
Mendengar pertanyaan dari Gracia membuat Selena membisu , hanya buliran air yang mengalir deras dari sepasang manik indah berwarna coklat itulah yang menjawab pertanyaan Gracia .
"Jawab pertanyaan ku kak !!" pekik Gracia tak sabar .
"Tak ada yang perlu kujelaskan lagi Grace , lagi pula dia sudah sangat membenciku Grace " jawab Selena dengan terisak .
"Jadi kau benar-benar masih perawan kak ? lalu operasi yang daddy bilang itu apa ....
"Aku hanya mengambil uang yang diberikan daddy untuk menutup mulut dokter di Mesir , aku menyuapnya agar berbohong pada daddy dan tak mengatakan kebenarannya kalau aku tak melakukan operasi selaput dara itu Grace " ucap Selena cepat memotong perkataan Gracia .
Mendengar penjelasan dari Selena membuat kedua mata Gracia berkaca-kaca ia tau bagaimana perjalanan hidup Selena , ia merasa ikut sakit atas apa yang menimpa kakak kembarnya itu . Tanpa bicara Grace langsung memeluk Selena dan ikut menangis meratapi nasib buruknya selama beberapa tahun terakhir ini , Selena yang sudah melewati banyak kemalangan sejak pertemuan mereka dengan ayah kandungnya benar-benar membuat Grace ikut merasa bersalah .
Selena bahkan harus pura-pura mati dengan memalsukan identitasnya di Italia , sehingga nama Felicia Lumenta kini sudah abadi disebuah batu nisan di daerah Sisilia ,Italia . Semua yang mereka lakukan adalah semata-mata karena perintah Alexander Del Leon sang ayah , ibu tiga gadis kembar itu diperkosa Alexander Del Leon saat berumur enam belas tahun . Hasil perkosaan itu telah membuat tiga gadis kembar lahir ke dunia , Alexander Del Leon yang seorang mafia tak mengakui kalau tiga gadis itu adalah anaknya pun tak mau memberikan nama belakangnya sampai akhirnya mereka bertiga memakai nama belakang sang ibu . Saat ketiganya berumur 18 tahun Alexander Del Leon datang dan mengakui mereka sebagai anak , tiga orang gadis yang sudah hidup sebatang kara sejak ibunya meninggal pun langsung bahagia ketika ayah kandung yang mereka rindukan akhirnya datang dan mau memberikan tempat berlindung .
"Seandainya mommy masih hidup mungkin kita tak akan seperti ini kak " isak Gracia sambil mengingat masa-masa sulit yang ia sudah lewati selama 7 tahun ini bersama sang ayah .
__ADS_1
"Mommy diambil tuhan diwaktu yang tepat Grace kau harus yakin itu " ucap Selena terisak sambil menggengam kalung berliontin salib yang ia pakai.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang kak ? " tanya Gracia sambil menyeka air matanya yang sudah membasahi pipi cantiknya .
Selena tersenyum tipis mendengar pertanyaan sang adik ia kemudian menjelaskan tentang rencana yang sudah ia atur selama beberapa hari ini , Selena berniat merelakan Leon Corporation pada Archie karena ia yakin kalau perusahaan ayahnya sudah tak bisa diselamatkan lagi . Kehebatan Archie Durran sudah tak diragukan lagi apalagi ia sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri kehebatan Archie dan tiga anak buah kepercayaannya itu .
"Jadi aku harus menjaga kak Carol kak ? "tanya Gracia dengan ketakutan .Carolina adalah satu-satunya anak yang sangat menyukai Alexander Del Leon , dia tak pernah membantah apapun yang diperintahkan padanya . Bagi Carolina sang ayah adalah segalanya .
"Kau bisa melakukannya kan Grace ? Carol harus kau awasi supaya ia tak melakukan hal yang membahayakan lagi , sisa nya serahkan padaku " jawab Selena mencoba menenangkan Gracia sang adik paling bungsu , walau Gracia dan Carolina kembar identik tapi sifat keduanya sangat berbeda .
"Kakak sakit ? " tanya Gracia tiba-tiba pada Selena yang terlihat sudah banjir keringat .
"No im fine , aku hanya sedikit lelah saja dengan kejadian beberapa bulan terakhir ini apalagi melihat kondisi daddy sekarang " jawab Selena mencoba menenangkan Garcia .
"Kalau kakak lelah lebih baik kakak istirahat biar aku yang menjaga daddy " sahut Gracia khawatir karena melihat Selena yang lebih pucat dari biasanya .
__ADS_1
"Aku tak apa Grace tenanglah , aku harus kekantor dulu menyusul Pedro " ucap Selena mencoba mengalihkan pembicaraan .
Sejak sandiwaranya terbongkar dua hari lalu tiap malam Selena tak bisa tidur dengan nyenyak , ia hanya bisa tidur dua jam tiap malam . Karena itulah wajahnya terlihat pucat dan terlihat lebih kurus dari biasanya . Apalagi ditambah masalah menghilangnya uang sang ayah di bank Swiss yang baru diketahui pagi ini , semua yang terjadi benar-benar membuat Selena harus berfikir dengan keras .
"Seandainya daddy tidak cari masalah dengan Archie Durran mungkin semua ini tak akan terjadi dadd " ucap Selena dalam hati sambil menatap sang ayah yang masih terlelap di sofa yang tengah dijaga oleh Gracia , Selena kemudian melanjutkan langkahnya menuju halaman depan untuk segera pergi ke kantor Leon Corporation .
Selena memacu mobilnya dengan cepat menuju kantor sang ayah yang sebentar lagi resmi menjadi bagian dari Durran Internasional yang dimilik oleh Archie , sesekali Selena menyeka keringat dingin yang keluar dari keningnya . Tak lama kemudian mobil yang dibawa Selena akhirnya sampai di kantor sang ayah , saat ia turun dari mobil Selena sempat kaget ketika melihat Rico ada di perusahaan sang ayah . Rico nampak tengah berbincang dengan serius bersama Archie dan Gustaf , Selena pun memilih melewati jalan samping yang biasa dipakai oleh karyawan .
Saat sedang berjalan tiba-tiba ponselnya bergetar dengan cepat Selena meraih ponselnya dan terlihat satu buah pesan masuk yang dikirimkan oleh Pedro , Pedro memberitahukan bahwa dokumen penting Alexander Del Leon sudah berhasil ia ambil dan saat ini Pedro sedang ada di parkir bawah tanah menunggu orang-orang Archie pergi . Membaca pesan itu Selena pun langsung berhenti dan berbalik badan tapi tiba-tiba ia merasa ada yang salah dengan tubuhnya , Selena berlari menuju toilet .
Suara gemericik air di wastafel menyamarkan aktivitas Selena di dalam toilet , tak begitu lama kemudian Selena keluar dari toilet dengan wajah yang penuh dengan keringat . Saat ia sedang mencuci muka di depan kaca Selena kembali mengeluarkan isi perutnya yang hanya air saja itu , setelah hampir dua menit muntah tanpa mengeluarkan apapun akhirnya Selena membasuh wajahnya dengan air untuk menyegarkan wajahnya yang kini sudah nampak seperti mayat hidup itu .
Tanpa Selena sadari ada sepasang mata yang memperhatikan dirinya dari balik pintu , pemilik mata itu melihat bagaimana Selena muntah-muntah di wastafel . Sebuah senyuman tersungging dipemilik sepasang mata itu .
🌼 Bersambung 🌼
__ADS_1
Jangan lupa like , komentar dan rating ya kakak-kakak semua . Terima kasih 🌹