kali kangmas lagipula tadi sambelnya ga pedes tau " sasa menolak obat pemberian gusti .
" iya ga pedes kalau makannya dua sendok ini tadi kamu makan sambel pake bakso bukan bakso pake sambel " cibir gusti kesal .
" heheh ya udah sasa terima deh daripada kakak sasa yang ganteng ini marah heheh " ucap sasa riang .
" kamu ini lho ngeselin nduk " ucap gusti tersenyum , gusti membersihkan keringat yang ada diwajah sasa dengan sapu tangannya .
" sasa pulang ya kangmas udah sore , besok lagi maennya ya " pamit sasa pada gusti .
" maenn ?? kuliah kali " jawab gusti menimpali ucapan sasa , gusti melambaikan tangannya saat mobil sasa melaju meninggalkan kampus . mata gusti menangkap sebuah mobil hitam aneh terlihat mencurigakan ada diarea parkir .
" akh mungkin perasaanku aja " ucap gusti dalam hati , gusti menuju mobilnya kemudian pergi menuju keramaian ibukota .
sasa memutar laju mobilnya menuju apartemen miliknya dia ingin berganti pakaian karena bajunya basah terkena muntahannya .
" wah gawat ini asam lambungku naik kali gara gara makan sambel tadi , bisa diomelin mas ni kalau tau maag ku kambuh " batin sasa cemas .
setibanya di apartemen sasa langsung masuk menuju kamarnya lalu membersihkan diri dan berganti pakaian , beberapa barang pribadinya masih ada diapartemen yang sengaja tidak ia sewakan ini . dengan cepat sasa turun ke basement karena hari sudah mulai senja , dia harus sampai dirumah dengan cepat .
saat menyetir mobil sasa menangkap ada sebuah mobil hitam yang mengekor dibelakangnya , karena takut sasa menambah kecepatan mobilnya dan berusaha menghindar sejauh mungkin karena mobil itu terlihat masih mengikuti sasa memilih masuk ke sebuah mall . sasa keluar dari mobilnya dan berlari ke dalam mall , dia berharap pengendara mobil hitam itu tak mengikutinya masuk .
sasa masuk ke sebuah butik dan berbelanja beberapa baju lalu dengan cepat masuk ke ruang ganti . sasa mengganti pakaiannya dengan baju yang baru dibelinya berharap orang yang mengikutinya tak mengenali sasa lagi karena sudah berganti baju . sasa berhasil keluar dari mall dengan bantuan seorang pramuniaga yang membantunya memesankan taksi online di lobby .
didalam taksi online sasa ketakutan dan berharap segera sampai dirumah , berulang kali sasa melihat kebelakang memastikan apakah mobil hitam itu masih mengikutinya atau tidak . sang supir taksi onlie menyadari penumpangnya khawatir berusaha menenangkan , ia memacu mobilnya lebih cepat sesuai permintaan sasa . sesampainya dirumah archie sasa langsung berlari masuk ke dalam rumah setelah ia membayar ongkos taksinya .
sasa masuk kekamarnya dengan terburu buru tanpa menyalakan lampu , sasa menuju ranjangnya dan duduk untuk menangkan diri dia merasa ketakutan ingatannya membawanya saat dimana ia berlari menghindari para penjahat waktu diindia dulu .
" sayang " ucap archie yang muncul dari balik pintu closet bajunya
" masssssss ..." teriak sasa dengan cepat sasa berlari ke arah archie dan memeluknya erat karena ketakutan .
brukk
paperbag yang dibawa archie terjatuh karena terkena sasa .
" kenapa sayang ?" tanya archie pelan ....
__ADS_1